[5.EX1.12] Dani - Melawan Makhluk Misterius

Setelah pertemuan mereka dengan peri dan lalu mereka diberitahu kalau ada makhluk berbahaya di hutan ini. Mereka berlima memutuskan untuk ke alat pelontar untuk menyudahi misi mereka.

Setelah mendapatkan peringatan dari peri itu mereka mengambil jalan memutar agar tidak bertemu makhluk tersebut, namun takdir berkata lain.

Monster tersebut mengetahui kebedaraan mereka setelah mereka sudah keluar dari area perlindungan peri.

Tiba - tiba saja sosok monster bertubuh mirip sekali seperti manusia dengan topeng muncul didepan mereka secara tiba - tiba.

"halo selamat malam semuanya, apa yang kalian lakukan disini?" ujar monster misterius bertopeng itu.

Mereka berlima sangat kaget akan kemunculannya yang tiba - tiba. Tak lama dari itu mendadak muncul monster berbadan besar dengan pedang besar dan menebas mereka berlima.

Namun mereka berlima berhasil hindari itu.

"Hei apa yang kamu lakukan? Aku sedang bicara dengan mereka." ujar monster bertopeng.

"Eh kukira kau akan membunuhnya." ujar monster besar itu.

"Ya aku akan membunuh mereka, tapi aku mau tau yang dilakukan manusia menyelidiki tempat ini." ujar monster bertopeng.

"Bos ayo bunuh mereka." ujar monster besar.

David yang panik, masih berpikir jernih dan mengingat perkataan sang peri.

"Kalian, saat aku bergerak ikuti aku dan kabur secepat mungkin." ujar David kemudian semua menjawab ya dalam radio.

Seketika mereka semua pergi, secepat mungkin

"Oya? Mereka kabur, gawat nih." ujar monster bertopeng.

Ketika mereka lari secepat mungkin tiba - tiba monster bertopeng itu dapat menyusulnya dan langsung menebas Agi dengan pedang yang tiba - tiba tumbuh di tangannya.

Namun Agi dapat menahannya dengan mengeluarkan pedang juga namun Agi terpental.

Semua langsung berhenti berlari seketika ketika Agi diserang. Monster bertopeng itu kemudian bergerak dengan cepat menyerang David.

Serangan kuat dari monster bertopeng itu membuat David sangat kaget hingga tangkisan pedangnya terpental.

Lalu semuanya menyerang monster bertopeng itu bersamaan, namun monster itu sangat kuat bahkan dapat melawan pilihan prajurit militer terbaik.

"Bos aku ikutan." ujar monster besar tiba dan langsung menguncang tanah sekitar. Lalu serangan elemen tanah muncul dari mengincar mereka berlima.

Mereka berlima kemudian tidak punya pilihan lagi selain melawan kedua monster itu. Mereka berlima membagi perlawanan.

Reka dan Vid melawan monster besar sedangkan Dani, David dan Agi melawan monster bertopeng.

"Melawan hanya berdua saja? Kalian meremehkan aku!" ujar monster besar itu.

Kemudian monster mengerahkan pukulan kimuat dengan pedang besarnya ke Vid seketika Vid langsung terpental jauh.

"Vid! Sialan kau!" ujar Reka langsung keluarkan elemen tanahnya.

Pertarungan sengit terjadi dengan monster besar itu.

Disisi lain pertarungan dengan monster bertopeng juga berlangsung sengit.

Agi, David, dan Dani menyerang monster bertopeng itu bersamaan dengan senapan, elemen, pedang, kapak, dan lainnya namun tidak berguna.

"Percobaan penyerang yang bagus. Kalau begitu sekarang giliranku." ujar monster bertopeng itu.

Monster bertopeng itu kemudian keluarkan kekuatan elemen esnya, dan suhu sekitar menurun drastis dibawah titik 0 derajat.

Monster itu tiba - tiba menglihang dari posisinya dan muncul seketika di belakang Agi.

Agi yang memiliki elemen kegelapan mendeteksi musuh di belakang dan langsung menghindar cepat dengan kekuatan kegelapannya namun monster itu sekuat elemen kegelapan juga dan gerakan Agi terbaca oleh monster bertopeng itu.

"Gerakan cepat yang bagus, namun itu masih lamban." ujar Monster bertopeng itu langsung menusuk perut Agi.

Ketika tertusuk Agi langsung melawan dan membaluk badannya dan menebakan pistol ke arah monster bertopeng itu, namun dihindari dengan mudah.

"Agi!" ujar David kaget melihat Agi tertusuk.

"Saranku selama pertarungan jangan palingkan pandanganmu dari lawanmu." ujar monster bertopeng itu berdiri di belakang David.

David langsung menyerang monster itu namung menghilang dan tiba - tiba saja sudah menyerang Dani.

Agi kemudian lipat ganda kuatannya hingga 6 kali lipat dan menyuntikan obat stamina, adrenalin dan penyembuh.

Kombinasi itu membuat lubang lukanya tertutup dan kekuatan berlipat ganda.

Agi dalam keadaan adrenalin tinggi langsung menyerang monster bertopeng itu.

"Oh, magya jenis kegelapan melipatkan gandakan kekuatan." ujar monster bertopeng itu.

Monster itu berbicara aneh, namun serangan dari kekuatan ganda Agi tak membuat monster itu merasa terpojok bahkan sudah dibantu oleh David dan Dani.

"Ah aku bosan, lebih baik aku selesaikan ini lebih cepat." ujar Monster bertopeng.

Kemudian monster bertopeng itu membuat gerakan yang membuat Dani dan David terpental. Kemudian monster itu mengarahkan pedangnya ke Agi lalu membuat Agi terpental.

Ketika Agi bangkit lagi dan akan kembali menyerang monster bertopeng itu munculnm di hadapannya dan menusuk jantung Agi.

Agi sontak kaget ketika jantungnya tertusuk namun Agi tau bahwa dirinya akan mati dia langsung melakukan geralan terakhir.

"Hehehe....sungguh....rasakan ini, kikisan kegelapan." ujar Agi memegang tangan kanan monster yang hendak kabur itu, kemudian bilah tajam muncul di mulai melukai Monster bertopeng itu.

Monster bertopeng itu panik dan kemudian memotong tangan kanan agar bisa kabur.

Agi kemudian tumbang setelah mengeluarkan jurus terakhirnya.

David dab Dani kaget melihat Agi yang tumbang, monster bertopeng kemudian menyerang David.

Dani kemudian langsung bergegas menolong Agi, namun ketika Dani memeriksanya dia telah terlambat.

Dani kemudian membantu David melawan monster bertopeng itu. Beberapa menit berlalu kemudian Raka meneriakan nama Vid.

Ternyata Vid juga telah tumbang. Reka langsung keluar semua kemampuannya.

Kemudian monster bertopeng itu sambil melawan David dan Dani berkata "Hm...sepertinya aku terlalu lama bermain." ujarnya.

"Hei kau! Sudah basmi manusia disana?" ujar monster bertopeng.

"Belum bos, tinggal 1 lagi." ujar Monster besar itu.

"Lama sekali biar aku bunuh dengan cepat." ujar monster itu, tiba - tiba menghilang ketika sedang melawan Dani dan David.

Monster tiba - tiba dibelakang Reka, namun dia menyadarinya dan langsung menghidarinya dan sambil menyerang gunakan elemen tanahnya.

Namun monster itu bergerak sangat cepat hingga serangannya tidak berguna. Reka menyerang dan terus menyerang namun tidak kena - kena.

Disaat tertentu monster bertopeng itu menghilang dari pandangan dan hawa keberadaan juga hilang.

David dan Dani yang melihat dari kejauhan tiba - tiba monster ada di belakangnya.

"Reka Awas!" ujar David dan Dani bersamaan.

Seketika monster itu ada di belakang Reka dan langsung menusuk jantung Reka dengan Tangannya saja. Walau Reka sedang memakai zirah terkuatnya itu tetap menembusnya.

Reka sangat terkejut tiba - tiba dari belakang dadanya tertusuk. Monster bertopeng itu kemudian memegang jantung Reka dan memecahkannya.

Reka hanya tersenyum pahit melihat David dan Dani dari kejauhan. Itu seperti mengartikan, dia sangat kesal mati terlalu cepat melawan monster.

Seketika Reka tumbang disaat itu juga. David dan Dani tak bisa berkata dan bertindak apapun ketika melihat rekannya tumbang.

Apa yang akan terjadi pada mereka? kita lihat halaman berikutnya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!