Sataru’s Ambition

“Coba hindari ini kalau kau bisa, Renzokuken: Sky Drive!

Sataru dapat menghindari serangan itu dengan mudah yang membuat semua penonton terpukau.

“Hmmph ada juga yang bisa menhindari serangan itu” ujar Shu dari bangku penonton

“Kau hebat juga, tak salah kau memilki pedang tersebut” kata Shinnosuke

“Kau juga lumayan, tapi kau belum melihat semua kemampuanku”

“Oh ya, kalau begitu tunjukkan kepadaku sekarang juga”

Sataru pun mulai menjaga jarak dari Shinnosuke dikarenakan Ia akan menggunakan jurus baru miliknya, dengan sekejap setelah selesai dengan kuda-kudanya Sataru pun kemudian bergerak seperti kilat mengelilingi pinggiran panggung Colosseum untuk mengitari Shinnosuke yang berada ditengah panggung.

“Apa yang ia lakukan, gerakannya semakin tak terlihat” pikirnya

“Ayo coba kau hindari serangan terbaruku ini wahai ahli pedang nomor satu” teriak Sataru sambil berputar dengan kecepatan tinggi

“Kalau begitu, aku akan menunjukkan sesuatu padamu juga, dasar bocah sombong”

Ditancapkan pedangnya menusuk ke panggung arena dibarengi dengan membuka telapak tangan kanannya untuk dihadapkan ke atas langit, melihat hal tersebut Shu pun berdiri dan kaget karena menganggap jurus tersebut cukup berbahaya untuk ditunjukkan kepada Sataru dikarenakan jurus tersebut adalah jurus level tinggi.

Merasa melihat ada celah untuk menyerang, Sataru pun langsung muncul dari arah belakang Shinnosuke namun disaat Sataru mengunuskan pedangnya,

“Rasakan ini, Sword Art II: Madness Hero!!”

Namun serangan itu terhalang karena munculnya sebuah pedang dari bawah menepis serangan tersebut dan memukul balik Sataru, tak habis sampai disana, Sataru pun kembali ke putarannya mengelilingi arena dan terus menerus mencoba untuk melukai Shinnosuke, alhasil setiap serangannya selalu ditepis oleh pedang yang muncul dari bawah seolah pedang tersebut melindungi Shinnosuke dari serangan.

“Apa hanya itu serangan barumu yang kau katakan tadi anak muda?” kata Shinnosuke kepadanya

“Apa kau bilang?” Sataru yang geram serangannya ditahan

“Persiapanku sudah selesai, sekarang giliranku, terimalah ini!

Shinnosuke menempelkan tangan kanannya ke lantai arena dan muncullah ratusan pedang dari bawah tanah memenuhi panggung arena colosseum dan Sataru pun habis tercabik oleh ratusan pedang yang muncul dari bawah secara acak. Renzokuken: Endless Cry, adalah jurus level tinggi yang pantas digunakan untuk melawan musuh yang berjumlah banyak dikarenakan bisa menyapu bersih musuh yang ada disekitarnya dalam sekejap namun Shinnosuke menggunakannya pada pertarungan ini dikarenakan telah mengakui kemampuan yang di miliki oleh Sataru.

“Selesai sudah, ucapanmu tak sebesar seranganmu, tapi kau hebat juga memaksaku menggunakan jurus ini, cepat bawa dia turun dan segera obati”

Namun saat Sataru yang sudah terluka parah akan dibawa keluar arena malah bangkit dari tempatnya, seolah pertarungan masih belum berakhir, dengan kaki yang gemetar, tangan yang sudah tidak bisa memasang kuda-kuda untuk menyerang serta darah yang terus menetes dari sekujur tubuhnya pun membuat semuanya kaget tak terkecuali Tessai yang tak sadarkan diri terkena serangan tersebut ketika melawan Shinnosuke dalam latih tanding dulu. Sambil tertatih-tatih Sataru berjalan perlahan menuju Shinnosuke dan memaksanya melanjutkan pertandingan karena ia belum puas akan hasilnya.

“Mengapa semuanya diam, ayo lanjutkan pertarungannya” kata Sataru yang berjalan tertatih-tatih berlumuran darah

“Hey jangan bercanda, dia masih bisa berdiri setelah menerima serangan telak dari Shinnosuke?” kata Shu yang terkaget

Namun Shinnosuke malah menghampirinya untuk dibawa ke dokter yang ada didesa dan beberapa menit kemudian Sataru pun pingsan di punggung dokter yang menanganinya.

Kotaro dan Freyla menuju ke Colosseum Arena untuk memberikan penjelasan yang mereka dapat dari Viktor pun tak menemukan siapapun disana, lalu Tessai menyuruh mereka ke dokter yang ada di desa mereka. Sesampainya disana, mereka melihat Sataru yang telah dirawat oleh dokter sekaligus ahli bedah Pulau Ningen, yaitu Doctor Belgi dan didampingi oleh Shinnosuke disebelahnya.

“KAUU! Apa yang telah kau lakukan pada temanku? Kata Kotaro dengan marah

“Aku minta maaf!” kata Shinnosuke sambil menundukkan kepalanya

Shinnosuke tak perlu menjelaskan semuanya dikarenakan Ia sudah menebak bahwa semuanya telah dijelaskan oleh Viktor di penginapan sebelum mereka bertarung dan Kotaro pun mendengar suara partnernya Aoyanagi yang sedang asyik bermain dengan Magi, Kammi, Rockstar, Meta dan anak perempuan tersebut.

Saat mereka diselamatkan oleh Fuuma dan Tessai, para Zephyr dan Elf sudah diberitahu sebelumnya oleh Shinnosuke bahwa Ia ingin menguji seberapa tangguh keinginan dan kekuatan mereka untuk menjadi yang terkuat dan untuk memberikan perdamaian di Otherworld dan Shinnosuke sudah melihatnya dari Dantes yang berusaha menyelamatkan Zephyr dengan cara nekat menyelinap, keteguhan hati Kotaro yang tetap menerima pertarungan dan semangat juang Sataru saat duel dengannya berlangsung serta teman-teman yang lain saling bahu membahu memberikan dukungan kepada yang lainnya.

“Kotaro ada yang ingin kuceritakan padamu” kata Shinnosuke

“Tentang apa?” jawab Kotaro

“Soal ayahmu”

“Kau tahu ayahku??”

“Haha, tentu saja, bukan hanya kenal, aku dan ayahmu adalah partner sejati saat masih muda dulu”

“Eeeeh?”

“Iya, dulu kami selalu bersama saat di dunia sana, bermain bersama serta berjuang bersama, hingga menyukai perempuan yang sama, yaitu ibumu sekarang ini”

“Kau juga mengenal ibuku??”

“Tentu saja, dia adalah wanita idaman kami dahulu, kami berdua melihatnya pertama kali di taman, hingga mengikutinya terus sampai kerumahnya dan Ia pun menyadari keberadaan kami”

“Lalu bagaimana? Apa kalian kena marah?” Tanya Delila yang penasaran

“Hey kenapa kalian jadi ingin tahu soal keluargaku” gumam Kotaro

“Sudah sudah tak apa kan sesekali mendengar cerita seru tentangmu”

“Kami tidak dimarahi, justru sebaliknya kami diajak masuk kerumahnya”

“Wah ibunya Kotaro baik hati juga ya” ujar Freyla

“Saat didalam kami pun gugup tak bisa mengatakan apa-apa, namun setelah sekian lama, Kiriyama memberanikan dirinya untuk mengenalkan dirinya sendiri dihadapan ibumu dengan gagah berani dan ibumu mulai tersenyum”

“Pembicaraan panjang pun dimulai, dari hal-hal yang kecil sampai mimpi kami berduapun kami ceritakan dan Ia menikmati ceritanya hingga larut malam dan kami pun pulanng”

“Terus bagaimana? Ayo ceritakan, aku penasaran bagaimana ayah dan ibu Kotaro bisa bersatu” ujar Delila sekali lagi

“Sudah kubilang kalian ini…” kata kotaro membalas lagi

“Hahahaha, akhirnya kami pun berniat mengajak Mako untuk bermain dan dia pun setuju, hari demi hari kami lalui bertiga, suka duka bersama, saling bahu membahu, hingga saat Mako bertemu dengan bandit dihutan saat mengumpulkan kayu bakar untuk api unggun kami” kata Shinnosuke

“Lalu apa yang terjadi pada ibu?” Tanya Kotaro

“Mako berteriak sekencang mungkin hingga suaranya sampai pada kami yang berada di luar hutan dan membuat Kiriyama melesat kencang menuju tempat itu”

“Kiriyama yang sampai tepat pada waktunya berhasil melindungi Mako dari para bandit, namun mendapat luka tebas pada punggungnya saat bertarung, mungkin karena inilah Mako lebih memilih ayahmu dibandingkan aku, andai saja waktu itu aku bergerak lebih cepat” begitulah kisahnya dan Shinnosuke pun mengakhiri ceritanya

“Jadi, ayahnya Kotaro adalah pahlawan bagi ibunya Kotaro” ujar Freyla

Situasi menjadi ceria ketika telah mengetahui cerita sebenarnya dan dibarengi dengan Julianz yang siuman dari pingsannya, namun mereka masih harus dirawat lebih lama lagi begitu juga Sataru yang mengalami luka yang cukup parah dan belum sadarkan diri.

Di sisi lain, Schmidt dan Koga sudah sampai di Sandoria dan sedang menuju ke Alexandria Castle menggunakan Celestial Dragon yang berada jauh di dalam gurun pasir Sandoria.

Disaat Julianz dan Sataru yang sedang dirawat oleh Ainz, Kammi dan Belgi, Shinnosuke bersama Shu, Tessai, Fuuma dan Viktor mengumpulkan Kotaro dan yang lainnya di suatu ruangan yang dimana ruangan tersebut digunakan untuk membicarakan strategi dan rencana selanjutnya. Shu mulai menjelaskan bahwa Ia telah mendapat laporan dari salah seorang prajurit bahwa ras Dragoon sedang berperang melawan ras Orc saat ini dan meminta bantuan Kotaro untuk mencari bala bantuan dengan cara mengumpulkan para manusia yang tersebar di Otherworld.

Kotaro ingin membantu rencana tersebut namun dikarenakan Sataru dan Julianz sedang terluka, Ia tidak bisa membuat pilihan, hanya Freyla dan Delila saja yang sanggup bertarung ditambah Einz yang sampai sekarang belum menemukan cara mengeluarkan jurusnya pun hanya bisa terdiam.

Saat sedang berpikir tiba-tiba dari arah pintu luar terdengar teriakan dari seseorang yang menawarkan diri untuk ikut dalam perjalan untuk mencari bala bantuan untuk melawan ras Dragoon dan menyarankan agar mencari bala bantuan ke Alexandria Castle, istana yang sekaligus menjadi pusat perdagangan di Otherworld yang dipimpin oleh ras Noir dan berteman baik dengan anak angkat dari ras manusia serta mengenal Mustamil sejak Ia berada disana.

“Bawalah aku, aku mempunyai banyak kenalan disana dan aku pun mengenal raja mereka, yaitu Fuji-sama.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!