[5.EX1.13] Dani - Permintaan Terkahir

Melihat Reka telah dibunuh oleh monster itu membuat dia kehilangan kendali emosinya dan tak bisa mengontrolnya.

Dani benar - benar marah dan suhu disekitar menurun lebih drastis seketika.

Dani langsung menerjang ke musuh bertopeng dan berhasil 2 kali melukai monster bertopeng itu.

Namun serangan berikutnya Dani di serang balik dan terpental.

"Hmmm...bertarung dengan 1 tangan memang agak sesuatu, tapi tidak enak." ujar monster bertopeng, kemudian tangan kanan yang sudah putus kembali beregenerasi.

Dani dan David sangat kaget dengan regenerasi tersebut.

"Sial mereka diluar nalar, Dani sebaik kau kabur dan aku tahan mereka." ujar David.

"Apa kau bilang tidak mungkin aku tinggal kamu." ujar Dani.

Lalu tiba - tiba monster bertopeng muncul di belakang mereka.

"Benar loh, mengorbankan diri itu tidak baik. Lebih baik kalian mati berdua saja." ujar monster bertopeng itu.

David dan Dani kaget dia muncul dibelakang lalu ketika mereka berdua ingin menyerang monster bertopeng itu.

Monster tersebut langsung mengeluarkan jurusnya dan membuatnya terpental sangat jauh hingga kembali dekat dengan pohon peri itu lagi.

Monster bertopeng itu sempat kaget karna tiba - tiba ada cahaya kecil melindungi mereka berdua, serangan fatal yang dapat mematahkan tulang dada itu tertangkis dan hanya membuat mereka terpental jauh.

Namun dalam serangan itu tetap membuat zirah mekanik mereka rusak parah dan serangan membuat data yang sudah di kumpulkan rusak.

Mereka sangat terluka parah, beberapa tulang mereka retak.

Mereka berdua kemudian langsung menyuntikan obat penyembuh dan adrenalin.

Ketika mereka berdua baru bangkit. Tiba - tiba saja monster bertopeng itu muncul dihadapan David dan langsung menikam dadanya.

David sangat kaget dengan serangan dadakan hingga tidak dapat menyerang balik.

Kata - kata terakhir yang diucapkan dia sambil melihat Dani adalah "Dani larilah....." ujar David kemudian matanya terlihat kosong dan tak bernyawa.

Dani sangat marah atas kematian Rekannya, tanpa pikir panjang menyerang monster itu namun kekuatan Dani saat itu bukanlah tandingannya.

Dani diserang oleh monster bertopeng itu lalu tangan kanan Dani terpotong dan terpental.

Dani yang belum bangkit dan tersandad di pohon, tiba - tiba saja perutnya di tusuk oleh monster bertopeng itu sebanyak 2 kali.

Dani yang sudah sekarat dan hampir membalas serangan lagi, kemudian memaksakan dirinya untuk membalas.

Elemen Es sedingin 400 derajat langsung menusuk jantung lawan dan Dani kemudian langsung berdiri lalu menyerang monster bertopeng itu dengan tangan kirinya yang terdapat pedang es.

Namun serangan itu di gagalkan oleh monster besar dan Dani terpental hingga semakin dekat lagi ke tempat pohon peri.

Dani memandang kearah bersinar ternyata dia sadar kalau kembali lagi ke pohon peri itu.

"Sial aku berjanji kembali ke kisini lagi bersama adikku, tapi malah kembali dalam keadaan sekarat. Memalukan." ujar Dani kemudian kembali beridiri saat keadaan sudah layak tidak bertarung.

Ketika dia membalikan badan ke arah musuh tiba - tiba saja dia menerima pukulan kuat ke dadanya oleh monster besar itu hingga terpental ke pohon di tengah danah kecil.

"Bos aku sudah balas serangan dia karena sudah menusuk jantung bis." ujar Monster besar.

"Ya, makasih balasannya." ujar monster bertopeng, kemudian kedua monster itu berjalan menuju pinggir Danau.

Kemudian suara peri terdengar.

"Berhenti disana monster jahat, jika kalian menyetuh air itu, maka kalian aku jadi musuhmu." ujar peri mengancam.

"Oya - oya ternyata ada Ratu peri di hutan ini, pantas saja manusia itu tidak mati tadi ternyata dapat berkah perlindunganmu toh." ujar monster bertopeng.

"Lantas kenala kalau aku menyentuh air ini, apa aku akan dibunuh? Tapi bisakah? Seperti Ratu peri tidak memiliki kekuatan seperti itu. Benar ya kan!?" ujar monster bertopeng yang tebakannya benar, dan itu membuat Ratu peri terdesak.

Lalu tiba - tiba saja gadis misterius muncul dan berkata ke monster bertopeng.

"Kalau Ratu peri tidak bisa melawanmu, maka aku jadi lawanmu." ujar gadis misterius.

"O.....o.....o.......ada manusia lainnya ternyata. Tapi aku kok gak bisa rasakan kehadiranmu ya? Ya biarlah. Tapi, kamu serius mah ancam aku?" ujar monster bertopeng.

"Monster rendahan sepertimu berani melawanku? Kau bercanda." ujar gadis misterius.

"Heh....kau membuatku sedikit muak. Ini lihat aku sentuh airnya." ujar monster bertopeng.

"Nah lihat aku tidak mati kok, lihat....hahaha." ujar monster bertopeng itu memainkan airnya.

"Bos....gadis itu terlihat marah." ujar monster besar yang sedikit takut dengan gadis misterius itu.

"Jangan takut sama manusia dasar bodoh." ujar monster bertopeng itu kemudian dia menoleh ke gadis yang nampak kesal dan marah.

Tiba - tiba saja kepala monster terpenggal, lalu kedua kaki dan tangannga juga terpotong.

Namun itu hanya ilusi yang diperlihatkan gadis misterius itu.

Monster bertopeng itu sangat panik dan langsung memeriksa tubuhnya.

"Hei apa - apaan kau main - main denganku." ujar Monster bertopeng sangat kesal dan keluarkan pedang dari lengannya.

"Mati!" ujar gadis misterius.

Kemudian kepala monster itu terpenggal seketika namun sekali lagi itu hanya ilusi namun rasa sakit seperti nyata.

Monster kembali menantang gadis itu namun berulang kali gadis misterius itu perlihatkan cara kematian sadis kepada kedua monster itu.

Sampai ketika monster itu menyerah.

"Baiklah sudah cukup aku akan pergi, ambil saja manusia sekarang itu. Lagi pula aku sudah tidak butuh lagi." Ujar monster bertopeng, kemudian langsung pergi meninggalkan tempat itu bersama dengan monster besar.

"Kau ternyata hebat bisa membuat mereka pergi." ujar ratu peri.

"Itu beruntung, tubuh gadis ini secara kebetulan sesuai dengan kekuatan-ku jadi aku bisa gunakan 1% kekuatan. Tapi kalau tadi dia tetap serang pasti aku akan kalah." ujar gadis misterius.

Peri hanya terdiam tidak tanggapi lelucon seperti itu. Bahkan dia tidak tau apakah itu lelucon atau bukan.

Disaat seperti itu Dani berbicara dalam kondisi kritis.

"Jadi kau Ratu peri, hahaha..hebat sekali." ujar Dani.

"Maafkan aku ya, aku tidak dapat menyelamatkamu dan kawanmu." ujar ratu peri nampak suara seperti sedih.

"Tak apa, lagi pula kamu sudah beritahu kami bahaya monster itu walau kami sudah berusaha menghindar namun masih ketahuan, sepertinya keberuntungan kami memang sudah habis." ujar Dani.

"Oh ya ratu peri aku mau ngomong sesuatu..." ujar Dani.

"Panggil aku kak peri saja, tak apa kok..." ujar Ratu peri yang sangat lembut.

"Kak peri, aku ada permintaan terakhir." ujar Dani dengam suara sangat pelan.

"Apa itu?" ujar Ratu Peri.

"Aku mempunyai seorang 2 adik, laki dan perempuan. Dia bernama Fadil dan Leila. Fadil kemungkinan akan memasuki hutan ini besok dan aku ingin kak peri lindungi dia." ujar Dani yang pandangannya mulai memudar.

"Aku akan pegang janji itu. Setidaknya aku akan usahakan para monster tidak mendekati adikmu." ujar Ratu Peri.

"Terima kasih. Ah....andai aku bisa melihat adikku untuk terakhir kali saja dan menyampaikan sesuatu padanya." ujar Dani.

"Kamu bakal ketemu kok, kamu-kan dapat berkah perlindungan roh." ujar gadis misterius.

"Oh....ada anak kecil disini.......... jadi apa maksudmu bisa ketemu." ujar Dani.

"Jadi intinya keinginanmu akan terkabul, berkat dari berkah roh saat kamu sudah mati maka roh-mu akan selalu ada disisi Ratu Peri, sampai Adikmu kesini atau meninggal dan bertemu di dengan rohnya juga." ujar Gadis misterius.

"Benar begitu...kak peri?" ujar Dani.

"Kau ini aneh ya? Memberi berkah ke seseorang tapi tidak beritahu, khasiatnya." ujar Gadis misterius.

"Yah itu-kan akan jadi kejutan, kalau aku kasih tau di awal nanti takutnya dia akan mudah menyerah. Manusia-kan memiliki sifat seperti itu kalau sudah dapat keuntungan." ujar Ratu Peri.

"Yah aku tidak bisa menyangkalnya." ujar gadis misterius.

"Ya benar kok yang dibilang gadis itu." ujar Ratu peri.

Dani tersenyum mendengar kabar baik itu. Keadaan seketika sunyi dan damai.

"Ah...aku tidak menyangka kematian terasa lebih hangat, aku selalu dengar saat menjelang kematian akan terasa dingin...apa ini karna dirimu Kak peri." ujar Dani.

"Ya, kamu tenang saja tidak perlu takut. Aku disisimu." ujar Ratu Peri.

"Terima kasih lagi.....adikku Leila maafkan abangmu ini karna melanggar janji." ujar Dani.

Dalam benak hati Dani dia berkata. 'Guruku, Adinata kutitipkan adikku padamu.'

kemudian Dani menghembuskan nafas terakhirnya.

Kemudian cahaya keluar dari tubuhnya Dani, itu merupakan roh yang di lindungi oleh Ratu Peri. Lalu cahaya roh itu masuk ke dalam pohon tersebut.

Para peri bersedih atas kematian seseorang yang baik hati dan tulus mencintai keluarganya.

"Dia sudah pergi......kalau aku akan pergi. Jangan lupa.... selamatkan roh adiknya nanti jika dia mati juga." ujar Gadis misterius lalu pergi dari tempat itu.

"Ya... janjimu juga termasuk janji dari Dani juga." ujar Ratu peri.

"baguslah...sampai bertemu lagi di lain waktu." ujar gadis misterius itu lalu tiba - tiba menghilang.

"Ya sampai jumlah, makhluk misterius." ujar Ratu peri.

Dani menghembuskan nafas terakhirnya di tempat yang sangat indah dan tentram. Kematiannya di saksikan oleh para peri dan juga gadis misterius lalu rohnya akan di jaga oleh Ratu peri hingga dia bisa bertemu dengan adik perempuan dan mengatakan sesuatu padanya.

.

.

.

.

.

Selesai.

Eh selesai? Apa tak ada kelanjutnya lagi?

Benar masa kek digantung gitu aku. Lihat aku mukaku sudah basah karna air mata nih.

Cerita ini selesai untuk bagian operasi Dani aja, sekarang selanjutnya kita akan mundur kembali ke awal cerita tentang obrolan antara Dani dan Adinata.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!