Sacrifice

Dengan kekuatan Salamander, ras Dragoon bisa lebih cepat menguasai Otherworld dengan mudah, dikarenakan kekuatannya yang sudah tidak diragukan sejak War of Immortal berlangsung.

Salamander adalah naga peliharaan raja dari kerajaan Damascus yang digunakan untuk berperang melawan kerajaan Kircluss pada 100 tahun silam. Kekuatannya mampu menahan mundur pasukan dari kerajaan lawannya, namun muncul seseorang yang misterius ikut andil dalam pertempuran tersebut, bukan dari pihak Kircluss maupun Damascus.

Orang tersebut bertarung melawan Salamander sendirian dan pertarungan sengit pun terjadi, namun Salamander pun tetap unggul dan hampir mengalahkan orang tersebut, merasa terdesak orang itu pun menggunakan semua kekuatannya untuk mengeluarkan sesuatu yang serangan tersebut terlihat seperti Blizzard Spell, sepuluh tingkat lebih tinggi dari Ice Spell dan mengenai Salamander tersebut.

Salamander yang terkena serangan tersebut, perlahan membeku dan tidak bisa bergerak hingga saat Zinc Stone terlihat dari kejauhan perlahan mulai turun ke bumi, sang raja dari kerajaan Damascus pun tak tinggal diam, Ia menyuruh salah satu perwiranya untuk melakukan sesuatu agar Salamander tidak punah, dan orang suruhan raja pun menggunakan jurusnya.

Time Spell – Time Traveler, sihir yang mampu memindahkan sesuatu ke dimensi lain. Dengan sekejap Salamander yang beku itu pun langsung lenyap dari medan pertempuran, raja pun kaget dan marah besar kepada perwiranya, namun Ia pun hanya tersenyum dan telah memperkirakan kejadian tersebut langsung menghilang dari hadapan raja dengan sekejap dan akhirnya Zinc Stone pun mendarat dan meluluhlantahkan daerah tersebut.

“Hey kakek, siapa kau? Mengapa kau bisa tahu kejadian yang sudah lama itu” Tanya Aoyanagi

“Sudah diam saja, dengarkan ceritaku”

Prometheus ingin membangkitkan lagi amukan Salamander dan menjadikannya miliknya, namun es yang menyelimuti Salamander itu tidak bisa di cairkan dengan mudah, membutuhkan banyak energi dari hawa mahluk hidup untuk bisa mencairkannya, oleh karena itu Prometheus menghancurkan kota untuk menghisap energi-energi para mahluk dari berbagai ras yang tinggal di kota. Dengan menggunakan patung naga tersebut tentunya, patung naga tersebut disebar di beberapa sudut kota agar memudahkan penghisapan energy secara menyeluruh.

Demikian penjelasan dari Ginji, nama dari kakek dari ras Noir tersebut, Ia mengetahuinya dikarenakan Ia sendiri berada di pertempuran 100 tahun silam, salah satu warga yang tinggal tepat berada di kaki Salamander disaat dibekukan dan terhisap masuk ke dalam Time Traveler sehingga terperangkap di dalam Otherworld selama 100 tahun dan menjadi penasihat di ras Noir. Semua pun tercengang, tak menyangka ada manusia yang sejak dahulu berada di Otherworld, lalu kakek itu pun menceritakan bahwa manusia dari yang terdahulu sampai sekarang yang berada di Otherworld berjumlah 70 orang termasuk kakek tersebut namun tersebar di berbagai pulau dan keberadaan mereka tidak terdeteksi.

Kotaro yang melihat dan memperhatikan patung naga tersebut sambil mendengarkan penjelasan dari kakek tersebut pun sejenak diam ketika melihat lambang pada patung naga tersebut, ketika Ginji ingin melanjutkan ceritanya, Kotaro pun langsung memotong perkataan kakek tersebut yang ingin bercerita lebih jauh.

“Kek maaf mengganggu, tapi aku ada urusan yang lain, aku akan pergi dulu”

“Hey mau kemana kau?”

“Sudah kalian diam saja dulu disini, akan kuceritakan nanti”

“Hey Kotaro…!”

“Cih lagi-lagi dia gegabah sendiri”

“Kek, aku ingin bertanya, bagaimana cara menghentikan penghisapan energy ini?” Tanya Freyla langsung kepadanya

“Kalian cukup menghancurkan seluruh patung yang tersebar di kota ini” jawabnya.

“Ok jelas, kalian semua sudah dengar?” Tanya Freyla kepada yang lainnya

“Haa?”

“Kenapa masih belum jelas?”

“Jangan bilang kita akan melakukannya? Tanya Ainz

“Iya, kita akan bagi dua tim, aku, Julianz, Sataru dan Delila akan pergi menghancurkan patung-patung itu, kau Einz dan Dantes bawa kakek dan anak kecil itu ketempat yang aman, sudah jelas?” Tanya Freyla

“Bagaimana dengan Kotaro?”

“Sudah biarkan saja dia, dia tahu apa yang Ia lakukan, jika mencemaskannya kita akan terlambat”

Julianz, Sataru, Delila dan Freyla mulai menghancurkan satu persatu patung naga yang ada di sekitar kota, dengan mudah dan tanpa halangan satu musuh pun membuat Freyla yang memiliki IQ paling tinggi diantara sahabatnya pun mulai curiga dan dengan segera memberitahukan kepada teman-temanya yang lain untuk tetap waspada terhadap serangan musuh.

“Tunggu teman-teman, berhenti”

“Ada apa lagi, ini sudah yang terakhir”

“Ada yang aneh, ini terlalu mudah”

“Ya bagus kan kalau mudah jadi bisa menghemat energy”

“Ini pasti jebakan, tidak mungkin mereka meninggalkan patung-patung ini begitu saja tanpa penjagaan”

“Ayolah, jangan bicara yang macam-macam” jawab Julianz

“Dia benar, ada seseorang yang datang” ujar Sataru

Seseorang dengan jubah hitam menyelimuti sekujur tubuhnya menghampiri Sataru dan yang lainnya.

“EARTH SPELL – RISING” ucap pria tersebut

“Wow belum apa-apa sudah mengeluarkan jurusnya”

Namun tidak terjadi apapun disekitar tempat itu, orang itu pun berjalan menuju ke reruntuhan kota dan menyentuh puing-puing batu tersebut, seketika itu guncangan keras terjadi, batu-batu dan puing-puing dari reruntuhan tersebut menyatu menjadi besar dan membentuk sebuah monster batu yang sangat besar, Golem. Monster yang terbentuk dari kumpulan batu dan reruntuhan tersebut menghadang mereka untuk menghancurkan patung naga terakhir.

“Wahaahahaa Monsteeeeeer!! Teriak Julianz

“Bersiap teman-teman kita akan bertarung melawan gumpalan batu itu”

“Ini gara-gara Freyla sih yang berfikiran negatif”

“Dasar kau ini, aku hanya waspada”

“Sudah tak ada waktu untuk berbincang, ayo kita selesaikan”

Namun ketika hendak maju untuk menyerang, orang bejubah hitam itu pun menggunakan sihirnya lagi.

“EARTH SPELL – COMBINE”

Orang itu berjalan menuju Golem itu dan meleparkan sebuah bongkahan es batu tepat ke kepala Golem tersebut dan dengan seketika es dan Golem itu pun menyatu dan merubah penampilan Golem itu serta menambahkan sihir baru pada Golem tersebutdan Ia menyebutnya dengan sebutan Chiliarch Titanion, Golem dengan kekuatan sihir Es.

Sementara itu, disaat yang lain sedang bertempur dengan monster yang menghadangnya, Kotaro sedang tercengang karena tidak mempercayai apa yang dilihatnya didepan, ia dihadang oleh sesosok berambut perak sambil memegang pedang. Tanpa basa basi, pria tersebut langsung menyerang Kotaro dan terjadilah pertarungan sengit diantara keduanya.

“Huh? Manusia?”

“Namaku Schmidt, salah seorang dari 10 Royal Emperor yang ditugaskan untuk menghancurkan siapapun yang berani menggagalkan rencana kami”

“Royal Emperor? Apa lagi ini? Hey Aoyanagi kau tahu?”

“Tidak aku juga baru mendengarnya?”

“Yah aku tak peduli soal itu tapi dia manusiaaaaaa”

“Ah iya aku baru sadar”

“Sudah lupakan dia dulu, kita harus bergegas mencarinya”

Merasa tidak ada waktu untuk meladeni Schmidt yang menghalanginya, Kotaro pun bergegas untuk pergi dengan Ice Spell – Icy Fog, jurus yang mengeluarkan kabut es untuk menghalangi pandangan musuh, namun, Schmidt yang sudah dijuluki Raven Chaser, dengan mudah mendeteksi dan mengahalangi Kotaro untuk melangkah maju.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!