Aurora kembali ke kamarnya di antar oleh Logan yang sudah tidak lagi memakai topeng ketika bersamanya.
"Besok kita harus menemui pimpinan Klan mutan murni, obat nya harus di ganti, efek samping yang terjadi padamu sangat mengkhawatirkan." Kata Logan.
Saat itu Aurora duduk di tepi ranjangnya sembari menunduk, pikirannya kacau, ia kembali teringat tindakannya dengan Dave.
"Aku tidak akan bertanya tentang hubungan dan perasaanmu pada Dave, tapi sebaiknya kau tidak lagi memikirkannya. Jika ingin dekat dengan pria cari tahu dulu masa lalunya, kau harus berhati-hati ke depannya."
"Terimakasih." Kata Aurora.
"Aku akan kembali ke kamar, besok semoga Victor sudah sadar dan bisa mengawal kita ke Pulau Atlanta, karena Lucy akan bersama kita."
Aurora memandang Logan dengan terkejut.
"Aku tidak akan membiarkan dia menyentuhmu. Moa akan berada di sisimu juga." Kata Logan.
"Aku ingin bertanya..."
"Ya?"
"Apakah aku akan mati?" Aurora ngeri mendengar pertanyaan sendiri.
Logan diam sejenak dan kemudian mengambil kursi untuk duduk.
"Sebenarnya, ibuku... Dia juga Gen Heroine."
Aurora mendelik dan membulatkan mata.
"Tapi, dia menempuh jalan yang salah, ayahku adalah seorang manusia, dan tergila-gila pada Ibuku. Tapi, kejadian tragis membuat kami yang awalnya adalah keluarga harmonis menjadi keluarga yang tidak beradap. Jadi, sebagai gen Heroine kau harus berhati-hati menjaga perasaanmu."
"Tapi, aku dengar, Level Alpha hanya bisa memiliki anak dari Gen Heroin, atau level yang sama dengan mereka."
"Itu memang betul, tapi aku tidak berniat memiliki penerus, mungkin pemimpin Klan Mutan Murni yang akan menjadi suamimu, yang jelas Level Alpha hanya tinggal 3 orang saja."
Aurora terdiam.
"Tidurlah."
Kemudian Logan pergi meninggalkan kamar, sedangkan Aurora sendiri berkutat dengan pikirannya yang kacau.
Aurora merebahkan tubuhya miring, ia menangis. Merasa tidak adil dan hidup nya sangat mengenaskan, bahkan untuk memiliki suami ia harus di atur.
Setitik ingatan membuatnya sedih, ia ingat bagaimana damainya kehidupannya dulu, dan ia merindukannya.
"Ya Tuhan... Apakah ini kutukan?"
Aurora menangis dan tanpa sadar terlelap dalam tidurnya.
Hingga tiba-tiba malam pun semakin larut, di kamar perawatan, tangan Victor mulai bergerak.
Jemari-jemari Victor bergerak semakin intens, bahkan perlahan ia membuka matanya.
Victor kemudian duduk dan melihat infus terpasang di tangannya, ia juga melihat kantong darah yang sudah habis.
Victor melepaskan semua selang yang menempel dan turun dari ranjang.
"Kekuatanku... Kembali. Tapi, ini seperti mendapatkan kekuatan yang berbeda juga." Kata Victor.
"BLAAMM!!!" Victor melakukan teleportasi dan kini berada di depan kamar Logan.
" TOK TOK TOK"
"Tuan." Panggil Victor.
Logan yang belum tidur kemudian membuka pintu, dan melihat Victor sudah berdiri di hadapannya, Logan tersenyum, sudut bibirnya tertarik ke atas.
"Saya sudah kembali Tuan." Kata Victor.
"Bagaimana perasaanmu."
"Sangat ringan dan seperti nya saya juga mendapatkan kekuatan yang lebih besar, apakah karena darah yang di berikan oleh Gen Heroine." Kata Victor.
"Sepertinya begitu, besok kita akan mengeceknya di laboratorium pulau Atlanta, aku juga akan membawa Lucy dan Aurora."
"Kenapa dengan Aurora Tuan?"Wajah Victor mendadak berubah khawatir.
Perubahan wajah itu seketika membuat Logan memgernyitkan alisnya.
Sadar bahwa sikapnya sedikit berlebihan karena mengkhawatirkan Aurora, Victor kemudian merubah mimik wajahnya.
"Saya hanya khawatir karena dia satu-satunya Gen heroine yang dapat meneruskan keturunan Level Alpha, anda sebentar lagi akan menjadi pimpinan Klan Mutan Murni Tuan."
"Aku tidak berfikir seperti itu, aku tidak berminat pada kekuasaan itu."
"Tuan..."
"Obat racikan yang di berikan untuk menekan aroma tubuh Gen Heroin memiliki efek samping yang berbahaya."
"Berbahaya? Apa itu Tuan?"
"DNA Gen Heroine menyerang balik pemiliknya, dan itu membuat reaksi pada pemiliknya, ia merasakan gejolak hasrat, dan kita juga harus memperbaiki dosis obat untuk pertahanan pada Gen Heroine."
Victor terdiam, ia sudah mengerti apa yang terjadi.
"Apa Tuan Logan akhirnya..."
"Tidak sampai kesana, dia ketakutan dan menyebutkan nama Dave."
"Cinta pertamanya mendapat pengkhianatan." Kata Victor.
"Ya, Dave juga mengkhianati kita dan dia harus mendapatkan hadiah dari ku." Geram Logan.
"Dave melakukan itu karena ingin membangkitkan istrinya yang sudah mati tuan, dia juga harus mendapatkan obat penawar pada racun yang menggerogoti paru-parunya."
"Dia tidak percaya pada Klan kita, para ahli sedang membuatkan obat penawar untuknya."
"Saya rasa keinginannya untuk membangkitkan istrinya lebih kuat Tuan."
"Apa gadis Gen Heroine itu tahu, Dave memiliki istri dan apa motifnya berkhianat."
"Saya mendengar percakapan antara Jade dan Dave, jika Aurora sudah mengetahui alasan Dave bertindak demikian." Kata Victor.
Logan hanya mengangguk pelan.
"Hari ini kau bertugas menjaga Aurora, karena Moa masih berada di pulau Atlanta." Kata Logan mengakhiri pembicaraan malam itu.
"Baik tuan, selamat beristirahat."
Victor kemudian berjaga di dekat kamar Aurora. Tepatnya di bagian luar di balkon kamar Aurora.
"Tidak... Jangan pergi Profesor... Aku mencintaimu...!!!"
"Jangann... Kenapa kau lakukan itu... Profesor aku sangat membencimu...!!!
Victor bergegas masuk ke dalam kamar Aurora dan melihat, jubah Aurora sudah terbuka sedikit, Aurora mengigau sembari menangis.
Kini Victor menjadi dilema apakah ia harus membangunkannya, ataukah tidak.
Pemandangan itu membuat wajah Victor merah padam.
Dada putih dan kencang terlihat sangat menantangnya.
"Aurora... Bangun... Kamu bermimpi..." Kata Victor.
Aurora hanya terus menangis sesenggukkan, hingga akhirnya ia menggulung tubuhnya seolah merasakan pesakitan.
Victor maju dan hendak menyentuh Aurora, namun gadis itu kembali mengigau.
"Dave.... Kau sangat kejam terhadapku...."
Victor mengepalkan tangannya dan menggeram.
"Seandainya kau bukan Gen Heroin, seandainya Aku tidak.... Melayani Level Alpha." Kata Victor meremas kepalanya.
"Ini membuatku gila."
Pada Akhirnya Victor menarik diri, ia mengurungkan niatnya untuk menyentuh dan membangunkan Aurora, Victor kembali keluar ke balkon dan menahan segala emosi yang memuncak di kepalanya.
Ingatan Victor pun kembali pada masa lalu ketika ia masih menjadi seorang pria mutan yang masih belum tahu jika memiliki Level Beta, Logan datang menantang Victor yang kala itu, Victor adalah pria mutan yang terkenal kuat di pulau Atlanta dan akhrinya mereka bertarung hingga Logan bisa menjinakkan Victor yang memiliki sifat keras kepala.
"Aku akan memberikanmu segalanya jika kau mau menjadi pengawal pribadiku, levelmu berada di bawahku, penuhi lah takdirmu."
Saat kalah bertarung melawan Logan, Victor bersedia menjadi pengawal pribadi Logan namun ia hanya meminta satu hal, yaitu membunuh Sang Lord yang sudah mengambil ayahnya.
"Ayahku seorang ilmuwan, dan sampai sekarang aku belum menemukannya, dia tiba-tiba menghilang dari laboratoriumnya, aku pikir Sang Lord telah membawanya pergi untuk penelitiannya tentang membangkitkan mutan yang sudah mati." Kata Victor.
"Di bawah sang pimpinan Klan Mutan murni, dan dengan tanganku sendiri, aku akan membantumu membunuhnya, maka dari itu jadilah pengawal ku yang setia dan aku akan berusaha mencari tahu keberadannya." Kata Victor.
"Aku akan menjadi pengawal pribadimu. Tuan Logan. Namun, aku meminta kebebasan atas diriku, jika Sang Lord sudah terbunuh."
"Perjanjian di setujui, aku akan membebaskanmu ketika dendam mu sudah terbalaskan, namun sebelum itu terjadi kau harus setia padaku."
"Baik Tuan Logan."
bersambung~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 22 Episodes
Comments
eva nindia 🦐
q baca.a dri bawah dluu baru ke atass🤣🤣🤣
2022-12-03
0
ruru
lagi dong
2022-12-02
0
MaRu
lagi
2022-12-02
0