Sudah jam dua siang, Keylin belum pulang membuat pembantu kesusahan mengurus Samuel yang sekarang mendadak rewel. Bayi kecil itu sedang lapar dan ingin disuguhi asi Keylin.
"Bianca!" panggil pembantu lain pada Bianca yang sedang menikmati permainan online di hapenya.
"Apa?" Sambil bermain slot, Bianca bertanya dengan nada cuek.
"Turun ke bawah terus buat susu formula dong! Tuan muda Samuel dari tadi ingin susu, Bianca." Pembantu itu mendesak dan mengguncang bahu Bianca yang lagi duduk dengan santai di sofa. Wanita itu gemar bermain poker daripada berbelanja barang trend.
"Sial, suruh saja sama Bu asisten! Aku sibuk nih! Jangan ganggu deh, sana pergi!" usir Bianca menepis tangan temannya itu dan pindah duduk. "Lama - lama telinga aku bisa pecah dengar tangis cempreng anak itu." Tak lupa Bianca berceloteh. 'Sudah yatim, nyusahin Tuan Edgar lagi. Harusnya Tuan Edgar nikah saja sama aku biar kulahirkan anak pewaris baru.' Dalam hatinya menggerutu tidak karuan.
"Bianca! Bu asisten lagi keluar, tidak ada yang bisa aku suruh selain kau," desak temannya lagi.
Bianca tersenyum kesal lalu berdiri. Tangannya dengan kejam menampar pembantu itu. PLAK!
"Bisa diam nggak, sih? Kalau aku tidak bisa, jangan maksa dong! Nih, buka bajumu dan nyusuin dia sendiri!" ujar Bianca menunjuk dada temannya yang kini diam terkejut menerima perlakuan tidak terduga itu.
"Huwaaa...." tangis Samuel menjadi - jadi. Dengan sangat marah, pembantu itu berdecak dan melotot pada Bianca. Setelah itu membawa Samuel turun.
"Dasar nenek lampir, aku sudah capek - capek belain dia selama ini tapi dia malah balas aku dengan seperti itu. Awas saja, akan kubuat kau menyesal, Bianca." Pembantu itu menyusui Samuel dengan susu buatannya. Sedangakan Bianca terpingkal - pingkal mendapat jackpot namun menit kemudian chip yang dia dapatkan puluhan juta habis tidak tersisa.
"Agghh, bandar berengsek, sampah! Ini semua gara - gara tangis bayi itu! Sama - sama pembawa sial seperti si gadis purba itu." Bianca melempar hapenya dengan emosi tinggi. Sedikit - dikit dia menyalahkan Keylin.
Sementara itu, Keylin yang pingsan saat ini dibawa Edgar ke sebuah pertemuan dadakan yang digelar di dalam gedung hotel royal. Gerry menuju duluan ke tempat itu, sedangkan Edgar menidurkan Keylin ke atas ranjang. Demi pembicaraan berjalan lancar, pria itu mengikat tangan Keylin supaya gadis itu tidak keluar dari kamar VIp milik Edgar.
Sebelum ke tempat Gerry, Edgar menyelimuti tubuh Keylin dan mengelus ubun - ubun Keylin dengan sentuhan lembut. Gadis itu menggeliat dengan pipi yang memerah.
"Baby, tetap di sini dulu. Aku akan kembali dan menolongmu nanti." Edgar mengecup kening Keylin. Entah kenapa, hatinya terasa tentram melihat gadis itu baik - baik saja. Tetapi pikiran Edgar sekarang kemana - mana sebab memikirkan apa penyebab Keylin mabuk.
"Aku harus selidiki siapa yang dia temui hari ini di tempat itu." Edgar mengunci kamar itu dan meninggalkan Keylin sendirian.
Dalam pertemuan rahasia itu, anak buah yang sudah dikumpulkan mulai menyerahkan laporan mengenai penyebab tragedi yang dialami Tania dan laporan jasad Ibu kandung Samuel yang sampai sekarang belum ditemukan.
"Hanya ini yang kalian dapatkan?" Edgar menatap dingin pada semua orang yang duduk di depannya. Dari matanya, Edgar terlihat kurang puas dengan hasil pencarian mereka.
"Maaf, Tuan Edgar. Untuk tragedi Nona Tania, kami hanya mendapat sedikit petunjuk tetapi dari tempat KTP yang sudah diselidiki, kami menemukan peluru milik Worlfard. Kemungkinan sebelum kapal itu ditenggelamkan, ada pertarungan yang terjadi dan disebabkan oleh mereka."
Edgar diam merenung. Memikirkan di jasad adik iparnya ada bekas tembakan di dada yang mengakibatkannya meninggal kehabisan darah bukan karena mati tenggelam. Edgar mengepal tinju kuat - kuat. Perasaannya berkecamuk. Semuel yang lahir di kapal pesiar di malam itu, tidak sangka itu hari terakhirnya bersama kedua orang tuanya. Edgar menutup wajah, sedih dan marah keponakannya itu hidup yatim piatu di usianya yang belum genap sehari dan kehilangan orang - orang tercintanya.
"Tuan Ed, tabahkan hati anda." Gerry menghiburnya. Edgar menarik nafas dan mencoba tenang.
"Baiklah, sekarang lanjutkan, apakah kalian punya petunjuk tentang jasad Tania?" tanya Edgar.
"Tuan Edgar, sebelumnya kami minta maaf. Setelah menyusuri area TKP, kami tidak menemukan jasad Nona Tania,"
"Dan kemungkinan besar, jasad Nona Tania berada di dasar laut."
Edgar menunduk dan merem*s rambutnya. Kemudian menggebrak meja membuat semua yang hadir terkejut. Edgar meninggalkan tempat itu tanpa sepatah kata dengan raut yang teramat kecewa. Gerry pun menyusulnya cepat.
"Tuan Ed, apakah anda masih mau melanjutkannya?" tanya Gerry.
"Tidak perlu, sekarang kau siapkan peralatanku, tidak lama lagi, aku akan ke tempat Worlfard. Lihat saja nanti, semua yang mereka miliki akan hilang satu demi satu." Edgar masuk ke kamar hotelnya dan menutup pintu. Gerry menatap sedih Edgar, tahu perasaan pria itu sedang berada di titik yang paling terpuruk. Pria kepercayaan Edgar itupun memilih pergi.
Kini Edgar duduk di sebelah Keylin. Tangan kanannya mendarat di atas perut gadis itu. Hasratnya perlahan muncul dan kemudian melakukan hal itu sekarang juga.
"Kau harus melahirkan anak untukku. Anggap saja nanti anak itu tebusan yang telah kau berikan padaku." Edgar menginginkan satu anak dan bukanlah pernikahan. Tepatnya, seorang adik untuk Samuel kelak. Rasa sayangnya pada Tania dan Samuel melebihi apapun untuk saat ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
jaeyun🤯
jangan jangan Samuel Anak dari kakak atau adik Edgar 😌
2025-01-04
0
Keser Galby
knp harus d ikat..d kunci aja pintu nya ed
2022-12-22
0
V-hans🌺
TKP thor..
2022-12-17
2