Mendengar penjelasan dari Mustamil serta tawaran untuk ikut membantu Kotaro dan yang lainnya mencari teman-teman yang ingin membantu, membuat Kotaro menerima tawarannya dan bergegas meluncur menuju Sandoria bersama Freyla, Delila dan Mustamil, namun setelah melesat keluar dari pintu.
Kotaro pun dicegat oleh Dantes diluar ruangan dan memaksa Kotaro untuk mengajaknya ikut dikarenakan kondisinya sudah agak membaik, Kotaro pun tidak menolaknya dikarenakan kekurangan orang untuk pergi menuju tempat yang berbahaya, melihat keteguhan hati Dantes, Rockstar pun mulai mengakui kesucian hati yang di miliki Dantes dan dari tubuh Rockstar akhirnya mengeluarkan cahaya yang menandakan bahwa mereka telah menjadi partner seutuhnya, ditambah dengan itu akhirnya Kotaro dan Aoyanagi semakin percaya kepada teman-temannya dikarenakan mampu menyatukan hatinya dengan Zephyr dan Ia pun kembali ke ruangan untuk menanyakan cara yang cepat menuju Sandoria.
“Sudah kuduga kalian kembali” sambut Viktor
“Ehehehe iya, kami lupa bagaimana cara keluar dari pulau ini”
“Hahahaha, kalian terlalu bersemangat, baiklah ikuti aku, akan kuperkenalkan dengan yang lainnya”
Viktor pun mengantarkan mereka ke tempat dimana menjadi sekaligus pintu keluar masuk Pulau Ningen yang tersembunyi, lalu memperkenalkan mereka dengan seseorang wanita nan cantik jelita, dengan rambut hitam yang panjang terurai, wanita penjaga Blinking Mirror alat yang digunakan untuk teleportasi ke tempat manapun yang pernah dikunjungi sebelumnya, dia adalah Amalia, adik perempuan dari Doctor Belgi, bertugas untuk melakukan teleportasi dari satu tempat ke tempat yang lain.
“Woaaaah, cermin yang besar ya” ujar Dantes dan Delila secara bersamaan
“Halo teman-teman, kalian akan pergi kemana hari ini?” Tanya cewek nan jelita bernama Amalia tersebut
“Woah sungguh cantik ya, seperti bidadari, berbeda dari teman kita yang satu ini” kata Dantes sambil menyindir Delila yang ada di sebelahnya
“Kau ini mau ku hajar ya?? Balas Delila
“Hahaha, sudah sudah, kami ingin pergi ke Alexandria Castle yang ada di Sandoria” jawab Kotaro
“Baiklah tunggu sebentar”
“Hey Mustamil, bagaimana kau bisa mengenal seorang raja yang ada disana?” Tanya Dantes
“Iya seorang raja tidak mungkin berteman dengan sembarang orang” sambut Freyla lagi
“Hmph waktu itu aku bertemu dengannya sebelum iya diangkat menjadi raja, aku menemukannya sedang terdampar di padang pasir, karena diserang oleh para bandit. Lalu aku menyelamatkan dirinya dari hamparan pasir yang luas, membawanya ke desa terdekat”
“Terus bagaimana?”
“Nampaknya dia anak dari seorang raja di kerajaan yang besar yang ternyata kerajaan Alexandria itu sendiri. Oleh karena itu aku mendapat tempat khusus disana, boleh keluar masuk istana tanpa harus ada ijin dari raja”
“Hooooo ternyata kau orang yang baik juga ya” kata Freyla
“Iya berbeda dengan tampangnya yang garang” tambah Dantes
“Lalu bagaimana kau bisa berada disini? Tanya Freyla
Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, mereka disambut oleh suara lembut dari Amalia
“Mohon maaf kita tidak bisa langsung menuju Alexandria Castle, kalian hanya bisa tiba di Sandoria saja” kata Amalia
“Ha? mengapa begitu? Bukannya ini bisa menuju ke tempat manapun yang kita inginkan?”
“Betul, namun untuk tempat yang belum pernah dikunjungi, belum terdeteksi dalam cermin ini, akan berhasil jika kalian sudah pergi kesana sebelumnya”
“Bagaimana ini?” Tanya Kotaro
“Tak apa, aku sudah hafal daerah Sandoria dan mengetahui dimana posisi Alexandria Castle, aku akan mengantar kalian” sambut Mustamil
“Baiklah kalau begitu, kita menuju Sandoria!”
Tak lupa Amalia menjelaskan bahwa teleportasi hanya bisa digunakan satu arah, tidak bisa digunakan dari tempat satu ke tempat lain dalam sekali terbang, jika teleport digunakan dari Pulau Ningen ke Sandoria, maka jika digunakan sekali lagi akan kembali ke Pulau Ningen, tidak bisa ke tempat lain yang diinginkan. Penjelasan pun dilajutkan dan dibarengi dengan pemberian sebuah lonceng kecil kepada Kotaro, lonceng kecil tersebut adalah alat untuk melakukan teleportasi balik ke Pulau Ningen dan Kotaro bersama yang lainnya pun langsung memasuki Blinking Mirror untuk di teleportasi ke Sandoria.
Sandoria, daerah padang pasir yang cuacanya sangat menyengat membuat mahluk-mahluk yang belum terbiasa tinggal disana bisa mengalami pengurangan energi yang sangat cepat, terutama penduduk pindahan atau penduduk yang hanya sekedar numpang lewat daerah tersebut seperti yang terjadi saat ini,
Dari kejauhan terlihat empat orang yang sedang berjalan di tengah padang pasir yang melintang di sekitarnya membuatnya mengalami dehidrasi. Empat orang bersaudara ini sedang dalam perjalanan untuk mencari Alexandria Castle ditengah hamparan pasir sebagai tempat peristirahatan, namun belum juga menemukan bangunan yang bentuknya seperti sebuah istana dan membuatnya melihat halusinasi oasis berada di depannya.
Dengan segera mereka berempat pun menuju oasis tersebut dan hendak meminum air dikarenakan persedian air mereka telah habis, namun sesampainya disana hanya gumpalan pasir yang mereka temui dan alhasil mereka semua terkapar dan tak sadarkan diri akibat tenggorokan mereka yang kering.
Kotaro, Aoyanagi, Freyla, Magi, Dantes, Rockstar, Delila dan Mustamil akhirnya tiba di Sandoria dengan sangat cepat berkat teleportasi dari Blinking Mirror, udara yang panas serta cuaca yang terik tidak membuat mereka mengalami penurunan energi dengan sangat cepat dikarenakan sudah terbiasa dengan hawa Sandoria saat dilatih Kotaro dan Aoyanagi dulu, ditambah lagi dengan Mustamil yang sudah tinggal di daerah ini begitu ia sampai di Otherworld.
Pertanyaan pun langsung dilontarkan kepada Mustamil perihal cara menemukan sebuah istana yang besar di daerah gurun pasir seperti ini, Mustamil pun menyuruh mereka mengikutinya sambil menunjukkan arah dan cara yang mudah dan cepat agar sampai di Alexandria Castle.
“Pertama yang harus dilakukan adalah menemukan sebuah oasis yang berada di Sandoria, oasis yang memiliki lima buah pohon kelapa yang mengelilinginya” begitu penjelasan Mustamil kepada semuanya
“Mencari Oasis didaerah seluas ini??? Jangan bercanda” kata Dantes sambil mengeluh
“Kau mau cepat selesai atau tidak? Jika iya ayo bergegas berhenti mengeluh” balas Mustamil
“Ayo kawan-kawan kita ikuti apa perintah dari Mustamil tadi agar bisa menyelesaikan misi ini dengan cepat” ujar Kotaro
Di dalam perjalanan mencari oasis, mereka menemukan banyak rintangan, seperti melawan Sand Dinosaur, diserap oleh pasir penghisap dan sekarang dihadang oleh Sand Scorpion yang biasa berkeliaran di daerah gurun pasir untuk mencari mangsa. Namun monster itu pun berhasil dikalahkan dengan mudah berkat kombinasi antara Dantes dan Rockstar, kekuatannya menjadi meningkat akibat telah menjadi partner seutuhnya.
Perjalanan pun dilanjutkan dengan menemukan empat orang yang sedang tak sadarkan diri di tengah teriknya matahari bersama dengan sebuah mahluk kecil yang berada di kantongnya.
“Hey kalian tidak apa-apa?”
“Hey bangun, apa yang terjadi pada kalian?”
Mahluk kecil itu siuman, ternyata dia adalah Zephyr batu yang menjadi teman Aoyanagi, Rockstar dan Magi di pulau Wafu-Wafu, dia adalah Geo, dan Ia pun memperkenalkan saudara-saudaranya di saat mereka sadarkan diri setelah diberikan air oleh Kotaro dan yang lainnya. Arifin, Badrian, Gufron dan Kashim, itulah nama keempat orang yang terdampar di tengah gurun pasir tersebut.
Arifin pun menceritakan kepada Kotaro awal mulanya sehingga bisa terdampar di tengah gurun pasir. Setelah mendengar cerita dari mereka serta mempunyai tujuan yang sama yaitu menuju Alexandria Castle, Kotaro pun mengajak mereka untuk ikut bersama-sama berpetualang agar lebih aman. Mendengar tawaran tersebut mereka berempat langsung setuju dikarenakan mereka melihat Kotaro dan yang lainnya adalah petarung yang tangguh sehingga merasa aman jika berada di dekatnya.
Perjalanan pun dilanjutkan, dengan menyusuri padang gurun hingga menemukan oasis yang menjadi pintu rahasia menuju Alexandria Castle, satu jam lebih berlalu mereka hanya menemukan binatang-binatang buas yang berkeliaran menghadang mereka dan hanya menemukan halusinasi dari oasis-oasis saja.
“Oh iya, bagaimana kalian bisa bertemu dengan Zephyr ini?“ Tanya Freyla kepada pria berisi berkulit coklat memakai sorban yang bernama Arifin itu
“Ah waktu itu aku menemukannya di suatu tempat saat kami tiba di dunia ini, Ia sedang diserang oleh ras hewan bertanduk yang kepalanya mirip sapi”
“Mengapa kau bisa diserang oleh ras Minotaur?”
“Awalnya aku sedang bermain dengan yang lainnya di luar pulau, namun aku tersesat saat akan kembali pulang dan melihat sekumpulan ras Minotaur yang berkumpul disana dan aku pun diserangnya, pada saat waktu itu lah Arifin dan yang lainnya menolongku”
Sembari melanjutkan ceritanya, terdengar suara teriakan dari Mustamil yang berhasil menemukan oasis yang terdiri dari lima buah pohon kelapa yang mengelilinginya dan dengan segera mereka menuju ketempat tersebut. Dengan cara menepakkan kaki pada Oasis tersebut, muncullah sebuah istana besar nan megah didepannya, istana yang seolah tertutup kabut pasir tersebut akhirnya menampakkan dirinya dihadapan Kotaro dan yang lainnya, namun ketika hendak masuk, dari belakang mereka telah diikuti sejak awal oleh Schmidt dan Koga dari udara dengan menggunakan Celestial Dragon.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments