Bab. 15 Tumbal Darah Perawan (Part 8)

Ajaib sekali, makhluk itu langsung bergerak dan menyambar potongan tangan tersebut lantas memakannya dengan rakus. "Makanlah, Zamura.. Sekali - sekali kamu harus merasakan bagaimana lezatnya makan tangan manusia pendosa seperti mereka... " kata Pemuda itu dingin.

Dia lalu bergerak mendekati Zahra. Gerakannya ringan seperti melayang. Leher Zahra terluka. Dia dapat melihat hal itu karena Zahra yang yang sejak tadi memegangi lehernya yang tak mau berhenti mengucurkan darah segar.

"Maafkan aku, aku datang terlambat." Kata pemuda itu.

Tatapannya beralih ke leher Zahra yang terus saja mengalirkan darah. "Kemarilah, aku akan mengobati luka di lehermu itu...! " katanya lagi.

Zahra mendekat ke arah pemuda itu dengan perasaan sedikit takut. Tapi darah di lehernya tak mau berhenti mengalir. Bagaimana pun juga, dia harus mempercayai pemuda itu, meskipun pemuda itu Iblis sekalipun. Tapi dia telah menyelamatkan Zahra.

Dengan sekali usapan, darah dari luka di leher Zahra langsung berhenti mengalir. Pemuda itu mengusap kembali luka tusukan keris di leher Zahra. Sungguh ajaib, Luka itu lenyap seketika dan tak ada bekas Luka sedikitpun di leher Zahra.

Wajah Codet dan Ki Boma langsung berubah pucat. Mereka ternyata berhadapan dengan sebuah kekuatan yang pilih tanding. Pemuda di hadapan mereka tidak bisa di anggap remeh. Dia memiliki kesaktian yang jarang sekali dimiliki oleh manusia biasa. Atau jangan - jangan pemuda itu bukan manusia, pikir Si Codet dan Ki Boma.

Ki Boma, guru spritual Si Codet tak habis pikir. Dirinya dan Si Codet kebal terhadap senjata, tapi nyatanya, pedang pemuda itu dengan mudahnya menebas lengannya hingga terputus. Itu artinya, ilmu mereka tidak ada apa - apanya di tangan pemuda itu.

Pun demikian juga dengan nyali keduanya. Terlebih saat melihat betapa rakusnya Makhluk yang bernama Zamura itu melahap habis sepotong tangan Ki Boma yang dilemparkan oleh Pemuda itu. Mata Zamura yang merah semerah darah terlihat berkilat - kilat karena gembira.

Sedangkan pemuda itu hanya memandang ke arah Zamura dengan wajah dingin dan datar. Seolah pemandangan seperti itu sudah biasa dilihat olehnya.

Sedangkan Zahra, bergidik ngeri menyaksikan pemandangan di depan matanya. Gadis itu sampai memalingkan wajah karena ngeri bercampur takut melihat darah yang keluar dari lengan Ki Boma yang putus.

Untung saja dia tak dapat melihat wujud Zamura yang sedang asyik memakan lengan Ki Boma karena dia tidak memiliki mata bathin seperti Si Codet ataupun Ki Boma.

Bisa di bayangkan, andai saja dia bisa melihat wujud Zamura, maka sudah dapat dipastikan gadis itu akan mati ketakutan saking seramnya wujud Zamura.

Pemuda tampan berwajah dingin yang dilihat oleh kedua orang itu tak lain adalah Pangeran Khalied dan makhluk menyeramkan yang mirip dengan gorila tadi adalah wujud asli Zamura, pengawal pribadi Pangeran Khalied yang ditugaskan untuk selalu mengawal kemanapun Sang Pangeran pergi.

Adalah suatu keberuntungan, pangeran muda yang tampan itu mewarisi salah satu kemampuan ayahnya Pangeran Hasyeen yang bisa membaca isi hati dan pikiran orang lain.

Ketika tadi mencari Zahra, Pangeran Khalied sempat melihat Si Codet. Pangeran Khalied itu pun tanpa sengaja mendengar isi hati dan pikiran si Codet yang berniat untuk menangkap dan membunuhnya.

Rupanya dia nekat ingin melakukan itu semua itu lantaran untuk dapat menyempurnakan kesaktian ilmu kebal yang dimilikinya. Penculikan Zahra hanya kedok untuk memancing kedatangan Pangeran Khalied. Setelahnya, mereka sengaja menjebak Pangeran Khalied dan kemudian menghabisinya.

Sayangnya, baik Codet ataupun Ki Boma tidak mengetahui asal usul Pangeran Khalied yang memiliki darah separuh jin dan separuh lagi manusia.

Memang darah jin yang mengalir dalam diri Pangeran Khalied lebih kental dari darah manusia. Itulah sebabnya wujud Pangeran Khalied lebih kepada monster dari pada manusia secara asli. Berbeda dengan Putri Humaira, yang lebih kental darah ibunya, hingga putri cantik itu tidak mewarisi sifat monster sang ayah.

Wujud asli Pangeran Khalied berbentuk seperti seekor Beast. Pangeran tampan itu hanya berubah wujud jika berada dalam keadaan tertentu saja. Seperti ketika sedang murka, maka akan keluar wujud Asli Pangeran yang berwujud Beast yang mengerikan.

Mengetahui bahwa lawan yang mereka hadapi ternyata sangat kuat, Ki Boma dan Si Codet memutuskan untuk menggabungkan kekuatan mereka. Sudah kepalang tanggung. Mau mundur sudah tak mungkin. Lagi pula, mereka juga yang memulai semua ini.

"Rupanya Zamura belum lagi kenyang hanya dengan sepotong tangan, hahaha" tawa Pangeran Khalied bergema di ruangan itu.

Sedangkan Ki Boma dan Si Codet kini mulai bersiap menyerang Pangeran Khalied.

Ilmu Pancasona yang selama ini menjadi andalan Si Codet dan gurunya dalam menghadapi lawan - lawan mereka kini mereka pergunakan untuk melawan pemuda itu dan juga makhluk jelmaan seperti Zamura.

" Ki Boma, kau hadapi makhluk jin itu, aku akan menghadapi pemuda itu..? " kata Si Codet.

Mulut Si Codet mulai merapalkan ajian Ilmu Pancasona yang menjadi andalannya. Namun belum selesai dia merapalkan mantra, tubuh lelaki itu sudah terlempar ke luar melewati jendela kaca rumah Si Codet.

Anak buah si Codet yang sedang berjaga-jaga di luar kaget bukan kepalang. Mata mereka hampir keluar dari tempatnya karena tak percaya bahwa yang yang natural saja terlempar keluar dari jendela rumah adalah tubuh tuannya itu

Jendela itu rusak di terjang tubuh Si Codet. Demikian juga kaca -kaca jendela yang kini tak berbentuk lagi

Namun, anehnya, tak satupun pecahan kaca rumah tersebut menembus kulit tubuhnya. Ternyata, rumor yang beredar yang mengatakan bahwa Si Codet kebal senjata, benar adanya.

Dari dalam rumah, melesat terbang ke luar melewati jendela rumah dua sosok tubuh. Kemudian kedua sosok tubuh itu yang tak lain adalah Pangeran Khalied dan Zahra, berhenti tepat di depan Si Codet yang kini sudah berdiri tegak kembali.

"Tetaplah berdiri di belakangku, Zahra." kata Pangeran Khalied sambil menarik keluar pedang miliknya yang terselip di pinggangnya. "Majulah kalian semua..!!" serunya kemudian.

"BANGSAT....!! IBLISH KEPARAT...!! Kau harus mati hari ini....!" bentak Si Codet. Amarahnya sudah meluap mencapai level tertinggi hingga membuat dia kalap. "SERANG PEMUDA ITU...! HABISI SEKALIAN KEDUANYA..!!" titahnya pada anak buahnya yang sejak tadi hanya menonton saja karena takjub menyaksikan semua itu.

Tanpa dikomando dua kali, serempak anak buah si Codet mengepung pemuda itu dan juga Zahra. Mereka bersenjatakan golok dan juga keris, siap menyerang keduanya.

Tubuh Pangeran Khalied berkelebatan berputar melindungi Zahra dari kepungan anak buah Si Codet yang menyerang mereka. Menangkis dan menahan serangan demi serangan yang datang bertubi-tubi.

Pedang Pangeran itu berkelebatan menyambar - nyambar tubuh anak buah Si Codet yang berada dekat dengannya. Demikian halnya si Codet. Lelaki dengan luka memanjang di wajahnya itu sudah berhasil merapalkan ajian Pancasona miliknya.

Melihat hal itu, cepat pangeran muda itu bertindak. Dengan sekali gebrakan ayunan pedang, semua anak buah Si Codet terlempar dan ambruk ke bumi.

Tinggallah si Codet sendiri yang kini harus berhadapan langsung dengan pemuda itu. Ajian Pancasona sona miliknya telah dirapal. Senjata andalannya yang berupa sebilah golok besar pun telah terhunus, siap membabat tubuh siapa saja lawannya.

Si Codet memecah bayangan dirinya menjadi lima, sesuai nama ilmunya. Panca yang artinya lima dan Sona yang artinya bayangan.

"Ajian Pancasona... " guman Pangeran Khalied.

Terpopuler

Comments

Mr.VANO

Mr.VANO

dg kekuatan pangeran khalid tak mungkin kala

2023-06-14

1

Feisya Caca

Feisya Caca

pasti pangeran Khalid yang menang

2023-05-08

0

Berdo'a saja

Berdo'a saja

siapa yang menang

2023-02-01

0

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1 Pangeran Arkana
2 Bab. 2 Perjumpaan
3 Bab. 3 Penyerbuan Di Istana Bukit Malaikat
4 Bab. 4 Pandangan Mata Bathin Ki Anom
5 Bab. 5 Penglihatan Sang Pangeran
6 Bab. 6 Penglihatan Sang Pangeran ( Part 2 )
7 Bab. 7 Kisah Pedang Mata Malaikat
8 Bab. 8 Tumbal Darah Perawan ( Bagian 1 )
9 Bab. 9 Tumbal Darah Perawan ( Part 2 )
10 Bab. 10 Tumbal Darah perawan ( part 3 )
11 Bab. 11 Tumbal Darah Perawan (Part 4)
12 Bab. 12 Tumbal Darah Perawan ( Part 5)
13 Bab. 13 Tumbal Darah Perawan (Part 6)
14 Bab. 14 Tumbal Darah Perawan (Part 7)
15 Bab. 15 Tumbal Darah Perawan (Part 8)
16 Bab. 16 Tumbal Darah Perawan (Part 9)
17 Bab. 17 Dimensi ke Empat
18 Bab. 18 Nyi Ratu Blorong
19 Bab. 19 Zahra Menghilang
20 Bab. 20 Negeri di Negeri Tak Bertuan
21 Bab. 21 Negeri di Negeri tak Bertuan
22 Bab. 22 Dunia Cermin..
23 Bab. 23 Bertemu Zamura
24 Bab. 24 Makhluk Apakah Kamu..?
25 Bab. 25 Manusia Harimau
26 Bab. 26 Kutukan Lamma
27 Bab. 27 Ramalan Zaggart
28 Bab. 28 Buto Ijo (Part 1)
29 Bab. 29 Buto Ijo (Part 2)
30 Bab. 30 Buto Ijo ( Part 3 )
31 Bab. 31 Kejujuran Pangeran Khalied
32 Bab. 32 Roh Perawan Suci
33 Bab. 33 Roh Perawan Suci ( Part 2 )
34 Bab. 34 Roh Perawan Suci ( Part 3)
35 Bab. 35 Makhluk dari Neraka
36 Bab. 36 Kebinasaan Iblish pohon
37 Bab. 37 Cemburu...
38 Bab. 38 Gunung Hantu dan Gunung Siluman
39 Bab. 39 Perangkap Kalla
40 Bab. 40 Perangkap Kalla ( Part 2)
41 Bab. 41 Kristal Arwah
42 Bab. 42 Pertemuan Lima Bintang
43 Bab. 43 Makhluk Panghisap Darah
44 Bab. 44 Pertarungan dengan Nagini
45 Bab. 45
46 Bab. 46 Pertarungan dengan Nagini ( part 3)
47 Bab. 47 Pertarungan Dengan Nagini (Part 4)
48 Bab. 48 Aku Bahagia Bersamamu
49 Bab. 49 Kehilangan
50 Bab. 50
51 Bab. 51 Trubuks
52 Bab. 52 Ifrit
53 Bab. 53 Godaan
54 Bab. 54 Kita bagai langit dan Bumi
55 Bab. 55 Kapal Pengangkut Jiwa
56 Bab 56
57 Bab. 52 Kapal Pengangkut Jiwa ( Part 3 )
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 bab. 62 Bluma...
63 Bab. 63 Bluma ( Part 2 )
64 Bab. 64 Bluma ( Part 4)
65 Bab. 65 Kembalinya Nagini
66 Bab. 66
67 Bab. 67 Pedang Mata Malaikat
68 Bab. 68 Kembali ke Alam Dunia.
69 Bab. 69 Pulang.....
70 Bab. 70 Pulang ( Part 2 )
71 Bab. 71 Batu Lima Bintang
72 Bab. 72 Batu Lima Bintang ( Part 2 )
73 Bab. 73 Pintu Ke alam Dunia.
74 Bab. 74 Pertemuan Kembali
75 Bab. 75 Permintaan Sang Ayah
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78 Waktu yang Terhenti
79 Bab. 79
80 Bab. 80 Penghuni Hutan Alas Roban
81 Bab. 81
82 Bab. 82 Tumbal Berdarah
83 Bab. 83
84 Bab. 84 Serangan Gelap
85 Bab. 85 Talak
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88 Kematian Ki Bawut
89 Bab. 89
90 Bab. 90 Nayyara
91 Bab. 91 Kuntilanak
92 Bab. 92 Kuntilanak (Part 2 )
93 Bab. 93 Hilangnya Kania
94 Bab. 94 Pencarian Kania
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97 Pertarungan Berdarah
98 Bab. 98 Pertarungan Berdarah ( part 2 )
99 Bab. 99 Pertarungan Berdarah
100 Bab. 100 Kematian Iblis Merah
101 Bab. 101 Pertarungan Besar ( Part 1)
102 Bab. 102 Pertarungan Besar ( Part 2 )
103 Bab. 103 Pertarungan Besar ( Part 3)
104 Bab. 104 Waktu Yang Terhenti
105 Bab. 105 Waktu Yang Terhenti ( Part 2 )
106 Bab. 106 Menemukan Cinta Yang Hilang.
107 Bab. 107 Menemukan Cinta Yang Hilang.
108 Bab. 108 Pertemuan Kembali
109 BAB. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111 Andai waktu bisa Kembali
112 Bab. 112
113 Bab. 113 GUNDERUWO
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116 Janji Pangeran Arkana
117 Bab. 117 Perjanjian Keramat
118 Bab. 118 Perjanjian Keramat ( Part 2 )
119 Bab. 119 Kerasukan
120 Bab. 120 Akhir Untuk Bahar
121 Bab. 121 Ajakan Kencan ( Edisi Pangeran Khalied)
122 Bab. 122
123 Bab. 123 Mencintai Pangeran Khalied
124 Bab. 124 Kisah Putri Humaira
125 Bab. 125 Kisah Putri Humaira ( Part 2)
126 Bab. 126 Kisah Balqis
127 Bab. 127 Kisah Balqis ( Part 2 )
128 Bab. 128 Kisah Balqis ( Part 3 )
129 Bab. 129 Cintai Aku, Zyftar
130 Bab. 130 Hukuman
131 Bab. 131 Pernikahan
132 Bab. 132 Keberatan Pangeran Sa'if
133 Bab. 133 Kisah Zyftar, Jin Bermata Merah.
134 Bab. 134 Pangeran Kuda Putih
135 Bab. 135 Keluarga Kecil
136 Bab. 136 Kisah Di Awal Pagi
137 Bab. 137 Bertemu Mei Fang di Dunia Nyata.
138 Bab. 138 Kecemburuan Zahra...
139 Bab. 139 Menikahlah Dengan ku Zahra..
140 Bab. 140 Permohonan Pangeran Khalied
141 Bab. 141
142 Bab. 142 Karma Yang Tertinggal
143 Bab. 143 Karma Yang Tertinggal
144 Bab. 144 Batu Giok Setan
145 Bab. 145 Melamar Zahra
146 Bab. 146 Acara Lamaran
147 Bab. 147 Pangeran Serigala
148 Bab. 148
149 Bab. 149 Tanda Bakti Pangeran Fatan
150 Bab. 150 Putri Meizh Vs Pangeran Fatan.
151 Bab. 151 Pangeran Serigala Vs Naga Lembu Amur
152 Bab. 152
153 Bab. 153 Prahara Bulan Berdarah
154 Bab. 154 Penyerbuan Kawanan Serigala
155 Bab. 155 Kedatangan Musuh Lama
156 Bab. 156 Kematian Rawing
157 Bab. 157 Jangan Mandi Senja
158 Bab. 158 Kerajaan Alas Amarta.
159 Bab. 159 Kerajaan Alas Amarta
160 Bab. 160 Ayo kita Pulang..!
161 Bab. 161 Menikah
162 Bab. 162 MP
163 Bab. 163 MP ( episode 2)
164 Bab. 164 Panggilan Pangeran Arkana
165 Bab. 165 Bangunlah dari Mimpi Burukmu
166 Bab. 166 Sate Padang
167 Bab.167 Pedang dan Cinta
Episodes

Updated 167 Episodes

1
Bab. 1 Pangeran Arkana
2
Bab. 2 Perjumpaan
3
Bab. 3 Penyerbuan Di Istana Bukit Malaikat
4
Bab. 4 Pandangan Mata Bathin Ki Anom
5
Bab. 5 Penglihatan Sang Pangeran
6
Bab. 6 Penglihatan Sang Pangeran ( Part 2 )
7
Bab. 7 Kisah Pedang Mata Malaikat
8
Bab. 8 Tumbal Darah Perawan ( Bagian 1 )
9
Bab. 9 Tumbal Darah Perawan ( Part 2 )
10
Bab. 10 Tumbal Darah perawan ( part 3 )
11
Bab. 11 Tumbal Darah Perawan (Part 4)
12
Bab. 12 Tumbal Darah Perawan ( Part 5)
13
Bab. 13 Tumbal Darah Perawan (Part 6)
14
Bab. 14 Tumbal Darah Perawan (Part 7)
15
Bab. 15 Tumbal Darah Perawan (Part 8)
16
Bab. 16 Tumbal Darah Perawan (Part 9)
17
Bab. 17 Dimensi ke Empat
18
Bab. 18 Nyi Ratu Blorong
19
Bab. 19 Zahra Menghilang
20
Bab. 20 Negeri di Negeri Tak Bertuan
21
Bab. 21 Negeri di Negeri tak Bertuan
22
Bab. 22 Dunia Cermin..
23
Bab. 23 Bertemu Zamura
24
Bab. 24 Makhluk Apakah Kamu..?
25
Bab. 25 Manusia Harimau
26
Bab. 26 Kutukan Lamma
27
Bab. 27 Ramalan Zaggart
28
Bab. 28 Buto Ijo (Part 1)
29
Bab. 29 Buto Ijo (Part 2)
30
Bab. 30 Buto Ijo ( Part 3 )
31
Bab. 31 Kejujuran Pangeran Khalied
32
Bab. 32 Roh Perawan Suci
33
Bab. 33 Roh Perawan Suci ( Part 2 )
34
Bab. 34 Roh Perawan Suci ( Part 3)
35
Bab. 35 Makhluk dari Neraka
36
Bab. 36 Kebinasaan Iblish pohon
37
Bab. 37 Cemburu...
38
Bab. 38 Gunung Hantu dan Gunung Siluman
39
Bab. 39 Perangkap Kalla
40
Bab. 40 Perangkap Kalla ( Part 2)
41
Bab. 41 Kristal Arwah
42
Bab. 42 Pertemuan Lima Bintang
43
Bab. 43 Makhluk Panghisap Darah
44
Bab. 44 Pertarungan dengan Nagini
45
Bab. 45
46
Bab. 46 Pertarungan dengan Nagini ( part 3)
47
Bab. 47 Pertarungan Dengan Nagini (Part 4)
48
Bab. 48 Aku Bahagia Bersamamu
49
Bab. 49 Kehilangan
50
Bab. 50
51
Bab. 51 Trubuks
52
Bab. 52 Ifrit
53
Bab. 53 Godaan
54
Bab. 54 Kita bagai langit dan Bumi
55
Bab. 55 Kapal Pengangkut Jiwa
56
Bab 56
57
Bab. 52 Kapal Pengangkut Jiwa ( Part 3 )
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
bab. 62 Bluma...
63
Bab. 63 Bluma ( Part 2 )
64
Bab. 64 Bluma ( Part 4)
65
Bab. 65 Kembalinya Nagini
66
Bab. 66
67
Bab. 67 Pedang Mata Malaikat
68
Bab. 68 Kembali ke Alam Dunia.
69
Bab. 69 Pulang.....
70
Bab. 70 Pulang ( Part 2 )
71
Bab. 71 Batu Lima Bintang
72
Bab. 72 Batu Lima Bintang ( Part 2 )
73
Bab. 73 Pintu Ke alam Dunia.
74
Bab. 74 Pertemuan Kembali
75
Bab. 75 Permintaan Sang Ayah
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78 Waktu yang Terhenti
79
Bab. 79
80
Bab. 80 Penghuni Hutan Alas Roban
81
Bab. 81
82
Bab. 82 Tumbal Berdarah
83
Bab. 83
84
Bab. 84 Serangan Gelap
85
Bab. 85 Talak
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88 Kematian Ki Bawut
89
Bab. 89
90
Bab. 90 Nayyara
91
Bab. 91 Kuntilanak
92
Bab. 92 Kuntilanak (Part 2 )
93
Bab. 93 Hilangnya Kania
94
Bab. 94 Pencarian Kania
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97 Pertarungan Berdarah
98
Bab. 98 Pertarungan Berdarah ( part 2 )
99
Bab. 99 Pertarungan Berdarah
100
Bab. 100 Kematian Iblis Merah
101
Bab. 101 Pertarungan Besar ( Part 1)
102
Bab. 102 Pertarungan Besar ( Part 2 )
103
Bab. 103 Pertarungan Besar ( Part 3)
104
Bab. 104 Waktu Yang Terhenti
105
Bab. 105 Waktu Yang Terhenti ( Part 2 )
106
Bab. 106 Menemukan Cinta Yang Hilang.
107
Bab. 107 Menemukan Cinta Yang Hilang.
108
Bab. 108 Pertemuan Kembali
109
BAB. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111 Andai waktu bisa Kembali
112
Bab. 112
113
Bab. 113 GUNDERUWO
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116 Janji Pangeran Arkana
117
Bab. 117 Perjanjian Keramat
118
Bab. 118 Perjanjian Keramat ( Part 2 )
119
Bab. 119 Kerasukan
120
Bab. 120 Akhir Untuk Bahar
121
Bab. 121 Ajakan Kencan ( Edisi Pangeran Khalied)
122
Bab. 122
123
Bab. 123 Mencintai Pangeran Khalied
124
Bab. 124 Kisah Putri Humaira
125
Bab. 125 Kisah Putri Humaira ( Part 2)
126
Bab. 126 Kisah Balqis
127
Bab. 127 Kisah Balqis ( Part 2 )
128
Bab. 128 Kisah Balqis ( Part 3 )
129
Bab. 129 Cintai Aku, Zyftar
130
Bab. 130 Hukuman
131
Bab. 131 Pernikahan
132
Bab. 132 Keberatan Pangeran Sa'if
133
Bab. 133 Kisah Zyftar, Jin Bermata Merah.
134
Bab. 134 Pangeran Kuda Putih
135
Bab. 135 Keluarga Kecil
136
Bab. 136 Kisah Di Awal Pagi
137
Bab. 137 Bertemu Mei Fang di Dunia Nyata.
138
Bab. 138 Kecemburuan Zahra...
139
Bab. 139 Menikahlah Dengan ku Zahra..
140
Bab. 140 Permohonan Pangeran Khalied
141
Bab. 141
142
Bab. 142 Karma Yang Tertinggal
143
Bab. 143 Karma Yang Tertinggal
144
Bab. 144 Batu Giok Setan
145
Bab. 145 Melamar Zahra
146
Bab. 146 Acara Lamaran
147
Bab. 147 Pangeran Serigala
148
Bab. 148
149
Bab. 149 Tanda Bakti Pangeran Fatan
150
Bab. 150 Putri Meizh Vs Pangeran Fatan.
151
Bab. 151 Pangeran Serigala Vs Naga Lembu Amur
152
Bab. 152
153
Bab. 153 Prahara Bulan Berdarah
154
Bab. 154 Penyerbuan Kawanan Serigala
155
Bab. 155 Kedatangan Musuh Lama
156
Bab. 156 Kematian Rawing
157
Bab. 157 Jangan Mandi Senja
158
Bab. 158 Kerajaan Alas Amarta.
159
Bab. 159 Kerajaan Alas Amarta
160
Bab. 160 Ayo kita Pulang..!
161
Bab. 161 Menikah
162
Bab. 162 MP
163
Bab. 163 MP ( episode 2)
164
Bab. 164 Panggilan Pangeran Arkana
165
Bab. 165 Bangunlah dari Mimpi Burukmu
166
Bab. 166 Sate Padang
167
Bab.167 Pedang dan Cinta

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!