Sataru yang memasuki gua yang dibuat oleh Aoyanagi sebagai tempat mengukur kekuatan anak-anak tersebut akhirnya keluar dengan membawa salah satu pedang dari tujuh pedang legendaris itu pun mengagetkan teman-temannya.
“Hei, bagaimana bisa kau mendapatkannya secepat itu?
“Itu…itu…salah satu pedang legendaris, pedang terkuat yang pernah ada” Kata Aoyanagi.
“Eh? Eeeeeeeeeeeehhhhh……????”
“Wah Sataru hebat, aku semakin kagum” kata Delila sambil mendekatinya
“Ehmm Ehmmm, fokus fokus, kalian ini dasar” kata Dantes
Melihat Sataru yang sudah berhasil menyelesaikan ujiannya di dalam gua tersebut, tanpa pikir panjang Dantes dan teman-teman yang lainnya pun berlari memasuki gua itu untuk mendapatkan kekuatan yang mereka inginkan. Sehari telah berlalu sejak ketujuh anak itu mendapatkan masing-masing kekutannya, lalu semuanya bersama-sama pergi ke Otherworld melalui Gate of Sirians dan perjalanan mereka di Otherworld akhirnya dimulai.
Sesampainya di Town of Beginning, semua tampak kaget dan tercengang ketika melihat sekelilingnya, tak berbeda jauh dengan dunia asli mereka, dunia itu juga mempunyai bangunan-bangunan tinggi, pusat perbelanjaan, penginapan dan lain-lain, hanya saja yang tinggal di tempat itu bukan satu macam saja, ada berbagai macam ras.
“Hey ada hewan yang berjalan dengan dua kaki, memiliki tanduk seperti banteng itu apa? Seram sekali” Tanya Ainz ketakutan
“Ah itu dari ras Minotaur, ras yang berbadan besar seperti binatang memilki tanduk dan selalu membawa pentungan sebagai senjata untuk berjaga-jaga, tapi mereka ras yang ramah kok”
“Kalo yang itu apa?” sambil menunjuk kearah dua mahluk yang terbang di langit-langit kota.
“Ah itu, yang berwarna merah pekat itu adalah ras Dragoon, ras yang bisa terbang dan menyemburkan api dari mulutnya, juga cakarnya sangat tajam sedangkan yang bersayap burung seperti malaikat itu adalah ras Noir, ras tertinggi dari ras yang ada disini”
“Ras tertinggi???”
“Ya, ras yang memutuskan keputusan dari semua pendapat ras-ras yang lain untuk kesejahteraan Otherworld, singkatnya ras tersebut yang memimpin dunia ini namun tidak menutup kemungkinan menggunakan masukan dari ras lain, jadi semua ras ini setara tanpa ada yang berat sebelah, untuk keseimbangan dunia ini”.
Sambil berjalan, Einz tersandung sesuatu dan terjatuh
“Hey, lihat-lihat kalau melangkah” kata mahluk mungil yang terkena kakinya lalu pergi.
“Eh? Eeeeeeh?
“Mahluk apa itu? Kecil sekali seperti kurcaci yang ada di dongeng
“Itu adalah ras Dwarf, ras terkecil disini, mereka biasanya menggali tanah untuk membantu menanam bahan pangan yang ada disini.
“Wah semuanya bekerjasama ya untuk dunia ini, saling mengisi satu sama lain” kata Ainz
“Iya benar, oleh karena itu dunia ini sejahtera dan aman” kata Aoyanagi
“Selain itu ada juga ras Elf, ras yang memiliki IQ paling tinggi di dunia ini, pintar dan cerdas dalam segala hal serta memiliki kuping yang panjang, oleh karena itu kebanyakan dari ras mereka yang menguasai perdagangan”
“Kalau begitu, teman-teman dari ras mu mana?” Tanya Julianz kepadanya
“Mereka lebih senang di rumah daripada disini, karena sesuatu dan lain hal, terkadang kesini untuk membeli stok makanan dan minuman” jawabnya
“Aku capek dari tadi keliling terus”
“Iya kita juga belum istirahat semenjak ujian itu.
Setelah selesai mengelilingi kota, mereka semua akhirnya mencari penginapan untuk mereka tempati karena hari sudah mulai gelap, sesampainya di penginapan mereka langsung tertidur pulas dikarenakan rasa capek yang mereka alami saat menjalani ujian yang diberikan Aoyanagi.
Keesokan harinya, saat mentari terbit, Aoyanagi mulai mejelaskan kepada mereka kekuatan yang mereka dapatkan dari ujian tersebut, pertama-tama dari Julianz, Ia mendapatkan kekuatan sebagai Paladin, kekuatan yang bisa memunculkan dan menghilangkan baju zirah dari tubuhnya, sebagai pelindung ia juga bisa memanggil berbagai macam Shield yang akan dipakainya tergantung level yang sudah ia capai. Selanjutnya Ainz, mendapatkan kekuatan Holy, kekuatan yang dapat menyembuhkan luka dan racun sekalipun dengan memanggil Pixie dari dalam tubuhnya yang mengeluarkan Ray of Light, kekuatan ini juga bisa berubah-ubah sesuai tingkatan levelnya. Delila, bertolak belakang dari Ainz, Ia mendapatkan kekuatan Luminate, kekuatan kegelapan yang dapat menghisap musuhnya kedalam dimensi yang tak berujung dengan cara memanggil Grim Reaper. Selajutnya Dantes, sesuai dengan sifatnya yang cepat naik darah dan pemarah, ia mendapatkan kekuatan Flare, kekuatan yang bisa membakar apapun disekitarnya, termasuk kekuatan yang susah dikendalikan dikarenakan jangkauan yang di hasilkan terlalu luas, sehingga bisa mengenai orang-orang disekitarnya, api yang dikeluarkannya bisa berubah bentuk sesuai keinginan sang pengguna, tentu saja jika pengguna sudah mencapai levelnya. Freyla, mendapatkan kekuatan sebagai Witch, yang bisa mengeluarkan sinar laser dari dimensi lain dari tongkat sihir miliknya, Ia bisa mengeluarkan cahaya laser untuk menyerang musuhnya dan sekaligus bisa mengeluarkan Mirror Force, sebuah cermin besar untuk melakukan pertahanan dari serangan musuh. Selanjutnya yang terakhir adalah Einz, kekuatannya mungkin yang paling sederhana diantara yang lainnya tapi sangat berguna dipakai disaat dalam keadaan terdesak, Ia mendapatkan kekuatan Gil, the Neutralizer. Kekuatan yang bisa menetralkan serangan apapun yang mengarah padanya, singkatnya ini adalah kekuatan untuk bertahan, bisa dibilang kekuatan ini tidak bisa menyerang sama sekali.
“Apakah sudah jelas?” Tanya Aoyanagi pada semuanya
“Iya, tapi ada yang aneh, kekuatan kami berbeda agak sedikit berbeda dengan kekuatannya Kotaro, bukan?” Tanya Sataru
“Iya memang sedikit berbeda, pintar kau bisa menyadarinya langsung”
Penjelasan Aoyanagi pun dilanjutkan dengan penjelasan tentang dunia ini, menjelaskan bahwa ada berbagai macam penduduk seperti yang mereka lihat ketika mereka datang, tetapi cuma hanya ada satu ras yang bisa bergabung dengan manusia, yaitu ras Zephyr. Zephyr mempunyai kekuatan khusus, bisa mentransfer kekuatan yang mereka miliki kepada siapapun, termasuk manusia, seperti yang dimiliki oleh Kotaro, Ia tidak mendapatkan kekuatannya seperti yang lainnya melainkan mendapatkannya dari Aoyanagi yang ditransfer lalu dimasukkan kedalam tubuhnya sehingga Kotaro memiliki kekuatan yang sama persis dengan Aoyanagi, tetapi kekuatan itu tetap bisa berkembang tergantung level seperti yang lainnya.
“Ah jadi seperti itu”
“Apakah kami juga bisa seperti itu?” Tanya Freyla
“Iya sepertinya itu seru juga” balas Delila
“Kalian ini, ini bukan sekedar main-main, kita disini untuk menjadi kuat”
“Ya kami tahu kok”
Aoyanagi pun melanjutkan penjelasannya, Otherworld adalah satu dunia yang memiliki tujuh buah pulau didalamnya, masing-masing pulau dihuni oleh ras yang memiliki satu orang raja yang memimpin dan empat buah guardian yang melindunginya, karena jika salah satu raja hilang, akan terjadi ketidakseimbangan yang menyebabkan kekacauan di dunia ini, oleh karena itu, setiap raja yang memimpin harus di lindungi oleh guardian mereka, guardian dipilih berdasarkan orang-orang terkuat di masing-masing pulau.
“Bagaimana? Apa kalian sudah mengerti” Tanya Aoyanagi
“Lumayan, namun agak membingungkan karena banyaknya raja di setiap ras yang ada”
“Benar, apakah raja tersebut memiliki wewenang khusus hingga harus dilindungi?”
“Ya jelas lah, namanya juga raja, bodoh kau ini”
“Berisik kau, siapa tahu kan berbeda dengan kehidupan di dunia kita”
“Sudahlah, itu tak penting, Aoyanagi aku sudah tak sabar untuk mencoba kekuatan yang kumiliki” kata Sataru
“Hey hey seperti biasa kau orangnya tak sabaran”
“Sesuatu yang kita miliki tidak akan ada artinya jika tidak digunakan”
“Baiklah kalau begitu, ayo kita berlatih sebentar melawan sesuatu di hutan sana”
Aoyanagi mengajak mereka semua kedalam hutan untuk mengalahkan satu buah monster, yaitu Mandrake, monster bunga yang memiliki taring-taring tajam disekitar mulutnya dan mempunyai akar-akar sebagai senjatantya.
“Ingat ya, kuncinya adalah kerjasama, jangan gegabah untuk menyerang tanpa berfikir terlebih dahulu” seru Aoyanagi
“Lho, Kotaro kau tidak ikut bertarung?”
“Yang benar saja, kalau aku ikut satu detik saja monster ini langsung hancur”
“Dasar sombong kau” kata Freyla kepada Kotaro
“Baiklah ayo kawan-kawan kita kalahkan bunga aneh ini”
Pertarungan di dimulai, serangan pertama dilontarkan Dantes yang mengeluarkan api dari mulutnya untuk membakar monster tersebut, merasa sudah berhasil memusnahkannya, mereka pun lengah dan Ainz pun tertangkap oleh akar yang dikeluarkan oleh monster itu.
“AINZZZ” teriak Einz kepada adiknya
“Monster sialan, lepaskan adikku”
Salah satu akar dari monster itu pun mencambuk Einz yang berusaha menyelamatkan adiknya dan Ia pun terluka di bagian tangan kanannya.
Aoyanagi memberikan instruksi, menyuruh mereka bekerjasama, menggunakan strategi saat bertarung, namun apa daya, dikarenakan tidak memiliki pengalaman bertarung, dalam sekejap mereka berhasil dikalahkan dengan mudah, disaat monster tersebut berniat menghabisi mereka semua…
“Ah kalian ini…..#tik
Kotaro menyentikkan jarinya kearah monster dan dalam sekejap monster itu pun membeku dan semuanya terbebas.
“Ah kita selamat”
“Iya, untung saja”
“Kalian ini tidak mendengarkan instruksi dari Aoyanagi sih”
“Ini gara-gara Sataru sih yang terburu-buru untuk bertarung”
“Bisa-bisanya kita kalah melawan monster rendahan itu” kata Sataru dengan nada kesal sambil memukul pohon
“Hey Sataru, kami cuma bercanda” kata Julianz
“Iya dia benar, kalau dipikir itu hanya bunga biasa saja, bagaimana dengan yang lain” dengan wajah murung.
Mengerti akan perasaan teman-temannya, Kotaro dan Aoyanagi berencana membawa mereka ke tempat pelatihan yang dijalani Kotaro dahulu, agar mereka menjadi kuat. Keesokan harinya, tanpa penjelasan apapun, Kotaro dan Aoyanagi mengajak mereka semua ke sebuah tempat, tempat yang hanya berisikan tebing dan padang pasir disekitarnya, tidak ada kehidupan apapun disana, tempat tersebut adalah bagian selatan dari Town of Beginning, yaitu Sandoria.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments