Dua hari berlalu, keadaan sudah kembali normal. Hari ini, rumah besar itu seperti biasanya sepi dan sekarang Keylin tidak lagi sendirian tidur di kamar sebab ia telah resmi menjadi seorang istri setelah menikah dengan Edgar kemarin. Pernikahan mereka digelar secara tertutup karena Edgar tidak mau musuhnya mengetahui identitas istrinya sebelum ia menemukan petunjuk keberadaan jasad Tania.
Selama hari pernikahan berlangsung kemarin, Edgar mendapat informasi jikalau penjahat dua hari lalu dibayar oleh Worlfard. Mereka ternyata tahu Edgar membeli seorang gadis berkelainan unik sehingga mereka ingin menghabisi Keylin dan mengambil Samuel. Mereka tidak mau Edgar mendapat pewaris selanjutnya.
Jam lima subuh, Keylin membuka dua kelopak matanya. Ia mengucek pelan matanya dan menguap kecil. Seluruh badannya pegal - pegal sudah menuruti keinginan Ibu mertuanya kemarin dan sekarang berada di rumah Justin. Tentu Regina pergi dari rumah Edgar supaya Keylin bisa lebih dekat dengan suaminya.
Tatapan Keylin pun mengarah pada sosok pria yang membelakanginya. Keylin diam - diam meletakkan tangannya di punggung Edgar. Gadis itu tersenyum senang melihat jarinya itu ada cincin pernikahan. Keylin menutup wajahnya sebab ingatan kemarin beransur - ansur muncul. Bayangan Edgar yang memasangkan cincin layaknya pasangan kekasih. Dalam benak gadis polos itu, dia ingin sekali meluncur ke luar angkasa.
"Dulu, aku ingin merasakan yang namanya pacaran. Tapi sekarang malah jadi istri orang. Itupun pasanganku adalah seorang Mafia. Apa keputusanku ini sudah tepat?" Keylin bergumam pelan.
"Tidak Keylin. Kau itu dinikahi Tuan Edgar supaya Tuan Justin tidak meminangmu, bukan karena perasaan spesial. Kau harus tahan dirimu, Key! Jangan jatuh cinta padanya."
Keylin menepuk dada menguatkan perasaannya agar tidak berbalik haluan. Tapi sejujurnya, Keylin tidak dapat berbohong pada dirinya kalau dia lumayan suka pada Edgar. Siapa coba yang bisa menahan diri dari pesona pria itu? Pasti ujung - ujung akan tenggelam sendiri dalam perasaan cintanya juga.
Tiba - tiba, hape Keylin bergetar. Dengan cepat, gadis itu membuka sebuah pesan masuk dari Mona.
"Hey, bodoh."
Keylin terperanjat dengan pesan pertama Mona. Tapi ia tidak marah karena Mona memberi emoji selamat atas pernikahannya sebab pembantu itu tidak bisa hadir karena masih dirawat rumah sakit.
"Hei, bagaimana hari ini? Apa kau masih perawan?"
Dua alis Keylin terangkat. Pesan Mona itu agak terbuka dan menggelikan sekali.
"Tentu saja! Aku dan Tuan Edgar tidak melakukan apapun! Kemarin dia tidak menyentuhku! Tuan Edgar orangnya baik, tidak mungkin merusak status perawanku! Dasar tukang kepo!" Tulis Keylin dalam isi ketikannya yang membalas pesan Mona. Keylin yakin kalau Edgar itu tidak mencintainya jadi tidak ada rasa niat mau melakukan itu.
Bukan balasan yang diterima Keylin, tapi sebuah panggilan suara. Ia pun beranjak duduk di tepi ranjang dan mengangkat panggilan Mona itu.
"Woi, serius kau masih perawan?" tanya Mona blak - blakan membuat bola mata Keylin membulat sempurna. Untung saja tidak mengaktifkan speaker hapenya.
"Kau tidak percaya?" jawab Keylin balik tanya dan berbisik pelan.
"Bukannya tidak percaya sih, tapi kebanyakan orang kalau sudah nikah pasti melalui malam pertama," tutur Mona.
"Emang malam pertama itu bagaimana?" tanya Keylin polos. Mona menatap hapenya mendengar pertanyaan polos itu. Wanita itu menepuk dahi dan gemas pada Keylin.
'Gadis ini kadang polos dan kadang nyebelin. Tapi dia tidak mudah dibodohi. Memang gadis unik yang aneh dan menjengkelkan.' Mona membatin kesal.
"Sudahlah, lupakan saja! Sekarang aku mau lanjut istirahat," ucap Mona.
"Eh, tungguh!" tahan Keylin.
"Ada apa?"
"Itu...."
"Kau mau aku jelaskan bagaimana malam pertama itu?" tanya Mona.
"Bukan!"
"Lah, terus?" cicit Mona.
"Itu loh, kenapa kau tidak pulang ke sini?" tanya Keylin merasa tidak ada teman cekcok kedua di rumah besar itu.
"Hei Keylin, kau tahu tidak, aku lebih baik tinggal di sini daripada di situ," ujar Mona masih belum berani pulang. Takutnya ada pembunuh bayaran lagi di rumah itu.
"Lho, bukannya kau itu pengagum Tuan Edgar, kan? Kenapa tiba - tiba kau bicara seolah - olah pindah haluan dari Tuan Edgar?" tanya Keylin dan menatap jam dinding sudah 10 menit mereka teleponan.
"Hehehe, aku memang mengagumi Tuan Edgar, tapi saat ini aku sedang mengagumi seseorang di sini, Keylin."
"Siapa itu?" tanya Keylin ingin tahu.
"Kau tahu tidak? Dokter yang bernama Bryan itu yang merawatku di sini. Dia orangnya baik, tapi agak cuek sih," jawab Mona membuat Keylin diam.
"Sekarang kita akhiri dulu di sini, dah."
Tuuutt...
Mona memutuskan panggilan duluan. Keylin yang masih diam pun menatap Edgar.
"Astaga, aku hampir lupa sama Kak Bryan." Keylin menjambak rambutnya. Perasaannya menjadi kacau sekarang. Gadis itu baru sadar ada hati yang dia simpan untuk Bryan.
Keylin menatap cincin di tangannya kemudian mendesis kecil pada diri sendiri. 'Aduh, saking sayangnya aku sama Samuel, aku lupa sama kak Bryan. Sekarang apa aku harus buang hatiku ini dari Bryan?' pikir Keylin pusing dan merasa menyesal.
"Tidak Keylin, ini bukan karena Samuel. Kau sendiri memilih jalan ini supaya kau bisa sembuh. Sekarang kau cuma perlu jaga dirimu sampai Tuan Edgar menceraikanmu. Lagipula, pernikahanku ini tidak diketahui Kak Bryan."
Keylin berusaha tenang tetapi ia masih merasa bersalah pada perasaannya sendiri. Pada akhirnya, rambut yang tidak bersalah itu diacak berantakan. Sontak Keylin berhenti saat Samuel merengek di ayunannya.
Keylin tersenyum sumringah si baby Samuel lebih awal bangun dari Edgar. Bayi imut dua bulan lebih itu terbangun karena popoknya sudah penuh.
"Oeekk..." rengeknya dengan bibir mungilnya itu.
"Ihh Uyel, masih kecil sudah pintar bangun. Tidak seperti kebo di sana itu," canda Keylin melirik Edgar. Gadis muda nan cantik itu iseng - iseng meledek suaminya itu. Samuel tersenyum lebar. Reflek bayi itu tertawa ria tanpa suara. Mulut kecilnya terbuka dengan menggemaskan sembari dua tangannya digerakkan bebas.
"Hahaha, aku ganti popok Uyel dulu ya, tapi jangan rewel. Mengerti?" kata Keylin dan dibalas kedipan oleh Samuel. Keylin bergidik geli bisa - bisanya bayi itu membalas ucapannya.
Usai ganti popok, Keylin memberi bedak dan mengolesi minyak telon di seluruh badan Samuel. Tiba - tiba saja hape Keylin bergetar. Ia kira itu dari Mona lagi, tapi ternyata dari ayahnya yang meminta uang 100 juta. Keylin meletakkan hapenya dan tidak membalas pesan ayahnya yang memaksanya juga untuk menguras semua harta Edgar lagi.
"Ayah sudah keterlaluan! Kalau aku melakukan itu, sama saja aku mengirim diriku pada kematian." Keylin menghembus nafas kecewa punya ayah yang mata duitan. Sudah tega menjualnya tapi sekarang santai sekali meminta bantuan padanya.
Lagi - lagi ada pesan masuk. Keylin melirik ke layar hapenya. Sontak diambilnya benda persegi itu dan melihat itu dari Bryan. Sejenak, Keylin tersenyum namun hilang seketika membaca pesan Bryan yang mengajak Keylin bertemu lagi sebab pria itu sudah lama tidak melihat Keylin dan lumayan rindu padanya. Keylin dalam hati senang tetapi sedikit bersalah juga.
"Oeekkk...." Rewel Samuel yang dikacangi.
Keylin tersadar dari renungannya. Gadis itu duduk di sebelah Samuel dan menggendongnya hati - hati.
"Maaf ya, Tuan kecil. Tadi itu ada pesan dari ayahku. Sekarang mau apa? Net3knya duduk di sini atau tidur di sana?" Keylin memperlihatkan sebelah gunung empuknya.
"Kalau mau net3k di sini, Uyel senyum. Tapi kalau mau tidur di sana, Uyel harus merem. Bagaimana?" ucap Keylin. Samuel menolak pucuk Keylin dan bayi itu memejamkan mata. Keylin tertawa dengan jawaban Samuel.
Keylin pun tidur di sebelah Edgar dan membelakangi suaminya itu supaya dua gunung kembarnya tidak dilihat. Keylin pun menyodorkan putcingnya dan Samuel langsung dengan lahap menghisap asi di dalam gumpalan empuk itu. Keylin tersenyum lega melihat Samuel perlahan tumbuh dengan baik dan sehat. Seketika, gadis itu terkejut tatkala satu tangan besar menyelip lewat ketiaknya. Serta punggungnya juga merasakan dada kokoh milik Edgar. Pria tampan itu tiba - tiba memeluk Keylin sembari mendengkur.
Sedangkan Keylin berkeringat basah sebab tangan Edgar itu merem*s dadanya. Keylin menggigit bibir bawah supaya tidak berteriak. Kondisi Keylin saat ini sulit bergerak. Di sisi lain, ia menyusui Samuel dan di sisi lainnya, Keylin menjadi guling empuk bagi Edgar yang semakin rem*s - rem*s nakal dadanya itu. Samuel sekali - kali mengerutkan dahi mengikuti ekspresi Keylin yang mau mendes4h tapi tertahan sebab suaminya itu memeluknya sangat erat. Sampai Keylin dapat merasakan sesuatu ada yang keras di bokongnya. 'Apa itu?' pikir Keylin takut itu pistol di saku Edgar.
.
Pistol cinta pengen diisi itu Key🤭hhi
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
Evy
Itu sama bahayanya dengan pistol...
2025-01-08
0
Keser Galby
itu pistol yng bikin mendesah dan merem melek 🤭🤭🙈🙈🙈🙈🙈
2022-12-22
2
➴☬𝙎𝙖𝙣𝙟𝙖𝙮𝙖 𝙆𝙞𝙢☬➹
pistol nano² loh itu key🤣
2022-12-13
4