Si Codet memecah bayangan dirinya menjadi lima, sesuai nama ilmunya. Panca yang artinya lima dan Sona yang artinya bayangan.
"Ajian Pancasona... " guman Pangeran Khalied.
Pangeran muda putra bungsu Pangeran Hasyeem itu tersenyum sinis saat memandang ke lima jelmaan Si Codet yang kesemuanya berwujud sama.
Menurut gurunya Ki Anom, untuk mengalahkan ajian Pancasona maka dia harus bisa menemukan Si Perapal. Dalam hal ini, Si Codet adalah Si Perapal. Maka dari itu dia harus bisa menemukan sosok Asli Si Codet, barulah dia bisa mengalahkannya.
"Zahra, menyingkirlah ke tempat yang aman. Tapi jangan terlalu jauh dariku."
Zahra mengangguk dan beringsut ke pojok di tempat itu. Dia kemudian berdiri mengawasi pemuda tampan yang sedang bertarung hebat dengan semua wujud jelmaan Si Codet yang kini berjumlah lima.
Pangeran Khalied bergerak mengangkat pedangnya saat menerima serangan - serangan yang dilancarkan oleh kelima bayangan Si Codet. Bayangan lampu yang terang cukup membantunya untuk melihat pantulan bayangan di pedangnya.
"si perapal memiliki pantulan bayangan, sedangkan empat lainnya, tidak memiliki bayangan."
Kata - kata gurunya terngiang di dalam ingatan Pangeran Khalied. Dia tersenyum saat pantulan bayangan seseorang lewat pedangnya.
Lalu secara tiba-tiba, pedangnya terayun pada sebuah jelmaan Si Codet di antara kelima perwujudan jelmaan Si Codet yang tengah menyerangnya.
Crash.... crash... pedangnya berhasil menyabet dada salah satu wujud Si Codet. Jelmaan Si Codet itu mundur sambil memegangi dadanya yang terluka. Namun, hanya itu hanya sesaat. Luka itu kembali merapat dan jelmaan Si Codet itu kembali menyerang Pangeran Khalied.
Kini kelima wujud jelmaan Si Codet itu semakin gencar menyerang Pangeran Khalied. Pangeran Khalied berpikir keras, bagaimana dia bisa melakukan kesalahan. Bukankah dia melihat wujud bayangan dari Si Codet yang terlihat di pantulan pedangnya.
Karena sibuk memikirkan kesalahan analisanya, Pangeran Khalied sedikit lengah. Konsentrasinya terpecah. Golok salah satu jelmaan Si Codet berhasil mengenai tubuh pangeran itu.
"Khalied...!" seru Zahra saat melihat golok yang bersarang di tubuh pemuda itu.
Kelima bayangan Si Codet tertawa terbahak-bahak saat mereka berhasil melukai tubuh pemuda itu.
Mereka berpikir bahwa mereka sudah berhasil mengalahkan anak muda itu.
" Hah, ternyata hanya segitu saja kemampuanmu, anak kemarin sore hendak berlagak sebagai pahlawan kesiangan...! " ejek mereka.
Pangeran Khalied mencabut golok yang bersarang di tubuhnya. Darah keluar dari tubuh Pangeran itu.
Zahra yang melihat menjadi cemas. Namun itu hanya sesaat. Kecemasan gadis itu kemudian lenyap manakala dilihatnya pemuda itu mengusap lukanya dan kemudian luka besar karena sabetan golok itu pun lenyap tak berbekas.
" Hah, ternyata kamu juga kebal senjata, anak muda...! "
Sementara itu, Zamura pun sedang bertarung melawan Ki Boma. Guru spritual Si Codet itu bertarung tapi bukan di alam ini, melainkan di alam ghaib. Karena Zamura adalah Jin yang memiliki wujud ghaib, dan secara kebetulan jin yang satu ini ogah melayani Ki Boma yang sepertinya bernafsu sekali ingin menghabisi dirinya. Zamura sudah menghindar dengan cara kabur ke alam ghaib di dunia jin. Tapi Ki Boma mengejarnya. Hingga terjadilah pertarungan yang sebenarnya tidak seimbang. Andai saja Zamura ingin melayani Ki Boma, manusia yang sudah tak memiliki tangan sebelah itu, maka sudah barang tentu dengan mudah Zamura menghabisi Ki Boma.
Dalam pertarungan itu, tubuh Ki Boma terlempar kembali ke alam manusia dalam keadaan terluka parah. Dia mengalami luka dalam yang sangat parah. Tentu saja, karena Zamura bukanlah pengawal sembarangan. Dia adalah salah satu pengawal terbaik Pangeran Hasyeem yang ditugaskan menjaga sang putra.
"Bagaimana, apakah kau masih mau melawanku, hai Manusia yang sombong..! Di atas langit masih ada langit. Kesombonganmu membawamu pada angkara murka. Kamu sudah banyak membuat kerusakan di tempat ini. Perbuatan kamu harus segera dihentikan... " kata Pangeran Hasyeem.
Selesai berkata demikian, Pangeran Khalied mendekati Zahra yang berada di sudut tempat itu.
"Maaf, bolehkah aku meminta sesuatu darimu? " tanya pangeran muda yang gagah perkasa itu seraya menatap mata Zahra.
" Apa yang bisa berikan untukmu, Khalied.. ?"
.
"Aku butuh sedikit darahmu, bisakah aku.... "
Belum selesai Pangeran Khalied berkata, Zahra sudah menyodorkan tangannya.
"Ambillah, Khalied.... " kata Zahra.
Pangeran Khalied lalu menggoreskan ujung pedangnya ke telapak tangan Zahra. Darah segar keluar dari telapak tangan Zahra. Segera, pangeran Khalied mengoleskan ujung pedangnya dengan darah Zahra. Darah perawan......!!
Secara ajaib, pedang pangeran Khalied mengeluarkan cahaya yang bersinar terang hingga menerangi tempat itu.
Setelah menutup kembali luka di tangan Zahra, Pangeran Khalied kembali lagi melanjutkan pertarungannya melawan Si Codet.
Pangeran muda itu menebaskan pedangnya ke salah satu jelmaan Si Codet. Kali ini, tebasan itu mengenai tepat di tubuhnya. Wujud jelmaan si codet itu rubuh dengan tubuh terpotong dua bagian. Seiring tumbangnya Si Codet, maka keempat wujud jelmaannya juga ikut lenyap.
Pangeran Khalied berjalan mendekati Zahra. Dengan wajah malu - malu, gadis itu menyongsong Pangeran Khalied. Dia tak dapat menyembunyikan kekagumannya pada pangeran muda yang telah menyelamatkan hidupnya itu. Meskipun pemuda itu berwujud setengah monster, tapi bagi Zahra dia adalah heronya.
"Kamu tidak apa - apa?" tanya Pangeran Khalied.
" Aku tidak apa-apa, Khalied. Kamu telah menyelamatkan aku. Terima kasih. Sekarang tolong antarkan aku. Aku mau pulang untuk melihat keadaan ibuku."
" Zahra, aku mohon maaf. Tapi ibumu sudah meninggal dunia. Aku menemukan jasadnya sebelum aku pergi ke tempat ini... "
" Tidak, tidak mungkin. Ibu.... " Zahra histeris mendengar ibunya telah tewas.
Tubuhnya lemas. Dia tak kuat lagi berdiri. Ibunya telah pergi meninggalkan dia. Kini dia tak punya siapa - siapa lagi.
Pangeran Khalied menyanggah tubuh Zahra agar tak jatuh ke tanah. Namun secara tiba-tiba, muncul asap hitam yang berguling-gulung menutupi tubuh keduanya.
" Khalied, apa ini. Aku takut...! "
" Jangan lepaskan tanganku. Tetap berpegangan..! " seru Pangeran Khalied.
Tiba-tiba, Pangeran Khalied teringat Zamura. Cepat dia memanggil pengawalnya itu.
Zamura muncul dan menarik keluar pangeran Khalied dari kepungan asap hitam itu. Namun, dia juga di kepung asap itu. Ketiganya terkurung di dalam asap hitam yang menggumpal - gumpal lalu perlahan-lahan membawa tubuh ketiganya ke suatu tempat.
"Pangeran, ini dimensi ke empat. Berarti asap hitam tadi adalah portal menuju ke dimensi ke empat."
" Pangeran?? "
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 167 Episodes
Comments
Feisya Caca
dimensi alpa 😱😱
2023-05-08
0
Berdo'a saja
dibawa ke dimensi ke 4 semua
2023-02-01
0
Mami Mara
gimana caranya bs dpt crazy up? nanggung bgt thor 😭
2022-12-17
0