MASUK KE DALAM PERANGKAP

Akhirnya mereka menemukan sungai, dengan mata air yang jernih dan menyegarkan.

"Ini menyegarkan." Kata Aurora.

Victor yang sedang membasuh tubuhnya melirik ke arah Aurora yang tampak lebih cantik setelah mencuci muka.

Wajah itu polos dan bersinar, kecantikan yang murni dan menggoda.

Setelah di rasa cukup, Victor kembali mengajak Aurora untuk melanjutkan perjalanan.

"Ayo sedikit lagi." Kata Victor berjongkok.

"Aku bisa jalan sendiri, setelah minum tenaga ku seperti kembali, dan aku sudah tidak lelah." Kata Aurora.

Perjalanan memang tidak terlalu jauh, dan mereka berjalan beriringan.

"Kita sudah sampai." Kata Aurora.

Mereka membuka gerbang Kastil.

"Tidak berdebu dan tidak bersawang, kastil ini di rawat dengan baik." Kata Victor.

"Ya, dari kejauhan seperti kastil berhantu yang kotor, namun ternyata setelah lebih dekat sangat bagus dan bersih."

Victor menjadi lebih waspada dan memegang tangan Aurora.

"Tetap berada di dekatku." Kata Victor.

"Ku rasa pemiliknya bukan sejenis mutan, aku yakin dia manusia, lihat di sana." Kata Aurora menunjuk orang yang sedang fokus berkebun.

Kemudian Aurora berlari dan dengan sopan memberi salam.

"Selamat sore, nama saya Aurora dan ini teman saya Victor, maaf kami lancang masuk, tapi apakah kami bisa menumpang satu malam saja di sini?" Tanya Aurora.

Kemudian Tukang kebun itu berbalik dan tersenyum.

Pria paruh baya yang berotot dan bugar, terlihat jelas jika pria paruh baya itu menjaga tubuh dan kesehatannya.

"Ah... Ya, aku Paul. Apa kalian tersesat?" Tanya Pria paruh baya itu.

"Aaa.. Iya, kami tersesat dan sedang menunggu bantuan." Kata Aurora.

"Ayo masuk dan istirahatlah, ada helikopter juga jika kalian ingin meminjam, tapi sebaiknya kalian pergi besok pagi karena sebentar lagi akan malam, dan keluar pada malam hari di hutan sangat berbahaya." Kata Pria paruh baya itu.

Sembari berjalan Victor masih mengamati gerak-gerik sang pria paruh baya itu, Victor tidak merasakan aura mutan di dalam tubuh pria paruh baya tersebut, namun cukup mencurigakan bagaimana jika dia manusia bisa membangun kastil se besar ini di tengah hutan.

Aurora dan Victor di arahkan menuju meja makan yang lebar dan panjang, di sana sudah terhidang banyak makanan.

Pria paruh baya itu mengisyaratkan dengan tangannya memanggil satu pelayan yang akan pergi setelah menyiapkan makanan.

"Siapkan tempat tidur untuk mereka bemalam." Kata Pria paruh baya tersebut

"Baik Tuan." Pelayan itu berkata dengan nada yang sangat lemah.

"Ayo duduk kalian pasti lapar dan lelah." Kata Pria paruh baya itu.

Kemudian Victor duduk di samping Aurora, namun perasaannya semakin tidak menentu.

"Terimakasih Tuan Paul anda sangat baik." Kata Aurora.

"Bagaimana anda bisa tinggal di sini, apa anda bersama keluarga anda, ataukah anda sendirian di sini?" Tanya Victor.

Paul menaikkan alisnya kaku, lalu tersenyum canggung.

"Apa menurut anda, aneh jika seorang pria tua tinggal di hutan sendirian?"

Victor masih diam, sedangkan Aurora menyonggal kaki Victor, ia merasa bukan lah hal tepat jika menanyakan sesuatu yang bersifat pribadi.

"Sejujurnya, aku sedang ingin menyendiri, kebisingan kota membuatku semakin frustasi."

Kemudian Pria paruh baya tersebut meminum air nya.

Victor semakin merasa janggal, dengan setengah kekuatan yang ia miliki, dia tidak dapat melacak dan mencium bau asli pria tersebut.

Setelah meminum air itu, si pria paruh baya itu sedikit demi sedikit berubah, tangan dan kakinya berubah seperti tangan monster dengan kuku-kuku panjang.

"Sialan, kita harus pergi Aurora." Kata Victor.

"BRAKK!!!"

"BRAKKK!!!"

Semua pintu tertutup secara bersamaan, Victor yang sudah memegang tangan Aurora pun berhenti, sedangkan Aurora bersembunyi di belakang tubuh besar Victor."

Pria paruh baya tersebut berubah menjadi seperti seekor naga setengah manusia, memiliki ekor, namun juga memiliki tangan dan kaki dengan kuku-kuku panjang layaknya godzila.

Mata pria paruh baya itu berubah menjadi mata naga, dan kemudian memiliki tanduk.

"Dark Devil." Kata Victor.

"Apa." Kata Aurora membelalak.

"Peliharaan sang Lord, yang di panggil dari alam lain., dia adalah iblis kegelapan." Kata Victor.

"A... Aku tidak mengerti..." Kata Aurora.

"Sang Lord ingin bersekutu dengan dunia yang lain juga, salah satunya adalah dunia kegelepan."

"HA HA HA HA.... Aku sudah menunggu kalian, ayo nikmati makanan yang sudah di siapkan." Katanya dengan suara yang besar dan menggema.

Tak berapa lama Jade muncul dari balik pintu yang lain.

"Sangat mengejutkan Victor, kau memporakporandakan kapal, hanya untuk membawanya ke sini, aku sangat terpukau, terimakasih." Kata Jade tersenyum.

"Ba... Bagaimana...." Kata Aurora terbata.

"Bagaimana bisa terjadi?" Tanya Jade.

"Yah... Semua ini sebenarnya tak lepas dari peranan pria tercintamu, Dave, dia berhasil mengunci separuh kekuatan milik Victor, dan berhasil mengalihkan lokasi teleportasi yang di lakukan oleh Victor, aku yakin Victor tidak menduganya karena dia kehilangan kekuatannya, dia tidak sadar jika sebenarnya lokasi teleportasinya di ubah oleh Dave."

"Dave..." Geram Aurora.

"Sayangnya Dave masih terbaring koma karena terlalu memaksakan diri, tapi hebat nya Victor bahkan sudah sembuh dari luka-lukanya ya ku lihat walaupun itu agak lamban karena kekuatannya masih terkunci."Kata Jade.

"Aku sangat menantikan kedatangmu Gen Heroine, harum yang di keluarkan dari tubuhmu membuatku gila, aku hatus terus menahannya karena aku yakin kalian akan kemari, sayangnya Sang Lord alan membunuhku jika aku memakanmu." Kata Dark Devil dengan suara bergetar.

Keringat Victor menetes di pelipisnya, dengan gesit dan tak di duga Victor menggendong Aurora dan mengerahkan sisa kekuatannya yang ada.

"BRUUKK BRAAKKK!!"

Victor menerobos pintu dengan tubuhnya sembari menggendong Aurora, pintu pun jebol dan membuat Dark Devil marah, Jade mengeluarkan rantai merahnya yang sudah menyala dan melilit tubuh Victor lalu melemparnya membentur dinding.

Kemudian para pria mutan yang lain mulai bermunculan untuk menjaga kastil, mereka melihat Aurora dengan mata lapar dan air liur yang menetes bagaikan air terjun.

"Jangan ada yang berani menyentuhnya, atau sang Lord akan membunuh kalian semua." Kata Dark devil dengan suara yang besar layaknya suara monster.

Aurora ketakutan, menangis dan kebingungan.

Jade kemudian melepaskan rantainya, dan melihat Victor mengeluarkan darah di sekujur tubuhnya.

"Aku akan membunuhmu Victor." Kata Jade mendekati Victor dengan perlahan.

"Aku masih ingat wajah sombong mu saat kau membunuh 2 rekanku." Kata Jade lagi.

Jade mendekati Victor lalu menginjak tangan Victor dengan kakinya.

"Jangan!!!" Teriak Aurora berlari dan memukul Jade.

Kemudian Dark devil mengulurkan lidahnya yang panjang hendak melilit tubuh Aurora namun Victor melihatnya, dan ia tidak sudi jika Aurora sampai tersentuh oleh monster menjijikan itu.

Victor mengeluarkan lagi sisa-sisa tenaga terakhirnya, kekuatannya muncul.

"HYAAAAA!!!"

Victor membanting Jade ke lantai, lalu menarik lidah Dark Devil, namun monster itu melilit Victor dan melemparkan tubuh Victor berkali-kali di lantai membuat beberapa tulang punggung Victor remuk.

"Victor!!!" Teriak Aurora.

"DUAARR!!!"

Tiba-tiba kastil bergetar dan membuat bangunannya menjadi goyah, beberapa puing-puing berjatuhan rubuh.

Victor tertawa sinis dan setengah lega.

"Matilah kalian mosnter sesungguhnya telah datang." Kata Victor.

bersambung~

Terpopuler

Comments

sari tya

sari tya

aaaa 😦😧😨😰

2022-12-02

0

Androali

Androali

kasihan

2022-12-01

0

AhmadFariz

AhmadFariz

victor ini bagai prajurot baja

2022-12-01

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!