Bab. 16 Tumbal Darah Perawan (Part 9)

Si Codet memecah bayangan dirinya menjadi lima, sesuai nama ilmunya. Panca yang artinya lima dan Sona yang artinya bayangan.

"Ajian Pancasona... " guman Pangeran Khalied.

Pangeran muda putra bungsu Pangeran Hasyeem itu tersenyum sinis saat memandang ke lima jelmaan Si Codet yang kesemuanya berwujud sama.

Menurut gurunya Ki Anom, untuk mengalahkan ajian Pancasona maka dia harus bisa menemukan Si Perapal. Dalam hal ini, Si Codet adalah Si Perapal. Maka dari itu dia harus bisa menemukan sosok Asli Si Codet, barulah dia bisa mengalahkannya.

"Zahra, menyingkirlah ke tempat yang aman. Tapi jangan terlalu jauh dariku."

Zahra mengangguk dan beringsut ke pojok di tempat itu. Dia kemudian berdiri mengawasi pemuda tampan yang sedang bertarung hebat dengan semua wujud jelmaan Si Codet yang kini berjumlah lima.

Pangeran Khalied bergerak mengangkat pedangnya saat menerima serangan - serangan yang dilancarkan oleh kelima bayangan Si Codet. Bayangan lampu yang terang cukup membantunya untuk melihat pantulan bayangan di pedangnya.

"si perapal memiliki pantulan bayangan, sedangkan empat lainnya, tidak memiliki bayangan."

Kata - kata gurunya terngiang di dalam ingatan Pangeran Khalied. Dia tersenyum saat pantulan bayangan seseorang lewat pedangnya.

Lalu secara tiba-tiba, pedangnya terayun pada sebuah jelmaan Si Codet di antara kelima perwujudan jelmaan Si Codet yang tengah menyerangnya.

Crash.... crash... pedangnya berhasil menyabet dada salah satu wujud Si Codet. Jelmaan Si Codet itu mundur sambil memegangi dadanya yang terluka. Namun, hanya itu hanya sesaat. Luka itu kembali merapat dan jelmaan Si Codet itu kembali menyerang Pangeran Khalied.

Kini kelima wujud jelmaan Si Codet itu semakin gencar menyerang Pangeran Khalied. Pangeran Khalied berpikir keras, bagaimana dia bisa melakukan kesalahan. Bukankah dia melihat wujud bayangan dari Si Codet yang terlihat di pantulan pedangnya.

Karena sibuk memikirkan kesalahan analisanya, Pangeran Khalied sedikit lengah. Konsentrasinya terpecah. Golok salah satu jelmaan Si Codet berhasil mengenai tubuh pangeran itu.

"Khalied...!" seru Zahra saat melihat golok yang bersarang di tubuh pemuda itu.

Kelima bayangan Si Codet tertawa terbahak-bahak saat mereka berhasil melukai tubuh pemuda itu.

Mereka berpikir bahwa mereka sudah berhasil mengalahkan anak muda itu.

" Hah, ternyata hanya segitu saja kemampuanmu, anak kemarin sore hendak berlagak sebagai pahlawan kesiangan...! " ejek mereka.

Pangeran Khalied mencabut golok yang bersarang di tubuhnya. Darah keluar dari tubuh Pangeran itu.

Zahra yang melihat menjadi cemas. Namun itu hanya sesaat. Kecemasan gadis itu kemudian lenyap manakala dilihatnya pemuda itu mengusap lukanya dan kemudian luka besar karena sabetan golok itu pun lenyap tak berbekas.

" Hah, ternyata kamu juga kebal senjata, anak muda...! "

Sementara itu, Zamura pun sedang bertarung melawan Ki Boma. Guru spritual Si Codet itu bertarung tapi bukan di alam ini, melainkan di alam ghaib. Karena Zamura adalah Jin yang memiliki wujud ghaib, dan secara kebetulan jin yang satu ini ogah melayani Ki Boma yang sepertinya bernafsu sekali ingin menghabisi dirinya. Zamura sudah menghindar dengan cara kabur ke alam ghaib di dunia jin. Tapi Ki Boma mengejarnya. Hingga terjadilah pertarungan yang sebenarnya tidak seimbang. Andai saja Zamura ingin melayani Ki Boma, manusia yang sudah tak memiliki tangan sebelah itu, maka sudah barang tentu dengan mudah Zamura menghabisi Ki Boma.

Dalam pertarungan itu, tubuh Ki Boma terlempar kembali ke alam manusia dalam keadaan terluka parah. Dia mengalami luka dalam yang sangat parah. Tentu saja, karena Zamura bukanlah pengawal sembarangan. Dia adalah salah satu pengawal terbaik Pangeran Hasyeem yang ditugaskan menjaga sang putra.

"Bagaimana, apakah kau masih mau melawanku, hai Manusia yang sombong..! Di atas langit masih ada langit. Kesombonganmu membawamu pada angkara murka. Kamu sudah banyak membuat kerusakan di tempat ini. Perbuatan kamu harus segera dihentikan... " kata Pangeran Hasyeem.

Selesai berkata demikian, Pangeran Khalied mendekati Zahra yang berada di sudut tempat itu.

"Maaf, bolehkah aku meminta sesuatu darimu? " tanya pangeran muda yang gagah perkasa itu seraya menatap mata Zahra.

" Apa yang bisa berikan untukmu, Khalied.. ?"

.

"Aku butuh sedikit darahmu, bisakah aku.... "

Belum selesai Pangeran Khalied berkata, Zahra sudah menyodorkan tangannya.

"Ambillah, Khalied.... " kata Zahra.

Pangeran Khalied lalu menggoreskan ujung pedangnya ke telapak tangan Zahra. Darah segar keluar dari telapak tangan Zahra. Segera, pangeran Khalied mengoleskan ujung pedangnya dengan darah Zahra. Darah perawan......!!

Secara ajaib, pedang pangeran Khalied mengeluarkan cahaya yang bersinar terang hingga menerangi tempat itu.

Setelah menutup kembali luka di tangan Zahra, Pangeran Khalied kembali lagi melanjutkan pertarungannya melawan Si Codet.

Pangeran muda itu menebaskan pedangnya ke salah satu jelmaan Si Codet. Kali ini, tebasan itu mengenai tepat di tubuhnya. Wujud jelmaan si codet itu rubuh dengan tubuh terpotong dua bagian. Seiring tumbangnya Si Codet, maka keempat wujud jelmaannya juga ikut lenyap.

Pangeran Khalied berjalan mendekati Zahra. Dengan wajah malu - malu, gadis itu menyongsong Pangeran Khalied. Dia tak dapat menyembunyikan kekagumannya pada pangeran muda yang telah menyelamatkan hidupnya itu. Meskipun pemuda itu berwujud setengah monster, tapi bagi Zahra dia adalah heronya.

"Kamu tidak apa - apa?" tanya Pangeran Khalied.

" Aku tidak apa-apa, Khalied. Kamu telah menyelamatkan aku. Terima kasih. Sekarang tolong antarkan aku. Aku mau pulang untuk melihat keadaan ibuku."

" Zahra, aku mohon maaf. Tapi ibumu sudah meninggal dunia. Aku menemukan jasadnya sebelum aku pergi ke tempat ini... "

" Tidak, tidak mungkin. Ibu.... " Zahra histeris mendengar ibunya telah tewas.

Tubuhnya lemas. Dia tak kuat lagi berdiri. Ibunya telah pergi meninggalkan dia. Kini dia tak punya siapa - siapa lagi.

Pangeran Khalied menyanggah tubuh Zahra agar tak jatuh ke tanah. Namun secara tiba-tiba, muncul asap hitam yang berguling-gulung menutupi tubuh keduanya.

" Khalied, apa ini. Aku takut...! "

" Jangan lepaskan tanganku. Tetap berpegangan..! " seru Pangeran Khalied.

Tiba-tiba, Pangeran Khalied teringat Zamura. Cepat dia memanggil pengawalnya itu.

Zamura muncul dan menarik keluar pangeran Khalied dari kepungan asap hitam itu. Namun, dia juga di kepung asap itu. Ketiganya terkurung di dalam asap hitam yang menggumpal - gumpal lalu perlahan-lahan membawa tubuh ketiganya ke suatu tempat.

"Pangeran, ini dimensi ke empat. Berarti asap hitam tadi adalah portal menuju ke dimensi ke empat."

" Pangeran?? "

Terpopuler

Comments

Feisya Caca

Feisya Caca

dimensi alpa 😱😱

2023-05-08

0

Berdo'a saja

Berdo'a saja

dibawa ke dimensi ke 4 semua

2023-02-01

0

Mami Mara

Mami Mara

gimana caranya bs dpt crazy up? nanggung bgt thor 😭

2022-12-17

0

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1 Pangeran Arkana
2 Bab. 2 Perjumpaan
3 Bab. 3 Penyerbuan Di Istana Bukit Malaikat
4 Bab. 4 Pandangan Mata Bathin Ki Anom
5 Bab. 5 Penglihatan Sang Pangeran
6 Bab. 6 Penglihatan Sang Pangeran ( Part 2 )
7 Bab. 7 Kisah Pedang Mata Malaikat
8 Bab. 8 Tumbal Darah Perawan ( Bagian 1 )
9 Bab. 9 Tumbal Darah Perawan ( Part 2 )
10 Bab. 10 Tumbal Darah perawan ( part 3 )
11 Bab. 11 Tumbal Darah Perawan (Part 4)
12 Bab. 12 Tumbal Darah Perawan ( Part 5)
13 Bab. 13 Tumbal Darah Perawan (Part 6)
14 Bab. 14 Tumbal Darah Perawan (Part 7)
15 Bab. 15 Tumbal Darah Perawan (Part 8)
16 Bab. 16 Tumbal Darah Perawan (Part 9)
17 Bab. 17 Dimensi ke Empat
18 Bab. 18 Nyi Ratu Blorong
19 Bab. 19 Zahra Menghilang
20 Bab. 20 Negeri di Negeri Tak Bertuan
21 Bab. 21 Negeri di Negeri tak Bertuan
22 Bab. 22 Dunia Cermin..
23 Bab. 23 Bertemu Zamura
24 Bab. 24 Makhluk Apakah Kamu..?
25 Bab. 25 Manusia Harimau
26 Bab. 26 Kutukan Lamma
27 Bab. 27 Ramalan Zaggart
28 Bab. 28 Buto Ijo (Part 1)
29 Bab. 29 Buto Ijo (Part 2)
30 Bab. 30 Buto Ijo ( Part 3 )
31 Bab. 31 Kejujuran Pangeran Khalied
32 Bab. 32 Roh Perawan Suci
33 Bab. 33 Roh Perawan Suci ( Part 2 )
34 Bab. 34 Roh Perawan Suci ( Part 3)
35 Bab. 35 Makhluk dari Neraka
36 Bab. 36 Kebinasaan Iblish pohon
37 Bab. 37 Cemburu...
38 Bab. 38 Gunung Hantu dan Gunung Siluman
39 Bab. 39 Perangkap Kalla
40 Bab. 40 Perangkap Kalla ( Part 2)
41 Bab. 41 Kristal Arwah
42 Bab. 42 Pertemuan Lima Bintang
43 Bab. 43 Makhluk Panghisap Darah
44 Bab. 44 Pertarungan dengan Nagini
45 Bab. 45
46 Bab. 46 Pertarungan dengan Nagini ( part 3)
47 Bab. 47 Pertarungan Dengan Nagini (Part 4)
48 Bab. 48 Aku Bahagia Bersamamu
49 Bab. 49 Kehilangan
50 Bab. 50
51 Bab. 51 Trubuks
52 Bab. 52 Ifrit
53 Bab. 53 Godaan
54 Bab. 54 Kita bagai langit dan Bumi
55 Bab. 55 Kapal Pengangkut Jiwa
56 Bab 56
57 Bab. 52 Kapal Pengangkut Jiwa ( Part 3 )
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 bab. 62 Bluma...
63 Bab. 63 Bluma ( Part 2 )
64 Bab. 64 Bluma ( Part 4)
65 Bab. 65 Kembalinya Nagini
66 Bab. 66
67 Bab. 67 Pedang Mata Malaikat
68 Bab. 68 Kembali ke Alam Dunia.
69 Bab. 69 Pulang.....
70 Bab. 70 Pulang ( Part 2 )
71 Bab. 71 Batu Lima Bintang
72 Bab. 72 Batu Lima Bintang ( Part 2 )
73 Bab. 73 Pintu Ke alam Dunia.
74 Bab. 74 Pertemuan Kembali
75 Bab. 75 Permintaan Sang Ayah
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78 Waktu yang Terhenti
79 Bab. 79
80 Bab. 80 Penghuni Hutan Alas Roban
81 Bab. 81
82 Bab. 82 Tumbal Berdarah
83 Bab. 83
84 Bab. 84 Serangan Gelap
85 Bab. 85 Talak
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88 Kematian Ki Bawut
89 Bab. 89
90 Bab. 90 Nayyara
91 Bab. 91 Kuntilanak
92 Bab. 92 Kuntilanak (Part 2 )
93 Bab. 93 Hilangnya Kania
94 Bab. 94 Pencarian Kania
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97 Pertarungan Berdarah
98 Bab. 98 Pertarungan Berdarah ( part 2 )
99 Bab. 99 Pertarungan Berdarah
100 Bab. 100 Kematian Iblis Merah
101 Bab. 101 Pertarungan Besar ( Part 1)
102 Bab. 102 Pertarungan Besar ( Part 2 )
103 Bab. 103 Pertarungan Besar ( Part 3)
104 Bab. 104 Waktu Yang Terhenti
105 Bab. 105 Waktu Yang Terhenti ( Part 2 )
106 Bab. 106 Menemukan Cinta Yang Hilang.
107 Bab. 107 Menemukan Cinta Yang Hilang.
108 Bab. 108 Pertemuan Kembali
109 BAB. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111 Andai waktu bisa Kembali
112 Bab. 112
113 Bab. 113 GUNDERUWO
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116 Janji Pangeran Arkana
117 Bab. 117 Perjanjian Keramat
118 Bab. 118 Perjanjian Keramat ( Part 2 )
119 Bab. 119 Kerasukan
120 Bab. 120 Akhir Untuk Bahar
121 Bab. 121 Ajakan Kencan ( Edisi Pangeran Khalied)
122 Bab. 122
123 Bab. 123 Mencintai Pangeran Khalied
124 Bab. 124 Kisah Putri Humaira
125 Bab. 125 Kisah Putri Humaira ( Part 2)
126 Bab. 126 Kisah Balqis
127 Bab. 127 Kisah Balqis ( Part 2 )
128 Bab. 128 Kisah Balqis ( Part 3 )
129 Bab. 129 Cintai Aku, Zyftar
130 Bab. 130 Hukuman
131 Bab. 131 Pernikahan
132 Bab. 132 Keberatan Pangeran Sa'if
133 Bab. 133 Kisah Zyftar, Jin Bermata Merah.
134 Bab. 134 Pangeran Kuda Putih
135 Bab. 135 Keluarga Kecil
136 Bab. 136 Kisah Di Awal Pagi
137 Bab. 137 Bertemu Mei Fang di Dunia Nyata.
138 Bab. 138 Kecemburuan Zahra...
139 Bab. 139 Menikahlah Dengan ku Zahra..
140 Bab. 140 Permohonan Pangeran Khalied
141 Bab. 141
142 Bab. 142 Karma Yang Tertinggal
143 Bab. 143 Karma Yang Tertinggal
144 Bab. 144 Batu Giok Setan
145 Bab. 145 Melamar Zahra
146 Bab. 146 Acara Lamaran
147 Bab. 147 Pangeran Serigala
148 Bab. 148
149 Bab. 149 Tanda Bakti Pangeran Fatan
150 Bab. 150 Putri Meizh Vs Pangeran Fatan.
151 Bab. 151 Pangeran Serigala Vs Naga Lembu Amur
152 Bab. 152
153 Bab. 153 Prahara Bulan Berdarah
154 Bab. 154 Penyerbuan Kawanan Serigala
155 Bab. 155 Kedatangan Musuh Lama
156 Bab. 156 Kematian Rawing
157 Bab. 157 Jangan Mandi Senja
158 Bab. 158 Kerajaan Alas Amarta.
159 Bab. 159 Kerajaan Alas Amarta
160 Bab. 160 Ayo kita Pulang..!
161 Bab. 161 Menikah
162 Bab. 162 MP
163 Bab. 163 MP ( episode 2)
164 Bab. 164 Panggilan Pangeran Arkana
165 Bab. 165 Bangunlah dari Mimpi Burukmu
166 Bab. 166 Sate Padang
167 Bab.167 Pedang dan Cinta
Episodes

Updated 167 Episodes

1
Bab. 1 Pangeran Arkana
2
Bab. 2 Perjumpaan
3
Bab. 3 Penyerbuan Di Istana Bukit Malaikat
4
Bab. 4 Pandangan Mata Bathin Ki Anom
5
Bab. 5 Penglihatan Sang Pangeran
6
Bab. 6 Penglihatan Sang Pangeran ( Part 2 )
7
Bab. 7 Kisah Pedang Mata Malaikat
8
Bab. 8 Tumbal Darah Perawan ( Bagian 1 )
9
Bab. 9 Tumbal Darah Perawan ( Part 2 )
10
Bab. 10 Tumbal Darah perawan ( part 3 )
11
Bab. 11 Tumbal Darah Perawan (Part 4)
12
Bab. 12 Tumbal Darah Perawan ( Part 5)
13
Bab. 13 Tumbal Darah Perawan (Part 6)
14
Bab. 14 Tumbal Darah Perawan (Part 7)
15
Bab. 15 Tumbal Darah Perawan (Part 8)
16
Bab. 16 Tumbal Darah Perawan (Part 9)
17
Bab. 17 Dimensi ke Empat
18
Bab. 18 Nyi Ratu Blorong
19
Bab. 19 Zahra Menghilang
20
Bab. 20 Negeri di Negeri Tak Bertuan
21
Bab. 21 Negeri di Negeri tak Bertuan
22
Bab. 22 Dunia Cermin..
23
Bab. 23 Bertemu Zamura
24
Bab. 24 Makhluk Apakah Kamu..?
25
Bab. 25 Manusia Harimau
26
Bab. 26 Kutukan Lamma
27
Bab. 27 Ramalan Zaggart
28
Bab. 28 Buto Ijo (Part 1)
29
Bab. 29 Buto Ijo (Part 2)
30
Bab. 30 Buto Ijo ( Part 3 )
31
Bab. 31 Kejujuran Pangeran Khalied
32
Bab. 32 Roh Perawan Suci
33
Bab. 33 Roh Perawan Suci ( Part 2 )
34
Bab. 34 Roh Perawan Suci ( Part 3)
35
Bab. 35 Makhluk dari Neraka
36
Bab. 36 Kebinasaan Iblish pohon
37
Bab. 37 Cemburu...
38
Bab. 38 Gunung Hantu dan Gunung Siluman
39
Bab. 39 Perangkap Kalla
40
Bab. 40 Perangkap Kalla ( Part 2)
41
Bab. 41 Kristal Arwah
42
Bab. 42 Pertemuan Lima Bintang
43
Bab. 43 Makhluk Panghisap Darah
44
Bab. 44 Pertarungan dengan Nagini
45
Bab. 45
46
Bab. 46 Pertarungan dengan Nagini ( part 3)
47
Bab. 47 Pertarungan Dengan Nagini (Part 4)
48
Bab. 48 Aku Bahagia Bersamamu
49
Bab. 49 Kehilangan
50
Bab. 50
51
Bab. 51 Trubuks
52
Bab. 52 Ifrit
53
Bab. 53 Godaan
54
Bab. 54 Kita bagai langit dan Bumi
55
Bab. 55 Kapal Pengangkut Jiwa
56
Bab 56
57
Bab. 52 Kapal Pengangkut Jiwa ( Part 3 )
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
bab. 62 Bluma...
63
Bab. 63 Bluma ( Part 2 )
64
Bab. 64 Bluma ( Part 4)
65
Bab. 65 Kembalinya Nagini
66
Bab. 66
67
Bab. 67 Pedang Mata Malaikat
68
Bab. 68 Kembali ke Alam Dunia.
69
Bab. 69 Pulang.....
70
Bab. 70 Pulang ( Part 2 )
71
Bab. 71 Batu Lima Bintang
72
Bab. 72 Batu Lima Bintang ( Part 2 )
73
Bab. 73 Pintu Ke alam Dunia.
74
Bab. 74 Pertemuan Kembali
75
Bab. 75 Permintaan Sang Ayah
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78 Waktu yang Terhenti
79
Bab. 79
80
Bab. 80 Penghuni Hutan Alas Roban
81
Bab. 81
82
Bab. 82 Tumbal Berdarah
83
Bab. 83
84
Bab. 84 Serangan Gelap
85
Bab. 85 Talak
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88 Kematian Ki Bawut
89
Bab. 89
90
Bab. 90 Nayyara
91
Bab. 91 Kuntilanak
92
Bab. 92 Kuntilanak (Part 2 )
93
Bab. 93 Hilangnya Kania
94
Bab. 94 Pencarian Kania
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97 Pertarungan Berdarah
98
Bab. 98 Pertarungan Berdarah ( part 2 )
99
Bab. 99 Pertarungan Berdarah
100
Bab. 100 Kematian Iblis Merah
101
Bab. 101 Pertarungan Besar ( Part 1)
102
Bab. 102 Pertarungan Besar ( Part 2 )
103
Bab. 103 Pertarungan Besar ( Part 3)
104
Bab. 104 Waktu Yang Terhenti
105
Bab. 105 Waktu Yang Terhenti ( Part 2 )
106
Bab. 106 Menemukan Cinta Yang Hilang.
107
Bab. 107 Menemukan Cinta Yang Hilang.
108
Bab. 108 Pertemuan Kembali
109
BAB. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111 Andai waktu bisa Kembali
112
Bab. 112
113
Bab. 113 GUNDERUWO
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116 Janji Pangeran Arkana
117
Bab. 117 Perjanjian Keramat
118
Bab. 118 Perjanjian Keramat ( Part 2 )
119
Bab. 119 Kerasukan
120
Bab. 120 Akhir Untuk Bahar
121
Bab. 121 Ajakan Kencan ( Edisi Pangeran Khalied)
122
Bab. 122
123
Bab. 123 Mencintai Pangeran Khalied
124
Bab. 124 Kisah Putri Humaira
125
Bab. 125 Kisah Putri Humaira ( Part 2)
126
Bab. 126 Kisah Balqis
127
Bab. 127 Kisah Balqis ( Part 2 )
128
Bab. 128 Kisah Balqis ( Part 3 )
129
Bab. 129 Cintai Aku, Zyftar
130
Bab. 130 Hukuman
131
Bab. 131 Pernikahan
132
Bab. 132 Keberatan Pangeran Sa'if
133
Bab. 133 Kisah Zyftar, Jin Bermata Merah.
134
Bab. 134 Pangeran Kuda Putih
135
Bab. 135 Keluarga Kecil
136
Bab. 136 Kisah Di Awal Pagi
137
Bab. 137 Bertemu Mei Fang di Dunia Nyata.
138
Bab. 138 Kecemburuan Zahra...
139
Bab. 139 Menikahlah Dengan ku Zahra..
140
Bab. 140 Permohonan Pangeran Khalied
141
Bab. 141
142
Bab. 142 Karma Yang Tertinggal
143
Bab. 143 Karma Yang Tertinggal
144
Bab. 144 Batu Giok Setan
145
Bab. 145 Melamar Zahra
146
Bab. 146 Acara Lamaran
147
Bab. 147 Pangeran Serigala
148
Bab. 148
149
Bab. 149 Tanda Bakti Pangeran Fatan
150
Bab. 150 Putri Meizh Vs Pangeran Fatan.
151
Bab. 151 Pangeran Serigala Vs Naga Lembu Amur
152
Bab. 152
153
Bab. 153 Prahara Bulan Berdarah
154
Bab. 154 Penyerbuan Kawanan Serigala
155
Bab. 155 Kedatangan Musuh Lama
156
Bab. 156 Kematian Rawing
157
Bab. 157 Jangan Mandi Senja
158
Bab. 158 Kerajaan Alas Amarta.
159
Bab. 159 Kerajaan Alas Amarta
160
Bab. 160 Ayo kita Pulang..!
161
Bab. 161 Menikah
162
Bab. 162 MP
163
Bab. 163 MP ( episode 2)
164
Bab. 164 Panggilan Pangeran Arkana
165
Bab. 165 Bangunlah dari Mimpi Burukmu
166
Bab. 166 Sate Padang
167
Bab.167 Pedang dan Cinta

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!