Setelah Freyla akhirnya mengetahui bahwa dirinya ternyata bisa memiliki seorang partner dari ras Zephyr, sama seperti Kotaro, Ia menjadi tidak sabar untuk terus berinteraksi dengan Magi agar hubungan diantara mereka menjadi lebih baik dan bisa disebut sebagai partner.
Sesaat kemudian, terdengar bunyi lonceng yang sangat besar yang berasal dari gerbang pintu masuk penjagaan pulau ini, pertanda pasukan-pasukan ras Zephyr yang sudah kembali dari kota setelah menolong penduduk kota yang sebagian termasuk dari ras mereka juga, untunglah tidak ada korban jiwa namun diperkirakan puluhan dari mereka terkena luka yang cukup parah. Kammi yang bertugas sebagai dokter kepala di ras Zephyr langsung turun dari tempatnya untuk bergegas ke tempat para korban, dengan kekuatan Heal yang Ia miliki, mampu menyembuhkan luka yang dialami korban, namun luka tersebut tidak sepenuhnya pulih, sebagian juga langsung dibawa ke tempat peristirahatan. Kapten dari pasukan-pasukan tersebut menjelaskan itu pun datang untuk menjelaskan sesuatu kepada rekan-rekannya yang ada di pulau.
“Teman-teman, untuk sementara jangan ada yang meninggalkan pulau dulu untuk saat ini, dikarenakan keadaan di luar sedang kritis, ras Dragoon yang sudah membabi buta tentu sangat berbahaya”
“Aoyanagi siapa dia? Berbentuk bundar dengan baju jirah itu” Tanya Kotaro
“Dia adalah Meta, ketua dari para prajurit-prajurit di sini, dia yang memimpin pasukan pertempuran pulau Wafu-Wafu, juga ahli pedang yang handal.” Jelas Aoyanagi
“Ahli pedang yaaaa” kata Sataru dari kejauhan
Tiba-tiba terlihat seseorang yang berlari dari kejauhan menuju tempat peristirahatan sambil menangis, ternyata dia adalah anak dari korban yang lukanya cukup parah, sambil menangis Ia terus memanggil ayahnya yang sedang tidak sadarkan diri. Duka pun terlukis diraut wajah penduduk Zephyr tersebut, melihat kejadian ini, Dantes pun langsung naik darah dan menjadi tak sabar untuk menuju ke tempat ras Dragoon berada.
“Oi, kau kenapa lagi Dantes?” Tanya Julianz
“Kau masih bertanya akan hal itu setelah melihat kejadian ini?”
“Iya aku mengerti tapi lihat situasinya saat ini, bukan waktunya bertindak gegabah”
“Cih, iya aku mengerti” jawab Dantes dengan kesal
“Sudah tahan dulu amarahmu, yang marah bukan dirimu saja, semua yang ada disini juga merasakannya namun kita tahan dulu”
Namun yang amarah terbakar bukan hanya Dantes saja, dari sebelah barat alun-alun, terdengar suara teriakan dari salah satu Zephyr yang sangat marah melihat saudara-saudaranya mengalami hal yang menyakitkan.
“Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!”
“Siapa itu?”
“Meta, aku butuh prajuritmu untuk menemaniku menuju kota untuk menghabisinya” jawab Zephyr berbentuk burung berwarna merah ini.
“Kau mau kemana? Haaa?”
“Kemana lagi? Membalaskan dendam tentunya”
“Kau pikir kau sanggup? Kau pikir kau kuat? Kau hanya menyianyiakan darah mereka, berpikir dulu sebelum bertindak’’ sambil membentak
“Terus aku harus diam? Diam melihat teman-teman kita seperti itu lagi? Sampai berapa korban kita akan bergerak?
“Aku tahu tapi tunggu dulu…..”
“Sudah! Aku pergi dulu jika kau tak memberikan pasukanmu aku akan pergi sendiri”
“Hey!! Jangan bodoh kau…Rockstaaaaaaarr!! Tunggu!!!!” Teriak Meta pada temannya yang sudah pergi itu.
Suasana di pulau Wafu-Wafu sudah tidak mengenakan lagi, keceriaan yang sebelumnya terpancar kini menjadi tangisan duka dari para keluarga korban, semua penduduk saling bahu-membahu menolong sebisanya agar para korban bisa sembuh.
Malam pun tiba, disaat semuanya sudah tertidur, Freyla yang tidak bisa tidur pun pergi menghampiri Kotaro, Ia ingin menanyakan berbagai pertanyaan tentang hubungan antara manusia dan Zephyr, namun sesampainya disana, Kotaro sudah tertidur, dan Ia mengurungkan niatnya besok akan tetapi disaat Ia hendak keluar dari kamar, Freyla dipanggil oleh Delila dan Ainz.
Ditempat yang lain, Utopia, keenam raja yang sedang membicarakan masalah penyerangan itu pun akhirnya usai, namun hasilnya tidak seperti yang di harapkan, bukannya bersatu untuk menghentikan ras Dragoon, malah menjadi terpecah belah, masing-masing memegang pendapat dan prinsipnya, ras Elf, Noir dan Zephyr berpendapat untuk melakukan pembicaran langsung ke raja Prometheus, berdiskusi untuk bisa menyelesaikan pertempuran ini dan bertanggung jawab atas tindakannya, namun ras Orc yang sudah menjadi korban menginginkan langsung pertempuran untuk segera mengakhirinya. Ras Minotaur dan Dwarf berpendapat untuk memaafkan tindakan ras Dragoon, mendengar perkataan tersebut, raja Barglass menjadi naik pitam lalu menuduh bahwa raja dari ras Minotaur, Bordock dan raja dari ras Dwarf yaitu Moleen, telah bersekutu dengan ras Dragoon.
“Huhuhuhu haahahahahahahahaha!! Tak kusangka terbongkar secepat ini" tawa Bordock kepada semuanya
“Iya, kita sudah ketahuan ya, ketahuan, iya ketahuan hufhufhufhuf” sambut Moleen.
Barglass yang naik pitam langsung menyerang mereka berdua, namun dihentikan oleh raja dari ras Elf, Mephisto. Barglass yang sangat marah pun langsung pergi dan pulang ke pulaunya, namun sebelum itu, Ia menyatakan bahwa tidak akan bersekutu dengan ras manapun dan menyatakan perang ke seluruh ras, tanpa terkecuali ras Noir. Archon, raja dari ras Noir pun melontarkan berbagai macam pertanyaan kepada Bordock dan Moleen, namun mereka menjawabnya dengan gelak tawa saja dan langsung pergi meninggalkan tempat.
Archon, Mephisto dan Kirkmond raja dari ras Zephyr pun tak menyangka hasilnya akan menjadi seperti ini. Keesokan harinya, sang raja pun tiba di pulau Wafu-Wafu, disambut dengan sorak sorai penduduk yang mengharapkan berita bagus dari diskusi yang Ia lakukan kemarin soal perdamaian.
“Semuanya! Terima kasih telah menunggu” kata pria tua bertudung merah yang selalu memegang tongkatnya ini
“Maafkan kami, kami tidak bisa menghentikan penyerangan ini dengan cepat, semua diluar perhitungan kami”
“Hey kakek tua apa maksudnya?” Tanya Dantes
“Oi sopan sedikit kalau bicara, di adalah raja pulau ini” balas Delila sambil memukulnya
“Mengapa ada ras Manusia disini?” tanyanya balik
“Tenang raja, mereka adalah teman-temanku, mereka tidak akan berbuat jahat” balas Kotaro yang sudah lama dikenalnya
“Hmmmm baiklah kalau begitu, jika mereka temanmu ya tidak apa-apa”
“Jadi bagaimana? Cepat ceritakan apa masalahnya”
“Sabar anak muda, dalam pertemuan kemarin, ras Dragoon tidak hadir jadi kami tidak bisa menanyakan langsung, namun kami menemukan bahwa ras Dragoon telah bersekutu dengan ras Minotaur dan Dwarf untuk menguasai dunia ini.
Semua tercengang, keadaan semakin buruk, bukannya perdamaian yang mereka dengar, sebaliknya peperangan yang akan terjadi, selain ras Dragoon, musuh mereka semakin banyak, ras Minotaur dan Dwarf yang telah bersekutu dan ras Orc yang tidak memiliki sekutu pun menjadi ancaman yang sangat besar, mengingat penduduk pulau Guntond, pulau tempat ras Orc tinggal adalah pulau dengan penduduk terpadat pertama di Otherworld, jumlahnya tiga kali lipat dari penduduk pulau Wafu-Wafu. Ekspresi gelisah pun tercetak jelas di wajah mereka, seolah takut akan kekalahan.
“Hmmp, cuma segini nyali kalian?”
“Tidak ada keberanian untuk melawan?”
“Mati saja kalian jika seperti ini terus, hidup selalu dalam ketakutan tidak ada gunanya” teriak Sataru dari belakang
Kaget melihat Sataru yang biasanya diam, Kotaro dan teman-temannya tercengang seoalah tak percaya tindakan Sataru tersebut, untuk pertama kalinya dia berbicara di depan umum. Perkataan Sataru tersebut disambut oleh Meta dan mereka berdua berhasil membangkitkan semangat juang penduduk pulau, namun suara gemuruh semangat penduduk dihentikan dengan suara lonceng yang berasal dari gerbang, terlihat dari kejauhan, teman mereka, Rockstar yang ternyata kembali dari kota untuk membalaskan dendam saudara-saudaranya yang terluka pun terlihat tergeletak dan sedang di bawa oleh tim penyelamat untuk dibawa ke tempat dokter Kammi berada. Luka yang di alami cukup parah, bekas cakar dan luka bakar yang Ia terima akibat melawan naga-naga besar yang berkeliling di sekitar kota.
“Arrrrgh, sudah kubilang jangan gegabah, begini kan akibatnya” teriak Meta dengan kesalnya
Semua temannya pun mencoba menenangkan Meta yang sedang kesal pada dirinya sendiri itu lalu dihampiri oleh seseorang dan orang tersebut memukulnya.
“Jadi seperti ini mental kapten pasukan disini? Lemaaah” kata Sataru setelah memukulnya.
“Oi Sataru apa yang kau lakukan?” Tanya Einz
“Kau?! Apa yang kau lakukan? Mengapa kau memukulku?”
“Apa yang kulakukan? Seharusnya aku yang bertanya itu padamu, inikah tindakanmu setelah semua yang terjadi? Menyesal? Menangis?”
“Eh?”
“Kotaro, kau membawa kami ketempat kumpulan para pengecut ini? Tanya Sataru kepadanya
“Saksikan saja dulu, jangan menyimpulkan secepat itu” jawab Kotaro dengan sedikit senyuman di bibirnya
“Apa maksudmu?”
“Watch and Learn” jawabnya dengan senyuman bersama dengan partnernya Aoyanagi.
“Hey kau, kau belum menjawab pertanyaanku, mengapa kau memukulku?”
“Hal itu tidak perlu dijelaskan, aku akan bertanya balik kepadamu, apakah seorang kapten patut menunjukkan wajah kesalnya kepada prajuritnya? Jika kau saja seperti ini, bagaimana dengan yang lain?” Tanya Sataru kepada Meta
Kaget dengan pernyataan dari Sataru itu membuatnya sadar betapa lemahnya dia, Ia pun meminta maaf pada yang lainnya karena sudah menunjukkan wajah dan sikap yang tak pantas ditunjukkan. Lalu meta pun mendekati Sataru untuk berterima kasih serta menyodorkan tangannya untuk berjabat namun sekali lagi kejadian aneh pun terjadi, sinar yang sangat besar dan menyilaukan terpancar dari tubuh Meta, ternyata Meta dan Sataru memiliki kecocokan untuk menjadi partner, ditunjukkan oleh sinar yang terpancar dari tubuhnya, namun kali ini lebih besar dari apa yang terjadi antara Freyla dan Magi, levelnya sudah mencapai batas maksimum untuk dikatakan seorang partner dan mereka sudah sepakat menjadi partner.
Melihat kejadian itu pun semua penduduk kembali bersemangat dan akhirnya raja memerintahkan pasukan-pasukannya untuk segera menyerang kota, mengambil alih apa yang telah direnggut oleh ras Dragoon. Kotaro dan teman-temannya termasuk Aoyanagi dan Meta pun ikut dalam perjalanan ini, namun dari kejauhan terlihat Freyla, Magi, Ainz dan Kammi sedang berjalan bersama untuk berpartisipasi, lagi-lagi semua dikagetkan dengan cahaya dari kedua Zephyr tersebut, mereka sudah berhasil menjadikan Zephyr sebagai partnernya.
“Hey hey bagaimana bisa kalian menjadi partner secepat itu” Tanya Dantes kepada semuanya
“Karena kami memiliki kecocokan” jawab Ainz dan Freyla secara bersamaan
“Jawaban macam apa itu” dengan nada kesal
“Sudah, sudah, yang terpenting kita mendapatkan bantuan untuk menyerang ras Dragoon, karena lebih bekerjasama dalam hal seperti ini” kata Kotaro kepada semuanya
Perjalanan pun dimulai, semuanya sudah keluar dari pulau menuju kota untuk melakukan penyerangan, namun setibanya di hutan perbatasan, seorang Zephyr ternyata mengikutinya dari belakang, dia adalah Rockstar, kaget dengan hal itu pun, mereka menyuruhnya untuk pulang dikarenakan luka yang dideritanya belum pulih sepenuhnya, namun Rockstar yang keras kepala pun membantahnya, Ia ingin ikut untuk berjuang bersama menciptakan kedamaian dan sekaligus membalaskan dendam keluarganya, melihat tekad yang begitu membara dari Rockstar, Dantes pun mengerti perasaannya dan mengijinkan dia ikut, tidak ada pilihan lagi, mereka tidak mungkin kembali setelah perjalanan jauh dan akhirnya mereka tiba di gerbang utama Town of Beginning, pertarungan akan segera dimulai.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments