Mentari perlahan menyinari bumi menandakan hari mulai pagi.
Luzio terbangun lebih dulu dari tidurnya karena mendengar suara deringan ponsel.Ia lalu meraih ponselnya yang terletak di nakasnya.Ia melihat yang menelpon adalah Benvolio.Luzio lalu beranjak dari tidurnya dan menjauh sedikit ia takut sang gadis akan terbangun mendengar percakapannya dengan Benvolio nanti.
"Lama sekali kau mengangkatnya,apa kau kelelahan karena semalam habis menanam benih?"Ledek Benvolio di seberang sana.
"Sepertinya kau sudah puas hidup ya Ben?"Balas Luzio.
Benvolio terkekeh,"Hahaha,ayolah bro.Aku hanya bercanda"
"Cepat katakan,ada apa kau menelepon ku?"
"Begini,hari ini kau ada pertemuan dengan Tuan Marcello jam dua siang.Dan Ia meminta agar kau membawa gadis manismu itu,karena Tuan dan Nyonya Nicole merindukan putri mereka".Tutur Ben lagi.
"Baiklah jika begitu" ucap Luzio singkat"
"Kau akan kesepian Bro,gadis manismu itu akan pulang ke mansionnya"
"Ya,aku tau"
Telepon pun berakhir.Luzio memandangi gadisnya itu yang kini tengah tertidur.Ia harus memulangkan gadisnya itu karena keadaan sudah aman dan lagi pula gadisnya itu belum sepenuhnya menjadi miliknya.Dia harus menunggu lagi.Tapi setidaknya sekarang mereka sudah dekat.
Luzio pun bergegas mandi,ia sengaja tidak membangun gadis manisnya itu karena ini masih terlalu pagi.
Setelah mandi Luzio bejalan ke arah walk-in closed nya dan memilih stelan formal berwarna hitam lengkap dengan dasi.Selsai ia mengenakan pakaian,ia berniat akan membangun gadis manisnya itu.
langkahnya terhenti di depan lemari kacanya.Kini lemari itu hampir terisi penuh oleh karakter Avengers kesayangan gadisnya itu dan tempat untuk botol-botol minumannya pun hampir tergusur habis.Ia rasa,ia harus menambah satu lemari kaca lagi di kamarnya ini.Luzio tersenyum mengingat momen saat sang gadis memintanya untuk membelikan semua karakter itu.
Kemudian Luzio membangun sang gadis.
"Hei bocah manis,bangunlah"Ucap Luzio sambil menoel lembut hidung sang gadis.Namun bukannya bangun gadis itu malah hanya mengangguk hidungnya dan kembali tertidur.Sungguh luzo sekarang ingin sekali menggigit pipi sang gadis karena gemas melihat ekspresi wajah sang gadisnya itu.
"Jika kau tak bangun maka aku akan menciummu sampai kau pingsan"Bisik Luzio dan perkataannya itu benar-benar membuat Nicolette terbangun.
Gadis itu menggeliat,"Emh,om kau ini berisik sekali"
"Ayo bangun,mandi dan sarapan.Kau ikut aku ke kantorku.Papi dan mami mu merindukan mu"
"Jadi aku boleh pulang sekarang?"tiba-tiba gadis itu menjadi sangat bersemangat sekarang.
Luzio mengangguk,lalu gadis itu bangkit dan segera ke kamar mandi.Sementara itu,Luzio pergi ke bawah menunggu sang gadis di meja makan untuk sarapan.
Setelah mereka selesai sarapan, merekapun berangkat ke kantor milik Luzio,yaitu Mateo Group.
......................
Mateo Group.
Tampak di sebuah ruang Tuan Lucas tengah duduk sambil menunggu Luzio.Ia sedang menikmati secangkir kopi.
Terdengar suara pintu di buka dan tiba-tiba.
"Papi!"ucap Nicolette sambil berhambur ke arah sang ayah,tuan Lucas pun menengok lalu berdiri dan menyambut putrinya itu dengan pelukan hangat.Ia sangat merindukan putrinya itu.
"Papi sangat merindukanmu sayang"
"Aku juga rindu papi, sangat-sangat rindu"
Sementara Luzio terdiam melihat ayah dan anak yang tengah melepas kerinduan mereka.Setelah puas berpelukan,mereka semua duduk.
"Terimakasih Tuan Luzio sudah menjaga putri saya.Dia pasti sangat merepotkan anda"Ucap tuan Lucas kepada Luzio.
Luzio tersenyum lalu menjawab,"Ah,tidak tuan.Putri anda sama sekali tidak pernah merepotkan saya"
Merekapun mengobrol sebentar lalu menuju ruang pertemuan.Mereka ada rapat kerja sama yang di hadiri oleh beberapa pemilik perusahaan lain.
"Kau tunggu di sini ya manis,aku dan ayah mu ada urusan.Kau boleh menonton tv,bermain PS dan di lemari pendingin itu ada susu stroberi kesukaanmu"Ucap Luzio dan hanya di jawab anggukan oleh Nicholette.
Luzio dan tuan Lucas pun pergi keluar dari ruangan itu untuk menuju ruang pertemuan.
Selesai dengan pertemuan,mereka kembali ke ruangan tempat di mana Nicolette tadi di tinggal.
"Papi sudah selesai kan?ayo pulang"ucap sang gadis begitu melihat papinya masuk.
Tuan Lucas tersenyum."Iya sayang"
"Tuan Luzio, terimakasih sudah menjaga putri saya dan sudah merepotkan anda.Kami pamit dulu".Ucap Luzio pada Lucas
"Sama-sama tuan.Ah putri anda sama sekali tidak merepotkan saya Tuan.Hati-hati di jalan".
Tuan Lucas pun membawa putrinya pulang.Kini tinggal Luzio sendiri di ruangan itu,iapun pergi ke ruangan kerjanya.
......................
Di ruan kerja Luzio.
Luzio tampak sedang memeriksa berkas-berkas kemudian menandatanganinya.Terdengar suara ketukan pintu,Luzio pun mempersilahkan orang itu masuk.
"Bro,kau sudah menandatangani dokumen yang aku serahkan kemarin?"ucap orang itu yang ternyata adalah Benvolio.
"Sudah,itu di sebelah sana"ucap Luzio sambil menunjuk ke arah meja yang di sebelahnya.Benvolio pun mengambilnya dan pergi dari ruangannya.
Entah sudah berapa jam Luzio sibuk berkutat dengan tumpukan berkas,hingga tak terasa jam sudah menunjukkan pukul enam sore.Luzio pun berkemas dan pulang.
...
Di vila.
Selesai membersihkan diri,Luzio duduk di sofa kamarnya dengan setelah piyama tidur dengan tiga kancing yang terbuka menambah kesan hot lelaki itu.
Ia tersenyum memandangi sekeliling kamar.Kamar ini menjadi sepi semenjak Nicolette pulang.Hanya tersisa bayangan ia dan sang gadis di ruangan itu.Kemudian matanya memandang ke arah lemari kaca yang kini sudah hampir penuh dengan mainan kesukaan sang gadis.Bau kamarnya pun kini telah di dominasi bau sang gadis.Bau wangi khas stroberi vanila yang manis milik sang gadis.
Dia rindu gadis yang manja dan galak itu.Ingin sekali rasanya ia memeluk sang gadis dengan erat.Kamar itu pun menjadi sunyi.Ya,Luzio sangat kesepian sekarang.Ia tidak tahu sang gadis sedang apa gadisnya di sana sekarang.Biasanya ketika gadis itu masih di sini,sekarang ia sedang menonton TV sambil makan camilan dan meminum susu kesukaannya atau sesekali menganggunya ketika ia sedang fokus bekerja.n
Luzio menuang wine kedalam gelasnya lalu menikmati setiap teguknya.Ia merasa tidak akan bisa tidur sekarang.Entah karena apa,mungkin karena ia sedang merindukan sang gadis.
"Gadisku,kapan aku bisa memiliki mu sepenuhnya?aku tidak sabar sekali menunggu saat itu.Kali ini,semoga Tuhan memihak pada percintaanku"Gumam Luzio.
Ya,nasib percintaan Luzio tidak pernah mulus selama ini.Terakhir kali ia menjalin hubungan sudah lima tahun yang lalu.Saat itu Luzio sudah akan menikah dengan kekasihnya.Namun sayang, kekasihku itu selingkuh dengan lelaki yang ia kenal.Bahkan ia sangat kenal.Semenjak kejadian itu Luzio menutup hatinya rapat-rapat.Ia tidak perduli lagi dengan cinta dan wanita.Baginya cinta dan wanita adalah hal yang bullshit.Sampai akhirnya seorang gadis manis yang ia temui di club berhasil memikat hatinya dan membuat pintu hati kembali terbuka.
...****************...
Sekian dulu ya guys.Author juga minta maaf,harusnya sekarang udah bab 15/16 tapi kemaren pas aku up lama banget baru lulus review akhirnya jadi keteteran 🤧. Terimakasih yang udah mau nunggu dan baca cerita aku.🤗
BORAHAE 💜
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments