Zakal melihat seekor monster serigala yang mengeluarkan api dan siap menembak ke arah Fadil dan Zakal.
Zakal yang melihat duluan bersiap menembaknya namun suara tembakan terdengar duluan.
Fadil dan Zakal melihat monster itu mati hanya dengan tembakan dikepala.
Fadil dan Zakal menoleh kearah atas pohon dan ternyata ada salah satu prajurit gunakan senapan runduk kaliber tinggi di atas pohon.
Prajurit diatas pohon itu menyadari kalau dilihat oleh Fadil dan Zakal, kemudian dia menoleh ke arah mereka berdua dan hanya berikan acungan jempol saja dan kembali mengawasi.
"Yah kau tau Fadil, mini jet ini emang sangat berguna." ujar Zakal yang berbicara.
Tak lama tiba - tiba prajurit di atas pohon berteriak. "Semuanya! Ada serbuan monster." ujarnya.
Seketika semua prajurit persiapkan diri mereka.
"Awas serangan besar elemen monster!" ujar prajurit diatas pohon. Fadil melihat ke arah kegelapan hutan dan ada secercah cahaya seperti aliran listrik.
Fadil merasakan hal buruk dan langsung berkata "Awas Zakal!" ujar Fadil langsung melompat kesamping.
Tiba - tiba saja dalam waktu yang cepat itu tembakan listrik muncul kearah Fadil dan Zakal.
Namun Zakal telah menghindar dan terkena telak aliran listrik itu dan langsung tumbang.
"Bajingan! Sialan!" ujar Fadil kemudian langsung menembak ke arah monster.
Semua prajurit langsung menembak kearah monster, namun monster itu sangat agresif dan pintar. Para monster langsung menerjang pasukan karna tau kalau mereka jauh makan mereka akan kalah oleh alat penembak itu.
Para prajurit kemudian masuki pertarungan jarak dekat. Mereka gunakan senjata tajam dan juga kekuatan super untuk lawan monster pertempuran terjadi sangat lama ke enam pelaton semuanya di serbu.
Hari Ke-2
Malam terlewati sangat lama bagi mereka. Para monster berhenti menyerang pada pukul 3 pagi.
Dalam penyerangan itu 2 anggota di peleton itu meninggal dunia dan kini tersisa 33 orang.
Fadil memandang mayat Zakal yang tertutup kain. "Padahal kita baru aja kenal tapi kau sudah pergi duluan." ujar Fadil.
"Fadil kau istirahat dulu sana, kau tadi berada di garis depan paling lama." ujar Hekal.
"Ya aku tiduran dulu sebentar." ujar Fadil kemudian pergi ke dalam markas darurat.
Pertempuran terus berlanjut, 6 pelaton terdepan ini harus terus bertahan hingga lebih dari setengah wilayah level 4 dikuasai. Setelah itu baru mereka akan melanjutkan misi kedua mereka.
Di kedua di malam hari mereka juga kembali mendapatkan perlawan ganas. Kini monster yang menyerang lebih beragam.
Penyerbuan monster ini sangat lebih brutal bahkan yang namanya garis depan dan belakang sudah tidak berlaku lagi.
Mereka terus melawan pada posisi masing - masing. Malam hari kedua terlewati. 9 Pasukan di peleton mereka tewas akibat penyerang tersebut dan kini mereka hanya tersisa 24 orang.
Salah sati peleton terbantai habis seluruh pasukannya. Bahkan salah 2 letnat dari 5 letnan peleton telah tewas.
Ketiga letnan tersisa adakan rapat darurat apakah misi dilanjutkan atau tidak namun mereka putuskan kalau misi tetap lanjut. Lalu 2 peleton yang tak memiliki pemimpin akhirnya bermusyawarah untuk menunjukan 2 letnan terampil.
Hari Ke-3
Pada pukul 07.45, kelima peleton tersebut mendapatkan kabar kalau pasukan penyerbu sudah hampir kuasai wilayah level 4, dari sisi pasukan batavia mereka sudah hampir sepenuhnya menguasi wilayah level 4.
Koneksi komunikasi mereka ke markas pusat sudah terhubung dan memberitahu keadaan.
Kemudian mereka semua bersiap melakukan misi selanjutnya yaitu meng-analisa lebih dalam di hutan batavua wilayah paling bahaya yaitu kawasan level 5.
Setiap peleton mengirimkan 5 prajurit untuk menelusuri, dan mengamati medan. Setiap pasukan diberikan izin mundur bila menemukan monster kelas S diatasnya atau tidak mampu melawan.
Tim yang menelusuri di izin mundur setelah melakukan misinya selama 12 jam.
Selama misi itu markas tiap peleton tetap di serang oleh para monster. Setelah 3 hari berada disana, mereka semua mengetahui hal baru, kalau monster pada zona akan lebih agresif dan kuat pada malam hari.
Mereka memberitahu itu ke pusat dan juga kepada pasukan yang menganalisis wilayah level 5 untuk kembali sebelum bulan terlihat tinggi diatas langit.
Malam telah tiba, tim 5 prajurit dari peleton Fadil telah kembali namun salah satu peleton lain 5 prajurit yang di kirim tidak ada yang kembali.
Para pemimpin peleton dan pemimpin tim berdiskusi tentang salah satu tim yang dikirim untuk menganalisa tidak kembali.
4 Tim lain mengatakan mereka tidak menemukan monster mutant diatas rank A+. Walau mereka mengatakan kalau memang ada monster yang sangat kuat namun itu masih bisa diatasi oleh 5 orang.
Hasil rapat tersebut menyatakan mereka mungkin hanya sial karna kurangnya koordinasi tim atau memang mereka di sergap monster.
Meteka tidak benar - benar bisa berkontak oleh tim yang menganalisa wilayah level 5 karna jaringan komunikasi wilayah level 5 khususnya bagian terdalam masih terganggu.
Dimalam hari ketiga, penyerangan monster dimalam hari masih terjadi namun semua peleton dapat atasi tanpa ada prajurit yang tumbang.
Hari ke-4
Setiap peleton mengirim kembali tim untuk menganalisa wilayah level 5 lebih dalam lagi. Namun prajurit di kirim bergantian.
Fadil masih berjaga di posisi markas darurat. Mereka yang ada di markas darurat tersebut hanya siap siaga sambil sedikit bersantai dan terkadang beberapa monster menyerang merreka.
Ketika mereka sedang siaga, markas pusat memberi kabar bahwa pasukan arah Batavia telah berhasil menaklukan seluruh wilayah level 4.
Sedangkan dari arah Seranjana mereka sedikit alami kendala serius karna temukan sekumpulan monster Rank S yang sangat merepotkan.
Waktu terus berlalu, matahari mulai terbenam. Satu persatu - persatu setiap tim telah kembali ke peleton masing - masing.
Semuanya tim kembali selamat tidak ada masalah dan mereka mulai melaporkan apa yang mereka jelajahi.
Diantara analisa jenis monster terdapat hal misterius yang mereka temuai 5 dari 2 peleton menemukan sebuah jejak kaki monster yang cukup besar dan berjalan dengan kaki.
Mereka merasa bahwa ada suatu yang tidak wajar di hutan ini setelah mereka semua melihat foto jejak kaki itu. Mereka menganalisis bahwa monster sangat cerdas, dan berbeda dari monster yang mereka ketahui.
Semua prajurit tersisa di kelima peleton tersebut berdiskusi apakah misi ini wajib di teruskan atau tidak.
Mereka kemudian menelpon ke komando strategis dan melaporkan masalah tersebut. Mereka juga minta untuk membatalkan misi yang sepertinya akan jauh lebih berbahaya dari perkiraan.
Namun pihak komando strategis menolaknya, dikarena itu hanya baru sebuah jejak kaki yang belum dapat di identifikasi monster ke peringkat berapa.
Semua prajurit memasang muka mesam karna harus tetap lanjutkan misi namun itu tetaplah perintah dan juga jejak kaki monster masih misterius. Malam berlalu, dan anehnya malam hari kelima monster tidak ada yang menyerang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 23 Episodes
Comments