Bab. 18 Nyi Ratu Blorong

U...u...ularrr..!!!" Zahra berseru seraya telunjuknya mengarah ke belakang Pangeran Khalied.

Pangeran Khalied serta merta membalikkan tubuh untuk melihat apa yang dilihat Zahra.

Seekor ular yang sangat besar sudah berdiri tegak di hadapan Pangeran Khalied dan juga Zahra. Zahra langsung melipir ke arah Pangeran Khalied karena merasa takut saat melihat ular dengan ukuran sebesar itu. Seumur - umur, baru kali ini dia melihat ular sebesar itu. Hampir seukuran pohon kelapa.

Ular itu mendesis saat menyadari adanya pergerakan dari dua makhluk dari dunia yang berbeda, di depannya.

Mata Zahra membelalak ngeri menatap makhluk melata raksasa yang kini sedang bergerak merayap mendekati mereka.

Gadis cantik itu serta merta langsung memeluk Pangeran Khalied dan berlindung di balik tubuh kekar Sang Pangeran.

"Khalied, aku takut...!!" bisiknya. Dia memeluk Pangeran Khalied dengan tubuh yang gemetar. Dapat di rasakan oleh sang Pangeran degup jantung Zahra yang berpacu kencang oleh rasa takut.

"Tenanglah, Zahra. Dia hanya seekor ular. Hanya saja ukurannya sedikit lebih besar dari biasanya." kata Pangeran Khalied.

Ular itu kini sudah berada persis di depan Pangeran Khalied. Kemudian ular itu mendekatkan wajahnya ke wajah Sang Pangeran. Pangeran Khalied dapat melihat sebuah mahkota di kepala ular tersebut.

"Ssssssssshhh.., Pangeran Khalied. Putra Penguasa Bukit Malaikat. Aku adalah Nyi Blorong. Beruntung sekali aku bisa berjumpa dirimu di tempat ini. Selamat datang, Pangeran. Maafkan diriku yang tak bisa menyambut kedatanganmu dengan sepantasnya, ssshhhht.. " Kata Sang Ular yang rupanya bisa berbicara.

Tentu saja hal itu agak mengejutkan Pangeran Khalied. Ternyata ular itu bukanlah ular sembarangan. Ular itu adalah ular jelmaan dari Ratu Ular Nyi Blorong.

"Oh, rupanya dirimu adalah Bunda Ratu Nyi Blorong, ratu siluman ular yang terkenal itu. Ternyata akulah yang beruntung, dapat bertemu langsung denganmu di tempat ini. Maafkan, jika kami lancang tanpa izin memasuki wilayahmu. Kami terlempar oleh portal dimensi ke empat hingga sampai di tempat ini, Bunda Ratu.." jawab Pangeran Khalied.

"Tentu saja, Pangeran. Aku tahu dengan baik tujuan kamu datang ke tempat ini. Karena itulah aku senang mendapatkan kesempatan pertama untuk menjajal kemampuanmu." kata Nyi Blorong. Perlahan - lahan kemudian wujud ular Nyi Blorong berubah menjadi wujud wanita yang sangat cantik.

Mulut Zahra menganga tak percaya dengan apa yang tampak di depan matanya. Ular yang ada di hadapan mereka itu ternyata bisa berbicara dan mengaku sebagai Nyi Blorong. Kini ular jelmaan Nyi Blorong itu telah berubah wujud menjadi wanita yang sangat cantik. Dan dia menyebut Khalied, lelaki yang bersamanya sejak tadi dengan sebutan Pangeran??

Hah, apa dia tak salah dengar. Khalied seorang pangeran..? Khalied adalah seorang Pangeran dan putra dari Siapa tadi... , tanya Zahra dalam hati.... Penguasa Bukit Malaikat. Siapa lagi itu...? Lalu di manakah letak Bukit Malaikat. Zahra baru mendengar nama tempat itu. Apakah ada lagi kerajaan di zaman ini. Dan di Indonesia, di daerah manakah itu. Atau Pangeran Khalied adalah Pangeran dari Arab.

Otak Zahra terus saja berpikir untuk mendapatkan jawaban tentang siapa sebenarnya lelaki yang kini sedang bersamanya.

"Jangan kamu pikirkan perkataannya. Itu hanya untuk mengalihkan perhatian kita berdua saja. Setelah itu, dia akan menelan kita berdua hidup - hidup jika saja kita lengah." kata Pangeran Khalied.

Zahra tersentak dan tersadar dari lamunannya.

"Bunda Ratu Nyi Blorong, sungguh suatu kehormatan jika Bunda Ratu dapat memberikan ananda sedikit pelajaran. Sudilah kiranya Bunda Ratu membagi ilmu kanuragan yang bunda miliki barang sejurus dua jurus." kata Pangeran Khalied sambil kemudian menyarungkam kembali pedangnya ke dalam sarungnya.

"Pangeran Khalied...! Seranglah aku, jangan ragu - ragu..!! " seru Nyi Blorong kepada Pangeran Khalied.

"Baik, Bunda Ratu.... " jawab Pangeran Khalied. Dia lalu meminta kepada Zahra agar segera menyingkir mencari tempat yang aman.

"Zahra, menyingkirlah sedikit ke tepi. Jangan lengah dan tetap waspada. Aku tidak tahu, apa yang ada di sekeliling kita."

Selesai berkata demikian, Pangeran Khalied maju ke hadapan Nyi Blorong. Pemuda santun itu kemudian mulai membuka serangan dengan tangan kosong. Dia tidak menggunakan pedangnya karena tentu saja hal itu amatlah tidak sopan.

Pangeran Khalied mengeluarkan kemampuan ilmu kanuragan yang dia miliki untuk menghadapi Nyi Blorong. Murid didikan Ki Anom itu memang tampaknya tidak mengecewakan nama Sang guru. Dia bertarung dengan sangat baik dan hampir saja dapat mengalahkan Nyi Blorong andai Ratu cantik jelmaan siluman ular itu tak segera menghentikan pertarungan.

"Cukup, Pangeran Khalied. Sekarang aku ingin melihat ilmu pedangmu...!" serunya.

Ratu cantik itu mencabut sebilah pedang dari sebuah batu besar yang mengeluarkan cahaya terang berwarna putih. Rupanya cahaya semburat yang di lihat oleh pangeran Khalied dan Zahra berasal dari batu tersebut.

Batu itu mengeluarkan cahaya putih dan melayang - layang tidak menyentuh tanah.

Melihat hal itu, segera saja Pangeran Khalied mencabut pedangnya kembali.

"Hemm, aku mencium aroma darah di dalam tubuh pedangmu, Pangeran. Tampaknya pedangmu telah mendapatkan kekuatannya yang baru." kata Nyi Blorong saat melihat pedang Pangeran Khalied yang tampak berkilauan.

Pangeran Khalied tersenyum ketika mendengar ucapan Ratu siluman ular itu. Tentu saja, karena pedangnya itu sudah merasakan tetesan darah, yaitu darah dari Zahra yang secara langsung akan menambah kekuatan dari pedangnya.

Pedangnya berayun menyambar - nyambar tubuh Nyi Blorong yang dengan lincah berkelit menghindari setiap serangan yang di lancarkan oleh pangeran muda itu. Hingga pada satu ketika, Nyi Blorong berhasil menyarangkan satu pukulan ke dada Pangeran Khalied.

Pangeran kita itu terjajar beberapa langkah ke belakang sambil memegangi dadanya.

"Ugh... huk...!! " Darah segar keluar dari mulut sang Pangeran. Rupanya dia terkena pukulan tenaga dalam Nyi Blorong yang diam - diam melancarkan ilmu pukulan Braja Geni ke tubuh Pangeran Khalied.

"Khalied....!! " seru Zahra. Dia mencemaskan nasib putra pangeran Hasyeem itu yang kini sedang bertarung adu kesaktian dan kedigdayaan melawan Nyi Blorong, Jelmaan siluman ular yang menguasai wilayah itu. Zahra berlari mendekati Pangeran Khalied yang terduduk bertopang pedangnya. Pemuda itu. sedang memulihkan kembali tenaga dalamnya dan mengobati luka tenaga dalamnya karena pukulan Nyi Blorong tadi.

"Aku tak apa - apa, Zahra. Terima kasih karena mencemaskan diriku. Kini, menyingkirlah ke tepi. Tampaknya siluman ular itu akan kembali lagi."

"Hati - hati, Khalied.." kata Zahra sambil beringsut ke pinggir untuk memberikan ruang bagi keduanya untuk melanjutkan pertarungan.

"Apakah kamu sudah siap, Pangeran..?" tanya Nyi Blorong yang kini sudah muncul kembali di hadapan Pangeran Khalied.

"Siap, Bunda Ratu.. " jawabnya.

Pertarungan kembali berlanjut. Masing-masing berusaha untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk menunjukkan siapa yang terkuat dan terhebat. Ratu cantik yang terkenal sakti mandraguna dan menjadi Ratu dari semua siluman ular itu kemudian mengeluarkan sebuah cepu dari balik kemben dan melemparkan ke cepu itu ke tanah.

Begitu cepu itu menyentuh tanah, cupu itu langsung terbuka dan isinya berhamburan keluar. Isi cepu itu adalah ular - ular dengan ukuran yang besar dan kecil.

"Hiiii, ular jadi - jadian..? Banyak sekali ularnya..??" seru Zahra seraya bergidik ngeri.

Terpopuler

Comments

Mr.VANO

Mr.VANO

nyi blorongkan emakny ular,,,jd tak kaget klo swnjatany manyak mengandung ular

2023-06-14

0

Feisya Caca

Feisya Caca

geli banget bacanya bayangin jumlah ular yang banyak🤮🤮🤮

2023-05-08

0

Berdo'a saja

Berdo'a saja

di uji Dulu

2023-02-02

1

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1 Pangeran Arkana
2 Bab. 2 Perjumpaan
3 Bab. 3 Penyerbuan Di Istana Bukit Malaikat
4 Bab. 4 Pandangan Mata Bathin Ki Anom
5 Bab. 5 Penglihatan Sang Pangeran
6 Bab. 6 Penglihatan Sang Pangeran ( Part 2 )
7 Bab. 7 Kisah Pedang Mata Malaikat
8 Bab. 8 Tumbal Darah Perawan ( Bagian 1 )
9 Bab. 9 Tumbal Darah Perawan ( Part 2 )
10 Bab. 10 Tumbal Darah perawan ( part 3 )
11 Bab. 11 Tumbal Darah Perawan (Part 4)
12 Bab. 12 Tumbal Darah Perawan ( Part 5)
13 Bab. 13 Tumbal Darah Perawan (Part 6)
14 Bab. 14 Tumbal Darah Perawan (Part 7)
15 Bab. 15 Tumbal Darah Perawan (Part 8)
16 Bab. 16 Tumbal Darah Perawan (Part 9)
17 Bab. 17 Dimensi ke Empat
18 Bab. 18 Nyi Ratu Blorong
19 Bab. 19 Zahra Menghilang
20 Bab. 20 Negeri di Negeri Tak Bertuan
21 Bab. 21 Negeri di Negeri tak Bertuan
22 Bab. 22 Dunia Cermin..
23 Bab. 23 Bertemu Zamura
24 Bab. 24 Makhluk Apakah Kamu..?
25 Bab. 25 Manusia Harimau
26 Bab. 26 Kutukan Lamma
27 Bab. 27 Ramalan Zaggart
28 Bab. 28 Buto Ijo (Part 1)
29 Bab. 29 Buto Ijo (Part 2)
30 Bab. 30 Buto Ijo ( Part 3 )
31 Bab. 31 Kejujuran Pangeran Khalied
32 Bab. 32 Roh Perawan Suci
33 Bab. 33 Roh Perawan Suci ( Part 2 )
34 Bab. 34 Roh Perawan Suci ( Part 3)
35 Bab. 35 Makhluk dari Neraka
36 Bab. 36 Kebinasaan Iblish pohon
37 Bab. 37 Cemburu...
38 Bab. 38 Gunung Hantu dan Gunung Siluman
39 Bab. 39 Perangkap Kalla
40 Bab. 40 Perangkap Kalla ( Part 2)
41 Bab. 41 Kristal Arwah
42 Bab. 42 Pertemuan Lima Bintang
43 Bab. 43 Makhluk Panghisap Darah
44 Bab. 44 Pertarungan dengan Nagini
45 Bab. 45
46 Bab. 46 Pertarungan dengan Nagini ( part 3)
47 Bab. 47 Pertarungan Dengan Nagini (Part 4)
48 Bab. 48 Aku Bahagia Bersamamu
49 Bab. 49 Kehilangan
50 Bab. 50
51 Bab. 51 Trubuks
52 Bab. 52 Ifrit
53 Bab. 53 Godaan
54 Bab. 54 Kita bagai langit dan Bumi
55 Bab. 55 Kapal Pengangkut Jiwa
56 Bab 56
57 Bab. 52 Kapal Pengangkut Jiwa ( Part 3 )
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 bab. 62 Bluma...
63 Bab. 63 Bluma ( Part 2 )
64 Bab. 64 Bluma ( Part 4)
65 Bab. 65 Kembalinya Nagini
66 Bab. 66
67 Bab. 67 Pedang Mata Malaikat
68 Bab. 68 Kembali ke Alam Dunia.
69 Bab. 69 Pulang.....
70 Bab. 70 Pulang ( Part 2 )
71 Bab. 71 Batu Lima Bintang
72 Bab. 72 Batu Lima Bintang ( Part 2 )
73 Bab. 73 Pintu Ke alam Dunia.
74 Bab. 74 Pertemuan Kembali
75 Bab. 75 Permintaan Sang Ayah
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78 Waktu yang Terhenti
79 Bab. 79
80 Bab. 80 Penghuni Hutan Alas Roban
81 Bab. 81
82 Bab. 82 Tumbal Berdarah
83 Bab. 83
84 Bab. 84 Serangan Gelap
85 Bab. 85 Talak
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88 Kematian Ki Bawut
89 Bab. 89
90 Bab. 90 Nayyara
91 Bab. 91 Kuntilanak
92 Bab. 92 Kuntilanak (Part 2 )
93 Bab. 93 Hilangnya Kania
94 Bab. 94 Pencarian Kania
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97 Pertarungan Berdarah
98 Bab. 98 Pertarungan Berdarah ( part 2 )
99 Bab. 99 Pertarungan Berdarah
100 Bab. 100 Kematian Iblis Merah
101 Bab. 101 Pertarungan Besar ( Part 1)
102 Bab. 102 Pertarungan Besar ( Part 2 )
103 Bab. 103 Pertarungan Besar ( Part 3)
104 Bab. 104 Waktu Yang Terhenti
105 Bab. 105 Waktu Yang Terhenti ( Part 2 )
106 Bab. 106 Menemukan Cinta Yang Hilang.
107 Bab. 107 Menemukan Cinta Yang Hilang.
108 Bab. 108 Pertemuan Kembali
109 BAB. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111 Andai waktu bisa Kembali
112 Bab. 112
113 Bab. 113 GUNDERUWO
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116 Janji Pangeran Arkana
117 Bab. 117 Perjanjian Keramat
118 Bab. 118 Perjanjian Keramat ( Part 2 )
119 Bab. 119 Kerasukan
120 Bab. 120 Akhir Untuk Bahar
121 Bab. 121 Ajakan Kencan ( Edisi Pangeran Khalied)
122 Bab. 122
123 Bab. 123 Mencintai Pangeran Khalied
124 Bab. 124 Kisah Putri Humaira
125 Bab. 125 Kisah Putri Humaira ( Part 2)
126 Bab. 126 Kisah Balqis
127 Bab. 127 Kisah Balqis ( Part 2 )
128 Bab. 128 Kisah Balqis ( Part 3 )
129 Bab. 129 Cintai Aku, Zyftar
130 Bab. 130 Hukuman
131 Bab. 131 Pernikahan
132 Bab. 132 Keberatan Pangeran Sa'if
133 Bab. 133 Kisah Zyftar, Jin Bermata Merah.
134 Bab. 134 Pangeran Kuda Putih
135 Bab. 135 Keluarga Kecil
136 Bab. 136 Kisah Di Awal Pagi
137 Bab. 137 Bertemu Mei Fang di Dunia Nyata.
138 Bab. 138 Kecemburuan Zahra...
139 Bab. 139 Menikahlah Dengan ku Zahra..
140 Bab. 140 Permohonan Pangeran Khalied
141 Bab. 141
142 Bab. 142 Karma Yang Tertinggal
143 Bab. 143 Karma Yang Tertinggal
144 Bab. 144 Batu Giok Setan
145 Bab. 145 Melamar Zahra
146 Bab. 146 Acara Lamaran
147 Bab. 147 Pangeran Serigala
148 Bab. 148
149 Bab. 149 Tanda Bakti Pangeran Fatan
150 Bab. 150 Putri Meizh Vs Pangeran Fatan.
151 Bab. 151 Pangeran Serigala Vs Naga Lembu Amur
152 Bab. 152
153 Bab. 153 Prahara Bulan Berdarah
154 Bab. 154 Penyerbuan Kawanan Serigala
155 Bab. 155 Kedatangan Musuh Lama
156 Bab. 156 Kematian Rawing
157 Bab. 157 Jangan Mandi Senja
158 Bab. 158 Kerajaan Alas Amarta.
159 Bab. 159 Kerajaan Alas Amarta
160 Bab. 160 Ayo kita Pulang..!
161 Bab. 161 Menikah
162 Bab. 162 MP
163 Bab. 163 MP ( episode 2)
164 Bab. 164 Panggilan Pangeran Arkana
165 Bab. 165 Bangunlah dari Mimpi Burukmu
166 Bab. 166 Sate Padang
167 Bab.167 Pedang dan Cinta
Episodes

Updated 167 Episodes

1
Bab. 1 Pangeran Arkana
2
Bab. 2 Perjumpaan
3
Bab. 3 Penyerbuan Di Istana Bukit Malaikat
4
Bab. 4 Pandangan Mata Bathin Ki Anom
5
Bab. 5 Penglihatan Sang Pangeran
6
Bab. 6 Penglihatan Sang Pangeran ( Part 2 )
7
Bab. 7 Kisah Pedang Mata Malaikat
8
Bab. 8 Tumbal Darah Perawan ( Bagian 1 )
9
Bab. 9 Tumbal Darah Perawan ( Part 2 )
10
Bab. 10 Tumbal Darah perawan ( part 3 )
11
Bab. 11 Tumbal Darah Perawan (Part 4)
12
Bab. 12 Tumbal Darah Perawan ( Part 5)
13
Bab. 13 Tumbal Darah Perawan (Part 6)
14
Bab. 14 Tumbal Darah Perawan (Part 7)
15
Bab. 15 Tumbal Darah Perawan (Part 8)
16
Bab. 16 Tumbal Darah Perawan (Part 9)
17
Bab. 17 Dimensi ke Empat
18
Bab. 18 Nyi Ratu Blorong
19
Bab. 19 Zahra Menghilang
20
Bab. 20 Negeri di Negeri Tak Bertuan
21
Bab. 21 Negeri di Negeri tak Bertuan
22
Bab. 22 Dunia Cermin..
23
Bab. 23 Bertemu Zamura
24
Bab. 24 Makhluk Apakah Kamu..?
25
Bab. 25 Manusia Harimau
26
Bab. 26 Kutukan Lamma
27
Bab. 27 Ramalan Zaggart
28
Bab. 28 Buto Ijo (Part 1)
29
Bab. 29 Buto Ijo (Part 2)
30
Bab. 30 Buto Ijo ( Part 3 )
31
Bab. 31 Kejujuran Pangeran Khalied
32
Bab. 32 Roh Perawan Suci
33
Bab. 33 Roh Perawan Suci ( Part 2 )
34
Bab. 34 Roh Perawan Suci ( Part 3)
35
Bab. 35 Makhluk dari Neraka
36
Bab. 36 Kebinasaan Iblish pohon
37
Bab. 37 Cemburu...
38
Bab. 38 Gunung Hantu dan Gunung Siluman
39
Bab. 39 Perangkap Kalla
40
Bab. 40 Perangkap Kalla ( Part 2)
41
Bab. 41 Kristal Arwah
42
Bab. 42 Pertemuan Lima Bintang
43
Bab. 43 Makhluk Panghisap Darah
44
Bab. 44 Pertarungan dengan Nagini
45
Bab. 45
46
Bab. 46 Pertarungan dengan Nagini ( part 3)
47
Bab. 47 Pertarungan Dengan Nagini (Part 4)
48
Bab. 48 Aku Bahagia Bersamamu
49
Bab. 49 Kehilangan
50
Bab. 50
51
Bab. 51 Trubuks
52
Bab. 52 Ifrit
53
Bab. 53 Godaan
54
Bab. 54 Kita bagai langit dan Bumi
55
Bab. 55 Kapal Pengangkut Jiwa
56
Bab 56
57
Bab. 52 Kapal Pengangkut Jiwa ( Part 3 )
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
bab. 62 Bluma...
63
Bab. 63 Bluma ( Part 2 )
64
Bab. 64 Bluma ( Part 4)
65
Bab. 65 Kembalinya Nagini
66
Bab. 66
67
Bab. 67 Pedang Mata Malaikat
68
Bab. 68 Kembali ke Alam Dunia.
69
Bab. 69 Pulang.....
70
Bab. 70 Pulang ( Part 2 )
71
Bab. 71 Batu Lima Bintang
72
Bab. 72 Batu Lima Bintang ( Part 2 )
73
Bab. 73 Pintu Ke alam Dunia.
74
Bab. 74 Pertemuan Kembali
75
Bab. 75 Permintaan Sang Ayah
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78 Waktu yang Terhenti
79
Bab. 79
80
Bab. 80 Penghuni Hutan Alas Roban
81
Bab. 81
82
Bab. 82 Tumbal Berdarah
83
Bab. 83
84
Bab. 84 Serangan Gelap
85
Bab. 85 Talak
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88 Kematian Ki Bawut
89
Bab. 89
90
Bab. 90 Nayyara
91
Bab. 91 Kuntilanak
92
Bab. 92 Kuntilanak (Part 2 )
93
Bab. 93 Hilangnya Kania
94
Bab. 94 Pencarian Kania
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97 Pertarungan Berdarah
98
Bab. 98 Pertarungan Berdarah ( part 2 )
99
Bab. 99 Pertarungan Berdarah
100
Bab. 100 Kematian Iblis Merah
101
Bab. 101 Pertarungan Besar ( Part 1)
102
Bab. 102 Pertarungan Besar ( Part 2 )
103
Bab. 103 Pertarungan Besar ( Part 3)
104
Bab. 104 Waktu Yang Terhenti
105
Bab. 105 Waktu Yang Terhenti ( Part 2 )
106
Bab. 106 Menemukan Cinta Yang Hilang.
107
Bab. 107 Menemukan Cinta Yang Hilang.
108
Bab. 108 Pertemuan Kembali
109
BAB. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111 Andai waktu bisa Kembali
112
Bab. 112
113
Bab. 113 GUNDERUWO
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116 Janji Pangeran Arkana
117
Bab. 117 Perjanjian Keramat
118
Bab. 118 Perjanjian Keramat ( Part 2 )
119
Bab. 119 Kerasukan
120
Bab. 120 Akhir Untuk Bahar
121
Bab. 121 Ajakan Kencan ( Edisi Pangeran Khalied)
122
Bab. 122
123
Bab. 123 Mencintai Pangeran Khalied
124
Bab. 124 Kisah Putri Humaira
125
Bab. 125 Kisah Putri Humaira ( Part 2)
126
Bab. 126 Kisah Balqis
127
Bab. 127 Kisah Balqis ( Part 2 )
128
Bab. 128 Kisah Balqis ( Part 3 )
129
Bab. 129 Cintai Aku, Zyftar
130
Bab. 130 Hukuman
131
Bab. 131 Pernikahan
132
Bab. 132 Keberatan Pangeran Sa'if
133
Bab. 133 Kisah Zyftar, Jin Bermata Merah.
134
Bab. 134 Pangeran Kuda Putih
135
Bab. 135 Keluarga Kecil
136
Bab. 136 Kisah Di Awal Pagi
137
Bab. 137 Bertemu Mei Fang di Dunia Nyata.
138
Bab. 138 Kecemburuan Zahra...
139
Bab. 139 Menikahlah Dengan ku Zahra..
140
Bab. 140 Permohonan Pangeran Khalied
141
Bab. 141
142
Bab. 142 Karma Yang Tertinggal
143
Bab. 143 Karma Yang Tertinggal
144
Bab. 144 Batu Giok Setan
145
Bab. 145 Melamar Zahra
146
Bab. 146 Acara Lamaran
147
Bab. 147 Pangeran Serigala
148
Bab. 148
149
Bab. 149 Tanda Bakti Pangeran Fatan
150
Bab. 150 Putri Meizh Vs Pangeran Fatan.
151
Bab. 151 Pangeran Serigala Vs Naga Lembu Amur
152
Bab. 152
153
Bab. 153 Prahara Bulan Berdarah
154
Bab. 154 Penyerbuan Kawanan Serigala
155
Bab. 155 Kedatangan Musuh Lama
156
Bab. 156 Kematian Rawing
157
Bab. 157 Jangan Mandi Senja
158
Bab. 158 Kerajaan Alas Amarta.
159
Bab. 159 Kerajaan Alas Amarta
160
Bab. 160 Ayo kita Pulang..!
161
Bab. 161 Menikah
162
Bab. 162 MP
163
Bab. 163 MP ( episode 2)
164
Bab. 164 Panggilan Pangeran Arkana
165
Bab. 165 Bangunlah dari Mimpi Burukmu
166
Bab. 166 Sate Padang
167
Bab.167 Pedang dan Cinta

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!