TERSESAT DI ANTAH BERANTAH

Victor terbang dan langsung menggendong Aurora, ia naik ke langit dan hendak teleportasi.

Namun, lagi-lagi Dave tidak ingin membiarkan Victor membawa Aurora pergi.

"Tinggalkan Aurora Victor!!!" Teriak Dave.

Kemudian Dave mengeluarkan kekuatannya, ia bangkit dan ingin mengunci kekuatan Victor.

Itu adalah adu kekuatan yang sangat besar, El Victor masih melayang di atas dengan menggendong Aurora, hingga akhirnya Victor dan Dave saling berteriak mengeeluatkan kekuatan mereka.

"AAARRGGHH!!! Aku tidak akan tunduk padamu brengseekk!!!" Teriak Victor.

"Jatuhlah!!!! HYAAAA!!!" Teriak Dave.

"ZIINGGG DUAAAR!!!"

Aurora perpegangan kuat pada leher Victor dan menutup mata.

Victor berhasil melakukan teleportasi sedangkan Dave terpental tak sadarkan diri.

Di sisi lain, Victor yang berhasil melakukan teleportasi langsung jatuh terkapar dengan banyak luka di bagian tubuhnya, di atas tanah Victor terlentang, sedangkan Aurora masih memeluk Victor.

"Astaga... Sudah lama aku tidak latihan, sepertinya Dave mengeluarkan semua yang dia punya." Kata Victor.

Sedikit demi sedikit Aurora bangkit dan melihat beberapa luka tubuh milik Victor.

"Kamu terluka banyak sekali..." Kata Aurora.

"Bukan apa-apa ini akan sembuh sendiri, yang perlu di khawatirkan adalah, sekarang aku tidak tahu kita berada dimana." Kata Victor.

"Apa?" Kata Aurora, kemudian Aurora melihat ke sekeliling.

"Ini... Seperti Hutan belantara... Bagaimana bisa kamu memindahkan kita di sini." Kata Aurora.

"Mana ku tahu aku hanya memikirkan sesuatu yang aman dari siapapun, dan ternyata kita mendarat di sini, pada situasi seperti itu aku hanya ingin cepat-cepat membawamu pergi, berbeda jika hanya aku sendiri, pasti mereka semua sudah remuk ku habisi." Kata Victor.

"Sepertinya hutan ini sangat aneh... Lihatlah pohon-pohon ini, aku belum pernah melihatnya." Kata Aurora merinding.

Kemudian Victor bangun dengan tubuh yang masih terluka.

"Ini aneh, kenapa belum sembuh." Kata Victor melihat luka-lukanya.

Tiba-tiba Aurora melihat sesuatu, itu adalah sebuah kastil yang besar, sangat besar, meski tidak sebesar kastil yang pernah ia lihat, yaitu milik Benz Logan saat pertama kali ia menyewa rumah.

"Kenapa di dalam hutan ada kastil?" Tanya Aurora melihat pada Victor.

"Kastil?" Tanya Victor sembari melihat tempat yang di tunjukkan oleh Aurora.

"Tapi sepertinya tidak berpenghuni." Kata Aurora.

"Mari ke sana, siapa tahu kita bisa bermalam di sana."

"Tapi, bukankah kau bisa teleportasi dan kita bisa pulang."

"Sejujurnya, kekuatanku tiba-tiba melemah, entahlah, kekuatan ku tidak cukup untuk teebang, teleportasi, dan melakukan telepati, kupikir ini semua terjadi karena terjadi syock energi ketika melawan Dave, dia mengikat kekuatanku dan aku melawannya, sepertinya membuat energi ku masih menyesuaikan diri untuk kembali aktif."

"Tapi jika di sini berbahaya bagaimana, sedangkan kamu sudah lemah."

"Hey! Aku tidak lemah, ini hanya sementara waktu, aku masih bisa melindungimu meski dengan setengah kekuatan, aku level Beta." Kata Victor.

Kemudian Victor berjalan lebih dulu di ikuti oleh Aurora.

Victor kembali memikirkan kekuatannya yang melemah, itu hampir setengah lebih dari yang ia rasakan.

Victor biasa terbang dan teleportasi, apalagi ia juga merasa tubuhnya menjadi ringan ketika kekuatannya penuh, namun setengah kekuatannya menghilang membuat tubuhnya seolah menjadi lebih berat berton-ton.

"Ada yang aneh, ini sangat tidak masuk akal, ada apa dengan kekuatanku." Kata Victor lirih

Sedangkan Aurora yang mengekor di belakang ia merasa tidak enak pada Victor.

"Sejujurnya... Aku tahu aku telah salah menuduhmu, dan aku mau minta maaf, telah buruk sangka, tapi semua itu karena semua orang jahat dan mengkhianatiku, mereka sangat jahat... Aku menjadi miskin kepercayaan." Kata Aurora ketika berjalan mengikuti Victor.

Namun Victor hanya diam.

"Hey, kau marah! Aku meminta maaf!" Kata Aurora.

"Tidak, perhatikan jalanmu." Kata Victor datar.

Belum sampai beberapa detik.

"AAARGHH!!!" Teriak Aurora.

Victor dengan cepat berbalik, dan melihat Aurora sudah terperosok ke tepi jurang yang lumayan dalam.

"Pegang tanganku!!!" Teriak Victor.

Kemudian Aurora berpegangan pada tangan kekar Victor dengan tangan sebelahnya masih berpegangan pada akar pohon.

Victor menarik Aurora sekuat tenaga dan Aurora pun naik hingga menindih tubuh Victor.

"Astaga.... Sangat menakutkan." Kata Aurora yang masih tengkurap di atas tubuh Victor, menutup mata di dada Victor.

"Kau nyaman, kenapa tidak buru-buru beranjak?" Tanya Victor dingin.

"Aah...!!! Maa... Maaf..." Kata Aurora.

Kemudian Aurora berdiri, dan Victor juga membersihkan tubuhnya.

"Tapi kenapa kau tidak bereaksi?" Tanya Aurora.

"Bereaksi?"

"Aku Gen Heroine." Kata Aurora.

"Aku menyuntik obat, Tuan Benz Logan yang memberikannya padaku." Kata Victor.

"Aah... Baguslah. Jadi aku aman."

Victor menelan ludahnya dan memandang senyum cerah di wajah Aurora. Itu seperti senyum kelegaan. Namun, ada debaran aneh di dalam dadanya.

"Obatnya harus di tambah dosisnya." Kata Victor.

"Apa yang kau katakan?" Tanya Aurora.

"Tidak ada. Sebaiknya kau berjalan di depan." Kata Victor.

Kemudian mereka berjalan kembali, dan menyadari jika kastil itu ternyata jaraknya cukup jauh, sedangkan siang itu cuaca sangatlah panas.

"Kau haus?" Tanya Victor.

Aurora mengangguk.

"Duduklah, istirahat dulu, aku akan mencari air." Kata Victor.

"Aku ikut, aku takut menunggu di sini." Kata Aurora.

"Kau sudah lelah." Kata Victor.

"Aku tetap tidak mau sendirian di sini!" Teriak Aurora.

Victor kemudian diam sejenak, kemudian dia berjongkok.

"Naiklah." Kata Victor.

"Apa?"

"Naik ke atas punggungku." Kata Victor.

"Ta... Tapi, kau juga terluka."

"Aku juga haus, jika tidak bergerak kita akan mati karena dehidrasi." Kata Victor.

Saat itu Aurora memang sudah tidak kuat melanjutkan perjalanan, kakinya sudah kram, ia juga kehausan, dengan rasa tidak tega namun terpaksa, Aurora naik ke atas punggung Victor.

"Maafkan aku, jika aku berat." Kata Aurora.

Kini tambahan beban menjadi semakin berat, ia membawa tubuhnya sendiri yang semakin berat di tambah menggendong Aurora.

"Agak maju, terlalu berat jika kau kaku dan memundurkan tubuhmu." Kata Victor.

"Jangan harap, kau pasti memiliki modus lain, kau ingin aku menempelkan dadaku padamu... Heeehh... Jangan mimpi!!!" Kata Aurora.

Victor menghela nafas.

"Jika kau seperti itu beban tubuhmu ada di belakang semua jika kau agak mendekat, beban akan lebih ringan."

Melihat kesabaran Victor, Aurora hanya diam dan kemudian menurut, ia kemudian merangkulkan tangannya di leher Victor dan mendekatkan tubuhnya ke punggung Victor.

"Begini?"

"Hm." Kata Victor.

Detak jantung Victor semakin cepat, hawa panas semakin membuatnya berkeringat, apalagi terik matahari seolah berada di atas kepalanya, di tambah ia menyesali kalimatnya jika Aurora harus menempel, setidak beban sebelumnya yang jauh lebih berat lebih baik daripada sekarang.

"Efek obatnya apakah sudah akan menghilang, Tuan Benz Logan mengatakan jika obatnya bertahan selama 3 hari."

"Apa?" Tanya Aurora.

"Tidak. Saat menemukan sungai, aku ingin mandi." Kata Victor.

"Aku ingin minum yang banyak." Kata Aurora lemas.

Victor kembali diam dan melanjutkan perjalanan, kakinya seolah membawa rantai besi dan bola-bola besi yang besar, ia masih memikirkannya apakah Dave mengambil kekuatannya, tapi yang Victor tahu, Dave hanya bisa mengambil kekuatan mutan yang memiliki level di bawahnya.

bersambung~

Terpopuler

Comments

yudho

yudho

damn

2022-12-02

0

bh82

bh82

kerenn

2022-12-02

0

maharita

maharita

victor segininya ngebantu aurora kayaknya dia suka

2022-12-01

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!