Suara-suara mereka hanya lah suara nafas yang mendemgus saling bersautan. Suara yang keluar dari kenikmatan.
Logan merobek baju milik Aurora dan menciumi Aurora, itu membuat Aurora mencengkram rambut-rambut kepala Logan.
Namun, efek obat itu akhirnya menurun, dan membuat Aurora tersadar, matanya membuka dan membulat.
"Tidak... Tidaak... Apa yang ku lakukan. Dimana aku." Aurora melihat Logan sedang menciumi perut nya dan hendak turun ke bawah.
"Tidak!!!" Teriak Aurora.
"Tu... Tuan... Saya mohon berhenti....!!!" Kata Aurora.
"Jangan!!!"
Aurora mencoba menghentikan Benz Logan, dengan tangannya namun pada akhirnya pria itu tidak dapat di hentikan.
"Tidak... Jangan... Ku mohon..." Kata Aurora merintih dan menggigit bibirnya.
Saat Benz Logan hampir mencapai di bawah sana Aurora berteriak dengan sangat keras.
"Dave!!! Hentikaaaann!!! Aku membencimu!!!"
Aurora menangis sembari menutup matanya.
Logan tersentak dan sadar karena nama yang di panggil Aurora adalah Dave, Logan perlahan mengembalikan pikirannya, dimana ia kehilangan kendali atas dirinya, Logan melihat tubuh Aurora sudah memiliki banyak bekas merah dan pakaiannya sudah robek.
Gadis itu menutup wajahnya sembari menangis. Tubuh nya gemetar hebat, terlihat bahwa ia memiliki trauma ketakutan yang sangat kuat.
"Aku membenci mu Dave, jangan menyentuhku!!! Aku membencimu. Kau adalah kesalahan yang ku perbuat, aku bodoh!!!" Kata Aurora sembari menangis.
Logan berhenti dan mengusap wajahnya agar ia sadar dengan telapak tangannya yang sebelah sedangkan, yang satu lagi menahan tubuh kekarnya.
Kemudian Logan turun dari atas kasur dan mengambil jubah mantel.
"Pakailah." Kata Logan.
Namun saat itu Aurora masih terus menangis dan menyebut bahwa ia membenci Dave, dengan tubuh gemetar.
Logan naik ke atas tempat tidur dan perlahan membuka tangan Aurora.
"Aku Logan, dan bukan Dave."
Kemudian Logan membuka topengnya, ia memakai topeng yang hanya separuh hingga batas hidungnya.
"Aku Logan, Aurora..." Sekali lagi Logan menyadarkan Aurora.
Aurora justru semakin menangis sejadinya, ia tidak berdaya dengan semua keadaan yang telah menimpanya.
"Aku... Aku minta maaf Tuan Logan." Kata Aurora.
"Sepertinya ada yang harus di perbaiki dengan racikan obat nya, dan wangi yang kau keluarkan terlalu kuat, aku juga harus memperbarui dosisnya. Pakai jubahnya dan pergilah ke kamarmu, Alfred ada di depan pintu, dia akan mengantarkanmu." Kata Logan.
"Ba... Baik Tuan." Kata Aurora gemetar dan memakai jubahnya.
Saat Aurora keluar kamar, ia telah memakai jubah milik Logan, dan saat itu Lucy melihatnya.
"Dasar wanita ******, beraninya dia menggoda Logan!!!" Teriak Lucy.
Lucy dengan langkah lebar dan cepat mendatangi Aurora dan langsung menjambak rambut Aurora dari belakang.
"******!!! Mati kau!!" Teriak Lucy dengan amarah yang memuncak dan wajah merah.
"AAARGGH!!!!" Aurora terkejut dengan tindakan yang tiba-tiba itu membuat Aurora tidak memiliki pertahanan.
Lucy menjambak Aurora dengan brutal, Alfred berusaha melerai dengan menggendong Lucy dari belakang, memegangi perut Lucy, namun Lucy masih mencoba menendang-nendang Aurora.
"Lepaskan!!! Aku akan memberi pelajaran pada wanita ****** ini!!! Berani nya dia pergi ke kamar Logan, pasti kau menggodanya kan!!!" Teriak Lucy.
Ketika melihat Aurora membenarkan jubahnya, Lucy kembali meradang, ia tahu itu adalah Jubah milik Logan.
"Wanita tidak tahu malu, ****** kampung!!!" Teriak Lucy.
"Ada apa ini." Suara yang khas terdengar.
Itu adalah Logan yang keluar dari kamarnya.
Lucy berangsur-angsur tenang, namun ia terkejut saat itu Logan tidak memakai topengnya.
"Kenapa... Kenapa kau tidak memakai topeng?" Tanya Lucy.
"Semua pelayan di tempatkan di bawah, di atas hanya ada kita." Kata Logan.
"Maksudmu kita? Apakah dia termasuk, sebelumnya dia sudah tahu wajahmu?" Kata Lucy.
"Ya. Dia tahu. Baru saja." Kata Logan datar.
"Baru saja? Apa kau berniat membodohiku! Kau bilang hanya aku yang boleh tahu wajahmu!" Teriak Lucy.
"Aku tidak butuh persetujuan siapapun atas tindakan apa yang ku lakukan." Kata Logan.
"Aku percaya padamu!!! Aku meninggalkan suamiku hanya untuk dirimu Logan!!!"
"Aku tidak memaksamu, aku menawarimu, dan kau mau." Kata Logan datar dan masih dalam keadaan tenang.
"A... Apa...?" Lucy terkejut dengan jawaban Logan.
Lucy merasa kepalanya pusing.
"Kau pikir kau siapa Lucy, meski hubungan kita dekat, tapi kau tidak bisa berbuat seenaknya di sini." Kata Logan.
"Hubungan kita dekat? Apakah hanya sebatas itu? Bukankah aku adalah kekasihmu, dan kenapa ****** itu keluar dari kamarmu, apa yang sudah kalian lakukan...!!" Kata Lucy.
"Aku tidak suka terikat dengan siapapun, terserah kau menganggap hubungan kita apa. Lalu kau bertanya padaku, apa yang sudah kami lakukan? Kau tidak bisa membaca situasi? Dia memakai jubahku, menurutmu apa yang di lakukannya di kamarku? Seorang pria dan wanita ketika bersama dalam satu kamar, dan sang wanitanya sekarang memakai jubah milik sang pria."
Lucy lemas, tubuhnya mendadak ingin pingsan.
"Apa kau berniat balas dendam padaku Logan?" Tanya Lucy, wajah dan tatapannga sudah pucat.
"Kau bisa pikir sendiri. Apa aku belum mengatakan padamu? Aku bertemu dengan Paul Ramsey." Kata Logan.
"A... Ayah... Kau bertemu ayahku?" Kata Lucy.
"Ya, dia yang telah menculik Aurora." Kata Logan.
"Ti.. Tidak mungkin... Apa.. Untuk Apa ayahku melakukan itu..." Kata Lucy ketakutan.
"Kau akan mengerti besok, bersiaplah untuk tahu kenyataannya, dan satu hal lagi Lucy, saat aku tahu kau memutuskan untuk menikah, dan aku tahu kabar bahwa Paul Ramsey memperbudak ayahku, saat itulah rasa cintaku untuk mu lenyap." Kata Logan.
Lucy jatuh di atas lantai dengan tubuh tak berdaya. Kini, ia mengingat bagaimana ketika dia kabur dari kastilnya sendiri dan melawan suaminya untuk pergi bersama Benedict Logan, yang sekarang menjadi Benz Logan. Pria yang dulu pernah mencintainya hingga rela melakukan apapun untuknya telah menjadi pria dingin tak berperasaan.
"Sepertinya, kau akan memberikan hukuman pada kami semua." Kata Lucy yang sudah terduduk lemas tak beradaya di atas lantai yang dingin.
Flashback
Malam itu hujan turun dengan lebat, di sertai petir dan kilatan yang mengerikan. Lucy membawa koper yang sudah berisi beberapa barang yang ia butuhkan, Saat itu Karl memohon bahkan berlutut di hadapan Lucy, ia memegang kaki kurus yang putih nan mulus milik Lucy.
"Jangan pergi..."
Itulah pertama kalinya Karl tak berdaya dan sangat putus asa, biasanya Karl sangat dingin dan selalu melontarkan kalimat-kalimat pedas.
Namun itu hanya bertahan beberapa menit, hingga akhirnya Karl mengeluarkan sifat aslinya.
"Pergilah! Jangan pernah terlihat oleh mataku, jika kau terlihat olehku, aku akan menggorok lehermu Lucy." Karl mengatakan dengan mata nanar, dan wajah menyeramkan.
"Aku sudah muak dengan segala perilaku mu Karl, kau tidak pernah memperlakukan ku dengan lembut, bahkan mulutmu berbisa!" Teriak Lucy.
"Pergilah jika kau ingin pergi, ****** memang akan selalu pergi pada pria manapun, namun jika kau di campakkan jangan pernah menyesalinya, dan jangan mengiba padaku, jika kau datang padaku aku hanya akan membunuhmu Lucy!! Dan jika ayahmu kembali lalu bertanya, aku akan menjawab bahwa kau sudah tidur dengan pria lain." Kata Karl.
"Aku tidak pernah tidur dengan pria lain Karl!!""
"Lalu bagaimana bisa kau berada di villa pria itu!!! Kau pikir aku tidak tahu!! Kau pikir aku bodoh dan idiot!!!" Teriak Karl.
"Aku lelah denganmu!!"
"Ya!!! Itulah sebabnya kau tidak pernah mau memiliki anak denganku, kau adalah betina yang tidak pernah puas hanya dengan satu pria!!!"
"Kau yang tidak bisa Karl." Kata Lucy lirih
"Apa?!"
"Kau yang tidak bisa memiliki anak, aku wanita subur, dan kau melimpahkan semua kesalahan padaku, kau yang sakit!!!"
"Beraninya ****** ini....!!!"
Karl siap memukul namun, ia berhenti ketika melihat Lucy menutupi kepalanya menggunakan tangannya dan Karl pun menurunkan tangannya dengan perlahan.
Saat itu Lucy melihat Karl yang sudah memiliki tatapan kosong dan buru-buru keluar dari kastil dengan mantap, air hujan membasahi tubuhnya dan ia masuk ke dalam mobil dimana di dalamnya, ada pria yang telah menunggunya, itu adalah Logan.
bersambung~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 22 Episodes
Comments
eva nindia 🦐
knapa gak dlnjut ampe bablas si 😂
2022-12-03
0
MaRu
keren
2022-12-02
0
GLDG
up
2022-12-02
0