Malam sudah semakin larut. Kegelapan malam sedikit terkurangi oleh bias cahaya bulan yang menerangi bumi. Di ujung jalan, seorang gadis berjalan seorang diri sambil menggendong sebuah baskom besar yang isinya telah kosong.
Ada binar gembira di wajahnya yang terbungkus rasa lelah. Langkah kecilnya riang menembus kegelapan malam menuju ke sebuah gubuk kecil yang terletak di pinggir kali.
Malam ini semua dagangan kue bulannya habis terjual. Dan itu berarti besok dia bisa makan dan juga memiliki sedikit uang untuk menebus obat untuk ibunya yang kini sedang terbaring sakit di rumah.
Tiba-tiba, dari arah depan muncul lima orang pemuda yang langsung berdiri di depan gadis itu dan menghadang langkahnya.
" Hei, Manis..! Mau kemana, hah?! " Salah seseorang di antara kelima pemuda itu menarik tangan gadis itu secara paksa. Wajah pemuda itu terlihat menakutkan karena ada luka memanjang menggores di wajahnya yang memang sudah hitam itu.
" Auuwww... Lepaskan! Apa mau kalian?! " bentak gadis itu. Dia berusaha untuk membebaskan cekalan tangannya dari cengkraman pemuda itu.
" Hehehe, kami maunya kamu menemani kami, Manis.. " jawab pemuda itu yang langsung disambut gelak tawa oleh keempat orang temannya.
" Cuih,.... Jangan macam - macam, atau aku akan berteriak biar orang - orang berdatangan dan mengeroyok kalian semuanya.! " ancamnya sambil terus berusaha untuk melepaskan diri.
" Berteriak saja sesukamu, Manis. Tak akan ada yang mendengar. Tempat ini sepi dan jauh dari keramaian, hahaha.. " jawab temannya yang lain.
Kini kelimanya sudah menyeret paksa gadis itu menuju ke semak-semak yang letaknya tak jauh dari sana.
" Tolong...... tolong........! " gadis itu berteriak sekuat tenaga.
Namun, tak seorangpun yang mendengar teriakan gadis itu karena memang tempat itu jarang sekali di lewati oleh orang.
Kelima pemuda itu terus saja menyeret gadis malang yang tak berdosa itu dengan beringas. Sementara gadis itu juga tak hentinya berteriak sambil memberontak.
Namun teriakan gadis itu dan juga berontakan gadis itu kalah jauh dengan tenaga kelima pemuda yang sudah dikuasai oleh nafsu angkara tersebut.
Hingga akhirnya, salah seorang dari mereka kemudian menarik paksa baju yang dipakai oleh gadis itu hingga robek dan menampakkan sebagian tubuh dan dadanya. Kemudian salah seorang dari mereka lantas mendorong tubuh gadis itu hingga jatuh ke semak-semak.
Tubuh Gadis itu gemetar ketakutan. Sambil menangis dia menghiba dan meminta kepada kelima pemuda itu agar berbelas kasih dan membebaskan dirinya.
Namun kelima pemuda yang sudah dikuasai oleh iblis itu tidak lagi merasa iba kepada gadis itu. Malahan kini, salah seorang dari mereka sudah berusaha untuk menggagahi gadis itu. Gadis itu semakin kencang menangis.
" LEPASKAN GADIS ITU.....!!!" sebuah bentakan keras berhasil menghentikan aksi kelima pemuda itu. Serentak kelima pemuda itu menoleh ke arah suara bentakan tadi.
Seorang pemuda berambut gondrong sebahu sedang berdiri tak jauh di belakang mereka. Pakaiannya yang serba hitam senada dengan warna rambutnya. Sorot matanya tajam memandang kelima pemuda itu.
Sejenak, kelima pemuda tadi dibuat terpana oleh paras tampan pemuda itu. Segitu tampannya wajah pemuda itu sehingga membuat mereka sampai melongo takjub.
Kesempatan baik itu tidak disia - siakan oleh gadis itu. Dengan sisa - sisa tenaganya, gadis itu bangkit dan berlari ke arah seseorang yang berdiri tepat di belakang kelima pemuda tadi.
" Tuan, tolong saya, tuan....! Mereka ingin berbuat jahat padaku.."
" Berdirilah di belakangku....! " terdengar suara pemuda itu. Suaranya dingin dan terdengar jauh sekali.
Gadis itu langsung berdiri di belakang pemuda itu.
Sedangkan kelima pemuda tadi, sesaat kemudian mereka langsung sadar dari keterpanaan mereka dan segera menyadari bahwa mangsa mereka sudah lepas. Mereka menjadi geram saat mendapati kini Gadis itu sudah berdiri di belakang pemuda itu.
"Serahkan Gadis itu. Dia milik kami. Kami yang lebih dahulu mendapatkannya." bentak salah seorang dari mereka.
" Bagaimana jika aku tak mau..! " tanya Pemuda itu dengan santai tapi terkesan menantang.
" Maka kami tak segan - segan untuk merusak wajah tampanmu itu." bentak mereka lagi.
" Oh, ya..! Tunjukkan padaku bagaimana caranya kalian ingin merusak wajahku." Pemuda itu langsung melayang terbang mendekati kelima pemuda itu.
Kelima pemuda itu terkejut bukan kepalang. Baru kali ini mereka melihat ada manusia yang bisa terbang. Semakin terkejut mereka saat kini berhadapan sudah berhadapan dengan pemuda itu. Wajah pemuda itu berubah menjadi mengerikan dengan sepasang taring panjang dan mata yang merah menyala.
" SET... SET... SETAN.... " kelima pemuda itu lari tunggang langgang ketakutan setelah melihat wajah pemuda itu.
Pemuda itu kemudian berpaling ke arah gadis malang yang masih saja berdiri di tempat tadi.
Sesaat kemudian, pemuda itu sudah berdiri di hadapan gadis itu.
Berbeda dengan kelima pemuda tadi, sedikitpun gadis itu tak menampakkan rasa takut saat melihat wajah pemuda itu. Dia hanya menunduk sambil berusaha menutupi bagian tubuhnya yang sedikit terbuka karena baju yang dipakainya kini sudah robek tak beraturan.
" Kamu tidak takut padaku? "
Gadis itu hanya menggeleng sambil tetap menundukkan kepalanya. Dia sungguh malu dengan keadaan dirinya. Pakaian yang dia pakai tidak mampu menutupi tubuhnya dengan baik karena sudah dirobek paksa oleh pemuda berandalan tadi.
Pemuda itu sepertinya maklum akan kondisi gadis itu.
" Permisi, maaf...! " kata pemuda itu. Dia lalu menyentuh ujung baju gadis itu dan secara ajaib, baju gadis itu sudah berganti menjadi baju baru dengan model yang sama.
Gadis itu menjadi sangat heran dan takjub. Bagaimana bisa pemuda itu melakukannya, pikirnya.
Namun, gadis itu juga merasa sangat bersyukur karena kini pakaiannya sudah berganti dengan yang baru.
" Alhamdulillah, aku jadinya tak usah pusing memikirkan buat beli baju baru lagi. Karena aku juga tak punya uang untuk membeli baju."
Uang.....
Tiba-tiba saja gadis itu menjadi panik. Uangnya hilang......
Seluruh uang hasil penjualan kue bulan miliknya lenyap. Padahal uang itu akan dia belikan makanan dan obat untuk ibunya.
" Kamu mencari ini.. " pemuda itu menyerahkan sebuah tas plastik kecil yang berisi uang hasil penjualan kue bulan yang tak seberapa itu.
Bukan main senang hati gadis itu. Kembali dia mengucapkan Terima kasih kepada pemuda itu karena sudah menemukan uangnya.
" Terima kasih sekali lagi, tuan. Anda sungguh baik sekali."
" Tak perlu seperti itu. Aku hanya kebetulan lewat saja. Dan melihat ada sekelompok orang yang ingin berbuat kejahatan. Sekarang pulanglah, hari sudah larut malam."
"Baik, tuan. Terima kasih. " Gadis itu kemudian berlalu pergi dari hadapan pemuda itu.
" Tunggu, .... "
Gadis itu menghentikan langkahnya. Dia menoleh ke arah pemuda itu.
" Ada apa, Tuan? "
" Jangan panggil aku tuan. Namaku Khalied. Siapa namamu? "
" Nama saya Zahra, Tuan.. "
Pemuda itu mendekati Zahra dan menyerahkan sebuah bungkusan kecil ke tangan gadis itu.
" Ambillah ini. Di dalamnya berisi dua buah pil. Berikan kepada ibumu. Insya Allah, ibumu akan sembuh."
Mata Zahra terbelalak kaget. Dia heran bagaimana bisa pemuda yang tak dikenalnya itu tahu jika saat ini ibunya sedang terbaring sakit.
" Tuan.. eh...maksudku, Khalied. Bagaimana bisa...? Maksudnya.... "
" Sudahlah, mari saya antar kamu pulang."
Zahra pun akhirnya menurut saja. Dia pikir tentunya akan lebih aman jika bersama pemuda itu. Walaupun pemuda itu agak sedikit aneh, tapi Dia yakin bahwa pemuda itu orang baik.
Dalam sekejap, Zahra sudah berada di depan gubuk kecil yang merupakan rumah tempat tinggalnya bersama sangat ibu.
" Kita sudah sampai. Aku rasa ibumu pasti sudah menunggumu. Selamat malam. Ini untukmu... " Pemuda itu menyerahkan sebuah bungkusan yang berisi makanan, kemudian menghilang begitu saja dari hadapan Zahra.
" Khalied...., siapa dia? Apa dia manusia seperti aku, ya??? tanya Zahra dalam hati...........
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 167 Episodes
Comments
Mr.VANO
khalied anak pangeran hasyeem yg kembarkan
2023-06-13
0
Feisya Caca
pertemuan yang manis 😍 genre fantasinya dapet banget kak
2023-04-02
0
Berdo'a saja
Khalid sama Zahra
2023-01-31
2