Aurora mulai mengganti satu demi satu botol-botol kecil yang memiliki cairan berwarna ungu entah itu apa namun asap yang di hasilkannya melalui semacam difuser juga membuat paru-paru nya seolah merasa kan lebih ringan.
"Jangan!!!"
"Jangan!!!"
"Aku mohon jangan lakukan itu!!!"
"Bunuh aku jangan dia!!!"
Saat itu Aurora baru saja kembali dari dapur karena membuat teh hangat untuk dirinya, dan melihat Profesor Dave sedang mengigau.
"Clare pergi!!!" Teriak Profesor lagi.
"Profesor!!!" Teriak Aurora.
Kemudian Aurora mengguncang-guncangkan tubuh Profesor, dan memeluk tubuh pria itu.
"Profesor ada apa denganmu?" Aurora mulai ketakutan dan panik.
Saat itu dengan gerakan tak terduka Profesor tiba-tiba menarik tubuh Aurora lebih dekat dan kemudian memutarnya lalu menindiih tubuh Aurora.
Tak lama kemudian Profesor membuka mata, mengetahui posisi nya sudah menjadi seperti itu buru-buru profesor Dave mundur dan duduk.
"Astaga. Aku sudah katakan padamu Aurora pukul aku jika aku melewati batas." Kata Dave.
"Tapi ada apa dengan mu Profesor?" Tanya Aurora.
"Hanya mimpi buruk." Kata Profesor.
"Kau tidak mau menceritakan yang sebenarnya?" Tanya Aurora.
"Belum saatnya kau mengetahui masa lalu ku yang mengerikan Aurora." Kata Profesor Dave sembari meremas rambutnya lalu membetulkannya.
"Pergilah." Kata Profesor.
"Tapi Profesor, aku sudah menyatakan perasaanku, aku mencintaimu." Kata Aurora dengan naifnya berbicara polos dan langsung memeluk profesor kembali.
Saat itu Profesor tidak siap, membuat tubuh profesor kembali terjatuh di atas kasur, hingga Aurora kini berada di atas tubuh Profesor Dave.
"Aku mencintaimu profesor." Kata Aurora lagi.
"Aku benar-benar tidak tahu harus mengatakan apa Aurora, tapi apa kau tidak takut dengan ku jika ternyata aku akan berbuat jahat padamu, kau harus ingat dirimu adalah gen heroine, dimana kau adalah seseorang yang bisa memikat seluruh pria mutan, kau tidak takut jika ternyata aku tertarik pada dirimu hanya karena hasrat? Ingat, kau adalah gen heroine, siapapun pria mutan itu memiliki naluri ingin mengoyak tubuhmu dengan naluri seksuall binatang mereka."
"Aku yakin pada instingku, aku baru pertama kali melihat bagaimana seorang pria selalu melindungi diriku bahkan rela berkorban hingga semua tubuhnya terluka. Aku percaya padamu profesor, kau adalah pria terbaik yang pernah ku temui, kau adalah superhero ku yang selalu menjaga dan melindungiku."
"Pergilah. Kita tidak seharusnya berada di dalam kamar yang sama." Kata Profesor.
Namun Aurora tetap tidak mau beranjak, dan justru berniat mencium Profesor dengan perlahan.
Saat itu juga Profesor menarik tubuh Aurora dalam dekapannya dan memutarnya hingga membuat tubuh Aurora kini berada di bawahnya, dalam pelukannya.
"Setelah ini, aku benar-bebar tidak akan bisa di hentikan. Ini adalah peringatan terakhirku Aurora."
"Profesor aku percaya padamu."
Kemudian Profesor Dave mencium bibir Aurora dengan tenaganya yang sangat kuat, aura gairahnya memancar seolah ingin ia keluarkan semuanya.
Gen Heorine memang selalu membuat para pria sangat menderita, mereka akan merasakan aura hypersekss mereka memuncak hingga tak terkendali.
Aurora merasa kan panas tubuhnya juga semakin membara, ia mempercayakan seluruhnya pada Profesor Dave.
Dengan kekuatan yang Dave miliki, tangan berotot itu merobek pakaian Aurora dengan masih menciumi Aurora.
Tubuh Dave sudah lebih panas melebihi lahar yang ada di dalam gunung berapi, semuanya terasa sangat memuncak.
Mereka bergumul di atas kasur dan saling mengikat.
"SEERRRRR!!!" Sesuatu masuk ke dalam dengan perlahan dan senyap.
Insting Dave kembali. Pikiran siaganya memberitahu ada seseorang yang datang dengan kekuatan yang besar, dan Profesor Dave tahu siapa dia.
Buru-buru Profesor menahan dirinya dengan sangat kuat, keringat telah mengucur di area tubuh dan pelipis, karena sesuatu yang seharusnya akan di salurkan menjadi terhenti.
Nafas memburu Aurora pun juga semakin terengah, ia masih memakai pakaian dalamnya, dan seolah ingin bertanya mengapa berhenti.
"Profesor?" Tanya Aurora.
"Ssst..." Profesor kemudian menutup mulut nya dengan telunjuknya.
"Pakai baju, ada pakaian di dalam almari di ruangan ganti." Kata Dave kemudian beranjak turun.
Saat itu Profesor Dave tidak memakai baju dan hanya memakai celana panjang.
Dave memeriksa kaca jendela nya yang lebar tepat di depan ranjangnya, beberapa langkah masih aman, namun ketika kakinya hendak menginjak lantai, ada energi yang sangat kuat mulai merengsak masuk itu seperti asap transparan, dan sudah dipastikan energi bom senyap, yang jika di injak akan langsung meleleh, dan kemudian Dave mengeluarkan kekuatannya lalu mengarahkan pada lantai itu.
"SEERR!!!" Sebagian kamarnya pun terbakar dan meleleh tanpa suara, senyap dan tenang namun mematikan.
Hal itu membuat kamar menjadi tanpa dinding dan jendela, membuat nya langsung terhubung dengan halaman di luar.
Terlihat seorang pria berdiri dengan santai, memakai pakaian jas setelan rapi. Seseorang itu adalah El Victor.
"Profesor, aku memberi salam dengan sedikit tidak sopan, dan maaf sudah menganggu kesenanganmu." Kata El Victor santai dan datar.
Profesor Dave diam dan masih berdiri.
Tak berapa lama Aurora keluar dan belum menyadari keadaan, ia berjalan pelan dan melihat pakaian nya apakah cocok untuknya.
"Profesor hanya ada hot pants dan tangtop, tapi aku memakai kemeja mu, apakah boleh?" Seketika Aurora melihat asap yang banyak dan mendongak.
Pandangannya tertuju pada separuh kamar yang sudah menghilang, tepatnya meleleh tanpa suara, hanya ada asap dan sisa-sisa lelehan yang memerah.
Aurora juga melihat El Victor serta Profesor Dave hanya saling pandang.
"A... Ada apa ini..." Tanya Aurora.
"Sepertinya anda sudah mulai terbiasa dengan para manusia mutan Nona Aurora, anda terlihat sangat santai, bahkan memakai pakaian pria lain, tepatnya profesor Dave. Apa kalian baru saja melakukan sesuatu yang menyenangkan." Kata El Victor menyindir dengan kesal.
Profesor Dave masih diam.
Aurora menjadi naik pitam dengan hinaan El Victor.
"Anda tidak akan pernah tahu bagaimana semenyenangkannya berduaan dengan orang yang anda cintai selama anda belum merasakannya sendiri."
El Victor tersenyum sinis bahkan getir dan ia sangat tidak menyukai kalimat Aurora.
"Kau lupa? Kau adalah Gen Heroine, banyak pria ingin menyentuh dan membuang spermaa mereka padamu? Tidak ada yang benar-benar mencintaimu, kecuali mereka hanya ingin melepaskan naluri binatangnya."
"Kau memang menyebalkan! Kau akan menyesal saat semua orang bisa mencintai dan kau hidup sebatang kara tanpa bisa mencintai orang lain!!!" Teriak Aurora.
"Naif!" Kata El Victor.
Saat itu Profesor Dave masih diam namun, secara tiba-tiba Dave menarik tubuh Aurora dengan sangat kuat lalu mendekapnya, ia lalu mengulurkan tangannya mengeluarkan kekuatannya untuk menyegel kekuatan El Victor.
"SYIUUUUWWW...!!!" El Victor tak bisa bergerak.
Kecepatannya terlambat satu detik dari Dave.
"BLAAMM!!!" Dave melakukan teleportasi dengan membawa Aurora pergi.
El Victor tersungkur, kedua lututnya bertumpu rerumputan. Kemudian El Victor mengambil suntikan yang ada di saku jasnya, dan membuka tutupnya dengan giginya, kemudian menyuntikkanya di lehernya sendiri.
Tak berapa lama El Victor bisa berdiri lagi lalu menggerakkan kepalanya perlahan seperti pemanasan dan membuang suntiknya. Kekuatan yang sempat di segel kembali aktif lagi.
El Victor tersenyum sinis dan pergi melakukan teleportasi.
"BLAMM!!"
Bersambung~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 22 Episodes
Comments
Fatur nur Muhammad
gatel
2023-01-04
1
bos sadam
Aurora jgn ganjen
2022-12-02
0
samantha
ngeyel
2022-12-02
0