Negara A
"Tuan Logan, Tuan El Victor sudah tiba." Kata Alfred.
"Suruh dia masuk."
"Baik Tuan."
Kemudian El Victor masuk menghadap, sedangkan Alfred pergi.
Victor hanya berdiri di belakang Logan yang memandangi pemandangan melalui jendela besarnya.
"Kau gagal." Kata Logan.
"Maafkan saya Tuan, saya tidak sigap membaca situasi, ini di luar dugaan, saya yang ceroboh." Kata Victor.
"Mau bagaimana lagi, toh gadis itu akan menemui takdirnya, tapi aku tidak akan memaafkan siapapun yang menyangkut pengkhianatan." Kata Logan.
Victor kemudian memandang ke arah Logan dengan tatapan terkejut.
"Tapi anda harus menyelamatkannya Tuan." Kata Victor.
"Si gadis penyewa itu?" Kata Logan.
Victor menunduk mendengar nada bicara Logan yang makin tidak mengenakkan.
"Aku sudah menyelamatkannya Victor, bagaimana jika sejak awal aku mengusirnya, dan tidak menyetujui dia menyewa rumah milikku, kau lupa? Bahkan aku membunuh ibu ku sendiri." Kata Logan.
"Tapi Tuan, gadis itu berbeda..." Kata Victor.
"Bagiku Gen Heroine tetap sama, mereka pelacuur, aku sudah mempercayakannya padamu, dan kau gagal, haruskah ku ulangi kalimatku? Jika aku tidak suka berurusan dengan gen Heroine?" Kata Logan.
"Tapi Tuan, pimpinan mengatakan jika anda harus mempunyai anak, hanya rahim gen heroine yang bisa, saya mohon, anda harus..."
"Aku yang akan menentukan hidup ku Victor. Kau tahu aku paling membenci gen Heroin, sejak kapan kau menjadi pembangkang dan mulai memerintah ku." Kata Logan menyela sembari melihat ke arah Victor dengan tatapan membunuh.
"Maafkan saya Tuan." Kata Victor menunduk.
"Aku akan menemui Lucy." Kata Logan.
Victor mengeratkan kepalannya pada tangannya sendiri.
Melihat Logan memakai jas dan topengnya Victor masih sangat berharap jika Logan mau menolong Aurora.
"Tuan, gadis itu benar-benar membutuhkan pertolongan anda, tidak seharusnya dia bernasib di tangan Sang Lord."
"Kalau begitu kau saja yang menolongnya, jika kau merasa kasihan padanya." Kata Logan sinis.
"Saya tidak dapat melacak mereka, sepertinya mereka mengambil jalur air, energi air membuyarkan kemampuan mutan dalam melacak, keculi untuk level Alpha." Kata Victor.
"Kau memintaku untuk melacak mereka?" Tanya Logan dengan tatapan mata yang biasa namun tajam.
Victor hanya menunduk dan tidak berani menatap tuannya.
"Mereka sedang menuju ke perbatasan Samudra Atlanta." Kata Logan.
"Terimakasih Tuan Logan, maafkan saya."
Victor menunduk dan berpamitan, namun ketika sampai di pintu, Logan memanggilnya.
"Tunggu." Kemudian Logan melemparkan sebuah kotak.
Victor menangkapnya dan membukanya. Itu adalah satu ampul lengkap dengan penyuntiknya.
"Pakai itu, kau akan bisa bertahan saat di dekat Gen Heroin, itu akan bekerja selama 3 hari." Kata Logan.
Victor mengangguk.
"Terimakasih Tuan, maafkan saya." Kata Victor menunduk dan kemudian pergi.
Sedangkan Logan sendiri, ia pergi sendirian menuju kastil dimana Lucy tinggal.
Logan sudah memakai topengnya dan membawa walking stick, lalu mengendarai mobil klasik mewah koleksinya, ini adalah pertama kalinya ia pergi tanpa pengawalan.
Sesampainya di kastil ia sudah di sambut oleh seorang wanita cantik yang sangat memukau, tubuh kecilnya yang ramping dan kulit putihnya yang mulus serta sangat seksi, gaun yang ia pakai mengekspose lengan dan bahunya. Lalu belahan gaun itu mengekspose paha nya yang luar biasa memukau.
"Untuk siapa dia memamerkan bentuk tubuhnya itu." Kata Logan pelan.
Logan berjalan dan menyalami seorang pria yang berdiri di samping Lucy.
"Saya Karl, suami Lucy. Senang bertemu dengan anda Tuan Logan, betapa saya mengagumi anda setiap harinya, karena setiap pagi tidak ada koran yang tidak membahas tentang keberhasilan anda, dan nama anda selalu menjadi sampulnya.
"Ya, aku senang jika namaku bisa berguna untuk orang lain mencari nafkah, dengan menjual namaku mereka bisa makan." Kata Logan.
"Anda sangat bijaksana." Kata Karl.
"Kenalkan ini adalah istri saya, Lucy Ramseyla."
"Senang bertemu dengan anda, Nona Lucy, anda sangat cantik, beruntung sekali yang bisa mendapatkan anda."
"Terimakasih, saya memang selalu merasa beruntung, tapi sayangnya keberuntungan itu sepertinya semakin memudar karena tidak ada anak-anak di antara kami."
Mendengar kalimat sarkass suaminya, Lucy merasa bergetar, ia takut, dan menjadi frustasi.
Logan melihat itu dan membuatnya merasa sangat marah, meski ia tidak dapat langsung menunjukkannya.
Perbincangan demi perbincangan berlansung tenang di taman tengah, mereka mengobrol dan berdiskusi tentang, bisnis, uang, tanah, dan sebagainya.
"Oh maafkan saya Tuan Logan, mengobrol dengan anda sangat memyenangkan tapi saya memiliki jadwal bisnis, saya harap anda tidak keberatan dan tidak membenci atas ketidak sopanan saya." Kata Karl.
"Tidak, tentu tidak." Kata Logan.
"Anda bisa mengobrol dengan istri saya, dia pandai dalam segala hal, sungguh sangat luar biasa bahkan dalam dunia bisnis." Kata Karl.
"Ya, jika anda berkata begitu, membuat saya tertarik ingin mencobanya." Kata Logan.
"Percayalah anda tidak akan menyesal, bahkan dia jauh lebih pintar dari saya, hanya saja dia tidak mau bergabung dalam bisnis-bisnis keluarga."
"Oh... menarik." Kata Logan.
"Saya pergi, tolong maafkan saya."
"Baiklah, semoga bisnis anda lancar dan menghasilkan banyak uang." Kata Logan basa-basi.
"Anda sangat bijak Tuan." Puji Karl.
Kemudian keduanya berpamitan.
Setelah itu Logan dan Lucy hanya saling menatap, namun tatapan itu lebih seperti gairah yang ingin saling di puaskan.
"Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat." Kata Logan.
"Sekarang?"
"Ya."
Kemudian Logan membawa Lucy menggunakan mobil klasik mewahnya menuju suatu bukit dimana bukit itu adalah milik pribadi.
Lucy melihat sekeliling, bagaimana pemandangan itu memukau bagi dirinya. Semakin tinggi semua daratan semakin terlihat, dan sampailah mereka di sebuah Villa yang cukup mewah, seluruh bangunannya terbuat dari kayu berbahan terbaik.
"Ayo masuk." Kata Logan.
Lucy melihat pada pria yang masih memakai topeng itu, yang kini sudah mengulurkan tangan padanya.
Setelah mereka masuk di dalam Villa, Logan membuka topengnya.
"Kau takut padaku?"
"Sejujurnya aku takut pada topengmu." Kata Lucy tersenyum manis.
Logan kemudian merengkuh tubuh kecil Lucy dalam dekapannya dan mengajaknya berdansa pelan meski saat itu tidak ada musik namun tubuh mereka bergoyang dengan berirama, saling menempel dan mengayun pelan.
"Apa kau ingat bagaimana ayahmu mengusirku?"
Lucy mendadak bergetar, tubuhnya menciut, wajahnya pucat pasi.
"Ap... Apa kau masih marah?" Tanya Lucy bergetar.
"Marah? Tentu. Tapi itu sudah sangat lama kan?" Kata Logan santai.
"Syukurlah jika kau sudah melupakannya..." Kata Lucy.
"Aku tidak pernah melupakannya... Lucy."
Sejenak Lucy berhenti dan mematung.
"Tapi, bertemu denganmu membuatku bisa menghindari amarahku." Kata Logan.
Kemudian mereka berdansa pelan lagi.
"Dulu di sebuah pemukiman di pinggiran kota, saat jalur mobil masih bergabung dengan rel kereta api yang berasap, seolah mereka berjalan beriringan, tepat 500 meter di depan ada lahan pertanian yang besar dan makmur itu adalah lahan gandum, serta terdapat bukit-bukit dengan kebun-kebun yang luas, itu adalah milik keluarga Ramsey, dan aku adalah anak dari salah satu pengurus kebun milik ayahmu."
"Saat itu aku bekerja dengan keras demi ayahku, dia semakin tua dan tidak dapat lagi bekerja dengan baik, kesalahan ku saat itu hanya satu, menjadi anak dari pria yang miskin, dan di perparah dengan mencintai anak majikanku sendiri."
"Aku berjanji padamu Lucy, aku akan kembali dengan semua yang ayahmu inginkan, dan apa yang aku dengar? Kau menikahi pria idiot." Kata Logan.
Saat itu dengan cepat Logan menarik dagu Lucy untuk melihatnya, sedikit tarikan cukup kuat membuat Lucy terkejut.
"Ma.. Maaf Logan, aku sudah berusaha menghubungimu, aku berusaha mencari tahu dimana keberadaanmu. Tapi sedikitpun aku tidak bisa, kau tahu bagaimana kerasnya ayahku."
"Sekarang aku di sini Lucy, mau kah kau bersama ku? Aku bisa memberikanmu segala yang kau minta." Kata Logan.
Lucy kemudian mengangguk pelan.
"Aku ingin kau melepaskan nama Ramsey, meninggalkan suami mu dan bersamaku." Kata Logan.
"Tentu." Sahut Lucy dengan suara yang kecil dan serak.
Bersambung~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 22 Episodes
Comments
thabita
cinta yg menyakitkan
2022-12-02
0
warisan A
updet
2022-12-01
0
kang arif
Janganlah mengingat masa lalu
2022-12-01
0