[5.EX2.5] Labirin Monster

Rombongan grup 2 telah masuki hutan yang menandakan bahwa mereka telah masuki wilayah batavia. Cuaca mulai mendung dan perlahan menintikan air hujan.

Para murid semuanya beristirahat sehabis diserang oleh monster. Walau begitu Radit tidak bisa sesantai murid lainnya. Melihat Radit yang tidak santai membuat Leila menjadi gelisah.

Leika kemudian melihat Radit menutup mata dan seperti tertidur, dalam tidurnya dia nampak sangat cemas karna terlihat dari raut wajahnya dan seketika Radit tersentak kaget bangun. Melihat itu membuat Leila sangat kaget dan khawatir.

Radit yang melihat Leila sangat khawatir padanya langsung menenangkannya dna mengatakan kalau dia hanya bermimpi buruk.

Tiba - tiba salah satu murid seperti milihat sesuatu dan melaporkannya ke penjaga. Penjaga itu kemudian melihat dengan cermat apa yang di tunjuk murid itu lalu penjaga itu kaget melihat beberapa kawanan monster.

Semua murid yang sedang bersantai istirahat langsung terbangun, dan menyiapkan senjatanya setelah prajurit yang melihat langsung berteriak serangan monster dan laporkan ke semua formasi.

Prajurit yang berdiri di tengah bis tertusuk seperti pisau seperti kuku panjang yang tembus dari atap bis.

Kuku pisau itu menancap di pundak prajurit dan berusaha menariknya keatas. Radit yang melihat itu langsung sigap menembak ke arah kuku pisau yang menembus atap bis.

Lalu kuku pisau melepaskan prajurit , dan prajurit lainnya langsung segera memeriksa keadaan rekannya. Lainnya mulai menembak monster di sekitar mereka yang muncul tiba - tiba.

Penjaga di tempat supir memberitahu bahwa grup lainnya juga di sergap oleh monster 'urang utan'.

Leila sangat takut ketika melihat salah satu penjaga berlumuran darah hingga nafasnya sesak dan terasa ingin muntah.

Radit kemudian menyurih Leila untuk fokus menembak monster saja dan tidak perlu melihat prajurit terluka.

Mendengar itu Leila langsung fokuskan diri untuk menembak monster yang mendekat. Radit kemudian melihat sekitar dalam keadaan sangat panik dan kebingungan.

Prajurit yang memimpin kelonpok bis yang di temoat Radit mengatakab untuk fokus menembak.

Prajurit itu kemudian mendekati Radit dan berkata "Bagus nak, tanggapan cepatmu itu menyelamatkan rekan-ku." ujar Petugas.

"Tidak masalah pak, saya sudah diajarkan dan saya dibiasakan untuk cepat tanggap." ujar Radit.

"Bang Radit, monsternya terlalu susah ditembak karna bergelayutan diatas pohon dan aku sering tidak mengenainya." ujar Leila yang menembak monster.

"Tak apa Leila terus menembak saja, agar monster kesusahan untuk mendekat." ujar Radit.

Mereka terus bertahan dari sergapan itu. Mosnter - monster itu semakin brutal dan bahkan salah satu murid terkena tusukan dari monster yang berhasil membobol kaca bis.

Ketika pertempuran sudah berjalan sekitar 15 menit, tiba - tiba saja para monster itu mendadak kabur.

Semua orang di grup dua sangat sangat bingung, dan bahkan grup lainnya karna monster yang menyerang mereka dadakan tanpa terdeteksi tiba - tiba kabur.

Lalu tiba - tiba saja tanah berguncang, dan jalan besar tol itu (jalan bebas hambatan) terbelah. Semua murid berteriak ketakutan karna terjadi gempa dadakan.

Leila memegang erat Radit, karna guncangan tersebut sangat mengerikan itu. Radit sendiri juga sangat kaget dengan guncangan itu dan memegang erat Leila dan berusaha lindungi kepalanya.

Retakan di jalan mulai lebih banyak muncul dan mobil formasi pertama masuk di sela - sela retakan yang semakin membesar. Lalu Retakan daratan semakin melebar dan semua kendaraan akhirnya tidak dapat mengelaknya dan masuk kedalamnya.

Radit yang menutup matanya dan memeluk Leila lalu bis masuk kedalam retakan perlahan terbuka lebar.

.

.

.

.

.

.

.

.

Leila pingsan karna kejadian mengerikan itu. Leila dalam pingsannya melihat seperti melihat wanita yang sangat cantik dan menawan. Lalu dia berkata "Bangunlah, ini bukan waktunya kamu tertidur." ujarnya.

Seketika Leila tersadar dan kondisi sedang hujan. Leila melihat sekitarnya sangat kacau berantakan semua orang sedang melawan monster bahkan Leila melihat beberapa murid telah meninggal.

Seketika Radit datang mendekat dan memberikan 2 senjata ke murid perempuan yang ada di sampingnya. Lalu kemudian Radit memberikan pistol yang tembakannya lebih kuat dari miliknya.

Radit mengatakan untuk gunakan pedang dan serangan elemen jika monster terlalu banyak dekat dengannya. Leila paham dengan ucapan Radit dan membantu lainnya mengusir monster yang sangat banyak.

Namun keadaan tidak berjalan mulus. Monster yang menyerang semakin banyak dan untuk ukuran orang yang melawannnya monster yang sangat banyak, itu adalah hal mustahil

Pertempuran sudah terjadi 3 menit namun monster masih terus berdatangan. Radit mencari jalan keluar dari tempat itu dan melihat ada celah retakan cukup besar.

Seketika monster jenis lainnya muncul terlihat seperti belalang sembah.

Monster belalang itu menyerang monster urang utan dan juga orang - orang dari grup 2.

Radit kemudian melihat sisa magazin, dan ternyata tinggal 2 dan sama yang terpakainnya. Radit kemudian tidak lagi gunakan senjatanya dan mukai bertarung gunakan pedang dan elemennya.

Namun kekuatan elemennya tidak begitu efektif karna kondisi sedang hujan dan juga elemennya masih tahap awal. Api akan langsung segera padam ketika terkena titik air hujan.

Karna itu Radit perlu kerja lebih keras lagi dan harus gunakan elemen apinya juga jarak sudah sangat dekat atau pada saat menebas monster.

Leila sendiri terus menembak dengan pistol yang di beri Radit, namun magazinnya tersisa 1 dan sama yang dipakainya. Leila anak yang cerdas karna itu dia langsung menyimpan pistol tersebut dan gunakan pistol miliknya sendiri yang amunisinya masih banyak.

Namun kekuatan dari pistolnya terlalu lemah yang membuatnya membunuh monster cukup lama. Leila perlu menembakan 5 sampai 9 peruru lebih untuk membunuh 1 monster saja dan itu sangat tidak menguntungkan disaat kondisi monster yang terlalu banyak.

Melihat keadaan semakin tidak terkendali, Radit berteriak ke semuanya orang kalau ada celah untuk pergi dari tempat ini.

Mendengar Radit para petugas langsung arahkan semua siswa untuk pergi celah itu. Mereka semua mulai mundur perlahan menuju jalur yang di temukan Radit

1 penjaga mengorbankan dirinya agar lainnya dapat melarikan diri.

Mereka berhasil kabur sejauh mungkin dari tempat yang di keliling monster itu berkat pengorbanan salah satu petugas.

Dalam pelariannya, mereka disergap sekelompok kawanan serigala dan membuat 2 murid tewas karna serangan mendadak di awal itu.

Prajurit dan murid tersisa melawan monster tersebut dan mereka berhasil mengatasinya.

Mereka terus berlari sejauh mungkin dari tempat yang penuh monster dan mereka menemukan sebuah kendaraan militer yang berada di formasi urutan ke 5 yaitu mobil militer taktis.

Namun saat melihat mobil militer tersebut, mereka bukan merasa senang namun mental mereka semakin tertekan karna melihat itu.

Apa yang sebenarnya mereka lihat? Dan apa yang akan terjadi dengan Leila selanjutnya?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!