Namun ternyata melarikan diri tidak semudah bayangan Aurora.
Gadis itu memang bisa melewati kota dengan mudah, kota yang begitu canggih dengan segala teknologi yang di kembangkan, bahkan kendaraan di sana bisa melayang di atas.
Aurora keluar dari gerbang besar kota, ia bersembunyi di dalam sebuah kereta yang membawa beberapa hewan ternak, dan ketika kereta itu berhenti Aurora melihat sedikit ke arah sekeliling luar.
Aurora mengintip dari balik terpal.
"Di.. Dimana ini?" Kata Aurora.
"Ini terlihat seperti hutan." Kata Aurora lagi.
Tiba-tiba terpal yang menutupi tubuhnya melayang ke udara dan terbuang hingga sangat jauh.
"Aku tahu itu adalah Gen Heroine, meski itu sudah sangat lama bahkan hanya mencium sekali dan itu samar-samar ketika di pasar gelap ada seseorang yang telah menjual Gen Heroine, namun sampai hari ini aku tidak pernah melupakan wanginya, aku tahu kau bersembunyi di sini dan aku membiarkannya, aku memang pintar membawamu masuk ke dalam hutan."
Pria itu kemudian menjulurkan lidahnya, sangat panjang, dan semakin panjang.
Lidah itu berubah menjadi besar dan melilit tubuh Aurora.
"UUUWAAA!!! MONSTERRR!!!" Teriak Aurora.
"Hey nona, apa pembimbingmu tidak melindungimu, apa mereka tidak mengajarimu dan memberitahumu, bahwa sangat berbahaya bagi seorang Gen Heroine berkeliaran sendirian." Pria itu kemudian menarik kembali lidahnya agar Aurora lebih dekat padanya.
Aurora ketakutan, tubuhnya lemas dan dia sangat syock dengan apa yang ia lihat menggunakan matanya sendiri.
"A... Aku tidak percaya, apakah ini nyata, dan benar-benar ada di dunia yang ku tinggali, aku pasti sedang bermimpi." Kata Aurora.
Pria itu dengan kecepatan super tiba-tiba sudah menindih Aurora, dan dengan lembut kemudian menjilat pipi Aurora.
"Astaga... Ini masih murni, belum di sentuh siapapun, aku sudah tidak tahan lagi menahannya dari tadi membuatku sangat tersiksa, aku akan mengambil keperawanannmu dan aku akan menjadi mutan terkuat bahkan paling kuat hingga melebihi Mutan yang memiliki level Alpha." Pria itu kemudian mencengkram kedua tangan Aurora.
"Aaaaa toloongg!!!" Teriak Aurora.
"Aaaaaa.... Hentikaaann....!!! Jangan seperti ini... Lepaskan aku.... Jangan sentuh aku Monsterrr!!!" Teriak Aurora dan menangis menjerit.
"Hentikan." Tiba-tiba terdengar suara yang khas, itu adalah suara yang Aurora kenal. Suara yang lembut namun juga tegas.
Tiba-tiba dari belakang, baju pria mutan itu di tarik oleh orang itu dengan kekuatan yang besar.
Lalu di banting dan di lemparkan jauh, hingga pria mutan itu membentur pohon.
"Ugh..." Darah muncrat dari mulutnya.
Kemudian pria mutan itu jatuh di atas tanah, darah pun masih muncrat melalui mulutnya.
"Pro... Profesor... Bagaimana anda bisa..."
"Moa melapor padaku, dan aku mencari mu dengan mendeteksi bau yang keluar dari tubuhmu, kamu menyebabkan kekacauan di kota mutan Aurora, semua mutan menjadi tidak kondusif dengan aroma tubuhmu yang ada di mana-mana." Kata profesor Dave.
Profesor melirik sekilas baju yang di kenakan Aurora sudah robek sedikit, dan menggigit bibirnya.
"Sial!"
Kemudian Profesor mendekati pria mutan itu, dan pria mutan itu hendak melarikan diri dengan menggungakan kekuatannya, yaitu berlari cepat seperti cahaya namun dengan cepat profesor menghentikannya dengan kekuatan jarak jauh, hingga pria itu kembali roboh.
"Uh..." Pria mutan hendak bangkit.
"DUUAAKK!" Profesor menggunakan kekuatannya dengan memajukan tangannya dan menghentakkannya ke arah pria mutan dan pria itu kembali melayang dan membentur pohon lagi.
"Argh!" Pria mutan itu meludahkan darahnya ke atas tanah.
"ZIINGG!!" Profesor kemudian menyegel kekuatan Pria mutan itu.
"A.. Aku... Tidak bisa berlari..." Kata Pria mutan itu.
"Aku menyegel kekuatanmu." Kata Profesor.
"Aahh... Ini menyakitkan." Kata pria mutan itu.
"Kekuatanku adalah menyegel dan menahan kekuatan mutan lain ketika mereka berada di dekatku, bahkan aku bisa mengambil kekuatan mutan yang memiliki level di bawah ku." Kata Profesor.
"Jadi, aku adalah manusia biasa? Tanpa kekuatan?"
"Ya." Kata Profesor.
Kemudian Profesor mengangkat tubuh pria itu lagi dan hendak membenturkannya ke atas batu.
"Tu... Tunggu.... Ini... Bukan sepenuh nya salahku kan! Aku tidak ingin bermaksud begitu, tapi gadis itu masuk ke dalam keretaku, menyebabkan wangi dan aromanya merangsang DNA ku. Maafkan aku, ampuni aku." Kata pria mutan itu dengan memohon dan putus asa.
Profesor Dave masih diam, sedangkan Aurora masih merasa bimbang dan takut, tubuhnya menggigil sembari kedua tangannya memutupi dadanya yang terbuka.
"A... Anda juga tahu kan gadis itu siapa! Semua mutan pria dan wanita pasti akan memburunya, apalagi aroma tubuhnya sudah menyebar ke seluruh kota Mutan, daripada anda membunuh saya lebih baik gunakan waktu anda yang tersisa untuk menyelamatkan gadis itu, karena sebentar lagi Sang Lord pasti akan mengirim anak buahnya untuk menangkap gadis pemilik Gen Heorine itu. Uhuk... Uhuk...!!"
Profesor kemudian menurunkan pria mutan itu, lagi pula pria mutan itu sudah tidak memiliki kekuatannya karena ia menyegelnya.
Profesor Dave melepaskan jasnya, dan menutupi Aurora. Lalu menggendong Aurora, dan Profesor Dave melakukan teleportasi.
Namun ketika ia sudah melakukan Teleportasi.
"BLAAAM!!!" Teleportasi .
"SYIIUTTT!!! BRUUKK!!!" Teleportasi gagal dan Profesor serta Aurora jauh di atas tanah .
"Ternyata, belum terlambat." Kata seseorang.
Jatuh ketika gagal melakukan teleportasi sama seperti di tusuk dengan seribu jarum di tubuhnya, Profesor Dave menggulung tubuhnya merasakan nyeri yang luar biasa, sedangkan Aurora juga merasakan sakitnya yang tak terkira di sekujur tubuhnya.
"Aurora..." Profesor Dave mengulurkan tangannya agar Aurora menggapainya.
Namun dengan cepat sebuah pecut berwarna merah menyala melilit tubuh Aurora dan membuatnya melayang ke atas udara.
"Ugh... Sialan! Kekuatanku tidak cukup melawan mereka, ini sangat gawat..." Profesor tidak sanggup lagi, karena kekuatannya juga sedang lemah setelah gagal melakukan teleportasi.
"Aku telah memutus aliran kekuatanmu Dave. Kekuatan Mutan seperti listrik yang mengalir, dan aku memutusnya dengan tiba-tiba, itu menyebabkan syock di tubuhmu." Kata seorang wanita yang mungkin adalah pimpinannya.
Mereka adalah Generasi Mutan pemberontak, di bawah pimpinan sang Lord mendirikan kota mereka sendiri, dan menamakan diri mereka Klan Mutan Evolusioner.
"Sang Lord menginginkannya." Kata seorang wanita.
"Jade... Kau salah memihak, kembalilah pada Pimpinan Klan Mutan murni, di sinilah tempat kita yang sebenarnya." Panggil Profesor dengan kesusahan.
"Kau masih saja lemah... Dave." Kata Jade.
"Ayo kita bawa pergi gadis ini saja Jade, Rohan ayo..." Sahut Mike.
"Sayang sekali, padahal aku ingin tinggal dan bermain-main dengan profesor yang sekarat ini, mengingat aku hanyalah menjadi keturunan di tingkat Sigma. Mutan dengan Level kekuatan yang paling rendah, akan menyenangkan hatiku jika aku bisa menyiksa Profesor ini yang berada di level Omega. Sayang sekali...Ck ck ck!" Kata Rohan kecewa.
"BRUUGGH!!!"
"Aaa...!!!" Rohan ambruk, kaki nya masuk ke dalam tanah.
Kepala Rohan berdarah dan terbelah.
"Rohan!!!!" Teriak Mike.
Itu adalah El Victor, dia datang untuk menyelamatkan Profesor dan Aurora.
"Ka... Kau... Jangan... Jangan... Kau adalah pendamping Mutan Level Alpha.... Jangan-jangan kau adalah si monster kecil, dari keturunan level Beta." Mike melotot.
Kemudian Victor hanya sekali mengibaskan tangannya dan terbelahlah kepala dan sampai ke bawah tubuh Mike.
"Mo... Monster... Kenapa kau di sebut monster kecil, padahal kau sangat mengerikan!" Kata Jade.
"Jika aku adalah monster kecil, berarti ada monster besar bukan?" Kata El Victor dan terbang mendekati Jade.
Victor mencekik leher Jade, dan tangan Jade mulai melemah, pecutnya jatuh, kekuatan di pecutnya hilang dan melepaskan tubuh Aurora.
Victor mengeluarkan api dari tangannya, dan membuat leher Jade terbakar.
"Tidaakk Victor...!!!" Teriak Dave melarang Victor untuk membunuh Jade.
"Sayangnya aku adalah mutan tanpa belas kasih Profesor, maafkan aku, aku hanya menjalankan tugas dari pimpinanku."
"Ka... Kau monster kecil, lalu kekuatan monster yang besar seperti a... ap... pa..." Tubuh dan Kepala Jade terpisah, namun Jade masih bisa berbicara, dengan leher yang terputus karena api yang membakar lehernya, Jade kemudian menutup matanya.
Victor menepuk-nepuk kedua tangannya, membersihkan telapak tangannya, seolah ia telah menyentuh barang kotor yang berdebu.
Lalu Victor melihat Aurora yang duduk lemas tanpa daya, tatapan dan pandangan mata gadis itu benar-benar kosong.
"Sepertinya dia syock." Kata Victor lirih.
"Bantuan akan segera tiba, aku tidak mungkin membawamu." Sambung Victor lagi.
Kemudian Victor mengangkat tubuh lemah Profesor Dave, tak berapa lama beberapa bantuan datang. Mereka adalah prajurit khusus yang sudah di hipnotis terlebih dahulu agar tidak terpikat dengan wangi yang di keluarkan oleh gen heroin yaitu Aurora.
Bersambung~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 22 Episodes
Comments
Keysha Adreena
fikiran q langsung traveling kemana2 😵
2022-12-19
0
DidiWijaya
wkwk TDK semudah itu ternyata
2022-12-02
0
bebungkruk
deg deg an
2022-12-02
0