Hari Ke 1
Hari menentukan manusia dapat melawan balik para monster dimulai. Seluruh manusia lakukan operasi ini secara serentak di seluruh dunia dan menjadi berita panas selama 1 pekan.
Para jurnalist diperbolehkan meliput pertempuran besar ini. Namun mereka hanya boleh berada di garis paling akhir. Awalnya para jurnalis marah karna mereka dilarang meliput medan perang di garis depan, namun karna karisma dari para pemimpin operasi ini para jurnalis akhir tunduk pada perintah larangan karna berpotensi mengganggu.
Dari sisi Kendaraan militer sekitar berjumlah 150, semuanya mulai bergerak menuju perbatasan antara zona wilayah level 3 dan 4.
Prajurit yang ikut serta dalam operasi adalah 15 ribu orang dari sisi seranjana dan 5 orang dari sisi batavia.
***
Fadil bersama dengan peletonnya yang berjumlah 35 orang bersiap menaiki pesawat transportasi militer. Namun sebelum operasi dimulai ketua peleton bernama Basuki memberikan arahan.
"Baiklah kita semua sudah bahas, strategi dan juga misi kita. Aku hanya ingatkan lagi, kita akan terbang dikawasan zona anti udara sampai kedekat perbatasan wilayah kota batavia dengan keadaan terbang serendah mungkin. Bila pesawat kita tak sampai disana, jatuh dan beberapa dari kita selamat misi kita hanya satu saat itu yaitu mendekati membasmi dan sambil mendekat dengan pasukan lainnya. Mengerti!" ujar Basuki.
"Siap Mengerti!" ujar semua prajurit.
"Bagus! Walau aku tidak berharap kita akan jatuh sebelum sampai di perbatasan."
***
Peleton di pesawat tersebut terdiri dari 30 orang yaitu 15 serikat dan 15 militer dengan 1 tank modifikasi khusus yang membawa banyak amunisi berisi 5 orang dan 2 robot anjing tempur, 2 robot anjing pembawa alat medis dan 1 robot anjing penyedia amunisi.
Dalam barisan pesawat mereka terdiri dari 15 pesawat angkut militer yang menuju perbatasan kota yaitu medan antara padang rumput dan hutan.
Pukul 07.00 Waktu operasi tiba.
Semua pasukan masuk ke pesawat dan puluhan pesawat siap berangkatkan.
Pukul 07.05, pasukan darurat sudah memulai melakukan penyerang di zona level 4 dan pasukan pesawat mulai berangkat satu persatu.
Fadil memandangi foto keluarganya dan selalu berdoa.
Pukul 7.30, korban mulai berjatuhan dari pasukan darat dan suara ledakan bom dan monster sangat keras terdengar sampai ke seluruh isi kota.
Pukul 7.45, pasukan formasi pesawat angkut militer mulai masuki zona level 3 dan keanehan pada pesawat mulai terjadi.
Pukul 7.50, formasi pesawat mulai masuki zona level 4 dan 60 pesawat dari beberapa pesawat mulai ada yang tumbang sendiri dan beberapa sudah mulai terjukan pasukannya.
Pukul 08.00, banyak pesawat mulai tumbang karna fenomena keanehan daerah monster dan juga serangan monster.
Pukul 08.15, formasi garis depan mulai terjunkan pasukannya dan pasukan pengepung hutan batavia masih terus terbang dan formasi hanya tinggal 12 pesawat.
Pesawat yang sudah terjunkan pasukannya tetap mengawal 12 pesawat yang masih angkut pasukan menuju perbatasan kota yaitu kawasan level 5.
Pesawat mulai kawasan level 5 dan secara tiba - pesawat tumbang lebih banyak dan mereka mulai menurungkan ketinggian terbang sampung serendah mungkin hampir menyentuh daratan.
Pukul 08.30, mereka samping di tujuan dan hanya ada 8 pesawat yang selamat hingga tujuan.
Lampu hijau untuk tanda segera terjun menyala dan tiba - tiba 2 mesin turbin pesawat meledak.
"Lepaskan tanknya dan peralatan bertahan sekarang cepar!" ujar Basuki.
Kemudian tank di terjunkan bersamaan dengan peralatan pertahanan. Seketika pesawat bergetar dan mesin lainnya mulai meledak.
"Semua cepat turun." ujar Basuki sambil berlari untuk terjun dan semuanya terjun.
Dengan alat baru yaitu mini jet membuat resiko terluka atau meninggal para prajurit loncat tanpa parasut menjadi sangat rendah.
Ketika semua berhasil terjun, pesawat mereka langsung jatuh dan meledak.
"Semua menuju lari ke tempat tank." ujar Basuki dan semua berlari ke tank.
***
5 prajurit itu kemudian mengawal tank yang mengangkut peralatan pertahan.
Ketika semua sudah berkumpul, semua robot di nyalakan untuk membantu. Mereka perlahan berjalan menuju pinggiran hutan dan membangun pertahan disana.
Selama menuju kesana mereka di serbu ratusan monster. Mereka di tuntut untuk tidak menembakan terlalu banyak sebelum membangun pertahanan di pinggir hutan. Mereka harus andalkan semua kekuatan super mereka.
Misi mereka hampir terbilang mustahil karna melawan ratusan monster didaerah level 5 yang dimana monster di sana sangat bahkan 1 monster terkuatnya yang mereka temui membutuhkan 5 sampai 10 orang.
***
Jarak menuju Perbatasan hutan hanya sekitar 2 KM kurang saja namun rasanya bagi seperti berjarak 20 KM.
Setelah hampir 2 jam akhirnya mereka berhasil menuju pinggiran hutan tanpa kehilangan perajurit.
Mereka langsung membangun benteng darurat dengan peralatan pertahanan yang mereka angkut.
Setelah 30 menit bertahan, mereka berhasil membangun markas darurat.
Setiap peleton membuat markas di pinggiran hutan dan itu berjarah setiap 1 KM dan markas itu saling terhubung melalui komunikasi jarak pendek. Dikarenakan komunikasi jarak jauh di kawasan level 5 tidak berguna, yang artinya mereka tidak bisa hubungi dunia luar.
Setelah saling berkomunikasi ternyata hanya tersisa 6 peleton dan prajurit yang selamat dari peletonnya yang dihancurkan oleh monster bergabung dengan platon yang jumlah telah berkurang dan juga bergabung titik markas yang rawan penyerbuan monster.
Para monster terus menyerang mereka hingga malam hari dan monster - monster mulai sedikit tenang dan tidak begitu agresif menyerang mereka maka misi mereka dinyatakan selesai.
Misi pertama mereka adalah membuat benteng darurat di pinggir hutan yang merupakan titik tengah antara 2 pasukan akan mengapit monster dan juga sebagai pemantau keadaan.
***
Setiap peleton di bekali suar khusus yang dapat di deteksi dari pasukan garis belakang untuk menandakan beberapa sinyal yaitu misi gagal, misi alami kendala, misi tetap berlanjut, misi lakukan misi selanjutnya dan pasukan menemukan monster kelas mitos atau legenda.
Di tengah kesantai karna monster sedikit lebih tenang, mereka semua secara bergantian untuk santap makan malam.
"Ini ransum militer ternyata enak juga kukira rasanya hambar." ujar salah satu anggota serikat.
"Beruntunglah kawan, negara kita memiliki makanan ransum militer terlezat di dunia." ujar salah satu anggota militer.
Fadil sudah selesai makan kemudian bergantian dengan anggota lainnya untuk makan dan kemudian berjaga di sekitar sambik bersantai, lalu seseorang mengagetkannya.
"Booo!" suara seseorang.
Fadil tidak kaget dengan suara tiba - tiba.
"Zakal hentikan kita sedang diwalayah level 5, jangan buat kebisingan." ujar Fadil.
"Kau ini kaku sekali, terlalu tegang juga tidak baik loh. Lihat Hekal tuh, makannya aja sambil nyanyi - nyanyi." ujar Zakal.
"Ya udah aku duduk sebentar, cape berdiri teru. Nah kamu sekarang liat di sekitar sana." ujar Fadil yang duduk di tanah.
"Lah bisa gitu. Padahal kan belum waktunya aku berjaga." ujar Zakal.
"Kan kamu yang suruh istirahat." ujar Fadil.
"Aku-kan gak bilang isti....ya sudahlah." ujar Zakal yang malas berdebat.
Di hutan yang sunyi itu Zakal melihat kearah kota Seranjana. "Mereka yang disana seperti masih terus bertempur walau malam hari, cahaya terangnya sampai terliht disini loh." ujar Zakal yang bermaksud membuka topik pembicaraan dengan Fadil.
Namun Fadil hanya diam tak membalasnya. Fadil melihat foto keluarganya dan Zakal melihat itu.
"Kau tiga bersaudara?" ujar Zakal.
"Ya, benar. Aku jadi kangen adik-ku yang unyu." ujar Fadil.
Zakal yang mendengar itu lalu berpura - pura tidak mendengar dan kembali berjaga dengan melihat ke arah hutan.
Lalu Zakal melihat sosok serigala yang mulutnya berapi - api.
***
Apakah pertarungan malam akan terjadi? bisakah semua orang bertahan?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 23 Episodes
Comments