"Kita sudah sampai. Aku rasa ibumu pasti sudah menunggumu. Selamat malam. Ini untukmu... " Pemuda itu menyerahkan sebuah bungkusan yang berisi makanan, kemudian menghilang begitu saja dari hadapan Zahra.
" Khalied...., siapa dia? Apa dia manusia seperti aku, ya??? tanya Zahra dalam hati...........
......................
Bukit Malaikat terbujur dingin dan kokoh di sebelah hutan larangan. Bukit yang membentang di sepanjang hutan larangan itu seolah tak bergeming terhadap waktu. Dari dahulu sampai sekarang, keadaanya tak jauh berbeda. Angker tak terjamah.
Namun, tak ada yang tahu pasti, bahwa di balik keangkeran Bukit Malaikat, ada sebuah istana yang indah yang di bangun oleh seorang pangeran Hasyeem untuk sang Ratu tercintanya, Ratu Asmi.
Di mata orang biasa, tak ada sungai yang mengalir di bukit Malaikat. Namun jika kita dapat menembus batas alam ghaib dan masuk ke dunia jin, makanan kita akan menjumpai adanya sungai yang membentang di sepanjang istana Bukit Malaikat yang mengalir di pinggir taman bunga.
Sinar bulan redup menyirami hutan larangan dan juga istana Bukit Malaikat. Tampak tenang dan menyejukkan mata. Membuai para penghuni bumi dalam lelapnya malam termasuk para jin penghuni Hutan Larangan dan Bukit Malaikat.
Pun keadaan istana Bukit Malaikat. Istana Pangeran jin itu tampak tenang dan aman. Rakyat negeri itu sudah banyak yang terlelap. Hanya terlihat beberapa Pengawal istana yang sedang berjaga hilir mudik di seputar istana dan pintu gerbang.
Duarrrr.......
Tiba-tiba, terdengar ledakan dahsyat yang mengguncang istana. Disusul dengan bunyi ledakan yang kedua dan ke-tiga.
Semua penghuni istana menjadi terkejut dan terbangun dari tidurnya. Pun demikian juga halnya dengan seluruh penghuni hutan larangan dan Bukit Malaikat.
Bunyi ledakan itu begitu dahsyatnya sehingga mengguncang dan membangunkan seluruh penghuni Hutan Larangan dan Istana Bukit Malaikat.
Apa yang terjadi...? pikir mereka bertanya-tanya.
Pangeran Hasyeem sudah berdiri di depan istana dengan pedang Halilintar terhunus di tangannya. Matanya yang tajam nyalang menatap ke sekeliling.
Ratusan prajurit istana dan para pengawal sudah berdatangan memenuhi halaman istana. Mereka seperti kumpulan lebah yang berdatangan dari berbagai arah untuk menemui junjungan mereka yakni pangeran Hasyeem.
Pangeran Hasyeem menatap ke atas langit. Firasatnya mengatakan bahwa ada sesuatu yang akan terjadi. Dan itu bukanlah sebuah pertanda baik.
Ada sebuah kekuatan besar yang sejak tadi terus mendesak ingin memasuki istananya. Hanya saja, kekuatan itu tak bisa menembus pagar ghaib yang dibuat oleh Pangeran Hasyeem dan Ammar.
Seberkas sinar terang melesat turun dari langit dan kemudian tampaklah panglima Ammar beserta puluhan prajurit terpilihnya datang menghadap Pangeran Hasyeem.
" Ampun, Tuanku. Di luar, Raja Iblis pertama dari neraka ke tujuh datang bersama pasukannya. Mereka sedang berusaha menerobos masuk ke istana dari arah pintu gerbang dan juga arah timur istana. Sedangkan di sebelah barat kita dikepung oleh pasukan raja Iblis ke-tiga dari neraka ke tujuh." kata panglima Ammar.
Neraka ke tujuh adalah neraka yang letaknya tidak terlalu jauh dari Bumi. Alam yang menjadi tempat tinggal Pangeran Hasyeem dan juga bangsa manusia.
Benar saja. Melalui penglihatan bathinnya, Pangeran Hasyeem dapat melihat bahwa musuh sedang berusaha menerobos masuk ke Istana.
Pangeran Hasyeem menatap ke arah sang Ratu yang berdiri tepat di sampingnya. Dia kini merasa khawatir akan keselamatan istrinya.
" Dinda Sayang, sebaiknya dinda masuk saja ke dalam istana. Di sini keadaan sangat berbahaya.!!" kata Pangeran Hasyeem dengan lembut.
Dia memang tak pernah bisa berkata atau pun berbuat kasar kepada sang Ratu meski bagaimana pun keadaannya.
Asmi menggeleng seraya berkata, "Tidak..! Aku tak mau.. Aku ingin di sisimu, Pangeran."
" Tapi, sayang... kamu tidak tahu apa yang ada di luar sana. Di luar sana ada pasukan Iblis yang di pimpin oleh Raja Iblis dari neraka ke tujuh. Aku minta kamu untuk di dalam saja bersama para Pengawal dan Putri Humaira."
Putri Humaira yang berada di belakang sang bunda langsung protes. Dia sama tak terimanya dengan sang ibu saat mendengar perintah sang ayahanda untuk masuk dan menunggu di dalam.
" Tidak, Ayah.. Biar ibunda Ratu saja yang di dalam. istana. Aku ingin di sini bersama ayah.. " jawab Putri Humaira.
Dia sudah bersiap - siap dari semenjak tadi.. Semenjak pertama ledakan tadi berbunyi.
" Huh,.. apa di dalam sana Pangeran bisa menjamin bahwa aku akan selamat dari kejaran pasukan Si Raja Iblis Neraka? " Kata Asmi kesal.
Terakhir saat melahirkan si kembar, dia harus menghadapi para penyihir yang ingin membunuhnya. Padahal saat itu dia berada di dalam istana.
Pangeran Hasyeem berpikir bahwa perkataan Asmi ada benarnya juga. Jika di dalam, dia tak bisa melihat bagaimana keadaan ratunya itu. Tapi dia takut, bahwa Jika Raja Iblis akan mencelakakan istri manusianya itu.
" Lebih bagus jika ibu Ratu mendengar perkataan ayahanda. Ayahanda sangat mengkhawatirkan keselamatan ibu Ratu. " kata Pangeran Alyan yang tiba - tiba sudah berada di sebelah Asmi bersama Aluna, Sang Istri.
Tampak pula Pangeran Arkana hadir setelahnya. Dia langsung mencari - cari keberadaan Pangeran Khalied di antara kumpulan orang - orang yang hadir di istana itu.
" Aku hanya ingin bersama ayahandamu saja, Pangeran Alyan. Jika di dalam, aku khawatir dan juga takut jika pada akhirnya tertangkap oleh pasukan Raja Iblis yang akan menerobos masuk ke dalam istana. " jawaban Asmi membuat Pangeran Alyan tak bisa lagi membantah Sang Ratu Penguasa Bukit Malaikat.
Sekelebat cahaya kembali hadir memasuki istana pangeran Hasyeem.
" Ayahanda Raja Haizzar dan Ibunda Ratu Kalina." Seru Pangeran Hasyeem.
Pangeran Hasyeem bersama Asmi dan semua yang mereka hadir di istana itu serentak menghaturkan sembah kepada raja jin penguasa Gunung Khayangan tersebut.
" Aku datang kemari karena dalam penglihatan mata Bathinku, istanamu di serang oleh Raja Iblis dari neraka ke tujuh. Aku ingin bergabung dan membantumu, Putraku" kata Raja Haizzar.
Pangeran Hasyeem sangat terharu oleh perhatian sang ayah, Raja Haizzar.
Berturut-turut setelah itu, hadir pula pangeran Anggada yang datang bersamaan dengan pangeran Hamish, adik Aluna. Tak berselang lama setelah itu , datanglah Andros dan Putri Aryyan beserta anak - anak mereka.
Dan yang paling terakhir adalah keluarga Pangeran Azzura Dan Putri Ambika. Raja penguasa Hutan Alas Purwo itu hadir lengkap bersama Putri - Putrinya dan juga pasukan kerajaannya yang terdiri dari pasukan Siluman Serigala Dan juga pasukan. siluman Harimau.
Kini, istana Malaikat dipenuhi oleh kedatangan para Sekutu mereka yang ingin membantu Pangeran Hasyeem menghadapi Raja Iblis dari neraka ke tujuh dan para Sekutu - sekutunya.
Mereka semua sudah siap sedia dengan senjata masing-masing, Siap menghadapi gempuran musuh.
Lantas, kemanakah Pangeran Khalied berada?
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 167 Episodes
Comments
Mr.VANO
wahh kyk ny tak kalah seruny,,dg novel pangeran hasyeem,,,smg byk kin pangeran hasyeemny ya
2023-06-13
1
Feisya Caca
ratu ASMI turunan manusia😱😱😱
2023-04-02
0
Feisya Caca
jadi ratu gunung kayangan adalah manusia😱
2023-04-02
0