EL VICTOR MENYELAMATKAN AURORA

Samudra Atlanta

Pagi hari yang cukup terik setelah melalui perjalanan hampir setengah malam, Profesor Dave sedang mengemudikan kapal, di temani oleh Jade di belakangnya dengan santai.

"Dave... Kau benar-benar sudah memutuskan untuk bergabung dengan Sang Lord, aku tidak paham bagaimana kau tiba-tiba menerima tawaran kami." Kata Jade.

Dave hanya diam, namun kemudian ia mengalihkan pembicaraan.

"Apa masih lama perjalanannya?" Tanya Dave.

"Tidak, kira-kira sejam lagi. Ngomong-ngomong, Gadis itu... Apa kau benar-benar tidak menyukainya? Apa kau benar-benar hanya sebatas tertarik karena dia Gen Heroine?"

"Memang nya kenapa? Bukan urusanmu kan, yang jelas sekarang aku membawanya. Lagi pula, dia sangat naif, dia tidak ingat siapa dirinya sendiri, dia harus sadar jika menjadi Gen Heroin, pengalaman cinta pertamanya tragis, tapi juga bisa menjadikan pembelajaran baginya, itu bagus, agar dia tidak semudah itu percaya pada pria mutan." Kata Dave datar dan tanpa ekspresi.

"Yaa... Dan pria cinta pertamanya menjualnya, mengkhianatinya, bagaimana jadinya jika kalian sudah bercocok tanam, dan berakhir seperti ini, ku rasa gadis itu akan bernasib sama seperti Gen Heroine sebelumnya. Ibu dari Benz Logan, menjadi Pelacuur. Anaknya sangat malu dan membunuhnya. Aaahh... Dasar Dave brengseek dan tidak punya hati." Kata Jade menyandarkan tubuhnya di dek kapal dengan santai.

"Apa kau tidak punya cacian yang lebih kasar untuk di tujukan padaku?"

"Hm?" Jade mengulangi, dengan wajah penasaran.

"Sekarang ini, aku benar-benar ingin mendengar makian dan cacian yang sangat kasar."

"Aaa... Anu... Aaa... Sebenarnya ini kesempatan bagus untuk memaki mu apalagi kau membuat 2 rekanku mati, tapi kenapa otakku mampet ya." Kata Jade menggaruk kepalanya.

"BUUMMM!!!"

"BRAAKK!!!"

Tiba-tiba dentuman keras teejadi di atas kapal.

"Dave... Ada apa ini!!!" Teriak Jade.

Tak berapa lama ada seorang pria masuk dan melapor.

"Hanggar hancur porak-poranda, dalam sekejab!!!" Teriaknya.

"Berapa orang yang di utus kesini!" Kata Jade.

"Hanya satu, tapi kami tidak sanggup melawannya, dia sangat kuat." Kata pria itu.

"Jangan bercanda, mungkinkah dia El Victor, dia level beta!" Teriak Jade.

Kapal yang di nobatkan sebagai kapal terbesar sebagian mengalami kerusakan. El Victor mendaratkan kakinya di atas kapal hingga membuat kapal itu oleng dan mengalami kerusakan berat.

Tak sampai di sana Victor kemudian mematikan mesin kapal dengan kekuatannya, membuat kapal itu terhenti dan hanya bisa mengapung.

Dave keluar dan mencari dimana El Victor, namun ternyata El Victor sudah masuk dan merobohkan kamar yang menahan Aurora.

"DUAARR!!!" Terdengar lagi suara dentuman.

"Apa dia sudah menemukannya?" Tanya Jade.

Sedangkan di ruangan lain tepatnya di kamar Aurora, Victor sedang berusaha membangunkan Aurora.

"Ayo." Kata Victor.

Aurora hanya diam dan tertunduk.

"Jika kau hanya diam, aku akan menggendongmu!" Geram Victor.

Kemudian Victor hendak menggendong Aurora.

"Jangan berani menyentuh tubuhku!!!' Teriak Aurora sembari menangis.

Victor membelalak kan matanya, ia terkejut dengan kondisi Aurora.

"Ayo ikut denganku, aku akan menolongmu." Kata Victor.

"Untuk apa kau menolongku, untuk apa aku ikut denganmu, siapa yang mengutusmu, lalu akan di serahkan pada siapa aku?" Kata Aurora tanpa tenaga.

"Apa?!" Victor terkejut.

"Bukankah kau datang juga karena aku adalah Gen Heroine? Kamu... Atau kah kamu sendiri yang menginginkanku? Katamu semua pria mutan adalah binatang jika mereka berhadapan dengan Gen heroin."

"Apa aku orang yang seperti itu!!! Nanti akan ku jelaskan!!" Victor sedikit berteriak, ia mulai kehilangan kesabaran.

"Mana aku tahu, siapa yang akan benar-benar melindungi dan menolongku!!! Aku harus percaya pada siapa!!!" Teriak Aurora.

"Astaga, apa yang sudah pria bangssat itu lakukan padamu Aurora." Kata Victor lemah.

"Apa kau berpura-pura juga? Dan hanya ingin menanamkan spermaa mu padaku. Benar, di dunia mutan semua pria adalah binatang." Kata Aurora.

"Apa kalian, apa dia sudah...?" Tanya Victor.

"Kau datang dan kami tidak jadi melakukannya, jika saja... Aku tahu kalian para mutan adalah manusia biadabb lebih baik aku mati." Kata Aurora.

"Jangan konyol, ada hal yang jauh lebih berarti daripada mati, yang penting sekarang kita harus pergi lebih dulu, sebelum sang Lord menyadari bahwa kau ada di sini, karena sebentar lagi kapal akan memasuki gerbang wilayah Sang Lord, percayalah padaku, pergi denganku setidaknya jauh lebih baik daripada kau berada di tangan Sang Lord" Kata Victor.

Aurora masih bimbang, wajahnya pucat, dan keningnya mengerut ia berfikir, apakah ia harus peegi dan percaya pada Victor, ataukah tetap pasrah menerima apapun yang akan terjadi padanya.

"Keluar bersamaku atau ku paksa." Kata Victor sekali lagi.

"Apa akan ada sesuatu yang lebih buruk lagi ke depannya? Padahal aku samgat tulus mencintainya bahkan aku rela memberikan semuanya pada Dave, aku percaya padanya, tapi kenapa dia tega...?" Tanya Aurora menangis.

Victor merasa kasihan pada Aurora yang bahkan terlihat lemah, ia baru menyadari bahwa dirinya adalah Gen Heorine di saat usianya masih 18 tahun, dam menemui kesulitan yang pasti begitu berat baginya.

"Aku mengerti jika kau menjadi gadis naif karena perasaan cinta, tapi, semua orang tidak bisa dewasa secara instan. Percayalah padaku Aurora, aku ingin sekali meremukkannya sejak pertama melihat kalian berdua dan dia membawamu." Kata Victor memeluk Aurora.

Pelukan Victor erat, dan giginya gemeretak karena marah.

"Tidak ada waktu untuk memikirkannya." Kata Victor.

Kemudian Victor menggengdong Aurora dan naik menembus langit kapal yang sudah berlubang karena tendangannya sebelumnya.

"Jangan takut, aku akan menjagamu, kau tidak akan mati semudah itu." Kata Victor.

"Tapi itu kau, kau monster jadi tidak takut, ini pertama kalinya untukku." Kata Aurora.

"Aku tahu... Aku tahu... Astaga, obat penangkal yang Tuan Logan berikan sepertinya harus di tambah dosisnya." Kata Victor.

Tangan Victor yang menggendong Aurora menjalar hingga ke urat-uratnya, tubuhnya yang menempel pada tubuh Aurora masih memiliki reaksi.

Ketika Victor sudah terbang ke atas, Dave buru-buru mengeluarkan kekuatannya. Dave mengikat aliran kekuatan Victor.

"ZIIINGGG!!!"

"SIIUUUWWW!!"

Seketika Victor pun terjatuh karena kehilangan kekuatannya.

"SIIIUUW..."

"BRAKKK!!!"

Lantai dimana Victor jatuh retak dan berlubang namun Aurora terlempar.

"Jade selesaikan dengan cepat!!!"

"Apa kau lupa! Dia memiliki level Beta, bahkan kekuatannya di tekan oleh 2 pemilik level omega saja dia masih bisa melawan."

"Aku sudah tidak kuat menahannya." Kata Dave yang masih mengikat dan menahan Victor.

"Ambil kekuatannya Dave." Kata Jade.

"Aku tidak bisa mengambilnya, hanya kekuatan di bawah levelku saja yang bisa ku ambil, cepatlah aku tidak bisa menahannya lagi."

Sedangkan Victor berjuang membebaskan diri dari rantai milik Jade dan juga ikatan kekuatan Dave yang menahan dan mengunci kekuatannya.

"AAAARGGGG!!!" Teriak Victor.

"DUAARRRR!!!"

Ledakan besar terjadi dan Dave serta Jade pun terpental jauh, Sedangkan Victor langsung terbang dengan kekuatan yang besar, menuju Dave dan mencekik leher Dave lalu menghentakkan tubuh Dave ke lantai hingga berlubang.

"ZRAATAAKK BRAAKKK!!!"

"Aku akan meremukkan semua tulangmu Dave!!!" Teriak Victor.

"Jangann... Ku mohon." Kata Aurora lemah dengan air mata yang terurai.

Aurora masih melihat Profesor Dave adalah pria yang sangat dia cintai.

Perlahan tangan Victor pun mundur.

bersambung~

Terpopuler

Comments

Anis R

Anis R

Victor kau yang malah tampil jadi pahlawan , logan lagi sibuk Sam akekasih lamanya yg dh punya suami ,😨

2022-12-02

0

danur

danur

keren si

2022-12-02

0

Neinni R

Neinni R

victor menunjukkan taringmya...

2022-12-02

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!