Pertarungan antara Kotaro dan Schmidt semakin sengit, keduanya mengeluarkan jurus-jurus andalan mereka, lalu Kotaro yang mengeluarkan Dash & Slash untuk mengalahkan Schmidt pun tak berhasil, serangannya ditahan dan dimuntahkan kembali oleh Hydra miliknya. Melihat kesempatan untuk menyerang disaat Kotaro dalam posisi yang tidak bisa bertahan, Schmidt pun langsung mengeluarkan kekuatan dari kelima kepala Hydra miliknya
“Kesempatan! Terimalah ini Toxic Breath!!
Toxic Breath, sebuah semburan cairan asam yang dikeluarkan dari mulut kelima kepala Hydra miliknya itu pun sedang menuju Kotaro namun dengan lihai Ia pun bisa menghindari semua cairan tersebut. Cairan asam yang bisa melelehkan benda apa saja yang mengenainya. Hydra tersebut terus menerus menyemburkan cairannya ke arah Kotaro dan Ia pun hanya berlari kesana kemari untuk menghindarinya.
Pertarungan sengit juga sedang terjadi di lantai atas, antara Freyla dengan yang lainnya melawan Goltas salah satu dari 4 Guardian ras Minotaur. Serangan bertubi-tubi diluncurkan oleh Freyla dan kawan-kawan namun tak satu pun serangan dapat melumpuhkannya, justru sebaliknya Goltas hanya melancarkan satu serangan saja dan serangan tersebut telah melumpuhkan Freyla dan yang lainnya hingga terluka cukup parah, hanya Mustamil dan Dantes yang bisa kembali berdiri dihadapan Goltas setelah menerima serangan itu dengan telak.
“Urgh, monster ini kuat juga, kita bisa terlambat kalau seperti ini” ujar Mustamil
“Iya dasar sapi sialan, keras sekali kulitnya”
“Lebih tepatnya sapi besi ini bukan hanya pertahanannya yg kuat, serangannya juga luar biasa” kata Mustamil sambil berjalan kedepan
“Hey mau apa kau?”
“Lihat saja, aku ingin mencoba sesuatu”
Mustamil pun memasang kuda-kuda dengan menghunuskan tombaknya tepat ke arah Goltas, kuda-kuda seperti seseorang akan bermain billiard yang akan memasukkan bola ke dalam lubang. Meluncur dengan kecepatan supernya, Mustamil berhasil mengenai Goltas tanpa menghindar sedikit pun akan tetapi itu hanya goresan kecil yang tak seberapa, bahkan tak berhasil mengeluarkan darah dari tubuh Goltas setetes pun.
“Hey Mus!! Awas dibelakangmuuu!!!
“APA!!?”
Mustamil yang kaget pun langsung dihantam dari belakang oleh Goltas dan terlempar jauh kedepan hingga membentur dinding.
“SAPI SIALAAAAN!!!”
“Hentikan Dantes, kau takkan bisa, dia telalu kuat!!”
Dantes yang geram akan hal itu langsung menghajarnya dengan pukulan api miliknya, namun hasilnya tetap sama, ia pun terlempar juga ketempat Mustamil berada.
Kashim dan Badrian yang baru tiba setelah mengalahkan musuh-musuh yang berada di belakang pun, melihat teman-temannya sedang terkapar luka langsung menghampirinya dan membawanya jauh dari hadapan Goltas.
“Hey kalian tidak apa-apa kan?”
“Bagaimana ini bisa terjadi?”
“Musuh kita terlalu kuat, Kashim, Badrian, hati-hati terhadap serangannya” ujar Mustamil dari kejauhan
“Ayo kalian semua, jangan menyerah, kita disini mengemban tugas yang berat untuk menyelamatkan warga yang di sandera musuh”
“Mustamil, ingat mereka ini orang yang bersamamu, rajanya telah memberikanmu fasilitas yang berguna untuk dirimu hingga sampai sejauh ini”
“Freyla, aku tahu kau menyukai seseorang yang ada disini, jadi mengapa kau tidak berjuang untuk dirinya dan tidak menyerah”
“Eh??”
“Kalian juga, ingat apa yang sudah kalian perjuangkan hingga sampai kesini, jangan menyerah hanya karena kita belum mengalahkan sesuatu”
“Didepan masih ada tembok yang lebih keras dan tinggi, jika hanya ini saja kita menyerah, bagaimana dengan yang menjadi tujuan kalian sejak awal”
Mendengar perkataan dari Kashim dan Badrian, semuanya kembali bersemangat dan terus melancarkan serangan bertubi-tubi kepada Goltas untuk mencari titik kelemahan yang dimiliki hewan berbadan besar tersebut dan akhirnya mereka menemukan cara menghancurkan baju jirah pelindung tubuh binatang itu ketika api Dantes terus menerus mengenai baju jirah tersebut sehingga membentuk bulatan hangus dibagian perutnya. Setelah mengetahui itu, mereka pun mulai memikirkan strategi untuk menyerang bersama-sama dan focus pada titik lemah yang telah dibuat oleh Dantes tersebut.
“Huh kau ini, kau tidak seharusnya mengatakan hal itu untuk menyemangati aku” gumam Freyla
“Bukannya itu efektif ya” jawab Badrian
“Darimana kau tahu itu?”
“Menebak saja, terlihat dari raut wajahmu”
“Sudah sudah, kita bahas itu ketika mengalahkan monster sapi sialan ini” sahut Dantes
“AYO KITA MULAI!!!” teriak mereka serempak
Kashim dan Badrian bersiap menggunakan jurus mereka, Freyla bersiap mengeluarkan laser dari tongkat sihirnya, Delila telah mengeluarkan Grim Reapernya, Dantes telah mengeluarkan api dari tangannya dan Mustamil sudah siap dengan kuda-kudanya untuk menyerang. Goltas yang tidak tinggal diam melihat ini menyerang mereka dengan menggunakan rantai-rantai yang ada di tubuhnya dan berhasil ditahan oleh Grim Reaper milik Delila, tak bisa berkutik dikarenakan rantai miliknya telah ditahan.
“Sekarang kau tak bisa berkutik lagi wahai sapi raksasa”
“Hey Hey diam sejenak kau disana, kami akan memberikan obat tidur kepadamu namun dengan cara yang berbeda” ujar Dantes yang sudah siap menyerang
Dantes menyemburkan apinya pada monster tersebut dan memusatkan pada bagian yang telah melemah tersebut, disusul dengan jurus milik Badrian yaitu Rain Gun, kekuatan mengendalikan air yang ada di sekitarnya.
Ia menyerap seluruh cairan yang berada di ruangan tersebut dan mengumpulkan air tersebut di telunjuk jarinya lalu menembakannya dengan kecepatan super seperti hujan ke arah monster tersebut dan menyebabkan baju jirah tersebut mulai mengepul dan menipis pada bagian lemahnya dan dengan segera Black Fire milik Freyla ditembakkan dan berhasil memecahkan baju jirah tersebut.
Disusul oleh Kashim yang tiba-tiba muncul dari belakang Goltas dengan pukulan beruntun tepat di punggung dan kepalanya, Goltas yang terlihat akan tumbang disambut oleh Mustamil yang melaju kencang dengan tombak yang sudah diberi api oleh Dantes pada ujungnya dan mereka pun akhirnya bisa mengalahkan Goltas.
Belum sempat bernafas lega, ruangan tempat mereka bertarung pun berguncang dan rubuh perlahan akibat pertarungan sengit yang terjadi dan mereka bergegas menuju ke atas untuk menyelamatkan sandera terakhir yaitu Fuji-sama.
Kotaro yang berada dibawah pun melihat suara gemuruh dari atas pun, percaya dan tersenyum bahwa teman-temannya telah berhasil mengalahkan musuh-musuhnya, dengan segera menyelesaikan pertarungannya dengan mengeluarkan Icy Fog. Kotaro yang menyemburkan nafasnya ke seluruh area pun membuat area tersebut tertutup kabut es yang bisa menciptakan halusinasi bagi musuhnya, Schmidt yang tak bisa melihat apa-apa didalam kabut tersebut berusaha berlari namun jangkauan kabut tersebut cukup luas sehingga Ia tak bisa keluar darinya.
“Sepertinya mereka berhasil mengalahkan musuh yang ada disana”
“Iya benar, ayo kita segera menyusul mereka”
Kotaro pun langsung membuat cloning dirinya dari es untuk menyibukkan Schmidt dan Ia pun bersegera menuju ke atas untuk menuyusul teman-temannya, namun ketika Ia sampai pada ruang utama, Ia seakan tak percaya melihat teman-temannya terkapar tak sadarkan diri dengan berlumuran darah pada tubuhnya dan Koga yang sedang duduk di tahta raja sambil memegang mahkota raja dengan Fuji-Sama sebagai sanderanya seolah sedang menunggu kedatangan Kotaro untuk berduel dengannya.
“Selamat datang, wahai kesatria es dan peliharaan kecil miliknya, aku tak percaya kau telah mengalahkan Schmidt” ujar Koga kepada Kotaro
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments