AURORA EULALIA BERTEMU BENZ LOGAN

Malam pesta akhirnya datang. Musik meriah mengguncang kastil, bahkan terdengar sangat keras hingga ke rumah Aurora.

Rumah mungil Aurora pun terasa bergegar dan bergetar. Dindingnya seolah mau roboh.

"Astaga mereka mau menghancurkan gendang telinga orang lain." Kesal Aurora.

"Semoga rumah ini tidak runtuh." Kata Aurora lagi.

Gadis itu sudah memakai gaun yang di berikan oleh seorang pelayan beserta undangan resmi, itu adalah undangan khusus untuk tamu VIP, agar bisa masuk ke dalam pesta dan bertemu dengan Benz Logan.

Gaun indah berwarna peach, sangat cocok dengan kulit putih Aurora. Kemudian di padukan dengan syal bulu yang lembut dan mewah.

Aurora berjalan pelan memakai heelsnya menyusuri jalan setapak rumah nya yang menghubungkan pada kastil, jalanan setapak itu memiliki tepi-tepi yang di hiasi rerumputan, terlihat sangat dirawat dengan baik.

Gadis itu mulai memasuki gerbang besar, ia datang melalui pintu depan, berjalan pelan sembari membawa undangan exclusive miliknya.

Beberapa mobil menyalipnya memutari pancuran air di tengah taman, membuat rambut halus Aurora berterbangan.

Semua serba berdesak-desakan seolah seluruh kota sedang tumpah ruah di kastil besar itu.

Aurora berusaha untuk masuk, lautan manusia yang berdesakan membuat Aurora mendesahh penuh perjuangan, setelah masuk ke dalam kastil ia juga melihat banyak selebriti papan atas sudah datang berkumpul, minum dan menari, lalu terlihat juga wajah-wajah para pejabat yang sedang di kelilingi wanita-wanita berpakaian bikini.

Kolam renang pun penuh dengan lautan manusia yang bahkan beberapa orang berani bercumbuu di sana.

"Oh Ya tuhan, apakah aku salah datang kemari." Kata Aurora lemah.

Kemudian ia berjalan lagi menelusuri ruangan, melihat seorang wanita bersama teman-temannya yang mungkin cukup bisa di ajak mengobrol.

"Hay..." Sapa Aurora.

"Hay..." Kata wanita-wanita berkulit kecoklatan itu secara bersamaan dan tersenyum.

"Kenalkan aku Aurora."

"Aku Nency, dia Jessy, dan satu lagi Feronica." Kata Nency.

Mereka semua berambut keriting, dan berkulit kecoklatan. Namun hanya Nency yang memiliki bibir tebal dan memakai lipstik berwarna merah menyala.

"Maaf dimana aku bisa menemui Tuan Benz Logan?" Tanya Aurora.

"Hm... Sepertinya tidak akan bisa." Kata Jessy.

"Kenapa?" Tanya Aurora.

"Tidak ada yang bisa, sampai sekarang pun tidak ada yang tahu bagaimana caranya menemui Tuan Benz Logan." Kata Nency.

"Lalu pesta ini?" Tanya Aurora.

"Ya meski pesta ini selalu di buat di akhir pekan, namun Benz Logan tidak pernah muncul, kau juga harusnya tahu, bahkan dia selalu memakai topeng saat tampil di manapun." Kata Nency.

"Aku mengikuti pesta ini dari awal, dan sudah berjalan 6 bulan sekarang. Tapi aku masih tidak pernah bertemu sekalipun dengan Tuan Benz Logan. Rumor menyebutkan tuan Benz Logan adalah pria tua yang cukup gemuk dan kau tahu? Rumor mengatakan dia adalah gay." Bisik Jessy.

"Kata orang, Tuan Benz Logan terlahir dari seorang dewa, ia sangat kaya, tapi sebagian orang lagi bilang Benz Logan adalah pria psychopath. Dia kejam, dia bisa membunuh puluhan musuhnya hanya dengan satu senjata." Kata Nency.

"Yah, kau tahu terakhir kali rumor beredar Tuan Benz Logan adalah pria kuat yang memiliki banyak perempuan di ranjangnya, dia perkasa dan tidak terkalahkan, aku sangat ingin merasakannya." Kata Feronica tertawa dan menguluum telunjuknya.

Semua tertawa kecuali Aurora sendiri hanya menyeringai.

"Tapi aku di undang secara exclusive." Kata Aurora menunjukkan undangannya.

Kemudian Nency mengambil undangan tersebut dari tangan Aurora dan memperhatikannya dengan seksama.

"Aku tidak tahu, semua orang di kota ini tidak memakai undangan, pesta ini di siarkan secara masal, dari media dan dari mulut ke mulut, semua orang boleh datang, bahkan orang tua yang sudah tidak kuat berjalan, lihatlah di sana." Kata Nency menunjuk dengan jarinya dengan masih memegangi gelas sampanye.

Aurora menjadu kecewa, ternyata undangan vip itu hanya bualan.

Kemudian para wanita-wanita itu pergi dan menari di lantai dansa ketika musik kesukaan mereka di putar.

Aurora menyeringaikan mulutnya, musik-musik cukup membuatnya pusing, apalagi lampu-lampu berwarna warni juga berputar-putar.

Tak berapa lama kembang api besar dan berwarna-warni meledak terus menurus menghiasi Kastil.

Aurora melihat dari balik jendela. Tubuh Aurora kecil namun ideal dan sungguh luar biasa cantik.

"Nona Aurora..." Sapa seorang pria.

Aurora memutar tubuhnya dan terlihat Victor memakai seragam pelayan.

"Tuan Victor." Sahut Aurora dengan tersenyum.

"Apa pekerjaan anda banyak, saya lihat banyak teman-teman anda sibuk melayani mereka semua."

"Teman?" Tanya Victor mengerutkan alisnya.

"Oh maaf, saya kira para pelayan itu adalah teman-teman anda karena anda memakai seragam yang sama." Kata Aurora tidak enak.

"Oh... Ya, tentu saja mereka teman-temanku." Victor mengangkat sisi bibirnya tersenyum.

"Apa kau sudah siap?" Tanya Victor.

"Sudah siap?" Tanya Aurora.

"Untuk bertemu dengan Tuan Benz Logan."

"Ah... Tentu, saya sangat menantikannya." Kata Aurora semangat.

Victor memang sengaja memakai seragam pelayan, itu untuk mengelabui semua tamu yang ada, ia tidak mau di kerubungi oleh para wanita jika mereka tahu dirinya adalah assisten pribadi Benz Logan.

Victor mengajak Aurora untuk masuk lebih dalam lagi, dan terus masuk ke dalam ruangan Kastil hingga suara bising musik serta suara teriakan-teriakan itu tidak lagi terdengar.

"Apa kau sudah nyaman, suara musiknya sudah hilang."

"Astaga, ini sangat mengagumkan, dan.... Aneh..." Kata Aurora.

"Aneh?"

"Ya, aneh, suara musik itu bahkan seperti ingin meruntuhkan rumah yang saya sewa, tapi di sini di dalam satu bangunan, justru tidak terdengar apapun." Kata Aurora tersenyum.

Victor kemudian menghentikan langkahnya di depan pintu besar, dan membuka pintu tersebut.

Aurora melihat seorang pria dengan topeng cukup menakutkan duduk di kursi sofa dan memandangi para manusia yang sedang berpesta melalui jendelanya yang besar

Pria itu tinggi, mungkim 189cm dan memakai setelan jas berwarna hitam, seluruhnya berwarna hitam, bahkan sarung tangannya pun hitam, tangan tersebut memegangi tongkat yang berukirkan harimau.

"Tuan Benz Logan, ini adalah Aurora yang saya bicarakan." Kata Victor.

Benz Logan kemudian menoleh, membuat Aurora cukup bergetar, karena topeng itu sungguh menyeramkan baginya. Aurora tanpa sadar berjalan mundur sedikit.

Kemudian Victor memberikan kode pada Aurora untuk masuk, dan duduk di depan Benz Logan sedangkan Victor berada di belakang Benz Logan berdiri dengan sopan.

"Tuan Benz Logan ijinkan saya memperkenalkan diri, saya adalah Aurora Eulalia, penyewa rumah anda. Saya datang untuk mengucapkan terima kasih dan ini adalah sedikit bingkisan dari saya." Kata Aurora menyerahkan kotak kecil yang di pita dengan indah.

Victor kemudian menerima bingkisan mungil itu dan menyimpannya di atas meja.

Tak berapa lama seseorang mengetuk pintu, pelayan setia Benz Logan.

"Tuan, dia datang." Kata Alfred memandang Benz Logan serta Victor.

Kemudian Logan pun melihat pada Victor dan Alfred.

"Nona, anda harus pergi, ada tamu penting hari ini." Kata Alfred.

"Tapi saya belum selesai." Sahut Aurora.

"Tuan berjanjilah kita akan bertemu lagi, ijinkan saya untuk datang kembali, saya ingin menyampaikan sesuatu. Saya harus mewawancarai anda untuk tugas saya di kampus." Sahut Aurora.

Namun para pengawal sudah menarik Aurora dengan halus untuk keluar dari ruangan itu.

"Tunggu dulu! Tunggu, lepaskan saya, kali ini saya ingin bicara dengan Tuan Victor." Kata Aurora.

Namun Victor sedang sibuk berbicara dengan Logan dan tidak memperhatikan Aurora lagi.

Sedangkan Aurora sudah di seret keluar oleh beberapa pengawal serta Alfred yang mengikuti di belakang.

"Nona, mohon kerja samanya, keinginan anda bertemu dengan Tuan Logan sudah di penuhi maka jaga sikap anda, pengawal kami akan mengantar anda untuk pulang." Kata Alfred kemudian pergi menuju ruangan Logan kembali.

Aurora hanya terdiam dan melenguh lemah, tidak ada lagi yang membuatnya harus terus bertahan dan ada di pesta itu, ia tidak menyukai pesta, pada akhirnya Aurora memilih untuk pergi dari kastil.

Bersambung~

Terpopuler

Comments

firman

firman

bagus mrk ktmu smga bertahap ke proses selanjutnya

2022-12-02

0

Fatimah

Fatimah

knp g lgsung aj blg mw wawancara

2022-12-02

0

eby

eby

mntpp

2022-12-02

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!