[5.EX2.4] Menuju Batavia & Serangan Monster

Hari pelatihan telah tiba, semua murid melakukan kegiatan ini dalam rangka meningkatkan pertahanan umat manusia terhadap monster yang pelatihan inj dinaungkan oleh militer dan serikat, namun pelatihan ini lebih di khusus untuk kelas 9 yang lebih wajib, karna mereka akan lulus. Beberapa murid kelas dibawah dipilih secara rekomendasi sekolah.

Kota Batavia dan Seranjana telah terhubung kembali berkat operasi pembebasan wilayah tersebut dan mereka semua akan berlatih di sekitar kota Batavia karna di sana terdapat markas serikat yang akan membimbing para murid untuk dilatih.

Pagi hari di sekolah semua orang berkumpul termasuk Leila yang sedang bersama Raka, Radit, Hana dan Laras mengobrol tentang wilayah yang telah dibebaskan itu.

Raka, Radit, Hana dan Laras membicarakan tentang kejadian beberapa bulan lalu di hutan Than Tie yang hampir membunuh Raka, Radit dan Daniel yang tidak diketahui Leila.

Setelah membahas tentang kejadian itu dan misteri yang ada di zona monster, mereka berlima kemudian pergi ke gedung pelatihan untuk mengambil senjata dan dibawa masing - masing tiap siswa, sebagai pertahan diri jika kejadian tak diharapkan muncul karena walau jalan penghubung kota Seranjana dan Batavua sudah terhubung dan jumlah monster sudah berkurang signifikan lalu tingkat level wilayah sudah kebanyakan level 3 namun tetap saja itu adalah wikayah monster yang masih misterius bagi umat manusia.

Disana pada gedung pelatihan sekolah bagian luar sudah ada banyak siswa yang memilih - milih senjatanya.

Mereka berlima kemudian mencari senjata masing - masing yang cocok untuk diri mereka.

Leila sendiri tidak bisa mencari senjata untuk dirinya sendiri karna dia belum miliki senjata faforit dan juga kesusahan memilih karna badannya yang kecil jadi mencari mencari kecocokan senjata untuknya cukup sulit.

Karna itu Leila minta tolong kepada Radit dan Raka untuk pilihkan senjata ysng cocok untuknya.

Setelah Radit dan Raka telah mengambil senjata faforitnya mereka berdua langsung mencarikan senjata yang cocok untuk Leila.

Mencarikan senjata yang cocok untuk Leila membuat Radit dan Raka saling berselisih pendapat karna mereka memiliki kriteria rekomendasi masing - masing.

Melihat mereka bertengkar karna hal sepele membuat dia teringat dengan kedua abangnya dan membuat dia sedikit senang karna dia bisa bertemu dengan Radit, Raka dan anggota klub penolong lainnya yang sangat hangat padanya.

Setelah selisih pendapat antara Radit dan Raka akhirnya mereka berdua selesai putuskan senjata terbaik untuk Leila.

Senjaya itu bernama MFM-2 senjata lipat ringan khusus jarak dekat dan semi menengah, lalu pistol ringan yang cukup populer untuk wanita, dan juga pedang pendek yang untuk pertahan diri jarak dekat.

Setelah sudah memilih senjata mereka semua kembali ke tempat bis di parkirkan. Kemudian Leila dan Radit berpisah dengan lainnya karna mereka berdua berada di bis 2 dan akan berkat lebih dahulu.

Setiap grup keberangkan memiliki jarak keberangkatan sekitar 10 menit.

Ketika sudah masuk kedalam bis dan duduk di tengah bis. Mereka yang berada di grup kedua berangkat setelah sudah 10 menit grup kesatu jalan lebih dulu.

Setiap grup memiliki formasi 6 kendaraan militer yaitu 2 tank lapis baja personel di bagian depan, 2 bis modifikasi bagian tengah, mobil taktis setelah bis dan tank lapis baja personel modifikasi khusus dengan banyak persenjataan bagian belakang.

Selama dijalan mereka mereka bercanda di dalam bis dengan murid lainnya. Bahkan beberapa murid menggoda Radit dan Leila yang diduga mereka berdua telah pacaran karna di mata murid lain khususnya para laki - laki akhir - akhir ini sering melihat Leila menempel terus dengan Radit.

Itu membuat Radit dan Leila sedikit karna hal itu, namun mereka yang berdua di serang oleh murid laki - laki dilindungi oleh murid perempuan.

Mereka melewati canda dan tawa. Bis terus berjalan dan tak terasa mereka sudah masuki zona bekas perang operasi. Para murid melihat bekas - bekas pertarungan dan kendaraan lapis baja di sekitar jalan. Bahkan mereka menemukan puing - puing pesawat yang hancur.

Leila melihat kondisi tersebut membuat dirinya teringat dengan kedua abangnya namun rasa khawatir dan sedih Leila di hilangkan oleh Radit yang ada di sampingnya. Itu membuat Leila sangat bersyukur karna telah bertemu Radit.

Mereka sudah setengah perjalanan menuju kota Batavia dan akhir mereka hadapi sesuatu di luar dugaaan.

Grup pertama yang berangkat duluan dilaporkan mendapatkan penyergapan sekelompok monster serigala, karena laporan itu grup kemudian langsung lakukan persiapan pertahanan diri.

Para prajurit yang menjaga para siswa umumkan keadaan darurat untuk bersiap kemungkinan penyergapan monster dan ikut dalam pertempuran.

Prajurit memberitahu kepada siswa yang memiliki senapan yang khusus jarak pendek saja di persilahkan mengambil senjata cadangan yang ada di bagian belakang bis.

Setelah mendengar itu para murid yang miliki senjata yang efektif untuk jarak dekat saja kemudian mengambil senjata yang efektif jarak menengah hingga jauh.

Leila juga memikiki yang hanya untuk jarak dekat saja namun Radit mengambilkannya untuk Leila dan mengambilkan senjata yang terdapat Bipop.

Bipop adalah perangkat yang mirip dengan tripod atau monopod, tetapi dengan dua kaki. Perangkat ini memberikan stabilitas yang besar di sepanjang dua sumbu gerak.

Karna itu Leila akan merasakan beban berat senjata dan akurasi menjadi akurat, karna menembaknya dalam posisi diam ditempat.

Setelah beberapa waktu serangan mosnter terjad dari 2 sisi yaitu kanan dan kiri formasi, semua yang di grup dua langsung lakukan penembakan.

Semua orang yang berada di bis langsung membuka kaca bis dan menembak monster yang mendekat ke mereka.

Mereka terus bertempur melawan monster sampai 15 menit kedepan dan akhirnya gerombolan serigala itu menghilang.

Prajurit yang mengarahkan siswa untuk menembak monster memberikan pujian kepada murid karna telah berjuang hebat mencegah monster mendekat ke kendaraan.

Setelah penyerangsn itu para murid beristirahat, karna bagi mereka itu cukup melelahkan karna pertama kali melawan monster secara langsung.

Namun tidak dengan Radit, karna sudah melawan monster dan sudah pernah rasakan diujung kematian jadi dia lebih tenang, kuat dan waspada ketimbang murid lainnya.

Melihat itu salah satu prajurit merasa kagum akan ketenangan Radit.

Prajurit tersebut tetap menyuruh Radit tetap untuk sedikit lebih santai dan mengistirahat diri karna perjalan masih lumayan jauh.

Radit berterima kasih dengan prajurit itu karna telah mengkhawatirkannha.

Leila melihat yang nampak seperti seorang kakak yang dapat sangat diandalkan sangat senang melihat Radit.

Dimata Leila, Radit seperti seorang kakak yang hebat dan dapat diandalkan dalam kondisi apapun itu membuat Leila merasa nyaman berada di dekat Radit.

Mereka sudah setengah perjalanan, padang rumput tanpa pohon mulai menghilang.

Sekarang pohon - pohon mulai banyak terlihat dan mereka akan segera masukin daerah hutan, itu tanda mereka akan masuki wilayah Batavia.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!