Hari ini Nicolette sedang siap-siap untuk berangkat kuliah.Setelah sarapan ia pamit dengan mami,papi dan kakaknya lalu ia berangkat.Ia menyetir sendiri.
ia mengendarai mobil Bentley Continental GT berwarna dark sapphire kesayangannya.Mobil itu adalah hadiah ulang tahunnya dari sang kakak
Sampai di kampus ia langsung bergabung dengan teman-temannya.
"Hi,calon nyonya Mateo,apa kabarmu?"goda Charlie kepada gadis itu.
"Shut up!"Gadis itu tampak kesal.
"Ah aku ini,aku hanya bercanda"
"Oh iya Nic,nanti malam ayo kita ke club.Sudah lama kita tidak ke sana"Ajak Anna kepada teman-temannya
"Ayo,aku juga ikut Nic.Sudah lama kau tidak pergi ke club lagi bersama kami"Ucap Lova
"Iya,iya,aku akan ikut.Tapi Kim,kau harus izinkan aku pada orang tua ku"ucap Nicholette pada Kim.
Kim memutarkan bola matanya dengan malas."Ya baiklah,tapi ingat ya,aku tidak mau ada yang mabuk dan berakhir dengan aku harus menelepon supir kalian satu-satu"
"Kami tidak akan mabuk berat Kim"Timpal Laura
"Apa lagi aku.Aku tidak suka mabuk"ucap Nicolette sambil terkekeh.Mana mungkin seorang Nicolette tidak mabuk,bahkan dia yang paling gila.Masih ingat bukan momen di mana ia ke club sendirian dan minum sampai mabuk.
"Cih,ingin rasanya aku menenggelamkan mu ke kolam itu Nic"balas Charlie.Ia tau betul sifat sahabatnya.Yang lain hanya tertawa.
Jam kuliah pun di mulai dan mereka masuk ke kelas untuk mengikuti mata kuliah.Setelah selesai merekapun pulang.
......................
Di mansion Mateo
Tampak lelaki itu tengah gusar.Pikirannya melayang entah kemana hingga berkas-berkas yang di depannya pun diabaikannya.Bayangan sang gadis manisnya itu mendominasi isi kepalanya.
Ya,itu Luzio.Kini pria itu benar-benar merindukan sang gadis.Ia coba mengirim pesan tapi sama sekali tidak di balas dan bahkan entah sudah berapa kali ia mencoba melakukan panggilan tapi sama saja.Gadis manisnya itu tidak meresponnya sama sekali.
"Hei,Bro!.Wajahmu kelihatan murung sekali.Apa gadis manismu itu masih mengabaikan mu lagi" ucap Benvolio dari meja seberang.Benvolio sejak tadi sore sudah di mansion sahabatnya itu.Ia sering kesitu untuk mengerjakan beberapa tugas atau hanya sekedar minum bersama.
Sementara Luzio hanya diam saja mendengar pertanyaan sahabatnya tersebut.
"Lebih baik kita ke club saja.Sudah lama bukan kita tidak kesana"ajak Benvolio kepada sahabatnya itu.
Luzio pun mengiyakan ajakan sahabatnya itu.Mereka pergi ke club.
......................
Di mansion Nicole.
Terlihat Nicolette sudah tampak siap untuk pergi ke club.Ia sedang meminta izin kepada orang tuanya.
"Mi,Pi"ucap sang gadis itu sambil berlari kecil menghampiri papi dan maminya.Ia pun menghampiri Papi dan Maminya yang tengah duduk bersantai menonton TV di ruang keluarga.
"Hei,jangan lari-lari sayang.Nanti kau jatuh".Tuan Lucas tampak khawatir melihat putrinya yang sedang berlari.
"Ada apa Hem?.Kau sudah rapih seperti ini,Emmm pasti mau keluarkan"ucap sang mami.
Nicolette meringis mendengar ucapan sang mami.Maminya itu memang tidak pernah salah dalam hal menebak keinginannya.
"Hehe,Mi,Pi aku mau ke club boleh?aku tidak sendiri.Ada teman-teman ku dan Kim juga ikut.Boleh ya?"Mata gadis itu berubah menjadi mata puppy eyes yang menggemaskan.
"Ah,kau selalu saja seperti ini sayang.Baiklah tapi ingat jangan pulang larut malam dan jangan mabuk!" ucap tuan Lucas tegas.
"Berangkat dan pulang dengan aman dan Selamat sayang"ucap sang mami.
Nicolette mencium pipi mami dan papi lalu mengucap terimakasih dan pergi keluar.Di luar sana sudah ada teman-temannya yang menunggunya di mobil.
Sebenarnya, tadi Kim sudah terlebih dahulu menelpon kakak Nicolette, Marcello.Jadi Nicholette dengan mudah mendapatkan izin dari mami dan papinya.Kim adalah orang yang paling di percaya bisa menjaga Nicolette oleh keluarga Nicole.Karena sifat dan sikap Kim jauh lebih dewasa dari teman-temannya yang lain.Kim juga seperti seorang kakak bagi teman-temannya.
Kali ini ada satu anggota baru lagi,yaitu Vin.Dia teman mereka juga yang baru saja pulang dari New York.
......................
Di Club.
Tampak Nicolette dan teman-temannya sedang menikmati minumannya sambil menikmati dentuman suara musik.Mereka sangat menikmati suasana itu.
"Sudah lama tidak bertemu,sekarang kemapuan minum mu sudah meningkat ya"Ucap Vin kepada Nicolette.
"Hahaha,setidaknya aku tidak muntah lagi saat menghabiskan setengah botol Tequila"kekeh Nicolette.Ia teringat saat baru pertama kali ke club,ia sudah mabuk berat padahal baru minum setengah botol Tequila.
Mereka terkekeh berdua.Dan sesekali Nicolette menepuk bahu Vin ketika bercanda.
Sementara di sebrang sana ada seseorang lelaki yang sedang memperhatikan salah satu di antara mereka.Ya,dia adalah Luzio yang sedang memperhatikan gadis manisnya itu.
Lelaki itu tampak tidak suka melihat gadisnya terlalu dekat dengan orang lain.
"Pantas saja ia mengabaikanku.Rupanya sudah ada orang lain"Ucap Luzio dengan smirk khas miliknya.
Luzio berpikir bahwa lelaki itu adalah kekasih Nicolette,karena ia belum pernah melihatnya sebelumnya.Luzio mengira teman-teman dekat Nicolette hanya Laura,Lova, Anna,Charlie dan Kim.
Nicolette tampak sangat menikmati mati waktu mereka.Ia begitu banyak minum hingga kesadarannya sudah mulai menurun.
"Oh,aku rasa aku akan muntah sekarang"Ucap Nicolette.Ia lalu mencoba berjalan menuju toilet,tapi sialnya ia terhuyung.Untung ada Vin yang membantunya berdiri.
"Hei,kau mau kemana biar aku antar"Tawar Vin.Vin khawatir melihatnya terhuyung.Diatara semua temannya hanya Vin dan Kim saja yang belum mabuk.Kim sibuk menelpon supir mereka untuk menjemputnya mereka.
"i'm okay.Aku ingin ke toilet aku rasa aku akan".Kini perut Nicholette terasa seperti di aduk-aduk.Ia bahkan sampai tidak menyelesaikan pembicaraannya dan menarik Vin untuk membantunya ke kamar mandi.
Dari kejauhan tampak Luzio menatap tajam ke arah mereka.
"Bro,lebih baik kau susul dia.Aku takut terjadi sesuatu yang tidak-tidak"Benvolio tau perasaan sahabatnya itu.Tanpa basa-basi ia langsung pergi menghampiri Nicolette yang kini tengah di toilet.
Nicolette memuntahkan semua isi perutnya.Setelah selesai ia pun keluar.Vin masih menunggunya di luar.
Vin pun memapahnya untuk mengantarkannya pulang.
"Berikan ia padaku!"ucap seorang lelaki dengan aura dingin.
"Kau siapa?!". Pertanyaan Vin terdengar sangat ketus.
Luzio tersenyum smirk ala devilnya.Lalu ia menjawab "Aku adalah kekasih dari gadis yang kau bawa itu.Lepaskan tangan mu dari gadis manisku"
"Kau yakin?tapi wajahmu seperti paman tua yang sedang mencari mangsa"
"Jaga ucapanmu bocah!.Sini,dia gadis manisku"Luzio merebut paksa Nicolette dari papahan Vin.
Nicolette yang setengah sadar pun memandang kearah lelaki itu.Iya tersenyum lalu berkata"Oh,om kenapa malam ini kau tampan sekali.Vin,aku tidak apa-apa bersamanya"
"Kau dengar itu bocah",.Luzio pun pergi meninggalkan Vin yang masih di penuhi oleh rasa bertanya-tanya akan ada hubungan apa Nicholette dengan lelaki itu.
Luzio memapah Nicholette untuk pulang.Kim yang melihatnya hanya diam saja.Ia kenal dengan Mr.D ia juga tau jika Mr.D sangat menyukai dan menjaga Nicolette.Ia juga tidak bisa mengurus Nicolette karena temannya yang lain sudah sangat mabuk,ia harus menjaga mereka agar tidak merusuh di situ sambil menunggu supir mereka datang.Kim tau semuanya karena diam-diam Kim bekerja dengan Mr.D.Ya,Kim adalah bawahan Mr.D.
"Ben,aku duluan,aku harus pulang mengantar gadis nakal ini".Ucap Luzio pada sahabatnya itu lalu berlalu.
Ia memasukkan sang gadis kedalam mobilnya dan memasangkan sabuk pengaman.Ia lalu ikut masuk mobil.Ia menatap gadis itu yang kini matanya tengah terpejam.Sanga gadis selalu saja begini jika ke club.Luzio benar-benar geram melihat kelakuan gadisnya itu.
"Jadi ini alasan kau mengabaikan aku.Kau sudah punya orang baru rupanya.Bagusnya ku apakan kau ini agar kau tau bahwa hanya aku yang bisa memilikimu"
"Huek,huek"
Tiba-tiba saja sang gadis memuntahkan isi perutnya di jas mahal Luzio.
"Oh,****!"Luzio mengumpat kesal.Ingin sekali rasanya ia membawa sang gadis ke hotel terdekat dan menerkam sang gadis tersebut.Ia sudah di abaikan beberapa hari,dan gadis itu tampak mesra dengan laki-laki di club dan kini gadis itu muntah di pakaiannya itu.Tapi ia ingat janjinya dengan kakak gadis itu.
Ia hanya bisa mengumpat dan lalu melepas jasnya dan membuangnya ke keluar jendela mobil,ia mengelap dan membersihkan mulut sang gadis dengan tisu dan bagian dalam mobil yang terkena muntahan sang gadis.Ia memang jijik dengan muntahan itu,tapi rasanya sayangnya kepada sang gadis mengalahkan semuanya.
Ia lalu mengantar sang gadis pulang ke mansion keluarga Nicole.
...****************...
Guys,makasih ya yang udah mampir🤗
BORAHAE 💜
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments