Gadis itu memang berada di cafe karena diajak oleh Bryan untuk makan bersama. Namun di tengah - tengah makan, teman - teman satu kampus Bryan dulu ada di sana juga dan kini duduk bersama Keylin dan Bryan. Mereka mengobrol dan mengajak Keylin berkenalan, bahkan memberi Keylin minuman soda yang sedikit mengandung allkohol.
"Maaf, aku tidak minum." Keylin menolak. Tidak mau lagi mabuk seperti kemarin itu.
"Aduh, jangan menolak dong Nona, ini cuma soda biasa. Tidak akan membuatmu mabuk seperti minuman di bar - bar sana." Mereka menggoda Keylin mumpung Bryan lagi tidak ada di tempatnya.
Keylin mau berdiri tetapi pria lain duduk di sebelahnya dan menghalangi jalan Keylin. Gadis itu menatap punggung Bryan yang lagi bicara sama pemilik cafe.
"Hei, Nona. Jika kau minum ini, kami akan memberitahumu rahasia - rahasia Bryan dulu." Mereka membujuk dengan berkedok memberi rahasia Bryan.
'Rahasia Bryan? Apa itu?' pikir Keylin.
"Hei, Nona cantik. Kami tahu kau itu pasti menyukainya, kalau kau suka dia, kau harus tahu semua tentangnya." Mereka meletakkan satu soda itu.
"Hahaha, aku suka dia sebagai teman, Kak." Keylin tertawa dan malu. "Pfft, kau gadis yang lucu. Ekspresimu tidak sesuai dengan perkataanmu itu." Mereka terbahak - bahak.
"Tapi kalau begitu, tolong kasih tahu semuanya padaku, Kak." Keylin meneguk soda itu. Awalnya terasa pahit dan aneh, tapi perlahan membuat tenggorokannya segar. Mereka melirik Bryan dan tersenyum devil pada Keylin.
"Keylin! Ayo sini aku pulangkan kau," ucap Bryan menarik Keylin sebelum teman - temannya itu melakukan aneh padanya.
"Kak Bryan." Keylin memeluk Bryan membuat teman - temannya itu menahan tawa melihat gadis itu linglung.
"Keylin, wajahmu merah, apa kau sakit?"
"Tidak kok, Kak, Keylin itu sehat. Cuma kepala agak pusing. Apa sedang terjadi gempa?" Keylin mengejap - erjapkan matanya dan melihat isi cafe berputar - putar.
"Hahaha, dia sepertinya mau dipulangkan. Antarkan dia, Bryan!" seru mereka tertawa.
"Ck, kalian tidak usah menyuruhku." Bryan menarik Keylin keluar dari cafe.
"Diih, dasar pria kurang peka!" celetuk mereka jengkel pada Bryan yang sering dibantu PDKT ke cewek tapi reaksi Bryan sangat dingin menyebalkan.
"Sebentar! Aku angkat telepon." Bryan menjauhi Keylin dan bicara pada Ibunya.
"Kenapa, Kak?" tanya Keylin yang mencoba tetap sadar walau terasa sangat pusing dan mengantuk.
Bryan yang selesai menelpon, menghembus nafas berat. "Aku harus pulang dan tidak bisa mengantarmu pulang, Key." Bryan memberi daging ayamnya.
"Ohh itu, Kak Bryan pulang saja. Aku bisa pulang pakai taksi."
"Tapi kau baik - baik saja, kan?" tanya Bryan melihat Keylin yang linglung sana sini.
"Hahaa, itu tidak usah dihiraukan. Kakak pulang sana! Titip salam buat Ibu." Keylin tersenyum dan berdiri tegak.
"Kalau begitu aku pergi, kau hati - hati pulangnya. Kalau ayahmu kambuh lagi, laporkan saja padaku."
"Baik, Kak! Tenang saja."
Mobil Bryan pun melaju pergi meninggalkan Keylin sebab arahnya berlawanan dan terburu - buru sebelum Ibunya marah.
"Shhht, kenapa sih kepalaku berat?" desis Keylin yang sempoyongan di tepi jalan. Tiba - tiba ada mobil berhenti di dekatnya.
"Akhhh!" pekik Keylin ditarik masuk.
"Akhh, lepaskan aku! Tolong, ada penculik!" oceh Keylin berontak sudah terkontrol allkohol. Namun seketika mulutnya bisu ketika asinya menyemprot keluar.
"Ahhh, shht." Keylin mendesah sesaat, membuat pria di sebelahnya itu terkejut. "Sial, kenapa tiba - tiba dia des*h?" Edgar bergumam. Maunya tadi marah, malah tidak jadi gara - gara desah*n pemanggil Jack. Gerry yang terhubung di airphone Edgar juga terdiam mendengar suara mesum itu.
'Busyet, Tuan Ed lagi ngapain? Jangan - jangan lagi goyang pargoy?' pikir Gerry dengan otak cabolnya.
.
😅wkwk asinya penyelamat nuklir.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
jaeyun🤯
kok bisa keluar sendiri Thor?🙂
2025-01-04
0
itin
part ngakak
2023-01-22
0
Keser Galby
wah othor nya korban tik tok ni🤭🤭🤣
2022-12-22
1