Edgar yang selesai mandi, keluar dengan memakai jubah mandinya. Di sisi ranjang, Keylin sedang mengelap badan Samuel menggunakan air hangat kuku yang diambil dari bawah. Gadis itu membelakanginya dan begitu lembut memperlakukan Samuel. Edgar pun membayangkan kalau jiwa Tania seperti ada pada gadis itu. Edgad pun yakin kalau alasannya menikahi Keylin itu tidaklah salah sebab sama saja dia menikah dengan Tania.
"Ehem." Edgar mendehem di dekat bajunya yang sudah disiapkan. Dua bahu Keylin langsung terangkat. Gadis itu berbalik badan cepat.
"Apa kau sudah memandikan, Samuel?" tanya Edgar mengambil kaos tipis dan boxernya. Keylin mengangguk. "Ya, Tuan, barusan sudah selesai." Jawabnya berpaling gugup dan melirik Samuel yang sudah tampan membahana. "Oeekk," rengek Samuel tiba - tiba.
"Aduh, maaf ya, mami lupa pakaikan Samuel bedak. Sini, biar mami gosok - gosok punggungnya."
Bayi itu pun terenyuh diam diberi sentuhan sayang dari tangan Keylin. Membuatnya nyaman diurus oleh Keylin. Edgar sejenak diam. Ucapan Keylin yang barusan membuatnya tak bisa berkata.
"Nah, akhirnya Samuel udah wangi. Sekarang, Uyel tidur di sini dulu ya. Mami mau urus Papi Edgarnya Samuel," ucap Keylin menyentuh hidung kecil bayi Tania itu. Kemudian memberi dot kecil pada mulut mungilnya.
Edgar kembali diam. Ia tidak lagi terkejut, melainkan tersenyum sampul mendengar kata - kata Keylin.
'Dia pintar sekali mengubah suasana hatiku. Gadis ini juga cepat mengerti tugas statusnya sekarang,' batin Edgar yang kini dihampiri Keylin.
"Tuan, apa saya boleh mengancingkan bajunya?" tanya Keylin mula - mula memberi perhatian.
"Memasangkan celanaku juga boleh kok," goda Edgar.
"Ta.. tapi celana Tuan sudah dipakai," gagap Keylin terkejut.
"Mudah sekali, aku tinggal buka lagi."
"Akhh, jangan dong!" pekik Keylin menghentikan Edgar yang mau melorotkan celananya itu.
"Kenapa jangan? Kau takut ya lihat si Jack?" rayu Edgar mendekatkan wajahnya.
"Jack? Siapa itu Jack, Tuan?" tanya Keylin dengan muka polosnya. Edgar mendekati daun telinga istrinya dan berbisik mesum.
"Suami keduamu yang bisa membuatmu teriak - teriak oh yes ah,"
"Dan membuatku kesurupan ah yes no, baby."
Tubuh Keylin dari bawah sampai atas bergetar geli mendengar tiga kata terakhir itu. Seperti ada yang menggelitiknya, dan sekarang Edgar memperlihatkan tangannya yang memegang si Jack yang layu di dalam sana.
"Kalau kau masih tidak paham, coba kau pegang yang ini," pinta Edgar iseng - iseng menggoda Keylin. Kening gadis itupun mengerut dan menatap Edgar yang tersenyum smirk.
"Kau harus tahu, di sini itu tempat Jack tidur. Kalau kau pegang dan mengelusnya, dia bisa cepat bangun. Bahkan sangat senang kenalan denganmu."
Tapi Keylin menggeleng. Ia pun sadar si Jack adalah nama pamungkas Edgar. Sudah cukup bagi Keylin kehilangan ciuman pertamanya tadi. Ia tidak mau menodai tangannya itu.
"Saya pasangkan jas Tuan saja deh," ucap Keylin mengambil jas hitam Edgar. Pria itu menahan tawanya melihat Keylin malu - malu dan kini mengancing jasnya itu.
Keylin sontak mendongak saat kepalanya dikecup Edgar berkali - kali dan lehernya tiba - tiba digigit.
"Kenapa? Mau kugigit di sini juga?" tanya Edgar menunjuk bibir Keylin.
"Bukan, aku mau tanya sesuatu, Tuan," ucap Keylin cepat dan menahan rasa gelinya.
"Apa?"
"Ini soal ayahku, Tuan," kata Keylin yang lanjut memasang dasinya Edgar.
"Tch, ada apa dengannya?" tanya Edgar mendecih.
"Ayahku kemarin minta uang, Tuan."
"Oh jadi yang kemarin itu, dia yang menelponmu?" tanya Edgar. Keylin mengangguk pelan.
"Ck, kemana uang yang dia dapatkan dariku waktu itu?" Edgar bertanya lagi dengan sorotan mata dinginnya.
"Maaf, uang yang didapatkan itu setengahnya habis kalah judi, Tuan," ucap Keylin sembari memasang dasi Edgar. Satu tangannya pun dipegang lalu Edgar menatapnya serius.
"Lalu kemana yang setengahnya?"
"Itu, setengahnya dipakai usaha tapi kemarin usahanya bangkrut. Ayah berhasil ditipu, Tuan."
"Kemarin ayah dikejar preman dan tidur di bawah jembatan." Keylin menunduk takut. Ia lebih baik jujur daripada menguras diam - diam harta suaminya. Keylin tidak berani membuat ketua Mafia itu marah di kemudian hari.
"Ck, tidak usah diperdulikan. Pria tua itu tidak ada hubungannya denganmu lagi. Lupakan dia!" ujar Edgar menolak memberi uang. Tetapi melihat Keylin yang sedih di depannya membuat hati kecilnya tidak tega. Ia seperti melihat Tania yang sedih tidak dituruti keinginannya.
"Sial, yang benar saja." Edgar berdecak lalu menelpon Gerry supaya mentransfer uang ke rekening ayahnya Keylin.
"Sekarang jangan pikirkan itu, kau fokus jaga Samuel di sini. Barusan aku sudah mengirim uang untuk ayahmu."
"Baik, terima kasih, Tuan." Keylin tersenyum bahagia. Edgar meletakkan tangannya di kepala Keylin lalu dengan lembutnya mengusap rambut istrinya itu.
"Sekarang, aku mau keluar. Kalau ada yang mencurigakan di rumah ini atau kau merasa dalam bahaya, hubungi aku cepat,"
"Siap, Tuan. Tenang saja. Saya akan mendengarkan ucapan Tuan dan siap melindungi Tuan Samuel." Keylin hormat layaknya tentara wanita pada komandannya.
Tingkahnya itu lagi - lagi mirip dengan Tania. Ibu kandung Samuel yang imut dan polos, serta sangat periang. Edgar yang sudah rapi pun membuka pintu lalu keluar. Keylin mengelus dada, tidak perlu lagi mencemaskan ayahnya. Tinggal memikirkan bagaimana bertemu dengan Bryan yang tampak ingin bicara hal penting padanya. Gadis itupun pergi mandi.
Usai berdandan cantik, Keylin turun dengan cepat membawa Samuel. Tak lupa ia menurunkan kereta bayinya.
"Bianca!" panggil Keylin masuk dapur.
"Apa lo teriak?" tanya Bianca ketus.
"Tuan Edgar, di mana dia?" tanya Keylin mau mengantar Edgar kerja sebab di dalam buku pandungannya, seorang istri harus berbakti pada suaminya.
"Sudah pergi barusan," ucap Bianca dengan nada malasnya.
"Oh terus, itu nasi goreng siapa?" Keylin menunjuk satu piring di atas meja. Bianca mendengkus. Ia kesal sekali karena Edgar menolak makan sarapannya. Majikannya itu pergi begitu saja tadi.
"Ck, bukan punyamu! Pergi sana, jangan ganggu aku."
Keylin cemberut. Padahal dia sekarang adalah majikan, tapi Bianca yang seorang pembantu masih suka membentaknya. Keylin ingin sekali membalasnya tapi ia tidak suka keributan. Keylin dengan kecewa meninggalkan dapur. Gadis itu mendorong kereta Samuel keluar dari rumah.
"Aduh, bagaimana ini? Hape Tuan Edgar ketinggalan. Pasti isi hapenya ini ada hal penting." Keylin ternyata mau memberikan hape Edgar yang tadi diletakkan di atas kasur.
"Ah iya! Aku pakai taksi saja!" Baru juga mau keluar dari pagar, lima pria gagah mencegatnya.
"Hei, kalian siapa?" tanya Keylin terkejut.
"Maaf, Nona. Tuan Edgar menyuruh kami menjaga anda di rumah ini." Mereka menunjukkan lencana milik Skypea. Lima anggota Mafia yang menjadi bodyguard Keylin.
'Wow, aku seperti putri kerajaan punya penjaga.' Keylin membantin sangat senang.
"Kalau begitu, apa kalian bisa membawaku ke tempat Tuan Edgar?" mohon Keylin dengan jurus keimutannya.
"Baik, Nona. Silahkan masuk ke mobil kami." Keylin pun membawa Samuel. Itung - itung bisa jalan bebas bersama bayi itu. Namun tidak sangka, Keylin dibawa ke perusahaan Gruop Copa. Mata Keylin berbinar melihat gedung pencakar langit itu. Rupa - rupanya suaminya itu berada di sana dan sekarang sedang mengurus perusahaan itu sebab Justin ke luar negeri untuk melanjutkan kuliahnya dan Regina pun ke sana juga untuk mengambil obat untuk kesembuhan Keylin.
"Hey, Samuel, lihatlah. Itu Papi Edgar di dalam lagi meeting. Kita tunggu Papi Edgar di ruangannya saja ya."
Samuel mengedipkan matanya itu, membuat Keylin mencubit gemas pipinya. Keylin pun dituntun ke ruangan CEO oleh lima bodyguard. Keylin duduk di sofa sembari menyusui Samuel. Seketika, matanya tidak bisa lepas dari layar hape Edgar. Gadis itu terdiam membisu setelah iseng - iseng membuka isi galeri Edgar yang dipenuhi foto seorang wanita cantik. Ialah, Tania. Pujaan hati Edgar. Keylin sedikit tersenyum dan merasa Tania itu memang pantas dicintai oleh siapa pun. Keylin pun sadar, Tania rupanya seorang model cantik yang sudah banyak berkontribusi pada anak yatim.
Harapan Keylin semakin tipis. Dia merasa insecure dan kalah saing. Memang pantas Edgar susah move on dari adik angkatnya itu. Terkenal baik oleh fansnya. Beruntung sekali Samuel lahir dari rahim wanita itu dan beruntungnya pria yang sudah menikah dengan Tania. Tidak sepertinya yang tak punya apa - apa untuk dibanggakan. Mata kiri Samuel berkedip saat buih terjatuh ke kelopak matanya. Keylin nampak bodoh menangisi dirinya yang banyak kekurangannya. Tapi untung saja, dia tidak berakhir di club malam dan menjadi wanita penghibur.
.
Aku juga inscure sama kamu Key, masih muda tapi sudah jadi istri Mafia. Kapan ya aku bisa nyusul😂gpp bukan Mafia, yang penting baik dan setia. Eaakk jadi pantun wkwk 💃💃
Like dan komennya😘terima kasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
Nurfatihah Tiha
/Smile/
2024-06-28
0
Fiana Cantieq GimoGirl
kuu tunggu w kelanjutannya... kasian Bryan niih pupus sdaah
2022-12-13
2
Suky Anjalina
next
2022-12-13
1