Bab. 3 Penyerbuan Di Istana Bukit Malaikat

"Kita sudah sampai. Aku rasa ibumu pasti sudah menunggumu. Selamat malam. Ini untukmu... " Pemuda itu menyerahkan sebuah bungkusan yang berisi makanan, kemudian menghilang begitu saja dari hadapan Zahra.

" Khalied...., siapa dia? Apa dia manusia seperti aku, ya??? tanya Zahra dalam hati...........

......................

Bukit Malaikat terbujur dingin dan kokoh di sebelah hutan larangan. Bukit yang membentang di sepanjang hutan larangan itu seolah tak bergeming terhadap waktu. Dari dahulu sampai sekarang, keadaanya tak jauh berbeda. Angker tak terjamah.

Namun, tak ada yang tahu pasti, bahwa di balik keangkeran Bukit Malaikat, ada sebuah istana yang indah yang di bangun oleh seorang pangeran Hasyeem untuk sang Ratu tercintanya, Ratu Asmi.

Di mata orang biasa, tak ada sungai yang mengalir di bukit Malaikat. Namun jika kita dapat menembus batas alam ghaib dan masuk ke dunia jin, makanan kita akan menjumpai adanya sungai yang membentang di sepanjang istana Bukit Malaikat yang mengalir di pinggir taman bunga.

Sinar bulan redup menyirami hutan larangan dan juga istana Bukit Malaikat. Tampak tenang dan menyejukkan mata. Membuai para penghuni bumi dalam lelapnya malam termasuk para jin penghuni Hutan Larangan dan Bukit Malaikat.

Pun keadaan istana Bukit Malaikat. Istana Pangeran jin itu tampak tenang dan aman. Rakyat negeri itu sudah banyak yang terlelap. Hanya terlihat beberapa Pengawal istana yang sedang berjaga hilir mudik di seputar istana dan pintu gerbang.

Duarrrr.......

Tiba-tiba, terdengar ledakan dahsyat yang mengguncang istana. Disusul dengan bunyi ledakan yang kedua dan ke-tiga.

Semua penghuni istana menjadi terkejut dan terbangun dari tidurnya. Pun demikian juga halnya dengan seluruh penghuni hutan larangan dan Bukit Malaikat.

Bunyi ledakan itu begitu dahsyatnya sehingga mengguncang dan membangunkan seluruh penghuni Hutan Larangan dan Istana Bukit Malaikat.

Apa yang terjadi...? pikir mereka bertanya-tanya.

Pangeran Hasyeem sudah berdiri di depan istana dengan pedang Halilintar terhunus di tangannya. Matanya yang tajam nyalang menatap ke sekeliling.

Ratusan prajurit istana dan para pengawal sudah berdatangan memenuhi halaman istana. Mereka seperti kumpulan lebah yang berdatangan dari berbagai arah untuk menemui junjungan mereka yakni pangeran Hasyeem.

Pangeran Hasyeem menatap ke atas langit. Firasatnya mengatakan bahwa ada sesuatu yang akan terjadi. Dan itu bukanlah sebuah pertanda baik.

Ada sebuah kekuatan besar yang sejak tadi terus mendesak ingin memasuki istananya. Hanya saja, kekuatan itu tak bisa menembus pagar ghaib yang dibuat oleh Pangeran Hasyeem dan Ammar.

Seberkas sinar terang melesat turun dari langit dan kemudian tampaklah panglima Ammar beserta puluhan prajurit terpilihnya datang menghadap Pangeran Hasyeem.

" Ampun, Tuanku. Di luar, Raja Iblis pertama dari neraka ke tujuh datang bersama pasukannya. Mereka sedang berusaha menerobos masuk ke istana dari arah pintu gerbang dan juga arah timur istana. Sedangkan di sebelah barat kita dikepung oleh pasukan raja Iblis ke-tiga dari neraka ke tujuh." kata panglima Ammar.

Neraka ke tujuh adalah neraka yang letaknya tidak terlalu jauh dari Bumi. Alam yang menjadi tempat tinggal Pangeran Hasyeem dan juga bangsa manusia.

Benar saja. Melalui penglihatan bathinnya, Pangeran Hasyeem dapat melihat bahwa musuh sedang berusaha menerobos masuk ke Istana.

Pangeran Hasyeem menatap ke arah sang Ratu yang berdiri tepat di sampingnya. Dia kini merasa khawatir akan keselamatan istrinya.

" Dinda Sayang, sebaiknya dinda masuk saja ke dalam istana. Di sini keadaan sangat berbahaya.!!" kata Pangeran Hasyeem dengan lembut.

Dia memang tak pernah bisa berkata atau pun berbuat kasar kepada sang Ratu meski bagaimana pun keadaannya.

Asmi menggeleng seraya berkata, "Tidak..! Aku tak mau.. Aku ingin di sisimu, Pangeran."

" Tapi, sayang... kamu tidak tahu apa yang ada di luar sana. Di luar sana ada pasukan Iblis yang di pimpin oleh Raja Iblis dari neraka ke tujuh. Aku minta kamu untuk di dalam saja bersama para Pengawal dan Putri Humaira."

Putri Humaira yang berada di belakang sang bunda langsung protes. Dia sama tak terimanya dengan sang ibu saat mendengar perintah sang ayahanda untuk masuk dan menunggu di dalam.

" Tidak, Ayah.. Biar ibunda Ratu saja yang di dalam. istana. Aku ingin di sini bersama ayah.. " jawab Putri Humaira.

Dia sudah bersiap - siap dari semenjak tadi.. Semenjak pertama ledakan tadi berbunyi.

" Huh,.. apa di dalam sana Pangeran bisa menjamin bahwa aku akan selamat dari kejaran pasukan Si Raja Iblis Neraka? " Kata Asmi kesal.

Terakhir saat melahirkan si kembar, dia harus menghadapi para penyihir yang ingin membunuhnya. Padahal saat itu dia berada di dalam istana.

Pangeran Hasyeem berpikir bahwa perkataan Asmi ada benarnya juga. Jika di dalam, dia tak bisa melihat bagaimana keadaan ratunya itu. Tapi dia takut, bahwa Jika Raja Iblis akan mencelakakan istri manusianya itu.

" Lebih bagus jika ibu Ratu mendengar perkataan ayahanda. Ayahanda sangat mengkhawatirkan keselamatan ibu Ratu. " kata Pangeran Alyan yang tiba - tiba sudah berada di sebelah Asmi bersama Aluna, Sang Istri.

Tampak pula Pangeran Arkana hadir setelahnya. Dia langsung mencari - cari keberadaan Pangeran Khalied di antara kumpulan orang - orang yang hadir di istana itu.

" Aku hanya ingin bersama ayahandamu saja, Pangeran Alyan. Jika di dalam, aku khawatir dan juga takut jika pada akhirnya tertangkap oleh pasukan Raja Iblis yang akan menerobos masuk ke dalam istana. " jawaban Asmi membuat Pangeran Alyan tak bisa lagi membantah Sang Ratu Penguasa Bukit Malaikat.

Sekelebat cahaya kembali hadir memasuki istana pangeran Hasyeem.

" Ayahanda Raja Haizzar dan Ibunda Ratu Kalina." Seru Pangeran Hasyeem.

Pangeran Hasyeem bersama Asmi dan semua yang mereka hadir di istana itu serentak menghaturkan sembah kepada raja jin penguasa Gunung Khayangan tersebut.

" Aku datang kemari karena dalam penglihatan mata Bathinku, istanamu di serang oleh Raja Iblis dari neraka ke tujuh. Aku ingin bergabung dan membantumu, Putraku" kata Raja Haizzar.

Pangeran Hasyeem sangat terharu oleh perhatian sang ayah, Raja Haizzar.

Berturut-turut setelah itu, hadir pula pangeran Anggada yang datang bersamaan dengan pangeran Hamish, adik Aluna. Tak berselang lama setelah itu , datanglah Andros dan Putri Aryyan beserta anak - anak mereka.

Dan yang paling terakhir adalah keluarga Pangeran Azzura Dan Putri Ambika. Raja penguasa Hutan Alas Purwo itu hadir lengkap bersama Putri - Putrinya dan juga pasukan kerajaannya yang terdiri dari pasukan Siluman Serigala Dan juga pasukan. siluman Harimau.

Kini, istana Malaikat dipenuhi oleh kedatangan para Sekutu mereka yang ingin membantu Pangeran Hasyeem menghadapi Raja Iblis dari neraka ke tujuh dan para Sekutu - sekutunya.

Mereka semua sudah siap sedia dengan senjata masing-masing, Siap menghadapi gempuran musuh.

Lantas, kemanakah Pangeran Khalied berada?

.

Terpopuler

Comments

Mr.VANO

Mr.VANO

wahh kyk ny tak kalah seruny,,dg novel pangeran hasyeem,,,smg byk kin pangeran hasyeemny ya

2023-06-13

1

Feisya Caca

Feisya Caca

ratu ASMI turunan manusia😱😱😱

2023-04-02

0

Feisya Caca

Feisya Caca

jadi ratu gunung kayangan adalah manusia😱

2023-04-02

0

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1 Pangeran Arkana
2 Bab. 2 Perjumpaan
3 Bab. 3 Penyerbuan Di Istana Bukit Malaikat
4 Bab. 4 Pandangan Mata Bathin Ki Anom
5 Bab. 5 Penglihatan Sang Pangeran
6 Bab. 6 Penglihatan Sang Pangeran ( Part 2 )
7 Bab. 7 Kisah Pedang Mata Malaikat
8 Bab. 8 Tumbal Darah Perawan ( Bagian 1 )
9 Bab. 9 Tumbal Darah Perawan ( Part 2 )
10 Bab. 10 Tumbal Darah perawan ( part 3 )
11 Bab. 11 Tumbal Darah Perawan (Part 4)
12 Bab. 12 Tumbal Darah Perawan ( Part 5)
13 Bab. 13 Tumbal Darah Perawan (Part 6)
14 Bab. 14 Tumbal Darah Perawan (Part 7)
15 Bab. 15 Tumbal Darah Perawan (Part 8)
16 Bab. 16 Tumbal Darah Perawan (Part 9)
17 Bab. 17 Dimensi ke Empat
18 Bab. 18 Nyi Ratu Blorong
19 Bab. 19 Zahra Menghilang
20 Bab. 20 Negeri di Negeri Tak Bertuan
21 Bab. 21 Negeri di Negeri tak Bertuan
22 Bab. 22 Dunia Cermin..
23 Bab. 23 Bertemu Zamura
24 Bab. 24 Makhluk Apakah Kamu..?
25 Bab. 25 Manusia Harimau
26 Bab. 26 Kutukan Lamma
27 Bab. 27 Ramalan Zaggart
28 Bab. 28 Buto Ijo (Part 1)
29 Bab. 29 Buto Ijo (Part 2)
30 Bab. 30 Buto Ijo ( Part 3 )
31 Bab. 31 Kejujuran Pangeran Khalied
32 Bab. 32 Roh Perawan Suci
33 Bab. 33 Roh Perawan Suci ( Part 2 )
34 Bab. 34 Roh Perawan Suci ( Part 3)
35 Bab. 35 Makhluk dari Neraka
36 Bab. 36 Kebinasaan Iblish pohon
37 Bab. 37 Cemburu...
38 Bab. 38 Gunung Hantu dan Gunung Siluman
39 Bab. 39 Perangkap Kalla
40 Bab. 40 Perangkap Kalla ( Part 2)
41 Bab. 41 Kristal Arwah
42 Bab. 42 Pertemuan Lima Bintang
43 Bab. 43 Makhluk Panghisap Darah
44 Bab. 44 Pertarungan dengan Nagini
45 Bab. 45
46 Bab. 46 Pertarungan dengan Nagini ( part 3)
47 Bab. 47 Pertarungan Dengan Nagini (Part 4)
48 Bab. 48 Aku Bahagia Bersamamu
49 Bab. 49 Kehilangan
50 Bab. 50
51 Bab. 51 Trubuks
52 Bab. 52 Ifrit
53 Bab. 53 Godaan
54 Bab. 54 Kita bagai langit dan Bumi
55 Bab. 55 Kapal Pengangkut Jiwa
56 Bab 56
57 Bab. 52 Kapal Pengangkut Jiwa ( Part 3 )
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 bab. 62 Bluma...
63 Bab. 63 Bluma ( Part 2 )
64 Bab. 64 Bluma ( Part 4)
65 Bab. 65 Kembalinya Nagini
66 Bab. 66
67 Bab. 67 Pedang Mata Malaikat
68 Bab. 68 Kembali ke Alam Dunia.
69 Bab. 69 Pulang.....
70 Bab. 70 Pulang ( Part 2 )
71 Bab. 71 Batu Lima Bintang
72 Bab. 72 Batu Lima Bintang ( Part 2 )
73 Bab. 73 Pintu Ke alam Dunia.
74 Bab. 74 Pertemuan Kembali
75 Bab. 75 Permintaan Sang Ayah
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78 Waktu yang Terhenti
79 Bab. 79
80 Bab. 80 Penghuni Hutan Alas Roban
81 Bab. 81
82 Bab. 82 Tumbal Berdarah
83 Bab. 83
84 Bab. 84 Serangan Gelap
85 Bab. 85 Talak
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88 Kematian Ki Bawut
89 Bab. 89
90 Bab. 90 Nayyara
91 Bab. 91 Kuntilanak
92 Bab. 92 Kuntilanak (Part 2 )
93 Bab. 93 Hilangnya Kania
94 Bab. 94 Pencarian Kania
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97 Pertarungan Berdarah
98 Bab. 98 Pertarungan Berdarah ( part 2 )
99 Bab. 99 Pertarungan Berdarah
100 Bab. 100 Kematian Iblis Merah
101 Bab. 101 Pertarungan Besar ( Part 1)
102 Bab. 102 Pertarungan Besar ( Part 2 )
103 Bab. 103 Pertarungan Besar ( Part 3)
104 Bab. 104 Waktu Yang Terhenti
105 Bab. 105 Waktu Yang Terhenti ( Part 2 )
106 Bab. 106 Menemukan Cinta Yang Hilang.
107 Bab. 107 Menemukan Cinta Yang Hilang.
108 Bab. 108 Pertemuan Kembali
109 BAB. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111 Andai waktu bisa Kembali
112 Bab. 112
113 Bab. 113 GUNDERUWO
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116 Janji Pangeran Arkana
117 Bab. 117 Perjanjian Keramat
118 Bab. 118 Perjanjian Keramat ( Part 2 )
119 Bab. 119 Kerasukan
120 Bab. 120 Akhir Untuk Bahar
121 Bab. 121 Ajakan Kencan ( Edisi Pangeran Khalied)
122 Bab. 122
123 Bab. 123 Mencintai Pangeran Khalied
124 Bab. 124 Kisah Putri Humaira
125 Bab. 125 Kisah Putri Humaira ( Part 2)
126 Bab. 126 Kisah Balqis
127 Bab. 127 Kisah Balqis ( Part 2 )
128 Bab. 128 Kisah Balqis ( Part 3 )
129 Bab. 129 Cintai Aku, Zyftar
130 Bab. 130 Hukuman
131 Bab. 131 Pernikahan
132 Bab. 132 Keberatan Pangeran Sa'if
133 Bab. 133 Kisah Zyftar, Jin Bermata Merah.
134 Bab. 134 Pangeran Kuda Putih
135 Bab. 135 Keluarga Kecil
136 Bab. 136 Kisah Di Awal Pagi
137 Bab. 137 Bertemu Mei Fang di Dunia Nyata.
138 Bab. 138 Kecemburuan Zahra...
139 Bab. 139 Menikahlah Dengan ku Zahra..
140 Bab. 140 Permohonan Pangeran Khalied
141 Bab. 141
142 Bab. 142 Karma Yang Tertinggal
143 Bab. 143 Karma Yang Tertinggal
144 Bab. 144 Batu Giok Setan
145 Bab. 145 Melamar Zahra
146 Bab. 146 Acara Lamaran
147 Bab. 147 Pangeran Serigala
148 Bab. 148
149 Bab. 149 Tanda Bakti Pangeran Fatan
150 Bab. 150 Putri Meizh Vs Pangeran Fatan.
151 Bab. 151 Pangeran Serigala Vs Naga Lembu Amur
152 Bab. 152
153 Bab. 153 Prahara Bulan Berdarah
154 Bab. 154 Penyerbuan Kawanan Serigala
155 Bab. 155 Kedatangan Musuh Lama
156 Bab. 156 Kematian Rawing
157 Bab. 157 Jangan Mandi Senja
158 Bab. 158 Kerajaan Alas Amarta.
159 Bab. 159 Kerajaan Alas Amarta
160 Bab. 160 Ayo kita Pulang..!
161 Bab. 161 Menikah
162 Bab. 162 MP
163 Bab. 163 MP ( episode 2)
164 Bab. 164 Panggilan Pangeran Arkana
165 Bab. 165 Bangunlah dari Mimpi Burukmu
166 Bab. 166 Sate Padang
167 Bab.167 Pedang dan Cinta
Episodes

Updated 167 Episodes

1
Bab. 1 Pangeran Arkana
2
Bab. 2 Perjumpaan
3
Bab. 3 Penyerbuan Di Istana Bukit Malaikat
4
Bab. 4 Pandangan Mata Bathin Ki Anom
5
Bab. 5 Penglihatan Sang Pangeran
6
Bab. 6 Penglihatan Sang Pangeran ( Part 2 )
7
Bab. 7 Kisah Pedang Mata Malaikat
8
Bab. 8 Tumbal Darah Perawan ( Bagian 1 )
9
Bab. 9 Tumbal Darah Perawan ( Part 2 )
10
Bab. 10 Tumbal Darah perawan ( part 3 )
11
Bab. 11 Tumbal Darah Perawan (Part 4)
12
Bab. 12 Tumbal Darah Perawan ( Part 5)
13
Bab. 13 Tumbal Darah Perawan (Part 6)
14
Bab. 14 Tumbal Darah Perawan (Part 7)
15
Bab. 15 Tumbal Darah Perawan (Part 8)
16
Bab. 16 Tumbal Darah Perawan (Part 9)
17
Bab. 17 Dimensi ke Empat
18
Bab. 18 Nyi Ratu Blorong
19
Bab. 19 Zahra Menghilang
20
Bab. 20 Negeri di Negeri Tak Bertuan
21
Bab. 21 Negeri di Negeri tak Bertuan
22
Bab. 22 Dunia Cermin..
23
Bab. 23 Bertemu Zamura
24
Bab. 24 Makhluk Apakah Kamu..?
25
Bab. 25 Manusia Harimau
26
Bab. 26 Kutukan Lamma
27
Bab. 27 Ramalan Zaggart
28
Bab. 28 Buto Ijo (Part 1)
29
Bab. 29 Buto Ijo (Part 2)
30
Bab. 30 Buto Ijo ( Part 3 )
31
Bab. 31 Kejujuran Pangeran Khalied
32
Bab. 32 Roh Perawan Suci
33
Bab. 33 Roh Perawan Suci ( Part 2 )
34
Bab. 34 Roh Perawan Suci ( Part 3)
35
Bab. 35 Makhluk dari Neraka
36
Bab. 36 Kebinasaan Iblish pohon
37
Bab. 37 Cemburu...
38
Bab. 38 Gunung Hantu dan Gunung Siluman
39
Bab. 39 Perangkap Kalla
40
Bab. 40 Perangkap Kalla ( Part 2)
41
Bab. 41 Kristal Arwah
42
Bab. 42 Pertemuan Lima Bintang
43
Bab. 43 Makhluk Panghisap Darah
44
Bab. 44 Pertarungan dengan Nagini
45
Bab. 45
46
Bab. 46 Pertarungan dengan Nagini ( part 3)
47
Bab. 47 Pertarungan Dengan Nagini (Part 4)
48
Bab. 48 Aku Bahagia Bersamamu
49
Bab. 49 Kehilangan
50
Bab. 50
51
Bab. 51 Trubuks
52
Bab. 52 Ifrit
53
Bab. 53 Godaan
54
Bab. 54 Kita bagai langit dan Bumi
55
Bab. 55 Kapal Pengangkut Jiwa
56
Bab 56
57
Bab. 52 Kapal Pengangkut Jiwa ( Part 3 )
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
bab. 62 Bluma...
63
Bab. 63 Bluma ( Part 2 )
64
Bab. 64 Bluma ( Part 4)
65
Bab. 65 Kembalinya Nagini
66
Bab. 66
67
Bab. 67 Pedang Mata Malaikat
68
Bab. 68 Kembali ke Alam Dunia.
69
Bab. 69 Pulang.....
70
Bab. 70 Pulang ( Part 2 )
71
Bab. 71 Batu Lima Bintang
72
Bab. 72 Batu Lima Bintang ( Part 2 )
73
Bab. 73 Pintu Ke alam Dunia.
74
Bab. 74 Pertemuan Kembali
75
Bab. 75 Permintaan Sang Ayah
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78 Waktu yang Terhenti
79
Bab. 79
80
Bab. 80 Penghuni Hutan Alas Roban
81
Bab. 81
82
Bab. 82 Tumbal Berdarah
83
Bab. 83
84
Bab. 84 Serangan Gelap
85
Bab. 85 Talak
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88 Kematian Ki Bawut
89
Bab. 89
90
Bab. 90 Nayyara
91
Bab. 91 Kuntilanak
92
Bab. 92 Kuntilanak (Part 2 )
93
Bab. 93 Hilangnya Kania
94
Bab. 94 Pencarian Kania
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97 Pertarungan Berdarah
98
Bab. 98 Pertarungan Berdarah ( part 2 )
99
Bab. 99 Pertarungan Berdarah
100
Bab. 100 Kematian Iblis Merah
101
Bab. 101 Pertarungan Besar ( Part 1)
102
Bab. 102 Pertarungan Besar ( Part 2 )
103
Bab. 103 Pertarungan Besar ( Part 3)
104
Bab. 104 Waktu Yang Terhenti
105
Bab. 105 Waktu Yang Terhenti ( Part 2 )
106
Bab. 106 Menemukan Cinta Yang Hilang.
107
Bab. 107 Menemukan Cinta Yang Hilang.
108
Bab. 108 Pertemuan Kembali
109
BAB. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111 Andai waktu bisa Kembali
112
Bab. 112
113
Bab. 113 GUNDERUWO
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116 Janji Pangeran Arkana
117
Bab. 117 Perjanjian Keramat
118
Bab. 118 Perjanjian Keramat ( Part 2 )
119
Bab. 119 Kerasukan
120
Bab. 120 Akhir Untuk Bahar
121
Bab. 121 Ajakan Kencan ( Edisi Pangeran Khalied)
122
Bab. 122
123
Bab. 123 Mencintai Pangeran Khalied
124
Bab. 124 Kisah Putri Humaira
125
Bab. 125 Kisah Putri Humaira ( Part 2)
126
Bab. 126 Kisah Balqis
127
Bab. 127 Kisah Balqis ( Part 2 )
128
Bab. 128 Kisah Balqis ( Part 3 )
129
Bab. 129 Cintai Aku, Zyftar
130
Bab. 130 Hukuman
131
Bab. 131 Pernikahan
132
Bab. 132 Keberatan Pangeran Sa'if
133
Bab. 133 Kisah Zyftar, Jin Bermata Merah.
134
Bab. 134 Pangeran Kuda Putih
135
Bab. 135 Keluarga Kecil
136
Bab. 136 Kisah Di Awal Pagi
137
Bab. 137 Bertemu Mei Fang di Dunia Nyata.
138
Bab. 138 Kecemburuan Zahra...
139
Bab. 139 Menikahlah Dengan ku Zahra..
140
Bab. 140 Permohonan Pangeran Khalied
141
Bab. 141
142
Bab. 142 Karma Yang Tertinggal
143
Bab. 143 Karma Yang Tertinggal
144
Bab. 144 Batu Giok Setan
145
Bab. 145 Melamar Zahra
146
Bab. 146 Acara Lamaran
147
Bab. 147 Pangeran Serigala
148
Bab. 148
149
Bab. 149 Tanda Bakti Pangeran Fatan
150
Bab. 150 Putri Meizh Vs Pangeran Fatan.
151
Bab. 151 Pangeran Serigala Vs Naga Lembu Amur
152
Bab. 152
153
Bab. 153 Prahara Bulan Berdarah
154
Bab. 154 Penyerbuan Kawanan Serigala
155
Bab. 155 Kedatangan Musuh Lama
156
Bab. 156 Kematian Rawing
157
Bab. 157 Jangan Mandi Senja
158
Bab. 158 Kerajaan Alas Amarta.
159
Bab. 159 Kerajaan Alas Amarta
160
Bab. 160 Ayo kita Pulang..!
161
Bab. 161 Menikah
162
Bab. 162 MP
163
Bab. 163 MP ( episode 2)
164
Bab. 164 Panggilan Pangeran Arkana
165
Bab. 165 Bangunlah dari Mimpi Burukmu
166
Bab. 166 Sate Padang
167
Bab.167 Pedang dan Cinta

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!