Akhirnya Kotaro dan Koga pun bertemu satu sama lain, namun saat itu Kotaro tak dapat menahan amarahnya kepada Koga yang telah melukai teman-temannya hingga tak berdaya,
“KOGAAAA!! Apa yang telah kau lakukan pada teman-temanku?”
“Tanyakan sendiri pada mereka yang lemah tak berdaya disana”
Ia pun ditahan oleh Aoyanagi untuk tidak terbawa emosi akan tetapi Kotaro mengindahkannya dan telah memasuki level yang sebenarnya tidak boleh ia masuki karena belum bisa mengendalikannya yaitu Berserk Mode.
“Ini kan……”
Koga pun tersenyum dan tertawa melihat kekuatan milik Kotaro yang meluap dari tubuhnya itu, akhirnya Ia bisa melawan musuh yang setimpal dikarenakan saat melawan teman-temannya ia hanya menggerakan satu jari saja untuk melumpuhkan semuanya.
Aoyanagi yang ingin menghentikan Kotaro pun terlempar akibat aura yang keluar dari tubuhnya dan akhirnya pingsan tak sadarkan diri karena benturan yang terlalu keras. Pertarungan pun dimulai, Kotaro langsung melaju kencang menghantam Koga yang sedang duduk di kursi tersebut pun terpental keluar namun itu hanya bayangan miliknya.
Koga yang asli jauh berada di belakang Kotaro sedang tersenyum dan Ia pun melesat menyerang Kotaro dari belakang yang berhasil mengenai punggung Kotaro dan lebur menjadi es, itu adalah cloning Kotaro yang terbuat dari kekuatannya. Pertarungan semakin sengit, saling balas membals serangan, jurus demi jurus dikeluarkan, Koga adalah shinobi yang sudah terlatih sedemikian rupa hingga ia bisa menggunakan berbagai macam tehnik-tehnik ninja, seperti cloning, halusinasi dan menghilang.
“Apa ini hanya perasaanku saja ataukah dia sudah bisa?” Tanya Koga dalam hati
“Kalau begitu akan aku coba agar lebih pasti”
Pertarungan sengit tiada akhirnya pun membuat Koga mengeluarkan jurusnya yaitu Shadow Destroyer, Ia pun membuat kloning dirinya menjadi sepuluh bagian dan mengepung sambil mengelilingi Kotaro yang ada di tengah. Kotaro yang tak bisa mengendalikan dirinya lalu menyerang dengan cara membabi buta, alhasil ketika Ia menyentuh kloning tersebut, kloning itu pun meledak dan menyebabkan luka yang amat serius dan disusul satu persatu kloningnya pun menuju Kotaro dan memberikan sembilan ledakan yang besar yang akhirnya mebuat Kotaro terkapar.
“Ternyata dugaanku salah, kau belum bisa mengendalikkannya hingga saat ini, apa saja yang kau lakukan selama dua tahun ini?”
“Kau mengecewakanku, Kotaro, aku tak percaya bahwa pernah berjuang dengan orang seperti ini, mati saja kau”
Ia pun langsung ingin melemparkan ratusan shuriken ke arah Kotaro dan teman-temannya yang sedang terkapar, namun shuriken tersebut terpental karena mengenai sebuah tangan raksasa yang terbentuk dari batu yang muncul dari dinding ruangan tersebut, dia adalah Geo dan Arifin yang baru tiba setelah mengevakuasi warga Sandoria.
“Hey semuanya kenapa? Kenapa? Kenapa?” Tanya Arifin
“Sudah jangan diam saja, selamatkan mereka” teriak Geo
“Ah kau benar juga”
Arifin dan Geo yang sambil gemetar berada di hadapan Koga, langsung menyelamatkan semua temannya dengan menggunakan tangan raksasa Geo yang terbuat dari baru itu, dan bergegas melarikan diri, namun di belakangnya mereka di hadang oleh Celestial Dragon.
“Bagaimana sekarang bocah batu?”
“Kita terperaarraaaraaangkap”
Keringat dingin mengucur ditubuh keduanya, tak tahu apa yang mereka haru lakukan, semburan keluar dari mulut naga tersebut menuju mereka, dan muncullah sesosok yang tak asing lagi menendang semburan tersebut, seolah semburan tersebut lenyap ditelan bumi, tak sampai disitu tiba-tiba sesosok bayangan menyelinap dan menyelamatkan sandera terakhir yaitu Fuji-sama dan bayangan tersebut menyerang Koga tanpa henti, terdengar gemercitan suara pedang beradu satu sama lain di diluar sana, ternyata ada yang sedang bertarung dengan seorang berambut kuning, membawa pedang, berparas tampan, menggunakan pedang legendaris, sambil tersenyum karena ia telah berhasil mengalahkan Schmidt dengan satu serangan menggunakan jurus barunya, hasil latihan dari Tessai, dia adalah Sataru.
Koga yang terlempar karena tendangan dan pukulan dari sosok misterius itu pun terkapar, dia adalah Fuuma, Master of Illusion yang menyeimbangi bahkan melibihi kecepatan dan kekuatan yang di miliki oleh Koga, dan satu lagi sosok yang menyelamatkan semuanya dari semburan naga adalah Einz yang telah berhasil menggunakan kekuatannya untuk menetralisir semburan tersebut .
Disaat mereka sedang terdesak, dari kejauhan seseorang bertubuh agak gemuk sambil memantau keadaan Alexandria Castle dengan teropongnya, mengirim pesan melalui telepati kepada Shinnosuke yang ada di Ningen.
“Bersegeralah, keadaan di Alexandria sedang dalam bahaya”
“Hah, suara siapa itu?”
“Ayo jangan buang-buang waktu, segera bersiap”
“Siapa kau! Darimana kau berbicara?!
“Jika kau membuang waktumu, teman-temanmu dalam bahaya”
Shinnosuke pun menyuruh Fuuma dan Tessai untuk menyelamatkan teman-teman mereka, akan tetapi Sataru dan Einz pun langsung bergegas pergi tanpa basa-basi, disusul oleh Fuuma yang bertugas mengcover semuanya.
Shinnosuke yang masih bingung dengan seorang yang telah mengirimkan pesan telepati kepadanya masih mencari tahu tentangnya sambil berkomunikasi dengan Shu. Sataru, Fuuma dan Einz yang datang tepat waktu berkat Blinking Mirror, berhasil menyelamatkan teman-temannya, dimulai dari lantai bawah yang dijaga oleh Schmidt langsung di dikalahkan oleh Sataru dengan jurus barunya yaitu Sword Art III: Ferocious Strike, jurus yang terus menerus memukul senjata musuh dengan kecepatan kilat hingga musuhnya kehilangan keseimbangan dan di akhiri dengan tusukan terakhir pada bagain tubuhnya.
Sataru, Fuuma dan Einz pun membawa teman-temannya keluar dari Alexandria Castle namun masih dikejar oleh Celestial Dragon yang sudah dapat perintah dari koga untuk memusnahkan semua musuhnya. Mereka pun tak bisa melawan dikarenakan sedang membawa teman-temannya dan memikirkan keselamatannya hanya bisa menghindar dan lari terus menerus.
“Bagaimana ini, kita tak bisa lari terus-terusan, kita harus menghentikannya”
“Sudah lari saja dulu, kita cari tempat yang tepat untuk melawannya”
Tiba-tiba sebuah peluru berukuran raksasa jatuh dari langit menghantam Naga tersebut dan meledak menyebabkan naga tersebut mati seketika.
Dari jauh pun pria bertubuh gemuk itu pun tertawa sambil memakan camilan yang ada di tasnya, muncul lagi seseorang yang menuju pria tersebut dan mengatakan bahwa misinya telah berhasil sambil membawa senjata berlaras panjang dari belakang
“Kak Nauval, aku sudah berhasil menembaknya” suara cewek berteriak girang
“Kerja bagus adikku” ujar pria misterius yang dipanggil Nauval tersebut.
Setelah menyelamatkan para sandera yang di tawan oleh Schmidt dan Koga, mereka pun berhasil kembali ke Pulau Ningen dengan selamat berkat Blinking Mirror ciptaan Amalia. Kotaro, Dantes, Freyla dan yang lainnya langsungg ditangani oleh Doctor Belgi, Kammi dan Ainz, luka yang mereka alami cukup parah akibat serangan bertubi-tubi yang mereka terima dari musuhnya.
“Sepertinya kalian mengalami pertarungan yang sangat sengit hingga terluka seperti ini” ujar Doctor Belgi
“Iya, musuh kami sangat kuat, hingga kami tidak ada pilihan lagi untuk kabur”
“Cih kalau saja kalian tidak kabur, aku bisa menghabisi mereka semua” balas Sataru
“Hey hey jangan berlagak sombong kau Sataru, hanya karena bisa mengalahkan satu orang saja, kau belum tahu rasanya melawan salah satu dari Four Guardians hah?!” balas Dantes
“Kalian saja yang terlalu lemah dan gegabah, jika tidak ada aku mungkin kalian sudah mati”
“APA KAU BILANG?!!!”
“Hey kalian sudah, hentikan, Dantes kau sudah hentikan, kau sedang terluka” kata Ainz sambil menenangkan Dantes
“Dia yang mulai berkata seperti itu” sambil menunjuk Sataru
“Sudah kalian istirahat semua, akan kuberikan kalian obat penenang agar dapat beristirahat maksimal” sambung Doctor Belgi
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments