Bab. 17 Dimensi ke Empat

"Pangeran, ini dimensi ke empat. Berarti asap hitam tadi adalah portal menuju ke dimensi ke empat."

" Pangeran? Pangeran..!!? " Zamura kaget setengah mati karena Pangeran Khalied, Tuannya yang diajak bicara dan Zahra, tak ada di belakangnya.

Zamura menatap ke sekelilingnya. Sepi.. tak ada orang. Sadarlah dia bahwa sejak tadi tuannya dan juga gadis itu tidak bersamanya.

Kemana Pangeran Khalied dan gadis itu. Zamura mencari - cari di sekeliling tempat itu namun dia tak menemukan tanda - tanda keberadaan tuannya itu. Zamura kehilangan jejak dari Tuannya dan juga gadis yang bersama dengan tuannya itu.

"Kemana tuanku Pangeran Khalied dan gadis itu berada, Ya...? " tanya Zamura dalam hati. Pikirannya sibuk bertanya - tanya tentang keberadaan tuannya.

Sepertinya, saat berada di portal tadi, mereka berada di jalur yang berbeda. Hingga akhirnya Pangeran Khalied dan Zahra terpisah dengan Zamura, sang pengawal.

Zamura memutuskan untuk melanjutkan perjalanan sambil terus berusaha untuk mencari tuannya. Dirinya harus menemukan tuannya, karena tugasnya memang untuk melindungi dan membawa kembali tuannya ke istana Bukit Malaikat apapun yang terjadi.

...----------------...

Sementara itu, Pangeran Khalied dan Zahra yang terpisah dengan Zamura, ternyata mereka berdua sedang berada di suatu tempat. Tempat yang sangat asing bagi mereka.

Mereka tidak mengenal tempat itu. Tempat itu tidak seperti alam dunia. Karena suasananya yang jauh berbeda. Tidak juga di alam tempat Pangeran Khalied di lahirkan, karena Pangeran Khalied amat mengenal negeri tempat dia dilahirkan dan dibesarkan itu dengan sangat baik.Tempat itu benar-benar berbeda dan terasa sangat aneh bagi mereka berdua.

"Kita berada di mana ini, Khalied...? " tanya Zahra. Dia memandang ke sekelilingnya. Matanya awas memindai kalau - kalau ada seseorang atau sesuatu di sana.

"Entahlah, aku juga tidak tahu, Zahra. Tapi aku rasa mungkin saat ini kita sedang berada di dimensi ke empat alam dunia ini."

"Dimensi ke empat..? Tempat apakah itu, Khalied...? " tanya Zahra. Dia sebagai orang awam, manalah tahu akan keberadaan dimensi ke empat dalam dunia ini. Baginya dia hanya mengenal alam dunia ini yaitu bumi sebagai tempat dia berpijak dan langit biru yang menaungi cakrawala.

"Menurut Ki Anom guruku, dimensi ke empat adalah alam antara alam dunia dan alam kematian. Tempat para Roh orang yang mati penasaran dan juga segala kehidupan ghaib lainnya yang tersembunyi. " jelas Sang pangeran.

Mata cantik itu mengerjap tak percaya. Apa tadi yang baru di dengarnya? Tempat roh orang yang mati penasaran dan makhluk gaib. Oh,.. betapa mengerikan tempat ini, pikirnya.

"Mengerikan sekali...! " Zahra bergumam sambil bergidik. Ngeri berada dalam pikirannya saat membayangkan tentang wujud orang - orang yang mati karena penasaran. Dalam benaknya pastilah wujud mereka sangat menyeramkan. Belum lagi tentang keberadaan makhluk - makhluk gaib itu.

Sayangnya, Zahra tidak menyadari bahwa saat ini pun dia sedang berhadapan dengan salah satu makhluk gaib, yaitu jin. Karena sejatinya Pangeran Khalied adalah makhluk jin. Walaupun dia memiliki darah manusia yang mengalir di dalam tubuhnya. Darah itulah yang mencegah dia berlaku seperti monster.

"Wujud mereka tidak semua seperti yang ada dalam pikiranmu." kata Pangeran Khalied yang rupanya dapat menangkap jalan pikiran gadis itu. Aneh, dia bisa mendengar dan membaca pikiran Zahra. Padahal sewaktu berada di alam manusia, dia tak sekalipun bisa membaca isi hati dan pikiran gadis itu.

"Benarkah, itu Khalied. Lantas, siapa sebenarnya dirimu....? Mengapa kamu bisa mengetahui begitu banyak kejadian dan hal - hal yang ada di luar nalar manusia biasa. Kamu juga bisa tahu kalau saat ini kita sedang berada di dimensi ini? " tanya Zahra yang kini sudah mulai penasaran tentang identitas pemuda yang berdiri di hadapannya itu.

"Aku bukan siapa - siapa. Aku hanya kebetulan tahu berdasarkan apa yang aku pelajari dari guruku, dan juga pengalamanku. Aku pun tak banyak tahu tentang tempat ini. Karena sama seperti dirimu, aku juga baru pertama kali menginjakkan kaki di tempat ini." jawab Pangeran Khalied.

"Tapi aku takut sekali, Khalied. Aku ingin pulang. Bagaimana caranya kita kembali...?" tanya Zahra. Gadis itu mulai menangis. Dia sangat takut dan juga merindukan ibunya.

Pangeran Khalied memeluk Zahra. Mencoba menenangkan gadis itu dari ketakutan dan kecemasannya. Dirinya merasa iba kepada Zahra, karena ternyata misi mencari pedang mata Malaikat ini ikut melibatkan Zahra bersama dirinya. Namun, dia tak bisa mengatakan pada gadis itu tentang misi mencari pedang Mata Malaikat yang kini rupanya sudah mulai berjalan tanpa dia sadari. Yang bisa dia lakukan saat ini m hanya menenangkan Zahra, gadis itu dari rasa takut dan juga cemas.

"Jangan takut, percayalah aku akan selalu ada untuk melindungimu. Kita bersama akan mencari jalan keluar dari tempat ini.. " kata Pangeran Khalied.

Zahra mengangguk seraya menatap Pangeran Khalied. Dia percaya bahwa pemuda di depannya itu akan selalu melindunginya dan akan mengantarkan dirinya menuju jalan pulang.

Mereka akhirnya melanjutkan perjalanan menyusuri tempat itu. Tujuan mereka hanya satu. Mencari jalan keluar dari tempat itu.

Semakin jauh memasuki tempat itu, suasana semakin aneh.Mereka juga tak mengetahui apakah saat ini suasana siang hari atau malam hari. Sekeliling daerah itu hanya kegelapan saja adanya. Walaupun ada seberkas cahaya semburat yang entah berasal dari mana, menjadi satu-satunya penerangan di tempat itu saat ini.

Padahal, menurut perkiraan Pangeran itu, saat ini di alam dunia hari sudah siang. Karena sudah cukup lama mereka berada di tempat ini.

"Khalied, aku haus sekali. Di mana kita bisa menemukan air ...? " tanya Zahra pada Pangeran Khalied.

Pangeran Khalied memandang ke arah Zahra. Dia baru menyadari satu hal, Zahra manusia. Tentu punya rasa haus dan dahaga sama seperti dirinya. Walaupun dalam hal ini, mungkin saja selera mereka berbeda. Karena orientasi makan Pangeran Khalied jelas berbeda dengan Zahra yang manusia.

"Ini, minumlah." Pangeran Khalied meraih kantong air yang terletak di pinggangnya dan menyodorkannya kepada Zahra.

Zahra meminum air dari kantong air itu dengan penuh dahaga. Sungguh dirinya sangat haus dan juga.... lapar.

Zahra baru merasakan rasa lapar yang mendera saat ini. Dia baru ingat, bahwa perutnya belum pernah terisi makanan sejak kemarin. Zahra meringis sambil memegangi perutnya.

"Makanlah roti ini, itu lumayan untuk mengganjal rasa lapar di perutmu.. " Pangeran muda nan gagah berani itu kembali menyodorkan sepotong roti kepada Zahra yang langsung memakannya dengan lahap. Rasa lapar di perutnya membuat dia tak lagi bertanya asal muasal roti itu.

Sedang asyik - asyiknya makan, tanpa sengaja pandangan Zahra tertuju pada objek yang sejak tadi berdiri di belakang Pangeran Khalied. Benda apakah itu....? Bentuknya seperti.......,

"U...u...ularrr..!!!" Zahra berseru seraya telunjuknya mengarah ke belakang Pangeran Khalied.

Terpopuler

Comments

Mr.VANO

Mr.VANO

makin seru

2023-06-14

0

Feisya Caca

Feisya Caca

wiiiiihhh makin seru kak aku bacanya🥰

2023-05-08

0

Berdo'a saja

Berdo'a saja

dua manusia Dua jin

2023-02-01

0

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1 Pangeran Arkana
2 Bab. 2 Perjumpaan
3 Bab. 3 Penyerbuan Di Istana Bukit Malaikat
4 Bab. 4 Pandangan Mata Bathin Ki Anom
5 Bab. 5 Penglihatan Sang Pangeran
6 Bab. 6 Penglihatan Sang Pangeran ( Part 2 )
7 Bab. 7 Kisah Pedang Mata Malaikat
8 Bab. 8 Tumbal Darah Perawan ( Bagian 1 )
9 Bab. 9 Tumbal Darah Perawan ( Part 2 )
10 Bab. 10 Tumbal Darah perawan ( part 3 )
11 Bab. 11 Tumbal Darah Perawan (Part 4)
12 Bab. 12 Tumbal Darah Perawan ( Part 5)
13 Bab. 13 Tumbal Darah Perawan (Part 6)
14 Bab. 14 Tumbal Darah Perawan (Part 7)
15 Bab. 15 Tumbal Darah Perawan (Part 8)
16 Bab. 16 Tumbal Darah Perawan (Part 9)
17 Bab. 17 Dimensi ke Empat
18 Bab. 18 Nyi Ratu Blorong
19 Bab. 19 Zahra Menghilang
20 Bab. 20 Negeri di Negeri Tak Bertuan
21 Bab. 21 Negeri di Negeri tak Bertuan
22 Bab. 22 Dunia Cermin..
23 Bab. 23 Bertemu Zamura
24 Bab. 24 Makhluk Apakah Kamu..?
25 Bab. 25 Manusia Harimau
26 Bab. 26 Kutukan Lamma
27 Bab. 27 Ramalan Zaggart
28 Bab. 28 Buto Ijo (Part 1)
29 Bab. 29 Buto Ijo (Part 2)
30 Bab. 30 Buto Ijo ( Part 3 )
31 Bab. 31 Kejujuran Pangeran Khalied
32 Bab. 32 Roh Perawan Suci
33 Bab. 33 Roh Perawan Suci ( Part 2 )
34 Bab. 34 Roh Perawan Suci ( Part 3)
35 Bab. 35 Makhluk dari Neraka
36 Bab. 36 Kebinasaan Iblish pohon
37 Bab. 37 Cemburu...
38 Bab. 38 Gunung Hantu dan Gunung Siluman
39 Bab. 39 Perangkap Kalla
40 Bab. 40 Perangkap Kalla ( Part 2)
41 Bab. 41 Kristal Arwah
42 Bab. 42 Pertemuan Lima Bintang
43 Bab. 43 Makhluk Panghisap Darah
44 Bab. 44 Pertarungan dengan Nagini
45 Bab. 45
46 Bab. 46 Pertarungan dengan Nagini ( part 3)
47 Bab. 47 Pertarungan Dengan Nagini (Part 4)
48 Bab. 48 Aku Bahagia Bersamamu
49 Bab. 49 Kehilangan
50 Bab. 50
51 Bab. 51 Trubuks
52 Bab. 52 Ifrit
53 Bab. 53 Godaan
54 Bab. 54 Kita bagai langit dan Bumi
55 Bab. 55 Kapal Pengangkut Jiwa
56 Bab 56
57 Bab. 52 Kapal Pengangkut Jiwa ( Part 3 )
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 bab. 62 Bluma...
63 Bab. 63 Bluma ( Part 2 )
64 Bab. 64 Bluma ( Part 4)
65 Bab. 65 Kembalinya Nagini
66 Bab. 66
67 Bab. 67 Pedang Mata Malaikat
68 Bab. 68 Kembali ke Alam Dunia.
69 Bab. 69 Pulang.....
70 Bab. 70 Pulang ( Part 2 )
71 Bab. 71 Batu Lima Bintang
72 Bab. 72 Batu Lima Bintang ( Part 2 )
73 Bab. 73 Pintu Ke alam Dunia.
74 Bab. 74 Pertemuan Kembali
75 Bab. 75 Permintaan Sang Ayah
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78 Waktu yang Terhenti
79 Bab. 79
80 Bab. 80 Penghuni Hutan Alas Roban
81 Bab. 81
82 Bab. 82 Tumbal Berdarah
83 Bab. 83
84 Bab. 84 Serangan Gelap
85 Bab. 85 Talak
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88 Kematian Ki Bawut
89 Bab. 89
90 Bab. 90 Nayyara
91 Bab. 91 Kuntilanak
92 Bab. 92 Kuntilanak (Part 2 )
93 Bab. 93 Hilangnya Kania
94 Bab. 94 Pencarian Kania
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97 Pertarungan Berdarah
98 Bab. 98 Pertarungan Berdarah ( part 2 )
99 Bab. 99 Pertarungan Berdarah
100 Bab. 100 Kematian Iblis Merah
101 Bab. 101 Pertarungan Besar ( Part 1)
102 Bab. 102 Pertarungan Besar ( Part 2 )
103 Bab. 103 Pertarungan Besar ( Part 3)
104 Bab. 104 Waktu Yang Terhenti
105 Bab. 105 Waktu Yang Terhenti ( Part 2 )
106 Bab. 106 Menemukan Cinta Yang Hilang.
107 Bab. 107 Menemukan Cinta Yang Hilang.
108 Bab. 108 Pertemuan Kembali
109 BAB. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111 Andai waktu bisa Kembali
112 Bab. 112
113 Bab. 113 GUNDERUWO
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116 Janji Pangeran Arkana
117 Bab. 117 Perjanjian Keramat
118 Bab. 118 Perjanjian Keramat ( Part 2 )
119 Bab. 119 Kerasukan
120 Bab. 120 Akhir Untuk Bahar
121 Bab. 121 Ajakan Kencan ( Edisi Pangeran Khalied)
122 Bab. 122
123 Bab. 123 Mencintai Pangeran Khalied
124 Bab. 124 Kisah Putri Humaira
125 Bab. 125 Kisah Putri Humaira ( Part 2)
126 Bab. 126 Kisah Balqis
127 Bab. 127 Kisah Balqis ( Part 2 )
128 Bab. 128 Kisah Balqis ( Part 3 )
129 Bab. 129 Cintai Aku, Zyftar
130 Bab. 130 Hukuman
131 Bab. 131 Pernikahan
132 Bab. 132 Keberatan Pangeran Sa'if
133 Bab. 133 Kisah Zyftar, Jin Bermata Merah.
134 Bab. 134 Pangeran Kuda Putih
135 Bab. 135 Keluarga Kecil
136 Bab. 136 Kisah Di Awal Pagi
137 Bab. 137 Bertemu Mei Fang di Dunia Nyata.
138 Bab. 138 Kecemburuan Zahra...
139 Bab. 139 Menikahlah Dengan ku Zahra..
140 Bab. 140 Permohonan Pangeran Khalied
141 Bab. 141
142 Bab. 142 Karma Yang Tertinggal
143 Bab. 143 Karma Yang Tertinggal
144 Bab. 144 Batu Giok Setan
145 Bab. 145 Melamar Zahra
146 Bab. 146 Acara Lamaran
147 Bab. 147 Pangeran Serigala
148 Bab. 148
149 Bab. 149 Tanda Bakti Pangeran Fatan
150 Bab. 150 Putri Meizh Vs Pangeran Fatan.
151 Bab. 151 Pangeran Serigala Vs Naga Lembu Amur
152 Bab. 152
153 Bab. 153 Prahara Bulan Berdarah
154 Bab. 154 Penyerbuan Kawanan Serigala
155 Bab. 155 Kedatangan Musuh Lama
156 Bab. 156 Kematian Rawing
157 Bab. 157 Jangan Mandi Senja
158 Bab. 158 Kerajaan Alas Amarta.
159 Bab. 159 Kerajaan Alas Amarta
160 Bab. 160 Ayo kita Pulang..!
161 Bab. 161 Menikah
162 Bab. 162 MP
163 Bab. 163 MP ( episode 2)
164 Bab. 164 Panggilan Pangeran Arkana
165 Bab. 165 Bangunlah dari Mimpi Burukmu
166 Bab. 166 Sate Padang
167 Bab.167 Pedang dan Cinta
Episodes

Updated 167 Episodes

1
Bab. 1 Pangeran Arkana
2
Bab. 2 Perjumpaan
3
Bab. 3 Penyerbuan Di Istana Bukit Malaikat
4
Bab. 4 Pandangan Mata Bathin Ki Anom
5
Bab. 5 Penglihatan Sang Pangeran
6
Bab. 6 Penglihatan Sang Pangeran ( Part 2 )
7
Bab. 7 Kisah Pedang Mata Malaikat
8
Bab. 8 Tumbal Darah Perawan ( Bagian 1 )
9
Bab. 9 Tumbal Darah Perawan ( Part 2 )
10
Bab. 10 Tumbal Darah perawan ( part 3 )
11
Bab. 11 Tumbal Darah Perawan (Part 4)
12
Bab. 12 Tumbal Darah Perawan ( Part 5)
13
Bab. 13 Tumbal Darah Perawan (Part 6)
14
Bab. 14 Tumbal Darah Perawan (Part 7)
15
Bab. 15 Tumbal Darah Perawan (Part 8)
16
Bab. 16 Tumbal Darah Perawan (Part 9)
17
Bab. 17 Dimensi ke Empat
18
Bab. 18 Nyi Ratu Blorong
19
Bab. 19 Zahra Menghilang
20
Bab. 20 Negeri di Negeri Tak Bertuan
21
Bab. 21 Negeri di Negeri tak Bertuan
22
Bab. 22 Dunia Cermin..
23
Bab. 23 Bertemu Zamura
24
Bab. 24 Makhluk Apakah Kamu..?
25
Bab. 25 Manusia Harimau
26
Bab. 26 Kutukan Lamma
27
Bab. 27 Ramalan Zaggart
28
Bab. 28 Buto Ijo (Part 1)
29
Bab. 29 Buto Ijo (Part 2)
30
Bab. 30 Buto Ijo ( Part 3 )
31
Bab. 31 Kejujuran Pangeran Khalied
32
Bab. 32 Roh Perawan Suci
33
Bab. 33 Roh Perawan Suci ( Part 2 )
34
Bab. 34 Roh Perawan Suci ( Part 3)
35
Bab. 35 Makhluk dari Neraka
36
Bab. 36 Kebinasaan Iblish pohon
37
Bab. 37 Cemburu...
38
Bab. 38 Gunung Hantu dan Gunung Siluman
39
Bab. 39 Perangkap Kalla
40
Bab. 40 Perangkap Kalla ( Part 2)
41
Bab. 41 Kristal Arwah
42
Bab. 42 Pertemuan Lima Bintang
43
Bab. 43 Makhluk Panghisap Darah
44
Bab. 44 Pertarungan dengan Nagini
45
Bab. 45
46
Bab. 46 Pertarungan dengan Nagini ( part 3)
47
Bab. 47 Pertarungan Dengan Nagini (Part 4)
48
Bab. 48 Aku Bahagia Bersamamu
49
Bab. 49 Kehilangan
50
Bab. 50
51
Bab. 51 Trubuks
52
Bab. 52 Ifrit
53
Bab. 53 Godaan
54
Bab. 54 Kita bagai langit dan Bumi
55
Bab. 55 Kapal Pengangkut Jiwa
56
Bab 56
57
Bab. 52 Kapal Pengangkut Jiwa ( Part 3 )
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
bab. 62 Bluma...
63
Bab. 63 Bluma ( Part 2 )
64
Bab. 64 Bluma ( Part 4)
65
Bab. 65 Kembalinya Nagini
66
Bab. 66
67
Bab. 67 Pedang Mata Malaikat
68
Bab. 68 Kembali ke Alam Dunia.
69
Bab. 69 Pulang.....
70
Bab. 70 Pulang ( Part 2 )
71
Bab. 71 Batu Lima Bintang
72
Bab. 72 Batu Lima Bintang ( Part 2 )
73
Bab. 73 Pintu Ke alam Dunia.
74
Bab. 74 Pertemuan Kembali
75
Bab. 75 Permintaan Sang Ayah
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78 Waktu yang Terhenti
79
Bab. 79
80
Bab. 80 Penghuni Hutan Alas Roban
81
Bab. 81
82
Bab. 82 Tumbal Berdarah
83
Bab. 83
84
Bab. 84 Serangan Gelap
85
Bab. 85 Talak
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88 Kematian Ki Bawut
89
Bab. 89
90
Bab. 90 Nayyara
91
Bab. 91 Kuntilanak
92
Bab. 92 Kuntilanak (Part 2 )
93
Bab. 93 Hilangnya Kania
94
Bab. 94 Pencarian Kania
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97 Pertarungan Berdarah
98
Bab. 98 Pertarungan Berdarah ( part 2 )
99
Bab. 99 Pertarungan Berdarah
100
Bab. 100 Kematian Iblis Merah
101
Bab. 101 Pertarungan Besar ( Part 1)
102
Bab. 102 Pertarungan Besar ( Part 2 )
103
Bab. 103 Pertarungan Besar ( Part 3)
104
Bab. 104 Waktu Yang Terhenti
105
Bab. 105 Waktu Yang Terhenti ( Part 2 )
106
Bab. 106 Menemukan Cinta Yang Hilang.
107
Bab. 107 Menemukan Cinta Yang Hilang.
108
Bab. 108 Pertemuan Kembali
109
BAB. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111 Andai waktu bisa Kembali
112
Bab. 112
113
Bab. 113 GUNDERUWO
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116 Janji Pangeran Arkana
117
Bab. 117 Perjanjian Keramat
118
Bab. 118 Perjanjian Keramat ( Part 2 )
119
Bab. 119 Kerasukan
120
Bab. 120 Akhir Untuk Bahar
121
Bab. 121 Ajakan Kencan ( Edisi Pangeran Khalied)
122
Bab. 122
123
Bab. 123 Mencintai Pangeran Khalied
124
Bab. 124 Kisah Putri Humaira
125
Bab. 125 Kisah Putri Humaira ( Part 2)
126
Bab. 126 Kisah Balqis
127
Bab. 127 Kisah Balqis ( Part 2 )
128
Bab. 128 Kisah Balqis ( Part 3 )
129
Bab. 129 Cintai Aku, Zyftar
130
Bab. 130 Hukuman
131
Bab. 131 Pernikahan
132
Bab. 132 Keberatan Pangeran Sa'if
133
Bab. 133 Kisah Zyftar, Jin Bermata Merah.
134
Bab. 134 Pangeran Kuda Putih
135
Bab. 135 Keluarga Kecil
136
Bab. 136 Kisah Di Awal Pagi
137
Bab. 137 Bertemu Mei Fang di Dunia Nyata.
138
Bab. 138 Kecemburuan Zahra...
139
Bab. 139 Menikahlah Dengan ku Zahra..
140
Bab. 140 Permohonan Pangeran Khalied
141
Bab. 141
142
Bab. 142 Karma Yang Tertinggal
143
Bab. 143 Karma Yang Tertinggal
144
Bab. 144 Batu Giok Setan
145
Bab. 145 Melamar Zahra
146
Bab. 146 Acara Lamaran
147
Bab. 147 Pangeran Serigala
148
Bab. 148
149
Bab. 149 Tanda Bakti Pangeran Fatan
150
Bab. 150 Putri Meizh Vs Pangeran Fatan.
151
Bab. 151 Pangeran Serigala Vs Naga Lembu Amur
152
Bab. 152
153
Bab. 153 Prahara Bulan Berdarah
154
Bab. 154 Penyerbuan Kawanan Serigala
155
Bab. 155 Kedatangan Musuh Lama
156
Bab. 156 Kematian Rawing
157
Bab. 157 Jangan Mandi Senja
158
Bab. 158 Kerajaan Alas Amarta.
159
Bab. 159 Kerajaan Alas Amarta
160
Bab. 160 Ayo kita Pulang..!
161
Bab. 161 Menikah
162
Bab. 162 MP
163
Bab. 163 MP ( episode 2)
164
Bab. 164 Panggilan Pangeran Arkana
165
Bab. 165 Bangunlah dari Mimpi Burukmu
166
Bab. 166 Sate Padang
167
Bab.167 Pedang dan Cinta

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!