"BLAAMM!!!"
Dave berhasil melakukan teleportasi, dan membawa Aurora bersamanya, sembari memeluk Aurora.
Namun seketika kaki Dave melemah, ia terjatuh di atas lantai, satu kaki menahan tubuhnya dengan lututnya.
"Profesor, kau masih sangat lemah, kenapa kita pergi dari Tuan El Victor, bukankah kalian berteman?" Tanya Aurora.
"Akhirnya, kau membawanya kemari." Suara seseorang yang tak asing di telinga Aurora membuatnya membelalak, dengan suara santai wanjta itu menyapa mereka.
Aurora mendongak dan melihat suasana di sekitarnya, kurang lebih ada beberapa orang yang ada di sana, termasuk Jade yang sedang berdiri memegangi pecutnya yang bersandar di pundaknya.
"Pro... Profesor....?" Aurora kemudian melihat Profesor Dave yang berangsur-angsur berdiri.
"Kau tidak penasaran dengan jawabanku Aurora atas pernyataan cintamu?" Tanya Profesor Dave.
Aurora hanya diam membeku.
"Ayolah Dave, jangan terlalu memanjakannya, kami sudah bosan dengan permainanmu." Kata Jade.
"Aku sudah katakan pada kalian jangan pernah menganggu, aku yang akan membawa Gen Heroine ini sendiri pada sang Lord." Kata Profesor Dave.
"Prof... Profesor..." Aurora mengigit bibirnya, dan lehernya terasa sangat sakit, suaranya tercekat tanpa bisa berkata-kata lagi, dan air mata mengalir begitu saja.
Mendadak Aurora meremas bajunya dan menutupi dadanya.
"Aku tidak pernah mencintaimu Aurora, lihat dirimu, kau begitu naif, kau menjatuhkan dirimu berulang kali padaku, dan selalu menggodaku, kau lupa dirimu adalah Gen Heroin. Kau bisa lihat wajah-wajah para pria mutan yang ada di sekeliling mu sekarang, air liur mereka bahkan sudah tumpah ingin menyalurkan hasrat mereka seperti binatang."
"Profesor... Teganya kau..."
"Ya Aurora, aku tidak mencintai dirimu, salahkan dirimu sendiri yang terlalu percaya padaku, dan aku sudah memberikanmu peringatan, kau ingat? Aku memberimu peringatan bahwa bisa saja aku akan jahat padamu."
"Dia sangat terpukul Dave, apa kau bercinta dengannya?" Tanya Jade menyeringai.
"Hampir, jika saja Victor tidak datang aku sudah bersenang-senang."
"Aku membencimu... Dave!" Gertak Aurora dengan lemah.
"Benar. Kau harus membenciku, dan harus sangat membenciku, jangan pernah memberikan maaf padaku." Kata Dave.
Mendengar kalimat demi kalimat Dave, Aurora semakin terpukul dan melemah, ia jatuh terduduk di atas lantai yang dingin, bahkan kakinya lemas tanpa alas kaki. Paha putihnya terekspose sempurna tentu saja membuat para pria mutan semakin menginginkannya.
"Astaga, jahat sekali kau Dave, meremukkan gadis yang sedang jatuh cinta padamu." Kata Jade.
Kemudian Jade mendekati Aurora yang duduk lemas.
"Dave melakukan ini semua demi membangkitkan, Clare, istri tercintanya, Clare adalah kakakku, dan Dave butuh obat penawar racun dari Sang Lord." Kata Jade dengan tanpa perasaan.
Para pria mutan hendak mendekati Aurora namun Dave dengan cepat memberikan peringatan.
"Jangan ada yang berani menyentuhnya atau kalian akan kehilangan nyawa." Kata Dave.
"Aku masih tidak percaya padamu Dave, kau tahu, aku kehilangan 2 rekanku, dan sekarang aku hidup dengan jiwa yang tidak sempurna, karena fisik yang menjadi inang ini sangat lemah." Sahut Jade.
"Itu kesalahanmu sendiri, aku sudah katakan padamu, jangan ikut campur, dan aku sendiri yang akan membawanya, tapi kau terus saja menganggu, sekarang kau bisa membawanya dan mengurungnya, aku selesai dengan ini, cepat siapkan kapal, kita harus segera pergi dari sini, aku memiliki firasat buruk." Perintah Dave.
Saat itu Aurora menunduk, air matanya masih mengalir, ia juga masih duduk lemas dan lemah bersimpuh di atas lantai yang dingin, Jade kemudian mengulurkan pecutnya, dan perlahan pecut itu melilit Aurora dan kemudian Aurora melayang.
Jade membawa Aurora bersamanya untuk memasuki kapal besar yang sudah mereka persiapkan. Kemudian Jade menyembunyikan Aurora di sebuah kamar berlapis yang tidak akan bisa di tembus, Jade mengurung Aurora sebagai tahanan.
"Mengapa kita tidak pakai pesawat atau teleportasi saja Dave, itu lebih cepat dan mudah."
"Silahkan jika kau ingin tertangkap, aku yakin El Victor sudah melapor, dan sekarang kita menjadi target pemburuan, jika kita menggunakan kekuatan sama saja kita memberikan sinyal pada mereka, lalu jika memakai pesawat, mereka bisa dengan mudah melacak, jalan satu-satunya adalah melewati jalan air, mereka tidak mampu melacak karena terhambat oleh gaya dan medan energi air, kecuali..."
"Kecuali apa?" Tanya Jade.
Kini mereka sudah sampai di atas kapal besar yang sudah terparkir di dermaga.
"Kecuali jika Gen Alpha yang turun tangan." Kata Dave.
"Gen Alpha? Gen Alpha berujung pada kepunahan, dan hanya tinggal 3 orang. Pertama pimpinan Klan Mutan murni, Sang Lord, dan satu lagi..."
"Benz Logan." Sahut Dave.
Perlahan Kapal mulai bermuara dan sedikit demi sedikit berada di lautan lepas.
"Dave tapi kurasa Benz Logan tidak mungkin turun tangan sendiri, yang ku dengar dia sangat membenci Gen Heroine, itu karena masa lalunya yang sangat kelam mengenai Gen Heroine, hingga dia membunuh ibu nya sendiri."
"Ya, Benz Logan sangat membenci Gen Heroine, karena ibunya seorang Gen Heroine, dia mati di tangan anak kandung nya sendiri." Kata Dave.
Malam itu semakin larut, rintik demi rintik air berjatuhan, dari hanya beberapa menjadi lebih banyak lagi dan akhirnya hujan mengguyur dengan sangat deras.
Kapal berlabuh hingga ke tengah samudra dengan cuaca yang tidak terlalu bagus, hujan badai dengan petir yang menggelegar.
Aurora yang berada di kamar tahanan, tepatnya di kamar yang berlapis lapis baja, ia mulai tidak nyaman, karena perutnya mulai merasa mual, saat itu kapal sedang terombang ambing.
Wajah Aurora semakin pucat dan ia memegangi perutnya.
"Aku ingin muntah..." Kata Aurora menutup mulutnya.
Tak lama berselang Dave masuk dengan membawa nampan berisi makanan.
Melihat Aurora dengan tubuh lemah dan pucat Dave kemudian memeriksanya.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Dave memegangi kedua bahu Aurora.
Kemudian Aurora menepis kedua tangan Dave dengan kasar, namun ia tidak bisa menyembunyikan perasaan tersiksanya yang semakin kacau.
Perutnya seperti di aduk, itu semua karena perjalanan laut yang membuatnya mabuk, apalagi kapal sedang di hantam badai dan ombak yang cukup besar membuat kapal besar itu terayun ayun.
Aurora kemudian berjalan tergopoh menuju toilet, ia membuka pintu kamar mandi dengan sangat lemah, dan dengan kaki yang lemas, hingga terjatuh.
"Aku akan membantumu." Kata Dave memegangi perut Aurora dengan lembut dan memapah.
"Howeeekk!!" Aurora mengeluarkan semua yang ada dalam perutnya.
"Huweeekkk!!!"
Berulang kali Aurora merasa tubuhnya tidak nyaman.
"Kapan perjalanan buruk ini berakhir." Kata Aurora.
"Ku pikir perjalan buruk ini jauh lebih baik daripada saat kau akan tiba di sana." Kata Dave.
Kemudian Aurora mendorong Dave namun tenaganya tidak cukup kuat.
"Lepaskan!!" Kata Aurora memberontak.
Dave kemudian mengangkat tubuh Aurora dan membaringkannya di atas tempat tidur.
"Aku tidak mau berbaring, itu justru membuatku merasa lebih mual." Kata Aurora.
Kemudian Dave mengambil nampan nya lagi itu berisi makanan.
"Makan dulu, kau akan lebih baik." Kata Dave.
"PRANGG!!!"
Aurora menepis nampan itu hingga terlempar, semua nya pun berceceran di atas lantai.
"Aku sedang mabuk laut, serasa ingin muntah terus menerus dan sekarang kau memberiku makanan." Kata Aurora.
Semua diam sejenak. Dave pun hanya berdiri tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya.
"Aku sangat membencimu Dave, perasaan tulusku seperti lumpur bau bagimu." Kata Aurora seperti putus asa.
Kemudian Aurora bangkit perlahan, ia berjalan dengan terhuyung beberapa langkah, dan hampir terjatuh namun kemudian bertumpu pada tubuh Dave sembari mencengkram baju milik Dave.
"Kau pembohong!" Geram Aurora sembari menangis.
"Teganya kau.... Kau sudah memiliki istri." Kata Aurora dan kini suaranya bergetar, ia menangis.
"Kau tidak pernah bertanya tentang itu, dan benar... Seperti itulah kau seharusnya, membenciku setengah mati." Kata Dave.
"Jangan pernah memaafkanku Aurora." Sambung Dave.
Kemudian Dave melepaskan cengkraman tangan Aurora yang ada di bajunya dan pergi meninggalkan Aurora yang duduk lemas di atas lantai dengan menangis.
Bersambung~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 22 Episodes
Comments
Badzin
g da akhlaq dave
2022-12-02
0
fahruri
parah
2022-12-02
0
Neinni R
teelaluu kejam dave...
2022-12-02
0