[5.EX1.8] Fadil - Pembantaian Peleton Bagian 1

Hari ke 5

Semua peleton di pagi siapkan kirimkan tim analisis kembali. Sekitar jam 9 pagi, mereka mengumumkan bahwa pasukan dari seranjana telah berhasil kuasasi wilayah level 4.

Mereka menginformasi kalaun operasi penaklukan wilayah level 5 akan segera di mulai 6 jam lagi. Waktu jeda sangat lama dikarenakan, monster peringkat S yang mereka temui sangatlah di luar akal sehat yang telah membantai ribuan pasukan denga mudahnya dan prajurit butuh waktu untuk memulihkan dan mempersiapkan kelanjutan dalam penyerangan.

Waktu terus berlalu, pada pukul 3 sore. Pusat komando umumkan operasi pembebasan tahap akhir dimulai.

2 Jam berlalu sejak operasi akhit dimulai. Di situlah 5 peleton tersisa hadapi ujian sangat berat.

Pasukan pemecah baris terdepan, Mereka di kepung dari 2 arah, yaitu monster dari padang rumput seranjana dan juga monster dari hutan batavia.

Pertempuran berdarah dan mengerikan terjadi di 5 markas darurat peleton.

Waktu telah menunjukan pukul 8 malam, pertempuran sengit masih terjadi. Fadil sangat berjuangan sengit, bahkan dia kehilangan beberapa jari di tangan kirinya karna di mangsa gigit monster uran utan.

Disela pengepungan monster tim penganalisa medan kembali ke peleton.

"HEI! ITU TIM PENGANALISA LAPANGAN KEMBALI!" ujar perajurit sambil menyerang monster dengan elemennya.

"Lindungan mereka agar sampai kesini." Ujar pemimpin peleton, Basuki.

Semua prajurit langsung memfokuskan melindungi tim yang sedang berlari menuju ke markas peleton Fadil. Setelah tiba mereka ternyata ada 7 orang.

"Hei bukannya mereka dadi peleton 3." Ujar salah satu prajurit.

"Didalam hutan sangat kacau, kami bertemu dengan mereka yang sudah tinggal berdua dan salah dari mereka sudah terluka parah begini." Ujar pemimpin tim penganalisa wilayah.

"Hei kalau kalian masih bisa bertarung, cepatlah bantu. Kondisi mulai tidak terkendali." Ujar Hekal.

Lalu semua prajurit yang baru saja kembali tidak punya waktu untuk istirahat, mereka semua melanjutkankan pertempuran hingga 5 jam kedepan.

.

.

.

.

Hari ke 6

Di tengah malam pukul 1, serangan monster berhenti dan mereka semua dapat beristirahat.

Serangan mematikan membuat kerusakan fatal. Prajurit di peleton Fadil hanya 16 yang selamat.

Peleton 1 tersisa 9 orang, dengan pempin yang tumbang.

Peleton 2 tersisa 16 orang.

Peleton 3 tersisa 15 orang.

Peleton 4 tersisa 7 orang., dengan pemimpin yang tumbang.

Peleton 5 tersisa 3 orang.

Jumlah prajurit yang berkurang drastis itu, membuat para ketiga pemimpin peleton ajukan pembatalan misi, namun itu ditolak.

"ANJING! Mereka gak paham apa! Sama situasi disini." Ujar Reymas pemimpin peleton 3 sambil menendang bangku.

"Jadi bagaimana ini? Peleton-ku hanya tinggal 2 orang saja dan aku jadi 3 orang." Ujar Dina, pemimpin peleton 5.

"Fiuh....kalau gitu, Dina kau gabung ke peleton-ku dan sisa prajurit gabungkan ke Reymas dan aku jadinya 25 - 25 bagaimana?" Ujar Basuki pemimpin peleton 2.

"Ok itu lebih baik dari pada beregu terlalu sedikit dan kebanyakan bisa jadi masalah, mau bagaimana lagi." Ujar Reymas.

"Kau, beritahu peleton 1 dan 4 untuk untuk tinggalkan posisinya dan bawa semua perlengkapan ke sini." Ujar Basuki kepada prajurit.

Kemudian prajurit itu langsung berlari untuk mengabari informasi itu secepat mungkin.

Setiap prajurit tersisa semuanya dikumpulkan di peleton 2 dan 3 lalu dibagi atau disama ratakan jumlahnya dengan peleton 2 dan 3.

Pukul 4 pagi yang cukup tenang, Fadil bangun dari tidurnya dan dia melihat Basuki, Dena, dan Hekal sedang duduk bersama.

"Boleh aku ikutan ngopi?" Ujar Fadil yang langsung duduk.

"Oh hei kau sudah bangun." Ujar Hekal.

Fadil kemudian menyeduhkan kopi hangat di pagi yang dingin.

"Tanganmu sudah merasa baikan?" Ujar Basuki melihat jari - jari ditangan kiri Fadil yang putus dan sudah di perban.

"Yah.... rasa denyutnya masih ada tapi sudah mendingan." Ujar Fadil.

"Fadil besok......oh ya serang sudah besok. Nanti jam 7-an kamu akan jadi pemimpin tim analisis beranggota 10 orang." Ujar Basuki.

"10? memangnya ada berapa tim?" Ujar Fadil.

"Hanya ada 1, makanya ada 10 orang. Lebih dari itu yang menjaga markas 2 peleton tersisa ini bisa kesusahan." Ujar Basuki.

"Tenang saja, Aku juga ikut denganmu kok." Ujar Hekal, sambil merangkul Fadil dengan riang.

"Bakalan beban nih." Ujar Fadil.

"Kasar sekali dirimu. Oh ya...Basuki, dan juga mbak Dina kalian pacaran ya?" Ujar Hekal.

Basuki dan Dina yang sedang minum kopi langsung tersedak mendengar hal itu.

"Oh benar ternyata." Ujar Hekal merasa benar karna tingkah mereka yang canggung tiba - tiba.

"Ngaur kamu!" Ujar Basuki.

"Benarkah? Kalian dari militer, pangkat Basuki setingkat lebih tinggi. Kalian cukup serasi." Ujar Hekal, dan Fadil hanya terus nyeruput kopi karna pembicaraan mulai menarik.

"Bener kok mereka berdua sepertinya berkencan." Ujar prajurit dari militer bernama Rey dan 3 prajurit lainnya ikut bergabung dalam pembicaraan.

"Kalian semua menyebalkan." Ujar Basuki mengerjar orang yang menyebarkan gosip.

Mereka semua tertawa bersama dalam obrolan itu.

.

.

.

.

Waktu berlalu cepat, waktu tak terasa sudah menunjukan pukul 7 pagi.

Fadil memerintahkan timnya untuk persiapakan perlengkapan disaat samaan Fadil di panggil oleh Basuki.

"Siap pak! Ada apa?" Ujar Fadil.

"Ambil ini." Ujar Basuki memberikan sebuah benda seperti peledak.

"Apa ini?" Ujar Fadil yang tidak tau benda tersebut dan mengambilnya.

"Ini peledak khusus setera 500KG dinamit. Gunakan ini jika kamu dan timmu sudah tidak punya peluang hidup lagi tapi aku tidak pernah berharap ini digunakan. Kamu paham, gunakan dengan bijak dan ini bukan perintah namun pilihanmu pribadi." Ujar Basuki.

"Siap saya mengerti. Saya izin pergi siapkan senjata." ujar Fadil kemudian pergi.

Dina tak sengaja melihat dan mendengar percakapan mereka.

"Kau pria kejam ya. Memerintahkan seperti itu pada pemuda itu." Ujar Dina.

"Itu bukan perintah tapi pilihan disaat terakhir, dari pada mereka nanti mati dibantai lebih baik disaat mereka sudah dibatas kemampuan bertahan membunuh monster yang akan membunuhnya itu jauh lebih baik bukan?" Ujar Basuki.

"Bunuh diri disaat seperti itu ya....aku tidak tau itu adalah jalan yang salah atau benar." Ujar Dina.

Pukul 08.15, tim penganalisa wilayah mulai berangkat dan menganalisa hutan lebih dalam lagi.

Sempai 3 jam kedepan mereka tidak alami kendala apapun. Mereka terus berjalan dan berjalan dan menganalida wilayah.

Di markas peleton yang tersisa mereka di beritahu oleh pusat stretegis kalau pasukan sudah mendekati pertahan mereka dan bersiap kemungkinan hadapi monster.

Setelah pemberitahuan ternyata monster yang di tekan dari arah seranjana mulai mendekati peleton mereka.

Basuki melihat itu langsung menyampaikan sesuatu ke peletonnya.

"Baiklah semuanya, kita akan masukin pertempuran paling sulit dari sebelumnya. Kalian semua siap untuk mati demi keluarga dan penduduk kota!?" ujar Basuki.

"SIAP! KAMI SIAP!" Ujar semua prajurit.

"Teriakan semangat yang bagus. Baiklah waktunya kita tunjukan kekuatan manusia, gunakan semua bahan peledak tersisa dan semua amunisi yang tersisa jangan ada yang tidak tertembakan! AYO SEMUA, WAKTUNYA PEMBASMIAN." ujar Basuki.

Semua pasukan langsung bersiap - siap untuk lakukan pertempuran.

"Pidato yang keren." Ujar Dina.

"Keren? Ya tentu saja. Bersikap keren di depan orang yang mereka suka, salah satu kebanggaan laki - laki." Ujar basuki lalu berjalan menjauhi Dina.

"Ish dasar malah gombal disaat seperti ini." ujar Dina dengan mukanya sedikit memerah.

Lalu mereka semua mulai memasuki pertempuran besar di misi utamanya yaitu bertahan dan mengapit.

Di tim penganalisa mereka secara kebetulan menemukan kembali jejak monster misterius. Mereka semua mengikuti jejak tersebut dan mereka semua sesuatu yang mereka tak pernah mereka lihat.

Mereka melihat monster bertubuh besar yanf berdiri dengan 2 kakinya bersama pedang sangat besar di tangannya.

Monster tersebut berbicara kepada sekumpulan monster kecil yang banyak jumlahnya seperti sedang ber-orasi layaknya seorang bos monster.

Tim penganalisis sangat terkejut melihat monster yang berkumpul itu apalagi mereka terlihat pintar dan dapat berkoordinasi lalu juga mereka lebih terkejut lagu ketika mereka padat nengerti apa yang monster itu ucapkan.

Fadil yang melihat itu sangat merinding, kemudian dia tak sengaja mengingat monster itu.

Monster itu tampak seperti yang di ungkap pada rapat pertemuan strategis yang diadakan sebelum operasi pembebasan wilayah ini dimulai.

Fadil juga ingat, kalau monster itu dikategorikan peringkat S+ dikarena mereka sangat berbahaya dan juga cerdas.

"Semuanya, kita mundur sekarang. Melawan monster ini adalah hal mustahil. Kita sudah dapat data gambarannya, ayo kembali ke markas untuk laporkan segera." Ujar Fadil dengan suara kecil.

Mereka semua mundur perlahan agar tidak ketahuan. Namun Bos monster itu sebenarnya sudah sadar kalau ada sekumpulan manusia yang sedang mengintipnya.

Ketika tim Fadil perlahan menjauh dari tempat itu. Tiba - tiba saja bos monster itu berbicara dengan berteriak.

"HEI MANUSIA MAU KEMANA?" ujar monster itu.

Semua prajurit sangat kaget mendengar itu dan bahkan langkah kaki mereka sampai berhenti.

Fadil yang sangat kaget langsung ambil keputusan untuk kabur.

"Semuanya lari!" ujar Fadil dan semuanya langsung berlari secepat mungkin namun tetap bersama.

"Tidak akan kubiar kalian lari. Semuanya waktunya serangan mereka!" Ujar Bos monster itu.

Seketika monster kecil yang tingginya sekitar 150cm langsung mengejar tim Fadil.

Bos monster itu langsung hentakan kakinya ke tanah dengan sangat kencang, seketika gempa kecil terjadi.

Fadil merasakan firasat buruk saat gempa kecil terjadi. "Semuanya menghidar segera!" ujarnya

Beberapa prajurit yang mendengar Fadil langsung reflek menghindar dari posisinya namun 2 prajurit tidak menghindarinya karna terlalu panik.

2 prajurit itu akhirnya mati tersusuk duri tanah yang tiba - tiba muncul tepat dibawah mereka.

Mereka yang masih kaget melihat rekannya yang mati, langsung bertempur dengan monster kecil lainnya yang diperintahkan oleh bos monster itu. Mereka memasuki pertempuran mematikan. Sambil bertarungan mereka perlahan mundur ke markas peleton.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!