"Bukan itu, Tuan. Saya mau tanya, kenapa Tuan bicara begitu pada Ibu Tuan?" Keylin sedikit salah tingkah.
Edgar diam sejenak lalu melihat Samuel. Pria itupun menjelaskan kalau dirinya terpaksa agar Keylin tidak dibawa pergi dari mansionnya. Jika sampai Regina membawa Keylin dan menikahkannya dengan Justin, hidup Samuel akan terancam. Sebab, Samuel tidak mau ******* pada wanita manapun. Meminum susu formula saja terkadang membuat Samuel muntah. Hanya Keylin satu - satunya harapan Samuel. Setelah bicara, pria itu pun keluar dari kamar itu.
'Jadi begitu ya, Tuan Edgar hanya bicara seperti itu karena terpaksa, bukan karena perasaannya. Aihhh, aku kenapa sih sampai berharap begini?! Hahaha," tawa Keylin dan mengunci kamar kemudian menatap kalungnya.
'Walau Tuan Edgar cuma asal bicara, setidaknya aku dapat kalung cantik ini." Keylin tersenyum senang. Namun kemudian, senyumnya pudar saat pandangannya beralih pada tanaman di pot yang tiba - tiba mati. "Kenapa jadi begini?" Keylin berjongkok di depan pot itu kemudian mencolek tanahnya yang masih basah gara - gara tumpahan susu tadi.
"Huweekk." Keylin ingin muntah saat mencium aroma tajam dari telunjuknya. Bau kapur dan juga sesuatu yang tampak beracun. Keylin mundur dan sadar susu yang tadi rupanya sangat berbahaya.
"Kenapa susunya begini?" pikir Keylin kemudian diam. Ia mendapat sesuatu yang mengejutkan dari pikirannya.
"Jangan - jangan kepala asisten mau membunuhku? Tapi alasannya apa?"
"Tidak, tidak! Aku harus cari bukti dulu sebelum menuduh orang lain. Bisa saja, susu ini dibuat orang lain." Keylin tidur di sebelah Samuel dan memeluk dirinya sendiri. Gadis itu sedikit takut sekarang. Di luar sana memang berbahaya, tapi siapa sangka di mansion Edgar juga membuatnya berada dalam bahaya. Keylin memejamkan mata. Ia besok harus berhati - hati pada kepala asisten.
.
Tapi esok harinya, Keylin yang mau mengawasi gerak gerik kepala asisten malah diberi tawaran dari Regina.
"Nyonya mau saya menikah dengan Tuan Edgar?" tanya Keylin yang lagi duduk berdua pada Regina.
"Ya, Keylin. Saya mau kau jadi menantu dan istrinya Edgar," ucap Regina berharap dengan menikahnya Keylin dan Edgar bisa membuat putranya itu melupakan Tania.
"Tapi Nyonya, saya ini gadis biasa dan punya penyakit aneh," ucap Keylin tidak mau.
"Penyakit aneh? Kelebihan yang kau miliki itu, kau anggap penyakit?" ulang Regina agak kecawa pada Keylin yang terlalu cepat menolak.
"Ya Nyonya, anda bisa melihat sendiri penyakitku ini tambah parah!" ujar Keylin menurunkan sedikit lengan bahunya. Regina membulatkan mata ada bekas gigitan di sana.
"Ini bintik - bintik yang aneh, Nyonya. Akhir - akhir ini saya sering mendapatnya." Keylin jujur saja pada Regina. Ia berharap Regina bisa menyembuhkannya cepat. Namun Regina tiba - tiba memasang raut wajah yang merah padam. Tentu karena Regina sadar suatu hal kalau bekas gigitan itu pasti kelakuan Edgar. Siapa lagi kalau bukan pria itu yang cuma laki - laki di rumah ini yang dapat menggoda Keylin.
'Edgar, kau tidak mau menikah tapi masih mau mencicipi gadis polos ini. Memang kelakuan mu ini harus dibatasi!' Regina membatin kesal lalu meraih dua tangan Keylin.
"Keylin, kalau kau mau menikah dengan Edgar, Tante akan menyembuhkanmu." Regina membujuk.
"Kalau begitu, apakah nyonya tidak masalah sama latar belakang keluargaku?" tanya Keylin. Regina mengulas senyum manisnya.
"Latar belakang? Hahaha, jangan dipikirkan. Tanpa melihat keluargamu, Tante yakin kau bisa dan pantas jadi istrinya Edgar." Regina lakukan itu juga karena memamg tertarik pada Keylin.
"Sekarang, berikan keputusanmu, apakah kau mau atau tidak?" tanya Regina dengan kedua mata yang berharap -ya-.
Keylin diam. Ia sedang berpikir, 'Kalau aku nikah sama Tuan Edgar, aku bisa sembuh. Tapi kalau Tuan Edgar tidak mau bagaimana?'
'Tidak Keylin, kau terima saja! Ini juga bagus bagimu bisa bersama terus sama Tuan Samuel.' Keylin pun mengangguk.
"Terima kasih, Keylin." Regina memeluk Keylin. Pemandangan itu membuat Bianca marah. Pembantu itupun masuk ke dapur dan menggerutu terus.
"Arghh, Keylin menyebalkan!" umpat Bianca memotong sayur dengan kejam, membuat Mona sedikit menjauh, takut sama pisau yang dipegang Bianca. Siapa tahu terlempar dan mengenainya.
"Hei, ada apa denganmu?" tanya kepala asisten datang.
"Ck, kalian semua harus tahu, barusan aku melihat Keylin menggoda Nyonya Regina. Bahkan gadis purba itu membujuk nyonya supaya bisa menikah dengan Tuan Edgar."
Mona terkejut, tetapi kepala asisten yang lebih terkejut mendengar Bianca mengamuk. 'Keylin? Gadis itu masih hidup?' Kepala asisten mengepalkan dua tangannya. Dia mengira pagi - pagi ini bisa mendengar teriakan histeris namun rupanya kabar Keylin yang mau menikah.
'Sial, gadis itu semakin melunjak.'
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
Evy
kepala Asisten rumah tangga rupanya tidak takut untuk berbuat jahat dikediaman majikan nya.. padahal nyawa bisa melayang...
2025-01-08
0
Sumarni Tina
lanjut
2022-12-11
2
Suky Anjalina
lanjut kk
2022-12-11
1