Cerita sampingan Extra utama telah selesai dibaca barusan. Sekarang aku yang baca, karna dia sudah lelah baca panjang tadi.
Jadi ini adalah kisah Leila bertemu dengan teman - teman baru yang sudah dia anggap seperti keluarga baru baginya.
Itu adalah pertemuan Leila dengan Radit dan teman - temannya setelah di perkenalkan Adinata yang mengadopsi dirinya setelah kematian kedua abang.
Ayo kita baca, karna aku penasaran juga.
.
.
.
.
Adinata mengunjungi rumah Leila dan memberitahu kepada Leila dan menjelaskannya secara halus kalau kedua abangnya telah meninggal terhormat di medan perang.
Leila, Fika, Mira dan Adi sangat terkejut mendengar kabar berita itu.
"Om bohong kan? Om-kan dengar kalau bang Dani dan bang Fadil udah janji akan pulang kerumah." ujar Leila yang masih tak percaya dengan kabar tersebut.
Adinata, Fika, Mira dan Adi yang berusaha menahan tangis melihat Leila sangat - sangat kebingungan.
"Dengar Leila, semua itu benar. Aku tidak berani berbohong padamu yang merupakan adik dari murid pertamaku." ujar Adinata berusaha menjelaskan dan membenarkan lagi
"TIDAK!!! BOHONG!!! OM JAHAT!!! KALAU BILANG ABANG UDAH MENINGGAL!!! Soalnya abang udah janji gak akan ninggalin aku sendiri!" ujar Leila membentak dan mulai menangis.
Adinata terdiam sesaat karna tidak bisa menjawabnya dan kemudian berkata "Leila, aku gak bohong karna yang membawa tu...buh.. abangmu..." ujar Adinata yang tak dapat menyelesaikan kalimatnya hingga akhir.
"Gak - gak - gak - gak mungkin! Om bercanda, kalau om gurunya abang gak mungkin bohong dong." ujar Leila berusaha menghindari fakta yang tak bisa diterimanya.
Adinata kehabisan kata - kata dan tak bisa memberikan penjelasan lagi karna dia sudah berikan semua kejelasannya kepada semuanya.
Leila kemudian memangis sejadi - jadinya dan berlari ke kamarnya. Fika yang juga menangis melihat itu mengenjar Leila yang berlari.
Adinata, Adi dan Mira terdiam hening di ruang tamu.
"Fiuh...sial...aku memang gak bisa membawa beban seperti ini. Dasar murid sialan." ujar Adinata.
Suasana hening kembali, lalu Adi bertanya sesuatu tentang kedepannya.
"Lalu bagaimana sekarang dengan Leila?" ujar Adi.
"Tentang dia...sebenarnya Dani sudah memberikan wasiatnya kepadaku sebelum dia pergi. Mulai dari sekarang aku akan Adopsi Leila sebagai anakku dan dia akan aku latih susuai permintaan Dani." ujar Adinata.
"jadi begitu, Dia sudah memberikan wasiatnya kepadamu." ujar Adi.
Fika kemudian turun ke bawah lagi, karna pintu kamar Leila dikunci.
"Ini juga tentang kalian bertiga. Dani juga sampaikan sesuatu untuk kalian." ujar Adinata memberikan sebuah surat yang ditulis oleh Dani.
Adi, Fika dan Mira penasaran dengan isi surat tersebut, kemudian Adi membukanya dan membacanya dengan lantang sampai terdengar oleh Leila.
"Hai Adi, Fika dan Mira, bila kamu membaca surat ini berarti aku sudah meninggal dunia. Kalian tidak perlu sedih, karna aku siap menerima resiko ini.
Aku sangat - sangat berterima kasih sekali pada kalian bertiga karna sudah selaku bersama dengan Leila dan juga menjaganya seperti keluarga kalian sendiri.
Untuk selanjutnya Leila akan tinggal dan diadopsi oleh Guruku Adinata. Aku bertujuan untuk guruku dapat melatih Leila agar sekuat diriku bahkan lebih kuat lagi agar dia suatu hari nanti, dia juga dapat melindungi apa yang di cintainya.
Karna Leila akan ada dibawah asuhan Guruku sampai aku tidak kapan, maka rumah ini akan aku berikan pada kalian bertiga juga karna aku sendiri juga sudah anggap kalian juga bagian dari keluargaku. Hari - hari singkat itu bersama kalian adalah kenangan indah bagiku.
Aku titipkan rumah ini pada kalian, agar suatu hari nanti ketika Leila pulang dia memiliki tempat untuk pulang dan keluarganya ada disana menunggu kepulangannya.
Sekali lagi, terima kasih sudah menjaga Leila dan untuk seterusnya tolong jaga dia. Terima kasih untuk kalian bertiga selamanya."
~Dani.
Membaca itu membuat mereka bertiga menangis karena baru kali ini mereka memiliki yang namanya keluarga dan ada yang merindukan mereka karna mereka bertiga adalah yatim piatu.
Suasana menjadi penuh tangis di rumah itu.
"Fika bagaimana dengan Leila?" ujar Adinata.
"Dia mengunci pintunya." ujar Fika.
"Ya sudah, biarkan dia sendirian sementara waktu ini. Aku akan pergi untuk mengurus dokumen - dokumen keluarga Leila dan adopsinya." ujar Adinata.
"Ya, terima kasih sudah kabari kami." ujar Mira.
"Oh iya berikan ini pada Leila." ujar Adinata mengeluarkan 2 buah dogtag dan diberikan ke Adi.
"Hm...?dogtag?" ujar Adi.
"Ya ini milik Dani dan Fadil." ujar Adinata.
"Baik, kami akan berikan ini padanya." ujar Adi.
"Kalau gitu aku akan pergi dulu. Pemakaman masal dan abang akan dilakukan 2 hari lagi, aku akan kabatkan kalian nanti lewat telepon." ujar Adinata kemudian dia meninggal rumah.
Adi, Fika dan Mira termenung di ruang tamu. Lalu dia mukai mengenang hari - hari singkat bersama Dani dan Fadil semasa mereka masih hidup.
"Fika berikan ini pada Leila." ujar Adi, lalu Fika mengambil dogtag milik Dani dan Fadil itu.
Fika pergi menuju kamar Leila untuk memberikan sebuah kenangan terakhir dari kedua abangnya.
"Leila, tolong buka pintunya dong sebentar aja. Kak Fika mau kasih sesuatu." ujar Fika mengetuk pintu kamar Leila.
Namun tidak ada balasan sama sekali dari Leila setelah di panggil oleh Fika berulang kali.
"Leila, ini ada 2 benda penting dari abangmu." ujar Fika masih berusaha memanggil Leila agar pintunya terbuka.
Namun Leila tak membalas perkataan Fika dan hanya diam saja.
"Ya udah Leila, aku akan taruh benda milik abangmu di depan pintu ya." ujar Fika kemudian pergi.
.
.
.
.
Ketika Fika sudah turun tangga Leila membuka pintunya lalu mengambil Dogtag tersebut.
Leila kemudian melihat dogtag milik kedua abang dan itu membuat Leila kembali menangis.
Leila melihat sebuah pesan kusus pendek di Dogtag milik Fadil.
"Untukku adikku tercinta. Jika abang sudah tidak ada, ingatlah karna abang akan ada selalu disisimu selamanya."
Setelah membaca itu Leila mulai menangis menjadi - jadi lagi di kasur hangatnya.
Dia terus menangis sepanjang malam hingga air matanya kering tidak dapat mengeluarkan tetesan air mata lagi.
Dia terus mengingat tentang kedua abang Dani, Fadil dan juga kedua orang tuanya sambil memegang foto keluarganya. Leila terus menangis hingga ia tertidur.
.
.
.
.
.
.
Disisi lain pergi menuju dermaga khusus yang akan diberikan Dani kepada Adinata untuk hadiah Leila.
Saat sampai ditujuan ternyata adalah dermaga perusahaan khusus penelitian dan pengembangan kapal militer.
Dia meminta agar diarah ke tempat kapal yang dibangun Dani untuk Adiknya kepada staf disana.
Setelah dikonfirmasi bahwa Dani sudah meninggal dan kepemilikan kapal di alihkan ke Leila dan ditanggung oleh walinya bernama Adinata, staf tersebut kemudian membawa ke sebuah galangan kapal tertutup.
"Ini dia pak kapal milik almarhum Dani. Kapal ini sedang dalam tahap penambahan modifikasi atas permintaan almarhum Dani terakhir kali." ujar staf yang menunjukan jalan.
Adinata sangat terkejut saat melihat bentuk kapal yang sangat moderen dan juga mengkilap.
"Aku mau tanya, apa ini kapal perang? Kalau tidak salah Dani bilang di membuat kapal pesiar. Siapa yang cetak birunya?" ujar Adinata yang sangat takjub melihat kapal modifikasi tersebut.
"Ini adalah kapal pesiar modifikasi, kami sebut kapal jelajah pesiar perang. Yang membuat cetak birunya aku tidak namun aku dengar itu adalah sahabat Dani yang bekerja disini." ujar Staf.
"Begitu ya, jadi alat perang apa yang ada disini?" ujar Adinata.
"Aku tidak begitu tau, karna cetak birunya selalu berubah - berubah. Namun yang aku tau terdapat sebuah railgun, torpedo, transportasi pendukung dan juga semua sistem 80% otomatis." ujar Staf.
"Dani kau gila, kau ingin buat adikmu jadi bajak lautkah? Hahahaha...." ujar Adinata yang tertawa.
Kemudian Adinata mengurus beberapa dokumen untuk pemindahan resmi kepemilikan kapal tersebut kepada Leila dan Dia sebagai wali Leila dan pengawas baru kapal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 23 Episodes
Comments
~• Hypper©®Queen°L•A™ •~
maulah aku ikut Leila jelajah pakai kapal itu suatu saat nanti hehe
2023-02-14
1