Pagi hari, matahari bersinar cerah menyapa seluruh alam. Zahra baru saja bangun dari tidur. Dia segera memeriksa keadaan ibunya.
Namun, alangkah terkejutnya Zahra, ternyata sang ibu sudah tak ada di pembaringan. Zahra panik, kemana ibunya pergi..? Apakah ibunya sudah sehat dan dapat berjalan.
Dia teringat jika semalam, dia memberikan obat yang diberikan oleh pemuda itu kepada ibunya. Pemuda aneh yang memiliki mata seperti mata kucing dan... bertaring. Zahra baru sadar, jika ternyata pemuda yang menolongnya itu memiliki taring. Apakah pemuda semalam bukan manusia..? Apakah pemuda itu sebangsa vampir atau makhluk penghisap darah....?
Zahra tiba-tiba merasa takut. Tapi mengapa semalam dia tidak merasakan takut pada pemuda itu..? Padahal, jelas - jelas dia melihat pemuda itu memperlihatkan taringnya kepada gerombolan pemuda yang hendak memperkosanya. Entahlah, Zahra juga merasa aneh. Dia juga mencemaskan dan mencari - cari ibunya.
Tiba-tiba Zahra kepikiran sesuatu.
Zahra teringat tentang gerombolan pemuda yang ingin memperkosa dirinya. Kalau tak salah, mereka adalah gerombolan dari Geng Codet. Geng Codet adalah Geng preman yang suka mengganggu dan meresahkan masyarakat. Mereka juga suka memeras dan memalak para pedagang pasar.
Geng Codet adalah geng preman yang di pimpin oleh si Codet. Tak ada yang tahu persis siapa nama asli si Codet. Lelaki itu hanya dikenal lewat sepak terjangnya di kalangan dunia hitam sebagai preman yang kejam dan bengis. Dia tak segan untuk melukai atau membunuh lawan yang dianggap menghalangi jalannya.
Si Codet, lelaki itu memiliki guratan luka yang memanjang di pipi sebelah kirinya. Maka dari itu, orang memanggilnya Codet. Disamping itu, Si Codet juga preman yang menganut ilmu Hitam. Konon, katanya Si Codet kebal senjata dan peluru. Karena itu, Codet ditakuti dan disegani di kalangan preman dan juga orang - orang di dunia hitam. Pun masyarakat di sekitar tempat itu takut padanya.
Zahra menghela nafas teringat akan dirinya. Andai saja bapaknya masih hidup. Tentu dia dan keluarganya tidak akan mengalami nasib seperti sekarang ini. Setidaknya, mereka dapat hidup layak seperti orang - orang.
Sekarang, semenjak Bapaknya meninggal, dia dan ibunya harus banting tulang bekerja keras demi untuk mencukupi kebutuhan hidup dan biaya sekolah adiknya yang kini sedang mondok di pesantren. Apalagi sekarang, ibunya sering sakit - sakitan. Maka, Zahra lah yang sekarang menjadi tulang punggung keluarganya.
Zahra yang hanya tamatan SMP saja, tidak bisa mencari kerja yang lebih baik. Paling bentar jadi pembantu atau buruh cuci. Itupun jarang - jarang. Karena sekarang ada jasa loundry.
Dulu sewaktu sehat, ibunya bekerja sebagai sebagai pedagang sayur di pasar. Itu juga masih bekerja nyambi sebagai buruh cuci. Kadang-kadang, Zahra sering membantu pekerjaan Sang Ibu.
Kini, Zahra hanya bisa membantu ibunya dengan berdagang kue bulan di terminal dan pasar. Kue tersebut dia ambil dari tetangganya yang membuat kue bulan. Zahra hanya menjualkan saja dan mendapatkan untung. Walaupun tak seberapa, namun bisa di pakai untuk menutupi kebutuhan makan. Untuk lain - lain..? Terpaksa mereka harus berhutang.
" Zahra, kamu sudah bangun..? " suara ibunya membuyarkan semua lamunan Zahra tentang hidupnya. Ibunya itu tiba-tiba saja sudah muncul dari arah pintu dapur. Ibunya terlihat sedang menenteng bakul sayur yang isinya sudah hampir habis.
" Ibu dari mana...? " tanya Zahra. Dia tak dapat menyembunyikan rasa cemasnya karena tidak menemukan ibunya di kamarnya.
" Tadi ibu dari pasar... " jawab ibu Zahra yang sering disapa dengan Mpok Suri.
" Dari pasar? Ibu.. jualan sayur? " tanya Zahra setengah tak percaya.
" Iya, ibu tadi jualan sayur di pasar." jawab Ibunya lagi.
" Tapi, kan ibu sedang sakit... "
" Tidak, ibu sudah merasa sehat dan baikan. Tadi malam, setelah minum obat yang kamu berikan, ibu langsung merasa sehat dan bisa berdiri. Obat itu benar-benar ampuh. Dimana kamu membelinya...? " tanya mpok Suri.
" Itu...itu teman Zahra yang memberikannya." kata Zahra jujur. Dalam hati Zahra merasa heran, secepat itu ibunya sembuh. Berarti obat yang diberikan oleh pemuda itu sangat mujarab. Dia kini yakin, bahwa pemuda itu bukanlah pemuda sembarangan.
" Oh, gitu, yah. Kalau begitu, sampaikan rasa terima kasih ibu kepada temanmu itu. Karena obat yang dia berikan telah menyembuhkan ibu. Kini ibu sudah bisa bekerja lagi." kata Mpok Suri dengan wajah berseri.
" Baik, Bu.. Nanti Zahra sampaikan.. " kata Zahra. Dalam hati Zahra berucap "Iya, kalo ketemu... "
Bukan tanpa sebab Zahra ngomong begitu. Pemuda itu terlalu misterius. Dan sepertinya dia juga bukan dari golongan manusia seperti dirinya. Mana ada manusia yang memiliki mata seperti itu dan bertaring pula.
Lagi pula, ada yang mengganjal di pikiran Zahra. Mengapa dia bisa tahu jika ibuku sedang sakit. Sehingga dia juga memberikan obat untuk ibuku. Zahra semakin yakin, bahwa pemuda yang baru dikenalnya itu bukanlah pemuda biasa.
Kini, kondisi Ibunya sudah benar - benar pulih. Ibunya itu terlihat sehat dan segar bugar. Zahra merasa sangat bersyukur sekali akan hal itu.
......................
Pangeran Hasyeem memandang ke depan. Dimana tampak olehnya kini ribuan pasukan dari golongan bangsa jin dan bangsa siluman siap sedia untuk bertempur. Apakah mereka sanggup untuk mengalahkan pasukan Raja Iblis pertama dari Neraka Ketujuh dan pasukannya..?
Dia tahu dengan pasti bahwa Raja Iblis pertama dari neraka ke tujuh adalah Baal al Zubab. Salah satu Iblis kepercayaan dari Raja Iblis Lucifer yang berkuasa atas ke tujuh neraka. Dia membawahi tujuh ratus ribu pasukan dengan kekuatannya hampir setara dengan Raja Iblis ke dua Yaitu Zatan.
Di katakan bahwa Raja Iblis neraka Lucifer memiliki tujuh Iblis kepercayaan yang semuanya memimpin masing - masing tujuh ratus ribu pasukan yang memiliki tugas masing-masing.
Baal al Zubab adalah Iblis yang menguasai neraka ke tujuh. Dia adalah Iblis yang identik dengan Keserakahan dan ketamakan akan kekuasaan. Kesaktiannya sudah tak diragukan lagi. Dia memiliki pedang Mata Lucifer.. Dengan pedang itu dia sudah banyak menaklukkan pemimpin besar dan juga Raja - Raja jin di dunia ini.
Tujuan dia adalah ingin menguasai seluruh bangsa jin hingga takluk dan tunduk di bawah kekuasaannya dan menjadi pengikutnya. Baal sangat rakus dan serakah. Dia juga terkenal dengan Kelicikannya. Itulah sebabnya, Raja Iblis menjadikannya sebagai penguasa Neraka Ke tujuh. Neraka tempat orang - orang yang haus dan serakah akan kekuasaan dan kekuatan.
" Ammar, berapa jumlah seluruh pasukan kita? " tanya Pangeran Hasyeem.
" Sekitar tiga puluh ribu pasukan. Jika di tambah dengan jumlah pasukan cadangan, maka pasukan kita berjumlah sekitar tiga puluh lima ribu pasukan, Tuanku." Jawab Ammar.
..."Bahkan jumlah pasukan kita tidak ada separuh dari jumlah pasukan Raja Iblis. Bagaimana kita bisa menghadapinya." kata Pangeran Hasyeem pada Ammar....
Pangeran yang masih terlihat tampan walaupun usianya sudah bertambah itu tampak sedang berpikir keras. Dia tak ingin mengorbankan pasukannya dengan sia - sia di tangan Raja Iblis.
"Ada baiknya kamu minta petunjuk Ki Anom, Pangeran... " kata Raja Haizzar kemudian.
Dia dapat melihat keresahan di mata sang Putra. Betapapun, tanggung jawab yang dipikul putranya Pangeran Hasyeem sangatlah berat.
Rakyatnya dan juga seluruh keluarganya sangat tergantung pada keputusan yang akan di ambilnya.
Dan musuh mereka kali ini bukanlah main - main. Seorang Raja Iblis. Maka adalah wajar, jika Pangeran Hasyeem menjadi bimbang. Untuk mundur, hal itu tentu saja mustahil. Pilihannya ada dua saja, melawan sampai titik darah penghabisan atau tunduk dan menyerah pada kekuasaan raja Iblis.
" Kalau begitu, aku akan menemui Ki Anom.. Siapa tahu dia dapat memberikan solusi melalui pandangan mata bathinnya. " kata Pangeran Hasyeem.
" Hamba di sini, Tuanku.. " tiba-tiba saja, Ki Anom sudah muncul tepat di sebelah Pangeran Hasyeem. Lelaki paruh baya yang identik dengan pakaian serba hitam dan tampak berkharisma itu menghaturkan sembah untuk sang tuan.
" Ah, Ki Anom...! Kemarilah!" panggil Pangeran Hasyeem. Ki Anom kemudian berjalan mendekati tuannya. " Saya, Tuanku.." jawabnya.
" Ki Anom tentu sudah mengetahui apa yang akan terjadi. Tunjukkan padaku, Ki..! Aku ingin melihat pandangan matamu.. "
" Baiklah, Tuanku.. . "
Lalu ki Anom bersemedi dan duduk bersila di hadapan pangeran Hasyeem. Mata Ki Anom tiba-tiba berubah warna menjadi kuning dan bercahaya. Kemudian perlahan - lahan kembali lagi menjadi hitam seperti sediakala.
Sebelah tangan Pangeran Hasyeem kemudian menempel di dahi Ki Anom. Kemudian Pangeran Hasyeem mulai membaca seluruh pikiran Ki Anom dan dapat melihat dengan jelas seperti apa yang dilihat oleh Ki Anom.
Semuanya hancur dan binasa....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 167 Episodes
Comments
Mr.VANO
tindakan hrs tepat di ambil pangeran hasyeem dg pasukan yg tak nyampai separo itu dg pasukan iblis
2023-06-13
1
Feisya Caca
pasti ada salah satu pangeran yang bisa mengalah raja iblis, mungkin pangeran Khalid menyimpan kekuatan luar biasa yang tidak dia ketahui
2023-04-02
0
Berdo'a saja
hancur dan binasa punah dong
2023-01-31
0