"Siapa kalian...!"
" Mau apa kalian datang kemari..?" bentak Mpok Suri kepada orang-orang yang kini sudah berkumpul di ruang tamu rumahnya yang sempit itu.
Zahra memandang satu persatu 'tamu' yang datang ke rumahnya tengah malam begini dan tanpa adab, dengan seksama. Seorang lelaki yang wajahnya terdapat luka memanjang di pipi sedang berdiri menatap dirinya dengan pandangan menelisik. Di sampingnya berdiri seorang laki-laki yang berwajah dingin dan sadis. Orang itu jika dilihat sekilas mirip seperti seorang dukun.
Zahra sampai bergidik ngeri saat melihat kedua laki-laki itu tersenyum menyeringai sambil meneguk air ludah.
Lalu matanya mengenali lima orang pemuda yang pernah ingin menggagahinya tempo hari. Zahra langsung faham, dengan siapa kini dia berhadapan. Laki-laki mengerikan yang sedang berdiri di depannya ini pastilah Si Codet. Preman pasar yang suka mengganggu ketenangan dan ketentraman para warga kampung sini.
Zahra pun langsung merasa khawatir. Dia mencemaskan keadaan dirinya dan ibunya. Kedatangan Si Codet ke rumahnya tengah malam begini pastilah ingin berbuat yang tidak baik.
Dalam hati, gadis itu benar - benar mengharapkan kehadiran Khalied sekarang ini di rumahnya. Dia berdoa semoga saja Allah mengirimkan pemuda ke rumahnya.
" Apakah gadis ini orangnya..?" bisik Codet pada salah seorang anak buahnya. Anak buahnya itu mengangguk membenarkan.
" Benar, bos. Teman prianya itu yang memiliki gigi bertaring dan mata yang semerah darah. Wanita ini berteman dengan iblis, Bos." kata anak buahnya yang tadi.
" Hemm, cantik juga.. " guman Codet dalam hati. "Dan sepertinya masih perawan." Codet membayangkan nikmatnya tubuh Zahra yang masih perawan hingga tanpa sadar air liurnya menetes.
Zahra beringsut ke belakang ibunya saat Si Codet berjalan mendekat ke arah mereka. Dia merasa takut saat bersitatap dengan Codet yang menatap Zahra penuh nafsu.
' Mau apa, kalian...? Pergi...! Pergi kalian semua dari sini.. " seru Mpok Suri.
" Hahaha, hei Wanita Tua. Tempat ini adalah wilayah kekuasaanku. Kekuasaan si Codet. Raja Preman dari kampung Salak. Tak ada seorang pun yang berani mengusirku. Mengerti..!! " bentaknya pada Mpok Suri. Tangannya terayun hendak menampar wanita itu.
Mpok Suri menjerit kesakitan saat tangan Si Codet yang besar dan kasar mengenai pelipisnya. Zahra memekik ketakutan seraya memeluk ibunya.
" Jangan sakiti ibuku, aku mohon." pintanya. Dia lalu merogoh sakunya. "Ini, ambilah uang ini, hanya ini uang yang kami punya. Kami tidak punya apa-apa lagi..." kata Zahra seraya menyodorkan uang itu kepada Codet dan anak buahnya.
Si Codet dan anak buahnya tertawa terbahak-bahak menyaksikan ibu dan anak gadisnya yang meringkuk ketakutan sambil berpelukan.
"Hahaha, sayangnya, kali ini aku tidak tertarik dengan uang kalian. Aku lebih tertarik dengan dirimu.. !"
Codet merenggut paksa Zahra dari ibunya dan memutar lengan wanita itu dalam cengkramannya. Zahra meringis menahan sakit. Air matanya yang sejak tadi di tahannya, akhirnya tumpah juga.
Si Codet makin bernafsu melihat wajah Zahra yang putih mulus digenangi air mata.
Mpok Suri tak tinggal diam. Dengan berani, ibunya Zahra itu menarik Zahra hingga Zahra pun terlepas dari cengkraman Si Codet.
"Pergi...! atau aku akan berteriak untuk memanggil warga sehingga warga akan berdatangan dan menghajar kalian.. !! " ancam Mpok Suri. Rasa takut dalam dirinya hilang saat melihat putrinya tersakiti. Naluri melindungi seorang ibu begitu kuat mengalahkan rasa takut.
Bukan main marahnya Si Codet karena merasa diancam dan remehkan oleh seorang wanita.
Si Codet bergerak maju mendekati Mpok Suri di susul anak buahnya. Kini anak buah si Codet sudah memegangi Zahra dan ibunya.
" Hahaha, jangan mengancamku, Wanita Tua, atau.... "
Si Codet mengeluarkan sebilah belati dari balik bajunya dan menodongkan ke leher Mpok Suri.
"Kamu mau merasakan ujung belati ini menembus kulit tua dan keriputmu itu, Hah..!! " bentaknya.
Zahra menjerit melihat ujung mata belati yang tajam itu menggores leher ibunya. Darah mengalir ke luar dari leher ibunya.
" Ibu ...!! Jangan sakiti ibuku. Aku mohon lepaskan kami." hibanya pada si Codet. Namun, bukannya melepaskan Zahra dan ibunya, malah kini Si Codet mendekati Zahra.
" Lepaskan, anakku...! Atau aku benar-benar akan berteriak saat ini. Tolong.... tolong.....! " ancam Mpok Suri.
" Hahahaha, berteriaklah sepuasnya hatimu, Wanita Tua. Tak akan ada yang mendengar teriakan kalian....? " kata Si Codet.
" Seseorang, tolong kami.... Tolong... Tolong kami....! " teriak Mpok Suri sambil terus memberontak untuk melepaskan diri. Dia ingin membebaskan putrinya dari cengkraman si Codet.
Bug....
Seseorang memukul belakang kepala Mpok Suri hingga membuat wanita tua itu langsung terdiam tak berkutik lagi.
"IBU...!!!!!." Zahra menjerit histeris melihat keadaan ibunya yang diam tak bergerak lagi. Dia menangis memanggil - manggil ibunya.
" Kalian Jahat..!! Kalian apakan ibuku..?" Zahra berontak ingin melepaskan diri namun cengkraman tangan anak buah si Codet sangat erat.
"Hahaha....Kami hanya membuatnya diam. Dia terlalu berisik... " jawab salah seorang anak buah Si Codet. Yang lain, tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban temannya.
" Bawa gadis itu ke markas sekarang juga...! perintah Si Codet.
Mereka langsung menyeret paksa tubuh Zahra keluar dari rumahnya dan membawa gadis itu menuju ke markas kediaman si Codet.
Sepanjang jalan, Zahra meronta - ronta melepaskan diri dari cengkraman anak buah si Codet.
Sesampainya di markas Si Codet, Zahra di kurung dan di sekap di sebuah kamar. Gadis itu terus saja berteriak - teriak sambil menangis minta di lepaskan. Dia ingin bertemu ibunya. Dia ingin melihat ibunya.
Karena kesal dengan suara berisik Zahra, akhirnya si Codet menotok Zahra sehingga gadis itu jangankan bergerak, bersuara saja dia tak bisa.
Pangeran Khalied tiba di rumah Zahra namun sayangnya dia terlambat. Zahra sudah tak ada di sana. Dia hanya mendapati tubuh ibunya Zahra yang sudah tergeletak di lantai bersimbah darah. Tulang kepalanya retak.
" Innalillahi wainnailaihi rojiun.." kata Pangeran Khalied setelah memeriksa dan mendapati bahwa ibunya Zahra sudah meninggal dunia.
" Kasihan, pasti Zahra akan sedih sekali jika mengetahui ibunya meninggal dunia.. " kata Pangeran Khalied dalam hati.
"Sebaiknya, aku mencari Zahra. Aku harus secepatnya menemukan Zahra sebelum pagi..! "
Tubuh Pangeran Khalied melesat meninggalkan rumah Zahra dan terus bergerak mencari keberadaan Zahra.
Sampai suatu ketika, Pangeran tampan itu berhasil menemukan jejak gadisnya.
Sementara itu, di dalam kamarnya si Codet sedang melakukan ritual untuk penyempurnaan ilmunya. Tubuh lelaki itu sudah dibaluri darah ayam hitam yang di campur dengan darah manusia. Setelah selesai, si Codet lalu mandi dengan air kembang tujuh rupa.
Kini, tinggal ritual terakhir yang harus dia kerjakan yaitu ritual penyatuan dirinya dengan sang perawan.
Si Codet berjalan menuju kamar tempat Zahra di sekap dengan tubuh telanjang. Setelah tiba di sana, dia langsung berjalan mendekati Zahra yang tergeletak tak berdaya akibat totokan si Codet. Dia mulai membuka dan melucuti pakaian Zahra.
"Hemm, malam ini aku akan menyatukan tubuhku dengan tubuhmu untuk kesempurnaan ilmuku.. " kata Si Codet sambil berusaha memasukkan miliknya ke milik Zahra.
" LEPASKAN GADIS ITU...!" seru sebuah suara.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 167 Episodes
Comments
Mr.VANO
ampir aja zarah di makan si codet jelek
2023-06-14
0
Berdo'a saja
ih ngeriiii demi ilmu sesat
2023-02-01
0
Kistin Ajja Deh
next.....
semangat thor💪💪💪
2022-12-13
0