Ajaib sekali, makhluk itu langsung bergerak dan menyambar potongan tangan tersebut lantas memakannya dengan rakus. "Makanlah, Zamura.. Sekali - sekali kamu harus merasakan bagaimana lezatnya makan tangan manusia pendosa seperti mereka... " kata Pemuda itu dingin.
Dia lalu bergerak mendekati Zahra. Gerakannya ringan seperti melayang. Leher Zahra terluka. Dia dapat melihat hal itu karena Zahra yang yang sejak tadi memegangi lehernya yang tak mau berhenti mengucurkan darah segar.
"Maafkan aku, aku datang terlambat." Kata pemuda itu.
Tatapannya beralih ke leher Zahra yang terus saja mengalirkan darah. "Kemarilah, aku akan mengobati luka di lehermu itu...! " katanya lagi.
Zahra mendekat ke arah pemuda itu dengan perasaan sedikit takut. Tapi darah di lehernya tak mau berhenti mengalir. Bagaimana pun juga, dia harus mempercayai pemuda itu, meskipun pemuda itu Iblis sekalipun. Tapi dia telah menyelamatkan Zahra.
Dengan sekali usapan, darah dari luka di leher Zahra langsung berhenti mengalir. Pemuda itu mengusap kembali luka tusukan keris di leher Zahra. Sungguh ajaib, Luka itu lenyap seketika dan tak ada bekas Luka sedikitpun di leher Zahra.
Wajah Codet dan Ki Boma langsung berubah pucat. Mereka ternyata berhadapan dengan sebuah kekuatan yang pilih tanding. Pemuda di hadapan mereka tidak bisa di anggap remeh. Dia memiliki kesaktian yang jarang sekali dimiliki oleh manusia biasa. Atau jangan - jangan pemuda itu bukan manusia, pikir Si Codet dan Ki Boma.
Ki Boma, guru spritual Si Codet tak habis pikir. Dirinya dan Si Codet kebal terhadap senjata, tapi nyatanya, pedang pemuda itu dengan mudahnya menebas lengannya hingga terputus. Itu artinya, ilmu mereka tidak ada apa - apanya di tangan pemuda itu.
Pun demikian juga dengan nyali keduanya. Terlebih saat melihat betapa rakusnya Makhluk yang bernama Zamura itu melahap habis sepotong tangan Ki Boma yang dilemparkan oleh Pemuda itu. Mata Zamura yang merah semerah darah terlihat berkilat - kilat karena gembira.
Sedangkan pemuda itu hanya memandang ke arah Zamura dengan wajah dingin dan datar. Seolah pemandangan seperti itu sudah biasa dilihat olehnya.
Sedangkan Zahra, bergidik ngeri menyaksikan pemandangan di depan matanya. Gadis itu sampai memalingkan wajah karena ngeri bercampur takut melihat darah yang keluar dari lengan Ki Boma yang putus.
Untung saja dia tak dapat melihat wujud Zamura yang sedang asyik memakan lengan Ki Boma karena dia tidak memiliki mata bathin seperti Si Codet ataupun Ki Boma.
Bisa di bayangkan, andai saja dia bisa melihat wujud Zamura, maka sudah dapat dipastikan gadis itu akan mati ketakutan saking seramnya wujud Zamura.
Pemuda tampan berwajah dingin yang dilihat oleh kedua orang itu tak lain adalah Pangeran Khalied dan makhluk menyeramkan yang mirip dengan gorila tadi adalah wujud asli Zamura, pengawal pribadi Pangeran Khalied yang ditugaskan untuk selalu mengawal kemanapun Sang Pangeran pergi.
Adalah suatu keberuntungan, pangeran muda yang tampan itu mewarisi salah satu kemampuan ayahnya Pangeran Hasyeen yang bisa membaca isi hati dan pikiran orang lain.
Ketika tadi mencari Zahra, Pangeran Khalied sempat melihat Si Codet. Pangeran Khalied itu pun tanpa sengaja mendengar isi hati dan pikiran si Codet yang berniat untuk menangkap dan membunuhnya.
Rupanya dia nekat ingin melakukan itu semua itu lantaran untuk dapat menyempurnakan kesaktian ilmu kebal yang dimilikinya. Penculikan Zahra hanya kedok untuk memancing kedatangan Pangeran Khalied. Setelahnya, mereka sengaja menjebak Pangeran Khalied dan kemudian menghabisinya.
Sayangnya, baik Codet ataupun Ki Boma tidak mengetahui asal usul Pangeran Khalied yang memiliki darah separuh jin dan separuh lagi manusia.
Memang darah jin yang mengalir dalam diri Pangeran Khalied lebih kental dari darah manusia. Itulah sebabnya wujud Pangeran Khalied lebih kepada monster dari pada manusia secara asli. Berbeda dengan Putri Humaira, yang lebih kental darah ibunya, hingga putri cantik itu tidak mewarisi sifat monster sang ayah.
Wujud asli Pangeran Khalied berbentuk seperti seekor Beast. Pangeran tampan itu hanya berubah wujud jika berada dalam keadaan tertentu saja. Seperti ketika sedang murka, maka akan keluar wujud Asli Pangeran yang berwujud Beast yang mengerikan.
Mengetahui bahwa lawan yang mereka hadapi ternyata sangat kuat, Ki Boma dan Si Codet memutuskan untuk menggabungkan kekuatan mereka. Sudah kepalang tanggung. Mau mundur sudah tak mungkin. Lagi pula, mereka juga yang memulai semua ini.
"Rupanya Zamura belum lagi kenyang hanya dengan sepotong tangan, hahaha" tawa Pangeran Khalied bergema di ruangan itu.
Sedangkan Ki Boma dan Si Codet kini mulai bersiap menyerang Pangeran Khalied.
Ilmu Pancasona yang selama ini menjadi andalan Si Codet dan gurunya dalam menghadapi lawan - lawan mereka kini mereka pergunakan untuk melawan pemuda itu dan juga makhluk jelmaan seperti Zamura.
" Ki Boma, kau hadapi makhluk jin itu, aku akan menghadapi pemuda itu..? " kata Si Codet.
Mulut Si Codet mulai merapalkan ajian Ilmu Pancasona yang menjadi andalannya. Namun belum selesai dia merapalkan mantra, tubuh lelaki itu sudah terlempar ke luar melewati jendela kaca rumah Si Codet.
Anak buah si Codet yang sedang berjaga-jaga di luar kaget bukan kepalang. Mata mereka hampir keluar dari tempatnya karena tak percaya bahwa yang yang natural saja terlempar keluar dari jendela rumah adalah tubuh tuannya itu
Jendela itu rusak di terjang tubuh Si Codet. Demikian juga kaca -kaca jendela yang kini tak berbentuk lagi
Namun, anehnya, tak satupun pecahan kaca rumah tersebut menembus kulit tubuhnya. Ternyata, rumor yang beredar yang mengatakan bahwa Si Codet kebal senjata, benar adanya.
Dari dalam rumah, melesat terbang ke luar melewati jendela rumah dua sosok tubuh. Kemudian kedua sosok tubuh itu yang tak lain adalah Pangeran Khalied dan Zahra, berhenti tepat di depan Si Codet yang kini sudah berdiri tegak kembali.
"Tetaplah berdiri di belakangku, Zahra." kata Pangeran Khalied sambil menarik keluar pedang miliknya yang terselip di pinggangnya. "Majulah kalian semua..!!" serunya kemudian.
"BANGSAT....!! IBLISH KEPARAT...!! Kau harus mati hari ini....!" bentak Si Codet. Amarahnya sudah meluap mencapai level tertinggi hingga membuat dia kalap. "SERANG PEMUDA ITU...! HABISI SEKALIAN KEDUANYA..!!" titahnya pada anak buahnya yang sejak tadi hanya menonton saja karena takjub menyaksikan semua itu.
Tanpa dikomando dua kali, serempak anak buah si Codet mengepung pemuda itu dan juga Zahra. Mereka bersenjatakan golok dan juga keris, siap menyerang keduanya.
Tubuh Pangeran Khalied berkelebatan berputar melindungi Zahra dari kepungan anak buah Si Codet yang menyerang mereka. Menangkis dan menahan serangan demi serangan yang datang bertubi-tubi.
Pedang Pangeran itu berkelebatan menyambar - nyambar tubuh anak buah Si Codet yang berada dekat dengannya. Demikian halnya si Codet. Lelaki dengan luka memanjang di wajahnya itu sudah berhasil merapalkan ajian Pancasona miliknya.
Melihat hal itu, cepat pangeran muda itu bertindak. Dengan sekali gebrakan ayunan pedang, semua anak buah Si Codet terlempar dan ambruk ke bumi.
Tinggallah si Codet sendiri yang kini harus berhadapan langsung dengan pemuda itu. Ajian Pancasona sona miliknya telah dirapal. Senjata andalannya yang berupa sebilah golok besar pun telah terhunus, siap membabat tubuh siapa saja lawannya.
Si Codet memecah bayangan dirinya menjadi lima, sesuai nama ilmunya. Panca yang artinya lima dan Sona yang artinya bayangan.
"Ajian Pancasona... " guman Pangeran Khalied.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 167 Episodes
Comments
Mr.VANO
dg kekuatan pangeran khalid tak mungkin kala
2023-06-14
1
Feisya Caca
pasti pangeran Khalid yang menang
2023-05-08
0
Berdo'a saja
siapa yang menang
2023-02-01
0