[5.EX1.14] Dani - Wasiat Terakhir

Ini adalah cerita yang terpisah tentang percakapan serius antara Adinata dan Dani sebelum keberangkan misi Dani.

Kejadian ini adalah setelah judul [5.EX1.5] setelah Dani pergi pamit kepada Leika untuk jalan-kan misinya yang berbahaya.

.

.

.

.

Malam sebelum keberangkat misi setelah mengucapkan selamat tinggal dengan adiknya Leila. Dani dan Adinata sedang bersantai di kafe menikmati kopi dimalam hari yang dingin.

Awalnya mereka berbicara hal - hal biasa seperti tentang wanita, menggosipkan atasan mereka dan tentu Dani membahas keimutan Leila. Namun pembericaraan mulai serius.

"Adinata....tidak...guruku aku punya permintaan untukmu." ujar Dani dengan tatapan serius.

"Hei ada apa nih tiba - tiba serius gini." ujar Adinata.

"Kau tau, dari kita bertemu sampai akrab seperti ini aku selalu susah di ajak pergi ke mal, kencan buta, pesta dan lain - lain yang menurutku banyak membuang uang, ya kan?" ujar Dani.

"Ya benar, kau terlalu pelit dalam mengeluarkan duitmu. Padahal duitmu banyak dari gaji militer khususmu di tambah jadi pelatih khusus. Gajimu dapat membeli 1 gedung mewah loh." ujar Adinata.

"Itu karna ada alasannya, ini dia." ujar Dani mengeluarkan sebuah kunci terlihat unik dan juga klasik lalu di letakan diatas meja.

"Apa ini? Kunci? terlihat klasik sekali. Apa ini aksesoris?" ujar Adinata.

"Ini kunci kapal khusus, jika aku mati di misi ini. Berikan ini kepada Leila." ujar Dani.

"Mati? Candaanmu itu gak lucu, lagi pula berlayar di lautan saat ini agak mustahil kau tau." ujar Adinata, yang tidak menanggap serius.

"Guru aku serius, lihat aku apa aku seperti sedang bercanda." ujar Dani dengan tatapan serius sekali.

Adinata kemudian melihat tatapan keseriusan dan keteguhan hati itu lalu dia juga mulai serius membahasnya.

"Hei nak, aku memang gurumu tapi aku tidak pernah menyuruhmu untuk jangan mudah menyerah. Jadi aku tak mau terima ini." ujar Adinata.

"Guru kau-kan tau misiku, itu seperti misi bunuh diri jadi kemungkinan aku mati dalam misi ini tinggi, resiko kematian diatas 70%. Jadi sangat minta tolong berikan ini pada adikku Leila karna aku punya janji padanya dulu, kau-kan dengar tadi." ujar Dani.

"Ya aku dengar tapi bukan berarti kau harus menyerah. Ambil ini aku juga tidak menerima sesuatu yang membuat pundak-ku berat." ujar Adinata.

"GURU! Mohon mengertilah guru! kau hanya perlu mengambil ini dan menyimpannya! jika aku mati berikan saja pada Leila, seterah guru mau kasih kapan, nunggu Leila sudah besar, menikah atau punya anak seterah! Guru kumohon ambillah.... Guru hanya kau yang dapat aku percayakan hal ini." ujar Dani yang suaranya meninggi, hingga beberapa pelanggan lainnya menoleh ke mereka berdua.

Adinata menatap serius Dani yang terlihat sangat memohon sekali dan juga sangat menderita.

"Guru kumohon.....ini permintaan pertama dan terakhirku." ujar Dani.

Adinata menatap serius Dani dan juga sesekali melihat kunci tersebut lalu Adinata memegang kunci tersebut.

"Baik aku simpan ini. Tapi bukan berarti kau jadi mudah menyerah." ujar Adinata.

Dani tersenyum saat Adinata menerima kunci tersebut. "Terima kasih guru."

Keadaan sesaat hening, percakapan berhenti disana. Agar suasana tidak kelamaan canggung Adinata sedikit meledek Dani.

"Tadi kau bilang, permintaan pertama. Dasar tukang dramatisir, padahal ini permintaan keduamu. Aku masih ingat saat kau memohon sampai sujud kepada untuk minta dilatih olehku. Itu kenangan yang sungguh sesuatu." ujar Adinata sambil tertawa.

"Tolong jangan ingatkan aku lagi itu cuman..." ujar Dani yang sangat malu dan menutup kupingnya.

"itu lucu sekali, kau selalu sujud padaku dimana pun aku melihatmu bahkan saat pelajaran dan ada banyak wanita. Hahahaha....tapi aku juga karna aku jadi terlihat orang jahat." Ujar Adinata.

"Maaf atas kelakukaanku yang dulu Guru!" ujar Dani.

"Ya kumaafkan, kalau kau mau traktir aku." ujar Adinata dan kemudian mereka berdua saling menatap dan tertawa.

Lalu di sela tertawaan mereka Dani berkata "Tidak mau." ujar Dani.

"Eh? Kau serius bilang." ujar Adinata.

"Kau tau aku menabung demi adikku, jadi uang untuk mentraktirmu tidak akan ada." ujar Dani.

"Dasar siscon pelit, ngeluarin duit receh untuk kopi ini aja pelitnya minta ampun." ujar Adinata.

Dani tertawa setelah ucapan Adinata kemudian berkata "Iya ..... iya ini aku terakhir khusus untuk hari ini." ujar Dani.

"Nah gitu dong, ini baru namanya murid yang berbakti atas balas jasa dari gurunya." ujar Adinata.

Kemudian mereka berdua terus berseda gurau sampai menuju kembali ke markas lagi.

.

.

.

.

.

.

.

.

Namun sampai operasi pembebasan wilayah berakhir sukses, kedua abangnya tidak pernah kembali ke rumah lagi.

Di kisah lain, Adinata ikut serta dalam operasi tersebut karna setelah operasi khusus dilakukan Dani tim operasi khusus tersebut tidak pernah kembali dan dinyatakan gagal.

Adinata ikut karna alasan khusus yaitu mencari tubuh adinata dan juga rekannya.

Dalam operasi dia mendapatkan kabar bahwa tim pemecah monster dalam barisan paling terdepan telah gagal melakukan misi pertahanan.

Mendengar kabar itu Adinata sangat kaget karna Fadil abangnya Leila ada dalam tim tersebut. Setelah mencari keberadaan Fadil dia menemukan mayat Fadil sedang diangkut ke mobil truk.

Melihat itu Adinata menangis sesaat. Kemudian kembali mencari tubuh Dani.

Tak lama beberapa prajurit menemukan mayat rekan Dani. Mendengar itu Adinata bergegas ke lokasi.

Sesampai disana Adinata melihat 3 mayat Rekan Dani yang tergeletak, namun disana tidak ada mayat Dani dan satu rekannya lagi.

Adinata mencari keberadaan 2 tubuh sisanya, tiba - tiba ada suara yang membisikannya di dalam kepala.

"Hei dia di sini." ujar bisikan suara yang ternyata itu adalah Ratu Peri yang mencoba memberitahu letak tubuh David dan juga Dani.

"Siapa itu?" ujar Adinata yang sedikit kaget mendengar suara misterius.

Ketika Adinata menoleh ke arah sumber suara, dia kemudian melihat bekas - bekas pohon rusak yang cukup jauh. Melihat itu Adinata berpikir kalau tubuh mereka ada disana.

Adinata kemudian pergi kesana untuk memeriksanya, dia sempat dilarang kesana karna pasukan belum dikerahkan dibagian situ. Namun dia memberitahu pangkatnya seketika prajurit disana menbiarkan Adinata pergi.

Menelusuri jejak pertarungan itu Adinata tiba - tiba seperti melewati sesuatu yang kasat mata. Adinata sempat berfikir dan memeriksa namun dia tidak punya banyak memikirkan hal itu lalu kembali menelusuri dan menemukan mayat tubuh Rekan Dani yang bernama David yang merupakan pemimpin dalam operasi rahasia ini.

Adinata mencari tubuh Dani yang mungkin ada disekitarnya namun tidak ada.

Adinata secara tak sengaja melihat, melihat tetesan darah mengarah ke sebuah danau kecil.

Adinata mengikuti jejak darah itu dan dia menemukan tubuh Dani yang tergeletak rapih di bawah pohon besar di tengah danau kecil itu.

Adinata sedikit terpukau dengan keindahan tempat itu. Lalu ia berjalan menuju tubuh Dani melewati danau kecil yang tingginya hanya sepinggang saja.

Adinata berdiri disamping tubuh Dani dan menangis.

"Murid sialan....sekarang kau malah membawa beban berat di pundakku." ujar Adinata dalam tangisnya.

Setelah selesai menangis, dia kemudian mengangkat tubuh Dani.

Adinata sempat bingung kenapa tubuhnya hangat, dia mengecek detak jantung dan urat nadi Dani kembali namun tidak ada tanda - tanda kalau Dani masih hidup jadi mungkin itu halusinasi atau termasuk keanehan zona monster.

Adinata juga sempat bingung kenapa ketika dia disini tiba - tiba menjadi sunyi, dan tentram, bahkan suara penyerang dan ledakan tidak terdengar.

Adinata tak mau lama memikirkan hal penting karna dia juga cukup jauh dari tempat prajurit lainnya dan bisa membahayakannya.

Ketika akan keluar dari lingkaran tempat Ratu Peri berada tiba - tiba mendengar suara yang Dani.

"Terima kasih." suara Dani agak samar namjn terdengar cukup jelas ke Adinata.

Adinata langsung menoleh ke arah pohon besar di tengah danau kecil itu dan tidak apa - apa disana.

"Sial...aku terlalu bersedih sampai - sampai mendengaf suara diam" ujar Adinata kemudian pergi ke tempat tubuh David lalu membawa tubuh bersamaa menuju tempat prajurit berkumpul.

.

.

.

.

.

.

Dalam kejadian para alami keganjalan dalam operasi ini. Itu adalah tidak temukannya monster yang membasmi pasukan operasi khusus dan juga monster yang membasmi peleton garis terdepan yang sudah menembakan suar peringatan monster kelas L atau M.

Mereka hanya temukan tanda - tanda daerah bekas pertempuran yang sangat intens di dalam hutan. Namun mosnter itu tidak pernah ditemukan.

Lalu tempat Ratu peri yaitu tempat Adinata menemukan mayat Dani di sana juga tiba - tiba menghilang. Padahal Adinata sudah beri kesaksisaan kalau ketika menemukan tubuh Dani tempat itu sedikit aneh.

.

.

.

.

.

.

Setelah 2 minggu operasi pembebasan wilayah, Leila telah mengetahui kebenarannya kalau abang sudah tewas dalam operasi besar itu.

Mereka berdua dikuburkan masal dengan prajurit lainnya yang gugur dalam operasi pembebasan wilayah itu di pinggir kota dan mereka semua dianggap pahlawan kota.

Leila nangis sekeras - keras melihat kuburan abangnya yang telah meninggal dunia.

"Abang Pembohong, aku sekarang sendirian. Aku benci kalian." ujar Leila dalam tangisnya karna janji kedua abang di ditepatinya.

.

.

.

.

.

Itu dia kisah terakhir dari Extra cerita dari Leila, Selesai.

Bagaimana? Seru bukan ceritanya.

Seru sekali sampai aku menghabiskan banyak tisu untuk mengelap air mata ini.

Aku gak tahan - tak tahan ini menyedihkan.

Tidak Leila! Jangan benci abangmu! Mereka berdua mencintaimu.

Karena kalian semua masih menangis dan kisah pertama juga sudah lewat kita istirahat dulu hari ini. Buku ke-6 akan lanjut besok.

Tapi tunggu cerita ini sebenarnya masih ada lanjutannya, namun ini tak tercatat dalam bagian buku ini. Detail kisah ada di buku khusus tentang Leila hingga akhir volume 5 ini. Kalau mau baca ada di rak sana, kamu bisa baca berama lainnya bila penasaran sebelum volume 6 akan dibacakan lagi.

Atau aku akan bacakan kisahnya?

Ya tentu bacakan lagi! Aku penasaran dengan kisah Leila ini sampai diakhir cerita utama volume 5 ini.

Baiklah, aku tutup buku cerita ini. Tapi aku lelah sudah baca panjang ada yang ingin teruskan?

Ya, aku selanjutnya.

Ok, aku ambil bukunya dulu.

~(ÑàŔãþœř 45)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!