Bab. 4 Pandangan Mata Bathin Ki Anom

Pagi hari, matahari bersinar cerah menyapa seluruh alam. Zahra baru saja bangun dari tidur. Dia segera memeriksa keadaan ibunya.

Namun, alangkah terkejutnya Zahra, ternyata sang ibu sudah tak ada di pembaringan. Zahra panik, kemana ibunya pergi..? Apakah ibunya sudah sehat dan dapat berjalan.

Dia teringat jika semalam, dia memberikan obat yang diberikan oleh pemuda itu kepada ibunya. Pemuda aneh yang memiliki mata seperti mata kucing dan... bertaring. Zahra baru sadar, jika ternyata pemuda yang menolongnya itu memiliki taring. Apakah pemuda semalam bukan manusia..? Apakah pemuda itu sebangsa vampir atau makhluk penghisap darah....?

Zahra tiba-tiba merasa takut. Tapi mengapa semalam dia tidak merasakan takut pada pemuda itu..? Padahal, jelas - jelas dia melihat pemuda itu memperlihatkan taringnya kepada gerombolan pemuda yang hendak memperkosanya. Entahlah, Zahra juga merasa aneh. Dia juga mencemaskan dan mencari - cari ibunya.

Tiba-tiba Zahra kepikiran sesuatu.

Zahra teringat tentang gerombolan pemuda yang ingin memperkosa dirinya. Kalau tak salah, mereka adalah gerombolan dari Geng Codet. Geng Codet adalah Geng preman yang suka mengganggu dan meresahkan masyarakat. Mereka juga suka memeras dan memalak para pedagang pasar.

Geng Codet adalah geng preman yang di pimpin oleh si Codet. Tak ada yang tahu persis siapa nama asli si Codet. Lelaki itu hanya dikenal lewat sepak terjangnya di kalangan dunia hitam sebagai preman yang kejam dan bengis. Dia tak segan untuk melukai atau membunuh lawan yang dianggap menghalangi jalannya.

Si Codet, lelaki itu memiliki guratan luka yang memanjang di pipi sebelah kirinya. Maka dari itu, orang memanggilnya Codet. Disamping itu, Si Codet juga preman yang menganut ilmu Hitam. Konon, katanya Si Codet kebal senjata dan peluru. Karena itu, Codet ditakuti dan disegani di kalangan preman dan juga orang - orang di dunia hitam. Pun masyarakat di sekitar tempat itu takut padanya.

Zahra menghela nafas teringat akan dirinya. Andai saja bapaknya masih hidup. Tentu dia dan keluarganya tidak akan mengalami nasib seperti sekarang ini. Setidaknya, mereka dapat hidup layak seperti orang - orang.

Sekarang, semenjak Bapaknya meninggal, dia dan ibunya harus banting tulang bekerja keras demi untuk mencukupi kebutuhan hidup dan biaya sekolah adiknya yang kini sedang mondok di pesantren. Apalagi sekarang, ibunya sering sakit - sakitan. Maka, Zahra lah yang sekarang menjadi tulang punggung keluarganya.

Zahra yang hanya tamatan SMP saja, tidak bisa mencari kerja yang lebih baik. Paling bentar jadi pembantu atau buruh cuci. Itupun jarang - jarang. Karena sekarang ada jasa loundry.

Dulu sewaktu sehat, ibunya bekerja sebagai sebagai pedagang sayur di pasar. Itu juga masih bekerja nyambi sebagai buruh cuci. Kadang-kadang, Zahra sering membantu pekerjaan Sang Ibu.

Kini, Zahra hanya bisa membantu ibunya dengan berdagang kue bulan di terminal dan pasar. Kue tersebut dia ambil dari tetangganya yang membuat kue bulan. Zahra hanya menjualkan saja dan mendapatkan untung. Walaupun tak seberapa, namun bisa di pakai untuk menutupi kebutuhan makan. Untuk lain - lain..? Terpaksa mereka harus berhutang.

" Zahra, kamu sudah bangun..? " suara ibunya membuyarkan semua lamunan Zahra tentang hidupnya. Ibunya itu tiba-tiba saja sudah muncul dari arah pintu dapur. Ibunya terlihat sedang menenteng bakul sayur yang isinya sudah hampir habis.

" Ibu dari mana...? " tanya Zahra. Dia tak dapat menyembunyikan rasa cemasnya karena tidak menemukan ibunya di kamarnya.

" Tadi ibu dari pasar... " jawab ibu Zahra yang sering disapa dengan Mpok Suri.

" Dari pasar? Ibu.. jualan sayur? " tanya Zahra setengah tak percaya.

" Iya, ibu tadi jualan sayur di pasar." jawab Ibunya lagi.

" Tapi, kan ibu sedang sakit... "

" Tidak, ibu sudah merasa sehat dan baikan. Tadi malam, setelah minum obat yang kamu berikan, ibu langsung merasa sehat dan bisa berdiri. Obat itu benar-benar ampuh. Dimana kamu membelinya...? " tanya mpok Suri.

" Itu...itu teman Zahra yang memberikannya." kata Zahra jujur. Dalam hati Zahra merasa heran, secepat itu ibunya sembuh. Berarti obat yang diberikan oleh pemuda itu sangat mujarab. Dia kini yakin, bahwa pemuda itu bukanlah pemuda sembarangan.

" Oh, gitu, yah. Kalau begitu, sampaikan rasa terima kasih ibu kepada temanmu itu. Karena obat yang dia berikan telah menyembuhkan ibu. Kini ibu sudah bisa bekerja lagi." kata Mpok Suri dengan wajah berseri.

" Baik, Bu.. Nanti Zahra sampaikan.. " kata Zahra. Dalam hati Zahra berucap "Iya, kalo ketemu... "

Bukan tanpa sebab Zahra ngomong begitu. Pemuda itu terlalu misterius. Dan sepertinya dia juga bukan dari golongan manusia seperti dirinya. Mana ada manusia yang memiliki mata seperti itu dan bertaring pula.

Lagi pula, ada yang mengganjal di pikiran Zahra. Mengapa dia bisa tahu jika ibuku sedang sakit. Sehingga dia juga memberikan obat untuk ibuku. Zahra semakin yakin, bahwa pemuda yang baru dikenalnya itu bukanlah pemuda biasa.

Kini, kondisi Ibunya sudah benar - benar pulih. Ibunya itu terlihat sehat dan segar bugar. Zahra merasa sangat bersyukur sekali akan hal itu.

......................

Pangeran Hasyeem memandang ke depan. Dimana tampak olehnya kini ribuan pasukan dari golongan bangsa jin dan bangsa siluman siap sedia untuk bertempur. Apakah mereka sanggup untuk mengalahkan pasukan Raja Iblis pertama dari Neraka Ketujuh dan pasukannya..?

Dia tahu dengan pasti bahwa Raja Iblis pertama dari neraka ke tujuh adalah Baal al Zubab. Salah satu Iblis kepercayaan dari Raja Iblis Lucifer yang berkuasa atas ke tujuh neraka. Dia membawahi tujuh ratus ribu pasukan dengan kekuatannya hampir setara dengan Raja Iblis ke dua Yaitu Zatan.

Di katakan bahwa Raja Iblis neraka Lucifer memiliki tujuh Iblis kepercayaan yang semuanya memimpin masing - masing tujuh ratus ribu pasukan yang memiliki tugas masing-masing.

Baal al Zubab adalah Iblis yang menguasai neraka ke tujuh. Dia adalah Iblis yang identik dengan Keserakahan dan ketamakan akan kekuasaan. Kesaktiannya sudah tak diragukan lagi. Dia memiliki pedang Mata Lucifer.. Dengan pedang itu dia sudah banyak menaklukkan pemimpin besar dan juga Raja - Raja jin di dunia ini.

Tujuan dia adalah ingin menguasai seluruh bangsa jin hingga takluk dan tunduk di bawah kekuasaannya dan menjadi pengikutnya. Baal sangat rakus dan serakah. Dia juga terkenal dengan Kelicikannya. Itulah sebabnya, Raja Iblis menjadikannya sebagai penguasa Neraka Ke tujuh. Neraka tempat orang - orang yang haus dan serakah akan kekuasaan dan kekuatan.

" Ammar, berapa jumlah seluruh pasukan kita? " tanya Pangeran Hasyeem.

" Sekitar tiga puluh ribu pasukan. Jika di tambah dengan jumlah pasukan cadangan, maka pasukan kita berjumlah sekitar tiga puluh lima ribu pasukan, Tuanku." Jawab Ammar.

..."Bahkan jumlah pasukan kita tidak ada separuh dari jumlah pasukan Raja Iblis. Bagaimana kita bisa menghadapinya." kata Pangeran Hasyeem pada Ammar....

Pangeran yang masih terlihat tampan walaupun usianya sudah bertambah itu tampak sedang berpikir keras. Dia tak ingin mengorbankan pasukannya dengan sia - sia di tangan Raja Iblis.

"Ada baiknya kamu minta petunjuk Ki Anom, Pangeran... " kata Raja Haizzar kemudian.

Dia dapat melihat keresahan di mata sang Putra. Betapapun, tanggung jawab yang dipikul putranya Pangeran Hasyeem sangatlah berat.

Rakyatnya dan juga seluruh keluarganya sangat tergantung pada keputusan yang akan di ambilnya.

Dan musuh mereka kali ini bukanlah main - main. Seorang Raja Iblis. Maka adalah wajar, jika Pangeran Hasyeem menjadi bimbang. Untuk mundur, hal itu tentu saja mustahil. Pilihannya ada dua saja, melawan sampai titik darah penghabisan atau tunduk dan menyerah pada kekuasaan raja Iblis.

" Kalau begitu, aku akan menemui Ki Anom.. Siapa tahu dia dapat memberikan solusi melalui pandangan mata bathinnya. " kata Pangeran Hasyeem.

" Hamba di sini, Tuanku.. " tiba-tiba saja, Ki Anom sudah muncul tepat di sebelah Pangeran Hasyeem. Lelaki paruh baya yang identik dengan pakaian serba hitam dan tampak berkharisma itu menghaturkan sembah untuk sang tuan.

" Ah, Ki Anom...! Kemarilah!" panggil Pangeran Hasyeem. Ki Anom kemudian berjalan mendekati tuannya. " Saya, Tuanku.." jawabnya.

" Ki Anom tentu sudah mengetahui apa yang akan terjadi. Tunjukkan padaku, Ki..! Aku ingin melihat pandangan matamu.. "

" Baiklah, Tuanku.. . "

Lalu ki Anom bersemedi dan duduk bersila di hadapan pangeran Hasyeem. Mata Ki Anom tiba-tiba berubah warna menjadi kuning dan bercahaya. Kemudian perlahan - lahan kembali lagi menjadi hitam seperti sediakala.

Sebelah tangan Pangeran Hasyeem kemudian menempel di dahi Ki Anom. Kemudian Pangeran Hasyeem mulai membaca seluruh pikiran Ki Anom dan dapat melihat dengan jelas seperti apa yang dilihat oleh Ki Anom.

Semuanya hancur dan binasa....

Terpopuler

Comments

Mr.VANO

Mr.VANO

tindakan hrs tepat di ambil pangeran hasyeem dg pasukan yg tak nyampai separo itu dg pasukan iblis

2023-06-13

1

Feisya Caca

Feisya Caca

pasti ada salah satu pangeran yang bisa mengalah raja iblis, mungkin pangeran Khalid menyimpan kekuatan luar biasa yang tidak dia ketahui

2023-04-02

0

Berdo'a saja

Berdo'a saja

hancur dan binasa punah dong

2023-01-31

0

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1 Pangeran Arkana
2 Bab. 2 Perjumpaan
3 Bab. 3 Penyerbuan Di Istana Bukit Malaikat
4 Bab. 4 Pandangan Mata Bathin Ki Anom
5 Bab. 5 Penglihatan Sang Pangeran
6 Bab. 6 Penglihatan Sang Pangeran ( Part 2 )
7 Bab. 7 Kisah Pedang Mata Malaikat
8 Bab. 8 Tumbal Darah Perawan ( Bagian 1 )
9 Bab. 9 Tumbal Darah Perawan ( Part 2 )
10 Bab. 10 Tumbal Darah perawan ( part 3 )
11 Bab. 11 Tumbal Darah Perawan (Part 4)
12 Bab. 12 Tumbal Darah Perawan ( Part 5)
13 Bab. 13 Tumbal Darah Perawan (Part 6)
14 Bab. 14 Tumbal Darah Perawan (Part 7)
15 Bab. 15 Tumbal Darah Perawan (Part 8)
16 Bab. 16 Tumbal Darah Perawan (Part 9)
17 Bab. 17 Dimensi ke Empat
18 Bab. 18 Nyi Ratu Blorong
19 Bab. 19 Zahra Menghilang
20 Bab. 20 Negeri di Negeri Tak Bertuan
21 Bab. 21 Negeri di Negeri tak Bertuan
22 Bab. 22 Dunia Cermin..
23 Bab. 23 Bertemu Zamura
24 Bab. 24 Makhluk Apakah Kamu..?
25 Bab. 25 Manusia Harimau
26 Bab. 26 Kutukan Lamma
27 Bab. 27 Ramalan Zaggart
28 Bab. 28 Buto Ijo (Part 1)
29 Bab. 29 Buto Ijo (Part 2)
30 Bab. 30 Buto Ijo ( Part 3 )
31 Bab. 31 Kejujuran Pangeran Khalied
32 Bab. 32 Roh Perawan Suci
33 Bab. 33 Roh Perawan Suci ( Part 2 )
34 Bab. 34 Roh Perawan Suci ( Part 3)
35 Bab. 35 Makhluk dari Neraka
36 Bab. 36 Kebinasaan Iblish pohon
37 Bab. 37 Cemburu...
38 Bab. 38 Gunung Hantu dan Gunung Siluman
39 Bab. 39 Perangkap Kalla
40 Bab. 40 Perangkap Kalla ( Part 2)
41 Bab. 41 Kristal Arwah
42 Bab. 42 Pertemuan Lima Bintang
43 Bab. 43 Makhluk Panghisap Darah
44 Bab. 44 Pertarungan dengan Nagini
45 Bab. 45
46 Bab. 46 Pertarungan dengan Nagini ( part 3)
47 Bab. 47 Pertarungan Dengan Nagini (Part 4)
48 Bab. 48 Aku Bahagia Bersamamu
49 Bab. 49 Kehilangan
50 Bab. 50
51 Bab. 51 Trubuks
52 Bab. 52 Ifrit
53 Bab. 53 Godaan
54 Bab. 54 Kita bagai langit dan Bumi
55 Bab. 55 Kapal Pengangkut Jiwa
56 Bab 56
57 Bab. 52 Kapal Pengangkut Jiwa ( Part 3 )
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 bab. 62 Bluma...
63 Bab. 63 Bluma ( Part 2 )
64 Bab. 64 Bluma ( Part 4)
65 Bab. 65 Kembalinya Nagini
66 Bab. 66
67 Bab. 67 Pedang Mata Malaikat
68 Bab. 68 Kembali ke Alam Dunia.
69 Bab. 69 Pulang.....
70 Bab. 70 Pulang ( Part 2 )
71 Bab. 71 Batu Lima Bintang
72 Bab. 72 Batu Lima Bintang ( Part 2 )
73 Bab. 73 Pintu Ke alam Dunia.
74 Bab. 74 Pertemuan Kembali
75 Bab. 75 Permintaan Sang Ayah
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78 Waktu yang Terhenti
79 Bab. 79
80 Bab. 80 Penghuni Hutan Alas Roban
81 Bab. 81
82 Bab. 82 Tumbal Berdarah
83 Bab. 83
84 Bab. 84 Serangan Gelap
85 Bab. 85 Talak
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88 Kematian Ki Bawut
89 Bab. 89
90 Bab. 90 Nayyara
91 Bab. 91 Kuntilanak
92 Bab. 92 Kuntilanak (Part 2 )
93 Bab. 93 Hilangnya Kania
94 Bab. 94 Pencarian Kania
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97 Pertarungan Berdarah
98 Bab. 98 Pertarungan Berdarah ( part 2 )
99 Bab. 99 Pertarungan Berdarah
100 Bab. 100 Kematian Iblis Merah
101 Bab. 101 Pertarungan Besar ( Part 1)
102 Bab. 102 Pertarungan Besar ( Part 2 )
103 Bab. 103 Pertarungan Besar ( Part 3)
104 Bab. 104 Waktu Yang Terhenti
105 Bab. 105 Waktu Yang Terhenti ( Part 2 )
106 Bab. 106 Menemukan Cinta Yang Hilang.
107 Bab. 107 Menemukan Cinta Yang Hilang.
108 Bab. 108 Pertemuan Kembali
109 BAB. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111 Andai waktu bisa Kembali
112 Bab. 112
113 Bab. 113 GUNDERUWO
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116 Janji Pangeran Arkana
117 Bab. 117 Perjanjian Keramat
118 Bab. 118 Perjanjian Keramat ( Part 2 )
119 Bab. 119 Kerasukan
120 Bab. 120 Akhir Untuk Bahar
121 Bab. 121 Ajakan Kencan ( Edisi Pangeran Khalied)
122 Bab. 122
123 Bab. 123 Mencintai Pangeran Khalied
124 Bab. 124 Kisah Putri Humaira
125 Bab. 125 Kisah Putri Humaira ( Part 2)
126 Bab. 126 Kisah Balqis
127 Bab. 127 Kisah Balqis ( Part 2 )
128 Bab. 128 Kisah Balqis ( Part 3 )
129 Bab. 129 Cintai Aku, Zyftar
130 Bab. 130 Hukuman
131 Bab. 131 Pernikahan
132 Bab. 132 Keberatan Pangeran Sa'if
133 Bab. 133 Kisah Zyftar, Jin Bermata Merah.
134 Bab. 134 Pangeran Kuda Putih
135 Bab. 135 Keluarga Kecil
136 Bab. 136 Kisah Di Awal Pagi
137 Bab. 137 Bertemu Mei Fang di Dunia Nyata.
138 Bab. 138 Kecemburuan Zahra...
139 Bab. 139 Menikahlah Dengan ku Zahra..
140 Bab. 140 Permohonan Pangeran Khalied
141 Bab. 141
142 Bab. 142 Karma Yang Tertinggal
143 Bab. 143 Karma Yang Tertinggal
144 Bab. 144 Batu Giok Setan
145 Bab. 145 Melamar Zahra
146 Bab. 146 Acara Lamaran
147 Bab. 147 Pangeran Serigala
148 Bab. 148
149 Bab. 149 Tanda Bakti Pangeran Fatan
150 Bab. 150 Putri Meizh Vs Pangeran Fatan.
151 Bab. 151 Pangeran Serigala Vs Naga Lembu Amur
152 Bab. 152
153 Bab. 153 Prahara Bulan Berdarah
154 Bab. 154 Penyerbuan Kawanan Serigala
155 Bab. 155 Kedatangan Musuh Lama
156 Bab. 156 Kematian Rawing
157 Bab. 157 Jangan Mandi Senja
158 Bab. 158 Kerajaan Alas Amarta.
159 Bab. 159 Kerajaan Alas Amarta
160 Bab. 160 Ayo kita Pulang..!
161 Bab. 161 Menikah
162 Bab. 162 MP
163 Bab. 163 MP ( episode 2)
164 Bab. 164 Panggilan Pangeran Arkana
165 Bab. 165 Bangunlah dari Mimpi Burukmu
166 Bab. 166 Sate Padang
167 Bab.167 Pedang dan Cinta
Episodes

Updated 167 Episodes

1
Bab. 1 Pangeran Arkana
2
Bab. 2 Perjumpaan
3
Bab. 3 Penyerbuan Di Istana Bukit Malaikat
4
Bab. 4 Pandangan Mata Bathin Ki Anom
5
Bab. 5 Penglihatan Sang Pangeran
6
Bab. 6 Penglihatan Sang Pangeran ( Part 2 )
7
Bab. 7 Kisah Pedang Mata Malaikat
8
Bab. 8 Tumbal Darah Perawan ( Bagian 1 )
9
Bab. 9 Tumbal Darah Perawan ( Part 2 )
10
Bab. 10 Tumbal Darah perawan ( part 3 )
11
Bab. 11 Tumbal Darah Perawan (Part 4)
12
Bab. 12 Tumbal Darah Perawan ( Part 5)
13
Bab. 13 Tumbal Darah Perawan (Part 6)
14
Bab. 14 Tumbal Darah Perawan (Part 7)
15
Bab. 15 Tumbal Darah Perawan (Part 8)
16
Bab. 16 Tumbal Darah Perawan (Part 9)
17
Bab. 17 Dimensi ke Empat
18
Bab. 18 Nyi Ratu Blorong
19
Bab. 19 Zahra Menghilang
20
Bab. 20 Negeri di Negeri Tak Bertuan
21
Bab. 21 Negeri di Negeri tak Bertuan
22
Bab. 22 Dunia Cermin..
23
Bab. 23 Bertemu Zamura
24
Bab. 24 Makhluk Apakah Kamu..?
25
Bab. 25 Manusia Harimau
26
Bab. 26 Kutukan Lamma
27
Bab. 27 Ramalan Zaggart
28
Bab. 28 Buto Ijo (Part 1)
29
Bab. 29 Buto Ijo (Part 2)
30
Bab. 30 Buto Ijo ( Part 3 )
31
Bab. 31 Kejujuran Pangeran Khalied
32
Bab. 32 Roh Perawan Suci
33
Bab. 33 Roh Perawan Suci ( Part 2 )
34
Bab. 34 Roh Perawan Suci ( Part 3)
35
Bab. 35 Makhluk dari Neraka
36
Bab. 36 Kebinasaan Iblish pohon
37
Bab. 37 Cemburu...
38
Bab. 38 Gunung Hantu dan Gunung Siluman
39
Bab. 39 Perangkap Kalla
40
Bab. 40 Perangkap Kalla ( Part 2)
41
Bab. 41 Kristal Arwah
42
Bab. 42 Pertemuan Lima Bintang
43
Bab. 43 Makhluk Panghisap Darah
44
Bab. 44 Pertarungan dengan Nagini
45
Bab. 45
46
Bab. 46 Pertarungan dengan Nagini ( part 3)
47
Bab. 47 Pertarungan Dengan Nagini (Part 4)
48
Bab. 48 Aku Bahagia Bersamamu
49
Bab. 49 Kehilangan
50
Bab. 50
51
Bab. 51 Trubuks
52
Bab. 52 Ifrit
53
Bab. 53 Godaan
54
Bab. 54 Kita bagai langit dan Bumi
55
Bab. 55 Kapal Pengangkut Jiwa
56
Bab 56
57
Bab. 52 Kapal Pengangkut Jiwa ( Part 3 )
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
bab. 62 Bluma...
63
Bab. 63 Bluma ( Part 2 )
64
Bab. 64 Bluma ( Part 4)
65
Bab. 65 Kembalinya Nagini
66
Bab. 66
67
Bab. 67 Pedang Mata Malaikat
68
Bab. 68 Kembali ke Alam Dunia.
69
Bab. 69 Pulang.....
70
Bab. 70 Pulang ( Part 2 )
71
Bab. 71 Batu Lima Bintang
72
Bab. 72 Batu Lima Bintang ( Part 2 )
73
Bab. 73 Pintu Ke alam Dunia.
74
Bab. 74 Pertemuan Kembali
75
Bab. 75 Permintaan Sang Ayah
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78 Waktu yang Terhenti
79
Bab. 79
80
Bab. 80 Penghuni Hutan Alas Roban
81
Bab. 81
82
Bab. 82 Tumbal Berdarah
83
Bab. 83
84
Bab. 84 Serangan Gelap
85
Bab. 85 Talak
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88 Kematian Ki Bawut
89
Bab. 89
90
Bab. 90 Nayyara
91
Bab. 91 Kuntilanak
92
Bab. 92 Kuntilanak (Part 2 )
93
Bab. 93 Hilangnya Kania
94
Bab. 94 Pencarian Kania
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97 Pertarungan Berdarah
98
Bab. 98 Pertarungan Berdarah ( part 2 )
99
Bab. 99 Pertarungan Berdarah
100
Bab. 100 Kematian Iblis Merah
101
Bab. 101 Pertarungan Besar ( Part 1)
102
Bab. 102 Pertarungan Besar ( Part 2 )
103
Bab. 103 Pertarungan Besar ( Part 3)
104
Bab. 104 Waktu Yang Terhenti
105
Bab. 105 Waktu Yang Terhenti ( Part 2 )
106
Bab. 106 Menemukan Cinta Yang Hilang.
107
Bab. 107 Menemukan Cinta Yang Hilang.
108
Bab. 108 Pertemuan Kembali
109
BAB. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111 Andai waktu bisa Kembali
112
Bab. 112
113
Bab. 113 GUNDERUWO
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116 Janji Pangeran Arkana
117
Bab. 117 Perjanjian Keramat
118
Bab. 118 Perjanjian Keramat ( Part 2 )
119
Bab. 119 Kerasukan
120
Bab. 120 Akhir Untuk Bahar
121
Bab. 121 Ajakan Kencan ( Edisi Pangeran Khalied)
122
Bab. 122
123
Bab. 123 Mencintai Pangeran Khalied
124
Bab. 124 Kisah Putri Humaira
125
Bab. 125 Kisah Putri Humaira ( Part 2)
126
Bab. 126 Kisah Balqis
127
Bab. 127 Kisah Balqis ( Part 2 )
128
Bab. 128 Kisah Balqis ( Part 3 )
129
Bab. 129 Cintai Aku, Zyftar
130
Bab. 130 Hukuman
131
Bab. 131 Pernikahan
132
Bab. 132 Keberatan Pangeran Sa'if
133
Bab. 133 Kisah Zyftar, Jin Bermata Merah.
134
Bab. 134 Pangeran Kuda Putih
135
Bab. 135 Keluarga Kecil
136
Bab. 136 Kisah Di Awal Pagi
137
Bab. 137 Bertemu Mei Fang di Dunia Nyata.
138
Bab. 138 Kecemburuan Zahra...
139
Bab. 139 Menikahlah Dengan ku Zahra..
140
Bab. 140 Permohonan Pangeran Khalied
141
Bab. 141
142
Bab. 142 Karma Yang Tertinggal
143
Bab. 143 Karma Yang Tertinggal
144
Bab. 144 Batu Giok Setan
145
Bab. 145 Melamar Zahra
146
Bab. 146 Acara Lamaran
147
Bab. 147 Pangeran Serigala
148
Bab. 148
149
Bab. 149 Tanda Bakti Pangeran Fatan
150
Bab. 150 Putri Meizh Vs Pangeran Fatan.
151
Bab. 151 Pangeran Serigala Vs Naga Lembu Amur
152
Bab. 152
153
Bab. 153 Prahara Bulan Berdarah
154
Bab. 154 Penyerbuan Kawanan Serigala
155
Bab. 155 Kedatangan Musuh Lama
156
Bab. 156 Kematian Rawing
157
Bab. 157 Jangan Mandi Senja
158
Bab. 158 Kerajaan Alas Amarta.
159
Bab. 159 Kerajaan Alas Amarta
160
Bab. 160 Ayo kita Pulang..!
161
Bab. 161 Menikah
162
Bab. 162 MP
163
Bab. 163 MP ( episode 2)
164
Bab. 164 Panggilan Pangeran Arkana
165
Bab. 165 Bangunlah dari Mimpi Burukmu
166
Bab. 166 Sate Padang
167
Bab.167 Pedang dan Cinta

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!