Dantes dan Einz yang kepergok ingin menyelamatkan Zephyr di ruang bawah tanah oleh Fuuma, telah dihadapkan kepada Shinnosuke untuk ditindaklanjuti.
“Hey bebaskan teman kami, bebaskaaaan!!!” teriak Dantes
Mendengar perkataan tersebut, Ia langsung memerintahkan kepada Fuuma untuk melepaskan ikatan tangan yang ada pada Dantes dan Einz.
“Sekarang kalian sudah bebas, masih ingat perjanjian waktu itu? Sekarang seranglah aku dari mana saja kalian suka” ujar Shinnosuke menantang mereka
Disisi lain, Kotaro, Freyla, Delila, Ainz, Sataru dan Ginji sedang berada di penginapan tak tahu menahu bahwa Dantes dan Einz sedang melakukan pertarungan, tak ingin memikirkan tindakan bodoh yang dilakukan kedua teman mereka tersebut dan berniat untuk tidur. Di malam yang sunyi, Freyla pun pergi keluar dari kamarnya untuk melihat rembulan yang indah di malam hari, Kotaro pun menghampirinya dari kejauhan dan mengajaknya bicara seputar pertualangannya di Otherworld dan mengenai masalah Kotaro hingga bisa diusir dari rumahnya.
Pertarungan antara Dantes dengan Shinnosuke pun berakhir, tak sampai 5 menit berlalu Dantes sudah terkapar di lantai dan Einz hanya bisa melihat temannya itu sudah kalah dari Shinnosuke yang menjadi ahli pedang nomor satu.
Sesampainya di penginapan, teman-temannya telah tertidur pulas dan akhirnya Einz sendiri lah yang merawat Dantes hingga esok pagi menjelang, Kotaro dan yang lainnya menemukan mereka berdua tertidur pulas di depan penginapan dengan balutan perban di sekujur tubuh dan kepala Dantes. Sataru pun mulai tersenyum melihat wajah bodoh mereka berdua yang terkapar seperti habis terdampar dan mulai tertawa, tawa tersebut disambut oleh yang lainnya dan suasana pun menjadi hangat dan penuh tawa dibarengi dengan sadarnya Dantes dan Einz dengan wajah bingung.
Seusai menertawakan mereka, Ainz pun mengeluarkan Pixie miliknya untuk menyembuhkan luka yang dialami Dantes dan Einz pun menceritakan garis besar kejadiannya kepada yang lain. Kotaro, Julianz dan Sataru langsung bergegas pergi untuk menemui Shinnosuke, Delila, Freyla dan Ainz merawat Dantes yang terluka serta Einz yang terkena demam ketika menjaga dan merawat Dantes semalaman diluar dengan udara yang dingin, namun ketika hendak membawa Dantes dan Einz ke dalam penginapan, Viktor menghampiri mereka.
“Hey aku ingin berbicara pada kalian sebentar”
Kotaro, Julianz dan Sataru pun bertemu dengan Shinnosuke di tempat peristirahatannya yang ditemani oleh Shu disampingnya, Shinnosuke yang sejak awal sudah tahu alasan kedatangan mereka pun mengajak mereka ke Corrida Colosseum and Training Center, tempat para pasukan berlatih cara bertarung ketika di medan perang dan mereka dilatih langsung oleh Tessai, yang letaknya tidak jauh dari penginapan. Saat ini, baru sepuluh orang yang mengikuti pelatihan menjadi ksatria dibawah bimbingan Master of Swordsman, Tessai.
Namun ada satu orang yang kemampuannya paling menonjol dan perkembangannya sangat cepat dari yang lainnya dalam hal bertarung, bertahan dan kemampuan bersenjatanya, Ia bisa menggunakan berbagai macam senjata seperti pedang, tombak, pisau, pistol dan tak terkecuali palu, dia adalah murid nomer satu dari Master Tessai, namanya Mustamil. Pria kekar berambut cepak hitam yang dibesarkan di Sandoria ini masuk kedalam Otherworld secara tidak sengaja ketika sedang melakukan hijrah dari tempat yang satu ke tempat yang lain dan sekarang menjadi petarung yang tangguh di Otherworld, begitulah penjelasan Tessai kepada Kotaro dan lainnya ketika bertemu di tempat latihan.
Setelah selesai dengan itu, Shinnosuke mengajak mereka bertiga masuk dalam Corrida Colosseum untuk melakukan pertarungan 1 vs 1 sesuai yang disepakati sebelumnya untuk menyelamatkan Zephyr dan Elf.
“Biarkan aku saja yang duluan melawannya” kata Julianz
“Apa kau yakin? Ingat dia adalah pemimpin pulau ini”
“Iya aku tahu itu, aku akan mengeluarkan seluruh kemampuanku”
“Baiklah kalau begitu, hati hati ya, jangan gegabah, kita belum tahu kemampuannya”
“Tentu saja”
Disaksikan oleh seluruh orang yang ada disana pertarungan antara Julianz vs Shinnosuke pun akhirnya dimulai, dengan segera Julianz melesat maju menerjang Shinnosuke yang sedang berdiri dihadapannya, serangan demi serangan dilancarkan, namun dengan mudah dihindari oleh Shinnosuke dan ketika Ia memegang gagang pedang yang berada di pinggangnya, dengan sekejap perisai yang di pakai Julianz untuk berlindung pun hancur berkeping-keping.
“Urrgh, dari mana serangan itu muncul?” kata Julianz sambil memegang tangannya yang terluka akibat serangan tersebut
Belajar dari serangan tadi, Julianz pun mulai hati-hati dalam bertindak dan mulai mengeluarkan beberapa perisai kecil untuk melindungi dirinya sambil memikirkan langkah dan strategi selanjutnya untuk menyerang, namun disela Ia berpikir, dari tempatnya berdiri Shinnosuke melakukan kuda-kuda dengan cara mengayunkan pedangnya searah putaran jarum jam sebanyak tiga kali untuk mengeluarkan jurusnya. Setelah putaran ketiga berakhir Shinnosuke pun menghilang dari pandangan Julianz, Ia mencarinya keseluruh sudut namun tidak ditemukan
“Juliaaaanz, diatasmu!!!” teriak Sataru
“Apaaa? Sejak kapan Ia berada disana”
Dengan cepat dan tergesa-gesa pun Julianz memerintahkan kepada perisai-perisainya untuk menghalangi serangan dari Shinnosuke, namun perisai-perisai tersebut hancur berkeping-keping saat diudara, semakin dekat Shinnosuke menuju Julianz, tak ada pilihan lain Ia pun mengeluarkan Gardna akan tetapi Gardna pun terbelah menjadi dua dan Julianz pun terkena serangan dari Shinnosuke
“Terimalah seranganku, Renzokuken: Sky Drive”
“JULIAAAAANNZ!!!!!” teriak Kotaro dari luar panggung
Kotaro langsung menghampiri Julianz melihat keadaannya, namun Ia tak sadarkan diri, dengan segera Kotaro membawa Julianz ke luar panggung Colosseum dan menyuruh Sataru untuk membawanya ke tempat Ainz berada untuk dirawat.
“Aku tak mau, kau saja yang bawa ke Ainz, karena aku yang selanjutnya melawan orang itu”
“Bicara apa kau, sekarang giliranku”
“Cepatlah, atau Julianz akan mati kehabisan darahnya”
Mendengar hal itu Kotaro pun langsung melesat menuju penginapan sambil menggendong Julianz di punggungnya.
Pertarungan antara Sataru melawan Shinnosuke pun dimulai, gelagat Sataru sudah berbeda sejak menyaksikan pertarungan pertama tadi, seperti ada sesuatu yang telah merasukinya dikarenakan gaya bicaranya lain dari biasanya. Bel pertarungan berbunyi, Sataru langsung melesat kearah Shinnosuke untuk melakukan penyerangan, namun serangannya berhasil di tepis oleh pedang milik Shinnosuke, akan tetapi tidak sampai disitu, serangan Sataru yang terlihat membabi buta namun terlihat rapi dan teratur akhirnya membuat Shinnosuke kewalahan dalam melakukan pertahanan.
Setelah melihat gaya bertarung Sataru, akhirnya Shinnosuke pun harus bertindak lebih serius ditambah lagi Sataru memiliki salah satu dari 7 pedang terkuat sama seperti yang Ia gunakan saat ini yaitu Claymore. Pertarungan sesama pengguna salah satu dari 7 pedang terkuat ini pun membuat para penonton berteriak histeris akan kemampuan petarung yang berada di panggung Colosseum serta membuat Mustamil yang menonton dari tempat latihan pun menjadi bersemangat untuk meningkatkan kemampuannya lebih jauh agar bisa bertarung melawan salah satu diatara mereka. Sorak sorai suara penonton bercampur dengan decitan suara pedang yang saling bergesekan diatas panggung, serta merta juga membuat Tessai harus menguji kemampuan Sataru untuk bertarung dengannya suatu saat nanti.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments