The Past and Future

Seminggu kemudian, suasana sudah mulai membaik, semua sudah mulai siuman dari tidurnya terkecuali Kotaro, yang masih tak sadarkan diri akibat menggunakan Berserk Mode, kekuatan dimana Ia kehilangan akal sehatnya, menggunakan instingnya yang tak bisa di kendalikan.

“Doc bagaimana kondisi Kotaro, dia tak sadarkan diri sudah seminggu lamanya”

“Ini aneh, aku tak tahu gejala apa ini, yang pasti luka sudah sembuh namun ada sesuatu yang didalamnya aku tak tahu”

“Apa mungkin dia sudah mati?”

“Hey jangan sembarangan bicara kau anak muda” teriak Freyla kepada Arifin

“Bukan begitu, soalnya saat aku dan Geo menyelamatkannya, Geo tidak merasakan detak jantungnya sama sekali”

“Geo apa itu benar??”

“Iya semua benda yang ada di genggaman ku, benda hidup atau mati aku bisa merasakannya” jawab Geo

“Yang benar saja, aku tak percaya itu, tidak mungkin”

“Dia belum mati, tapi hanya tak sadarkan diri dalam waktu yang cukup lama” terdengar suara Aoyanagi dari luar sambil masuk ke dalam ruangan

“Apa maksudmu?”

“Aku hanya bisa mengatakan itu saja yang pasti”

“Jawab Aoyanagi, katakan sesuatu, kau tahu kan? Jangan sembunyikan apapun dari kami” Freyla mendesaknya

“Aku tak bisa mengatakannya, aku sudah berjanji pada Kotaro untuk tidak mengatakan hal ini pada siapapun”

“Jangan bercanda, kami mengenal Kotaro lebih dulu darimu” jawab Dantes dengan nada tinggi

“Apa kau akan tetap membiarkan Kotaro seperti ini dikemudian hari?”

“Kau ingin menghentikannya juga kan? Aku melihatnya sepintas sebelum aku pingsan penuh, Kotaro yang tidak seperti biasanya melawan pria itu” kata Dantes

“Baiklah, akan ku ceritakan semuanya, tapi janji, jangan beritahu Kotaro kalau kalian mengetahuinya juga”

Awal mula kekuatan tersebut terlahir adalah saat satu tahun yang lalu ketika Ia dan Koga sedang berlatih di hutan, mereka diserang oleh burung raksasa yang ingin memakannya, sambil berlari dan menghindar dari amukan monster tersebut Koga pun tersandung dan akhirnya tertangkap oleh monster itu, Aku dan Kotaro yang ingin menyelamatkannya pun mengeluarkan semua jurus yang mereka miliki namun belum berhasil melumpuhkannya, Kotaro yang sudah kehilangan kesabarannya, terjerumus dalam amarah yang dalam, aura muncul dari seluruh tubuhnya itu pun melesat menuju monster tersebut. Aoyanagi yang tak tahu menahu apa yang terjadi hanya bisa melihat Kotaro mengoyak dan menyiksa monster itu, namun ketika mengeluarkan Ice Spell, Ia mengeluarkan satu buah bongkahan es besar yang lalu dilemparkannya kearah monster tersebut tanpa berpikir akan mengenai Koga yang berada disana juga. Monster tersebut berhasil dikalahkan namun serangan tersebut mengenai sahabatnya itu dan Koga mengalami luka yang cukup parah pada bagian wajahnya.

Kotaro yang tak bisa dihentikan itu pun mulai menyerang Aoyanagi dan Koga yang sedang terkapar, namun mereka berhasil melarikan diri dan meninggalkan Kotaro yang sedang mengamuk di dalam hutan. Beberapa saat kemudian mereka kembali mencari Kotaro dimana tempat pertarungan itu terjadi dan menemukan Kotaro yang sedang terkapar tak sadarkan diri di pinggir sungai. Koga yang melihat keadaannya pun langsung memilih pergi dikarenakan rasa bersalahnya kepada Kotaro, akibat kelemahannya sampai tertangkap monster, Ia sampai mebuat sahabatnya sendiri tersiksa, Koga meminta Aoyanagi merahasiakan keinginannya untuk berlatih sendiri dari Kotaro karena tidak ingin merepotkan dan menyusahkannya pun akhirnya melesat pergi meninggalkan mereka berdua disana.

Saat Kotaro siuman pun aku pun hanya bisa mengatakan kalau aku kehilangan Koga saat melarikan diri dari monster burung tersebut untuk menymbunyikan semuanya. Kotaro pun terus menerus mengajakku untuk terus menerus mencari Koga yang telah pergi dan hingga saat mereka dipertemukan kembali dalam keadaan yang berlawanan.

“Jadi seperti itu ya, berarti lelaki bertopeng tersebut teman seperjuangannya Kotaro”

“Jika benar, mengapa Ia menyerang Kotaro, apa yang terjadi pada orang itu”

“Aku pun tak mengetahuinya, aku merasakan dia bukanlah seperti Koga yang kami kenal”

“Jadi intinya Kotaro memiliki kekuatan tersembunyi didalamnya, betul kan Aoyanagi??” Tanya Sataru

“Ia begitulah”

Sataru pun tersenyum sinis mendengar hal tersebut dan dibarengi oleh Kotaro yang siuman saat itu juga”

“Kotaro apa kau baik-baik saja?”

Disisi lain, Barglass, Raja dari ras Orc telah berhasil dikalahkan oleh ras Dragoon yang menyerang mereka secara tiba-tiba dari atas langit sambil menembakkan semburan api secara bersamaan, namun yang lebih mencengangkan lagi salah satu dari empat Guardian yang dikirimkan oleh Prometheus untuk ikut andil dalam penyerangan tersebut, telah mengalahkan semua Guardian yang melindungi rajanya itu beserta Barglass sendiri dan resmi sudah kerajaan ras Orc sudah takluk di tangan ras Dragoon dan mereka telah memperlebar kekuasaannya, begitu cerita yang disampaikan Shu di ruang meeting pulau Ningen bersama yang lainnya.

Mendengar hal tersebut semuanya pun kaget, hanya satu orang saja dapat mengalahkan satu ras yang memiliki jumlah penduduk terbanyak di Otherworld dan merasa kekuatan mereka masih terlampau jauh dari ras Dragoon serta bertekat mengumpulkan semua manusia yang ada di Otherworld untuk bekerja sama mengalahkan Prometheus dan menghentikan peperangan ini.

“Bagaimana ini? Shu apa kau ada ide? Tanya Shinnosuke

“Maaf untuk saat ini belum ada, aku hanya sedang memikirkan pertahanan pulau ini jika diketahui oleh ras yang lain”

Bingung cara menemukan manusia yang tersebar di Otherworld yang luas ini, akhirnya seseorang angkat bicara member tahu kalau dia punya kerabat yang sedang berada di Pulau Telezia, pulau tempat ras Elf tinggal, dia adalah Fuji-sama. Fuji menceritakan ada kerabatnya yang tinggal disana yang berkelana disana, hidupnya ia habiskan sebagai pemancing ikan dikarenakan Telezia terkenal sebagai pulau yang subur akan kekayaan alamnya dan juga seseorang yang menjadi pedangang sukses disana karena memiliki perhitungan yang cemerlang, pintar mengambil keputusan dan pandai melihat peluang yang ada.

“Benar juga, Telezia jawabannya, kita bisa meminta tolong kepada mereka, penduduk mereka ramah, jika negosiasi kita bagus, mereka akan membantu kita”

Akhirnya mereka pun setuju dengan usul yang di sampaikan oleh Fuji dan membagi tugas untuk melindungi Fuji untuk bertemu dengan temannya tersebut. Setelah berunding, akhirnya sudah ditentukan siapa yang akan dikirim menuju Telezia mereka adalah Mustamil, Arifin, Fuji, Julianz, Einz dan Badrian. Sataru tidak berminat untuk ikut karena Ia ingin memfokuskan dirinya berlatih dibawah naungan Master Tessai, begitu juga Kotaro yang masih belum pulih dari luka yang di derita. Namun disaat mereka hendak berangkat, terlihat dari langit seperti ada yang sedang terjun dari atas menuju tempat mereka berada. Seorang perempuan berambut pirang, menggunakan kacamata dan jubah putih sedang memegang alat seperti remote yang sedang menunggangi sebuah bongkahan besi berbentuk seperti robot berada dihadapan mereka.

“Ah aku ada dimana? Dimana ini?” Tanya perempuan tersebut kepada yang lainnya”

“Kau sendiri siapa? Mengapa kau bisa ada disni?”

“Ah maaf, namaku F-Nie, aku adalah seorang scientist sekaligus professor yang telah menciptakan berbeagai macam alat. Ah sepertinya aku terlempar kesini oleh alat teleportasiku, ah aku gagal lagi ternyata.

Satu-satunya ciptaannya yang berhasil adalah robotnya ini, Ia menciptakannya bersama mendiang ayahnya waktu masih kecil untuk menemani dan melindunginya dari segala bahaya dan Ia menamai robot tersebut dengan nama Riezz.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!