Beberapa bulan berlalu, kondisi dunia tidak baik - baik saja dan tingkat kriminalitas juga naik.
Setelah berita baru mengungkap bahwa manusia kini memiliki kekuatan super atau supranatural dan setiap negara telah mendirikan sebuah serikat yang berfungsi sebagai pasukan khusus melawan monster, Fadil berniat masuk kesana setelah kehilangan pekerjaannya.
Karna baginya menjadi kuat adalah prioritas utama agar bisa melindungi apa yang disayanginya.
Fadil berkonsultasi ke Dani karna dia ingin masuk ke inti serikat dan juga berdiskusi siapa yang akan menjaga Leila karna selama beberapa bulan kemungkinan dia akan jarang pulang dirumah.
Terlebih sekolah sudah mulai aktif dan harus ada seseorang yang mengantar dan menjemputnya nanti
Dani memiliki kenalan yang sangat terpecaya dan bisa diandalkan namun sepertinya dia tidak bisa saat ini.
Setelah Fadil ingat - ingat, ia baru tersadar kalau dia punya teman yang sangat dapat dipercaya.
Fadil kemudian memanggil Adi kerumahnya dan Dani juga pulang kerumah sementar untuk melihat sosok yang bernama Adi.
***
Dani datang bersama rekan sahabat militernya. Dani sendiri datang dengan pakian lengkap militernya.
"Jadi ini dia yang akan menjaga Leila bang." ujar Fadil.
Setelah melihat sekilas Dani dengan tegas mengatakan "TIDAK BOLEH!" ujar Dani.
Fadil tidak menyangka kalau Dani mengatakan itu dengan lantang begitu juga Leila dan semua orang diruang tamu itu.
"Eh serius!? Aku-kan sudah cerita semua tentangnya dan juga awal kita bertemu juga malah." ujar Fadil.
"Tidak tetap Tidak! Dengar yah adikku. Leila ini adalah pe..rem..pu..an. Dia adalah adikku paling cantik dan imut sedunia. Dia bagaikan bidadari yang turun dari surga. Lalu kau bilang akan biarkan Leila dijaga sama om - om ini." ujar Dani.
"Anu umurku masih 26 tahun dan juga aku belum menikah." ujar Adi.
Leila yang mendengar itu muka dan kupingnya langsung memerah karna rasa malu yang tak tertahankan.
"Hahaha...bro tak kusangka kau siscon yang akut." ujar Rekan militer Dani.
"Hah....sudah kuduga akan seperti ini. Ternyata abang lebih parah dari Fadil sendiri. Untungnya aku bawa 2 temanku." ujar Adi.
"Siapa dia?" ujar Dani.
"Perkenalkan dia adalah teman yang sudah kuanggap sebagai keluarga. Aku sudah katakan tadi, aku yatim piatu jadi mereka berdua sama denganku jadi mereka orang sangat terpercaya." ujar Adi.
"Perkenalkan, aku Mira." ujar Mira.
"Perkenalkan juga, aku Fika." ujar Fika.
"Hoh...kau jadi kau mau tinggal disini dan menjaga Leila? Memang kalian bisa apa?" ujar Dani yang masih curiga.
"Abang!" ujar Fadil yang merasa malu karna tidak sopan kepada tamu.
"Aku bisa memasak karna pekerjaan adalah seorang koki. Jadi urusan makanan Leila akan terjamin." ujar Mira.
Mendengar itu, Dani cukup yakin kalau dia bisa.
"Aku memang tidak bila lakukan apapun selain bersih - bersih tapi kebetulan aku adalah guru di sekolah yang sama dengan Leila." ujar Fika.
Mendengar Fika mengatakan itu membuat Dani menjadikan meragukannya.
"Kau ini psikopat ya?" ujar Dani dan perkataan itu membuat semua orang terkejut.
"Abang! Kamu bicara apa sih!?" ujar Fadil karna kaget Danibmengucapkan hal kasar.
"Fadil kamu harusnya curiga. Kenapa dia bisa kebetulan bekerja sebagai guru di sekolah yang Leila." ujar Dani.
"Eh anu....pekerjaan memang guru. Tempat bekerjaku sebelumnya sekolah sudah dibubarkan karna hancur semua dan karna sekolah tempat Leila mencari karyawan baru jadi aku melamar kesana ada aku langsung di terima. Aku juga baru kali ini bertemu dengan Leila." ujar Fika.
"Tuhkan. Dia mulai berbohong. Memang psikopat." ujar Dani yang semakin tidak terkontrol.
Melihat rekannya melakukan hal memalukan dia berusaha hentikannya.
"Dani sudah hentikan, bikin malu militer aja." ujar rekannya.
"Maafkan dia yang sepertinya bautnya ada lepas." ujar Rekannya yang merasa malu.
"Apakah orang - orang militer isinya begini semua." ujar Adi.
"Ah...gak kok, dia doang yang aneh." ujar Rekannya.
"Kamu kenapa hentikan aku? Lihat, aku ini sedang berusaha lindungi kesucian adikku kau tau!" ujar Dani dengan lantang.
Leila mendengar itu muka dan telingannya semakin memerah dan berusaha menyembunyikan wajah di balik Fadil.
"Bang kau mabuk ya?" ujar Fadil.
"Aku tidak pernah mabuk! Aku benci alkohol!" ujar Dani.
"Fiuh...dengar, kau-kan sudah baca rekam jejak kehidupan pribadinya. Kalau dia tidak pernah berbuat masalah apapun jadi kenapa kau menolak." ujar rekannya.
Mira, Fika dan Adi sedikit terkejut mendengar fakta menarik yang diucapkan rekan Dani itu.
"Tapi - tapi..." ujar Dani masih berusaha menangkalnya.
"Hah...kau jadi idiot kalau dekat dengan adikmu. Dengar, Fika ini bekerja sebagai guru di sekolah Leila jadi otomatis dia akan selalu bersama Leila terus dirumah maupun di luar rumah. Jadi kalau Leila alami masalah dan Fika dapat hubungi kamu lalu kamu bisa jadi pahlawannya Leila." ujar rekan Dani.
"Dan nanti Leila akan ucapkan terima kasih padamu dengan rasa bangga. Dia pasti bilang 'Terima abang, aku sayang sama abang!' Memangnya kamu gak mau mengengar itu, Huh?" ujar rekan Dani sekali lagi namun di bisikan ke Dani.
Mendengar perkataan rekannya. Kepala Dani langsung terngiang - ngiang suara Leila yang ucapkan terima kasih dan sayang sama abang, berkali - kali.
"Baiklah Mira dan Fika aku terima kalian tinggal disini. Mohon jaga adikku dengan penuh kasih sayang." ujar Dani sambil bersalaman dengan Mira dan Fika bersamaan.
"Hei apa yang kau bisikan ke dia?" ujar Adi penasaran.
"Biasalah teknik khusus untuk hadapi siscon aneh kek diam." ujar rekan Dani.
"Hei aku temannya Fadil jadi aku perlu teknik itu." ujar Adi.
Rekan baru sadar kalau dia adalah sahabat Fadil yang merupakan adik dari rekannya.
"Baiklah." ujar rekan Dani lalu membisikan tekniknya ke Adi.
"Jadi. Mereka berdua boleh tinggal disini yakan bang?" ujar Fadil.
"Ya tentu. Malam ini langsung aja tinggal disini." ujar Dani dengan tegas.
"Sip. Nah Leila ayo kenalan sekali lagi sama mereka berdua. Ayo berdiri." ujar Fadil.
Leila yang selalu mengumpatkan wajah kemudian berdiri dan mengenalkam diri sekali lagi.
"Na-namaku Leila Syaralani. Aku anak bungsu dari tiga bersaudara. Senang berkenalan denganmu kak Mira dan kak Fika. Tolong jaga aku ya." ujar Leila.
Mira dan Fika sangat gemas melihat Leila yang mungil dan langsung memeluk Leila dan berkelan lagi agar lebih dekat.
Dani melihat Leila di peluk oleh orang lain membuat dia iri dan berusaha memisahkan mereka.
Namun sebelum itu terjadi Adi dan Rekan Dani menahannya. Karna memberontak terus Rekan membisikan kata - kata bijaknya "Kalau kamu gini terus nanti Leila bakal marah sama kamu loh." ujarnya.
Seketika Dani langsung terdiam dan tidak memberontak lagi.
Mereka semua terus bercanda dan berbicara selama seharian hingga larut malam. Dani dan rekannya kemudian kembali ke markas militer.
Lalu hari - hari damai Leila dilewati walau dia cukup sedih karna waktunya dengan kedua abang tidak seperti dulu, namun harus sadar kalau dia selalu manja itu akan merepotkan kedua abang dan orang lain dan dia memutuskan untuk mandiri, tegas dan kuat seperti kedua abangnya walau itu susah baginya.
Hari damai itu dilewatinya hingga hari penyerbuan skala dunia dimulai yaitu operasi pembebasan wilayah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 23 Episodes
Comments
Hielmeera🍒⃞⃟🦅
bagus
2022-12-10
1
Estin Toisuta
wihh keren Yach ada ilustrasi nya
2022-12-10
7