Mereka berlima yang miliki kekuatan spesial dibidang tertentu yaitu:
> Reka dengan kekuatan tanah
> Agi dengan kekuatan kegelapan
> David dengan kekuatan listrik
> Dani dengan kekuatan es
> Vid dengan Mutant Kelelawar
Telah diterjunkan dari kapal induk luar angkasa milik kesatuan Terra menuju wilayah monster level 5 di hutan batavia.
Mereka berlima mendarat dengan aman dab tidak terluka namun Vid sedikit mual dari perjalanan singkat itu.
"Huek....Huek....itu mengerikan." ujar Vid yang tabung penerjunnya baru saja terbuka langsung keluar dan muntah.
"Itu beberapa menit yang luar biasa." ujar Agi yang senang.
"Dani - Reka periksa sekeliling, suara benturan tadi kurasa cukup keras terdengar oleh para monster." ujar David.
Dani dan Reka langsung memeriksa keadaan sekitar mereka dan ternyata tidak ada apapun.
"Aman." ujar Dani & Reka.
"Bagus, ayo jalan. Vid kau buruan ketengah formasi, kekuatan kalelawarmu sangat berguna di keadaan gelap ini." ujar David.
Vid mendengar itu langsung berdiri dan mereka semua membetuk formasi untuk saling menjaga.
Reka di bagian depan sebagai pelindung karna memiliki elemen kuat yang seketika dapat membuat kubah pelindung.
Disampingnya langkahnya dipandung oleh Agi yang memiliki elemen kegelapan. Pengelihatan elemen kegelapan lebih baik dari kondisi mata manusia normal.
Di bagian tengah ada Vid yang mempunyai kekuatan mutant hewan kalelawar. Dia kemampuannya dia dapat mendeteksi monster sampai jarak tertentu hanya dengan pantulan suara.
Dia dijaga oleh David yang juga sebagai pusat pengarah tim, dengan kekuatan litriknya dia dapat bergerak cepat dalam keadaan apapun.
Lalu bagian belakang adalah Dani dengan kemampuan es-nya yang multi fungsi. Walau ketahannya tidak sekuat tanah namun dapat membuat diding es jika ada serangan dadakan dari belakang.
Mereka berjalan menuju titik gelombang anomali yang dituju. Namun selama perjalan menuju tujuan misi mereka rasakan hal aneh.
Sudah berjalan sejauh 2 kilo meter mereka tidak temukan monster satupun.
"Hei ini aneh, ini wilayah level 5 bukan? Kenapa tidak monster?" ujar Reka.
"Vid kemampuan berfungsikan? Apa gak ada mosnter di sekitar kita?" ujar David.
"Tidak sama sekali, aku juga merasa bingung." ujar Vid.
Mereka terus berjalan hingga mereka hampir tiba dititik lokasi sekitar 2 KM, ketika berjalan mereka rasakan seperti melewati sesuatu dan mereka semua berhenti berjalan.
"Kalian rasakan itu?" ujar Agi sambik memandangi sekitar.
"Ya aku seperti melewati semacam batas tertentu." ujar Reka.
Dani yang ada di belakang kemudian perlahan mundur dan meraba - raba udara seperti mencari sesuatu tak kasat mata.
"Aku merasakan melewati tembok tapi aku mundur sampai sejauh 5 kaki itu tidak terasa lagi." ujar Dani.
"Bagaimana lanjut?" ujar Agi.
"Tetap lanjut dan awasi sekitar. Perkuat indra kalian." ujar David.
Mereka terus berjalan dan berjalan lalu tiba - tiba menemukan tempat yang aneh yang bercahaya.
"Tunggu aku melihat cahaya didepan." ujar Agi.
"Ayo aku lihat dari sini cahayanya cukup terang. Kita kesana dan periksa." ujar David.
Setibanya disana mereka menemukan sesuatu yang sangat luar biasa. Mereka adalah manusia pertama melihat bebatuan yang mengeluarkan cahaya berwarna - warni.
"Oh ya ampun, apa yang kita lihat ini." ujar Reka.
"Batuan ini mengeluarkan cahaya bewar, ada yang biru, ungu dan pink. Apa ini?" ujar Vid.
"Dani dokumentasikan ini." ujar David.
"Oki doki, aku akan rekam." ujar Dani, kemudian merekam yang ada disana.
"Ini keras." ujar David, menyentuh dan mengetuk batuan cahaya itu.
"Aku mau coba sesuatu, Dani rekam aku." ujar Reka lalu Dani merekam apa yang akan dilakukannya.
Reka kemudian membuat sebuah pedang yang sangat kuat dengan kemampuan tertingginya elemen tanah Wurtzite.
"Apakah batuan ini dapat menahan kemampuan tahap akhir elemen tanah." ujar Reka.
Setelah Reka selesai membuat pedang dengan daya tahan terkuat yang pernah ia buat. Kemudian dia menebas batuan bercahaya tersebut dan mereka semua sangat terkejut dengan hasilnya.
Pedang terkuat yang di buat oleh elemen tanah milik Reka patah hanya dengan sekali pukulan saja.
"Apa! Seriusan?" ujar Reka.
"Hei, Reka kau sengaja buat pedang terlemah?" ujar Agi yang masih tidak percaya apa yang di lihat.
"Matamu lemah." ujar Reka.
"Coba dengan peluru." ujar David, kemudian menembakan senjatanya ke batuan itu dan hasilnya batu itu tidak tergores sama sekali.
Semua terdiam sesaat melihat hal menakjumkan itu.
"Jadi, kita telah temukan material paling kuat didunia, diatas atau setera Grefena?" ujar Dani.
"Material terkuat didunia sekarang namanya Fekka." ujar Vid.
"Jadi ini kita bawa sebagai sempel, tapi bagaimana memotongnya?" ujar Agi.
"Dani sudah direkam?" ujar David.
"Semuanya." ujar Dani.
"Ok, ayo tinggalkan tempat ini. Kita tidak punya cara potongnya dan elemen terkuat tanah aja tidak bisa hancurkan itu, yang penting kita sudah rekam. Ayo jalan dikit lagi kita sampai di pusat anomali." ujar David.
Kemudian semua meninggalkan tempat yang cahayanya cukup indah itu. Tak begitu jauh dari tempat itu, mereka akhirnya sampai tempat dituju.
Ternyata tempat itu adalah danau sangat kecil tak begitu dalam yang ditengahnya ada sebuah pohon besar. Tempat itu sangat indah banyak kunang - kunang, bunga bercahaya yang menyinari tempat itu dan beberapa spesies tumbuhan yang belum dikenali dibawah cahaya bulan.
Mereka semua sedikit kagum dengan pemandangan indah itu.
"Tempat yang sangat indah sekali." ujar Dani.
"Aku merasa seperti di dunia lain bro...sungguh aku serius." ujar Agi.
"Lihat bunga ini, bagaimana bisa bercahaya?" ujar Reka.
Vid mendekati Reka yang sedang memandangi bunga dan kemudian memetik kelopak bunganya.
"Oh! Masih bercahaya walau di petik." ujar Vid dan Reka ikut melihatnya.
Tak lama kelopak bungan yang di petik itu berhenti mengeluarkan cahaya.
"Kalian jangan lupa dokumentasi semua anomali disini, lalu kirim datanya ke Dani." ujar David.
Semua mengambil sambil sampel, menganalisasi dan memegang - megang hak - hal yang nampak aneh.
Mereka semua seperti seorang anak kecil yang baru dilepas ke dunia luar dan menemukan hal - hal baru yang membuatnya penasaran.
"Hei Dani kau merasakan agak lebih segar disini?" ujar Agi.
"Bukan segar lagi, tapi aku merasakan kalau kekuatan-ku seperti meluap - luap." ujar Dani.
"Ku kira hanya aku yang tiba - tiba merasa lebih fit." ujar David.
Dani melihat Vid yang berada di bawah pohon di tengah danau kecil, dan dia sedang duduk.
Dani kemudian mendekati dia. "Kerja bos! Malah ngelamun." ujar Dani.
"Dani sini duduk sebentar." ujar Vid menyuruh duduk disampingnya.
Dani menuruti kata Vid dan duduk di samping. Ketika duduk di rumputan pada bawah pohon besar di tengah danau kecil itu lalu menatap kedepan, di terpesona dengan pemandangan sekitarnya.
"Indah bukan?" ujar Vid. "Ya, ini sangat menenangkan." ujar Dani.
Mereka duduk cukup lama sekitar 5 menit, hingga mereka berdua ditegur Reka melalui komunikasi Radio.
"Woi! Kerja malah ngelamun." ujar Reka.
"Oiya, aku ngelamun kelamaan. Disini terlalu nyaman sih lagian." ujar Dani kemudian beranjak berdiri.
"Kondisi fantasi seperti kalau ada peri mungkin jadi hebat." ujar Vid.
"Ngaur kamu mana ada yang kek gitu." ujar Agi.
"Naga aja ada, peri pasti ada.....mungkin...tapi aku jadi ingin lihat. Nanti aku bisa beritahu keadikku akalu peri itu nyata." ujar Dani sedikit berharap.
Ketika berbicara seperti itu tiba - tiba suara perempuan misterius muncul.
"Peri itu ada kok." ujar suara perempuan misterius itu yang lembut dan ramah.
Mendengar itu semua orang tersentak kaget, bersiaga dan langsung keluarkan senjata.
"Kalian dengar suara itu?" ujar David.
"Ya dengar, tapi dimana?" ujar Agi dan melihat sekitar namun nampak tidak ada siapapun.
Sampai 1 menit mereka sangat waspada. Lalu terdengar terdengar kembali suaranya, namun kali ini suara ketawa kecil dan setelah itu dia mulai bicara kembali.
"kalian tak perlu sewaspada itu kok, kami tidak akan nenyerang kalian." ujar suara perempuan misterius itu.
"Hei! Tunjukan wajahmu!" ujar David berteriak.
"Kasarnya manusia ini padahal kalian yang datang kemari dan juga tak perlu teriak juga aku mendengar kalian kok." ujar suars perempuah misterius itu.
Dani menelan ludah kemudian memberanikan diri untuk menanyakan sesuatu.
"Hei apa kau seorang peri?" ujar Dani, semua orang mendengar itu juga menjadi penasaran.
Suara perempuan misterius itu tertawa kecil mendengarnya dan berkata "Rasa penasaran kalian memang sesuatu ya, itu terlihat ketika kalian sudah tiba disini dan meneliti yang ada disini. Untuk pertayaanmu tadi, itu benar wahai manusia kami adalah ras peri." ujar peri itu.
Mendengar pengakuan itu semua orang terkejut mendengar itu.
"Seriusan? Ini nyata?" ujar Vid.
"Serius kok kamu gak perlu kaget begitu." ujar peri itu.
Namun David tidak percaya akan hal itu, karna menurutnya jika tidak ada bentuk fisik yang dapat dilihat kemungkinan itu bohong.
"Maaf atas ketidaksopananku tadi, tapi aku tidak percaya padamu. Kalau kamu tunjukan wujudmu baru aku percaya." ujar David.
"Ya benar, tunjukan dirimu kumohon aku mau foto kamu tunjukan ke adikku yang cantik pasti dia akan suka." ujar Dani.
Semua orang melihat ke arah Dani yang membuat permintaan aneh.
"Kau serius ngomongmu?" ujar Agi.
"Waduh penyakitnya kambuh lagi." Ujar David.
Peri itu tertawa mendengarnya dan berkata "Hahaha...aku mau saja menampakan diriku tapi saat ini belum bisa, karna kekuatan-ku belum cukup." ujar peri itu.
"Kalau begitu bagaimana kami percaya?" ujar David.
"Percaya atau tidak itu seterah pada kalian. Namun aku beri saran untuk segera hutan ini." ujar Peri.
"Kenapa begitu?" ujar Agi.
"Karna ada makhluk jahat disini, mustahil bagi kalian untuk kalahkan dia. Kalau tidak percaya padaku tanyakan saja pada temanmu yang mempunyai kemampuan dekteksi." ujar Peri.
Semua kemudian tertuju pada Vid. "Hei Vid, bagaimana? Apa benar ya dia katakan?" ujar David.
Vid kemudian mencoba mendeteksi keberadaan makhluk di sekitarnya dan ternyata benar ada 2 makhluk yang berada disekitar mereka.
"Benar, ada makhuk di sekitar kita." ujar Vid.
"Eh serius." ujar Reka.
"Sebaiknya kalian segera pergi. Aku saat ini tidak melindungan kalian." ujar Peri.
Mereka berlima sempat ragu, namun menerut mereka peri tersebut tak jahat dan malah mencoba menolong. Akhirnya mereka percayai mereka.
"Baiklah kami percaya padamu. Terima kasih sarannya kami akan segera pergi dari sini segera." ujar David.
Kemudian semuanya, bergegas pergi dari tempat itu dan menuju lokasi alat pelontar. Ketika mereka akan peri tersebut menatap Dani.
Peri tersebut melihat aura Dani sedikit aneh dan berbeda dari teman - temannya.
"Tunggu, kamu yang nama Dani kemarilah ke pohon tengah danau kecil ini." ujar Peri.
"Kau tau namaku?" ujar Dani.
"Ya kalian-kan dari tadi saling memanggil, jadi aku tau." ujar peri itu.
"Masuk diakal." ujar Agi.
Dani menatap David untuk mengkonfirmasi boleh atau tidak lalu David mengangguk-kan kepalanya yang berarti iya.
Dani kemudian menuju ke depan pohon itu.
"Jadi ada apa nyoya....mbak...kak peri? Hm...bagaimana aku memanggilmu, apa kamu tidak memiliki nama?" ujar Dani.
Peri itu tertawa kecil dan berkata "Aku memiliki nama namun aku tidak akan beri tahu namaku saat ini, aku beritahu namaku lagi nanti kalau kamu bisa kesini lagi. Kali ini panggil aja aku Kak peri." ujar Peri itu.
"Hehehe...nanti ya aku akan tunggu dan memfotomu agar adikku percaya. Jadi ada apa kak peri?" ujar Dani.
"Aku akan berikanmu berkah kekuatan selama sekitar 20 menit bersama temanmu juga. Ini mungkin akan membantumu seimbang melawan makhluk itu jika terpaksa melawan, namun aku sarankan tetap untuk kabur, jangan lawan!" ujar Peri itu.
"Ya, kami paham. Terima kasih nasehatnya." ujar Dani.
"Satu lagi ini untukmu. Kamu memiliki aura yang berbeda dari temanmu. Kamu semacam memiliki takdir yang mengikat kepada seseorang." ujar Peri itu.
"Takdir? Takdir macam apa itu kak peri?" ujar Dani penasaran
"Aku tidak tau, namun aku berikan satu berkah khusus untuk berjaga - jaga." ujar peri lalu cahaya menyelimuti sekeliling dan menghilang.
"Baiklah sudah akun berikan, sekarang cepat kalian pergi dari hutan ini." ujar Peri itu.
"Ya kak peri." ujar Dani.
"Kak peri, terima kasih nasehatnya kami akan pergi sampai bertemu kembali." ujar David kemudian mereka pergi.
.
.
.
.
.
Ketika mereka pergi tiba - tiba muncul gadis misterius dan langsung berkata "Ratu peri memang hebat, dapat melihat sekilas takdir seseorang." ujar gadis misterius yang muncul tiba - tiba dan langsung berbicara.
Itu membuat peri itu kaget, karna tidak dapat merasakan keberadaan.
"Kamu siapa? Wahai gadis manusia.......bukan...kamu manusia sepertinya." ujar Peri.
"Aku tidak kamu mau aku anggap apa, namun aku sangat berterima kasih karna telah memberikannya berkah pelindung roh kepadanya." ujar gadis misterius.
"Oh kamu tau berkah yang kuberikan padanya. Siapa kamu? Aku tidak bisa merasakan kekuatan pada dirimu." ujar Peri.
"Kamu tidak perlu tau siapa aku, namun aku bukanlah musuh. Aku punya satu permohonan untukmu, aku ingin kamu berikan berkah pelindung roh kepada satu orang lagi." ujar Gadis misterius.
Lalu percakapan itu terus berlangsung hingga peri itu tau maksud dan tujuan pemberian berkah itu.
Disisi lain Dani dan lainnya pergi ketitik lokasi alat pelontar namun takdir kejam menunggu mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 23 Episodes
Comments