Bab. 12 Tumbal Darah Perawan ( Part 5)

Asap hitam itu kini menutupi tubuh keduanya. Secara perlahan-lahan tubuh keduanya terseret ke dalam sebuah pusaran. Kedua makhluk yang berbeda asal itu terus saja terseret masuk ke dalam sebuah pusaran angin yang berputar kencang dan terus melemparkan tubuh mereka ke sebuah tempat.

"Dimana ini...? " kata Kania begitu asap hitam itu sudah menghilang.

" Dimensi ke empat, dimensi alpa... "

...----------------...

Sementara itu, jauh di atas puncak bukit Malaikat, sesosok bayangan terlihat sedang berdiri kokoh memandang ke arah luar gerbang istana yang tertutup rapat. Dari atas, terlihat bala tentara Raja Iblis Baal yang masih terus berusaha untuk masuk ke dalam istana yang kini sudah di masih terkunci dan terlindung oleh pagar ghaib yang tak bisa di tembus oleh para tentara itu.

"Aku harus secepatnya menemukan pedang mata malaikat, karena keadaan sudah semakin genting. Tapi Ki Anom belum menemukan tanda - tanda keberadaan pedang itu dan juga pintu gerbang dimensi ke empat yang beberapa waktu lalu sempat tertutup dan menghilang... " dia berguman sendiri.

" Pangeran Khalied, rupanya ananda di sini. Aku mencari - cari dirimu !" seru Sang bunda yang tak lain adalah ratu Asmi.

Pangeran gagah dan tampan itu menoleh dan tampak olehnya bundanya sudah berdiri di belakangnya. Segera Pangeran Khalied meraih tangan bundanya menciumnya dengan takjim sebagai tanda bakti.

"Ada apa gerangan...? Kenapa ibunda datang mencariku..? " tanya Pangeran Khalied.

" Tidak ada. Aku hanya merindukan anak lelakiku yang tampan. Akhir - akhir ini, kamu suka sekali menghilang dari istana." sindir sang Bunda.

Ada senyum yang menggantung di sudut bibir wanita yang masih saja tampak cantik dan awet muda itu saat menatap sang Putra yang kini sudah beranjak dewasa.

" Hemm, Ananda hanya sedang ada urusan sedikit..." jawab Pangeran Khalied sambil tersenyum memeluk ibunya.

"Mengapa Bunda terlihat risau. Apakah bunda ratu sedang memikirkan apa yang dilihat dalam ayahanda dalam pandangan mata bathin Ki Anom.? " tanyanya Pangeran Khalied.

Asmi tersenyum menerima perilaku manis putranya yang satu ini. Sejak kecil, Pangeran Khalied selalu dapat membaca semua keinginan dirinya dan selalu saja berusaha untuk melindungi dirinya.

Bahkan saat Azyziel hendak kembali menculik dirinya, Pangeran Khalied kecil mati - matian menyelamatkan dirinya dari cengkraman jin yang satu itu.

"Rupanya Bunda tak pernah bisa menyembunyikan apapun darimu, Pangeran Khalied...? " ujar Asmi.

"Bunda jangan terlalu merisaukan semua itu. Apa yang akan terjadi, jika memang takdir Allah berkehendak, tak ada yang bisa mencegahnya. Sunatullah adalah Qada atas suratan hidup makhluknya. Kita hanya bisa berikhtiar, selebihnya Allah yang menentukan." kata Pangeran Khalied bijak. Asmi tersenyum mendengar ucapan putra bungsunya itu. Rupanya, ada yang tidak dia sadari bahwa kini pemikiran putranya sudah jauh lebih dewasa dari sebelumnya. Apa yang terjadi...?

" Pangeran Khalied, jawab bunda dengan jujur, apakah kamu sedang jatuh cinta...?"

Pangeran Khalied mengurai pelukannya dan menatap wajah ibunya. "Dari mana bunda mengetahui kalau Ananda sedang jatuh cinta..? Apakah sangat jelas terlihat..?"

Asmi tak dapat menahan tawa. "Hahaha, benar dugaanku, ternyata putraku sedang jatuh cinta... "

Wajah Pangeran Khalied memerah seperti tomat. Dia merasa sangat malu. Ternyata ibunya tahu kalau saat ini pangeran Khalied sedang jatuh cinta.

" Apakah aku mengenalnya...? Apakah Putri Hafizah atau Putri Rasyifa ...? " tanya Sang ibu. Dua nama terakhir adalah dua gadis dari golongan bangsa jin, anak dari Panglima Basyar dan Raja Jin penguasa laut Utara, Raja Zagar.

"Tidak keduanya. Mereka hanya temanku. " jawab Pangeran Khalied.

" Lantas, dengan siapa, wahai anakku..?" tanya Asmi penasaran..

" Bunda, aku tak bisa menjawabnya sekarang karena saat ini, aku tidak sedang menjalin hubungan dengan gadis jin manapun di negeri ini, bunda..." kata Pangeran Khalied kepada ibunya.

Asmi terdiam mendengar ucapan Putra. Katanya sedang jatuh cinta, tapi mengaku tidak mempunyai hubungan dengan gadis manapun di negeri ini. Bagaimana bisa.....

Asmi berpikir sejenak. Otaknya berusaha keras mencerna arti kata ucapan Putranya.

" Bunda Ratu tak usah risau memikirkan perkataan ananda. Ananda saat ini sedang tidak memiliki seorangpun kekasih... " kata Pangeran Khalied.

Namun, bukannya berhenti, Asmi semakin berpikir keras.

Tiba-tiba...

" Bunda tahu sekarang, apakah benar semua seperti yang bunda pikirkan...? tanya Asmi sambil menatap tajam bola mata milik Pangeran Khalied yang sangat mirip dengan ayahnya.

"Bundaku memang yang terbaik... " kata Pangeran Khalied.

" Manusia....? "

"Dia sama seperti bunda, ras manusia." jawab Pangeran Khalied.

"Apakah kamu mencintainya, Pangeran Khalied....?" tanya Sang bunda.

" Hemm, ananda tak tahu apa itu cinta. Tapi ananda merasa takut jika dia jauh dari ananda. Ananda selalu ingin melindungi dirinya. Dia begitu lembut dan juga lugu. Wajahnya selalu berseri - seri dan bercahaya." kata Pangeran Khalied sambil membayangkan wajah lembut Zahra.

Tiba-tiba, mata Pangeran Khalied berubah menjadi merah. Taring - taringnya seketika memanjang keluar.

" Bunda, aku harus pergi. 'Dia' dalam bahaya... "

Pangeran Khalied mencium tangan Asmi dan kemudian melesat pergi menghilang dari pandangan Asmi dalam sekejap mata.

" Dia...? Maksudnya dia....? "

Mulut Asmi terbuka lebar saat menyadari bahwa yang dimaksud dengan 'dia' adalah kekasih manusia dari putranya.

...----------------...

Suasana malam di Kampung Salak yang sunyi di pinggiran kota malam itu berubah mencekam ketika segerombolan preman mendatangi sebuah rumah kecil di pinggiran kali yang dihuni oleh dua orang manusia yang sedang terlelap dalam mimpi.

Dengan paksa mereka menerobos masuk ke dalam rumah dengan cara mendobrak pintu yang hanya terbuat dari triplek bekas itu.

Mpok Suri, ibunya Zahra langsung terbangun begitu mendengar suara gaduh yang berasal dari depan rumahnya. Dia pun segera membangunkan Zahra yang tengah pulas tertidur.

Berdua, mereka segera keluar kamar untuk melihat apa yang terjadi.

" Siapa kalian...!"

Terpopuler

Comments

Oktavia

Oktavia

ini ceritanya gmn ya ? bukannya asmi wafat ya

2023-06-25

2

Mr.VANO

Mr.VANO

masuk rmh org seenakny,,,,sdh kyk kambing ajah itu maling

2023-06-14

0

Berdo'a saja

Berdo'a saja

waah para mencari tumbal tuh kayaknya

2023-02-01

0

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1 Pangeran Arkana
2 Bab. 2 Perjumpaan
3 Bab. 3 Penyerbuan Di Istana Bukit Malaikat
4 Bab. 4 Pandangan Mata Bathin Ki Anom
5 Bab. 5 Penglihatan Sang Pangeran
6 Bab. 6 Penglihatan Sang Pangeran ( Part 2 )
7 Bab. 7 Kisah Pedang Mata Malaikat
8 Bab. 8 Tumbal Darah Perawan ( Bagian 1 )
9 Bab. 9 Tumbal Darah Perawan ( Part 2 )
10 Bab. 10 Tumbal Darah perawan ( part 3 )
11 Bab. 11 Tumbal Darah Perawan (Part 4)
12 Bab. 12 Tumbal Darah Perawan ( Part 5)
13 Bab. 13 Tumbal Darah Perawan (Part 6)
14 Bab. 14 Tumbal Darah Perawan (Part 7)
15 Bab. 15 Tumbal Darah Perawan (Part 8)
16 Bab. 16 Tumbal Darah Perawan (Part 9)
17 Bab. 17 Dimensi ke Empat
18 Bab. 18 Nyi Ratu Blorong
19 Bab. 19 Zahra Menghilang
20 Bab. 20 Negeri di Negeri Tak Bertuan
21 Bab. 21 Negeri di Negeri tak Bertuan
22 Bab. 22 Dunia Cermin..
23 Bab. 23 Bertemu Zamura
24 Bab. 24 Makhluk Apakah Kamu..?
25 Bab. 25 Manusia Harimau
26 Bab. 26 Kutukan Lamma
27 Bab. 27 Ramalan Zaggart
28 Bab. 28 Buto Ijo (Part 1)
29 Bab. 29 Buto Ijo (Part 2)
30 Bab. 30 Buto Ijo ( Part 3 )
31 Bab. 31 Kejujuran Pangeran Khalied
32 Bab. 32 Roh Perawan Suci
33 Bab. 33 Roh Perawan Suci ( Part 2 )
34 Bab. 34 Roh Perawan Suci ( Part 3)
35 Bab. 35 Makhluk dari Neraka
36 Bab. 36 Kebinasaan Iblish pohon
37 Bab. 37 Cemburu...
38 Bab. 38 Gunung Hantu dan Gunung Siluman
39 Bab. 39 Perangkap Kalla
40 Bab. 40 Perangkap Kalla ( Part 2)
41 Bab. 41 Kristal Arwah
42 Bab. 42 Pertemuan Lima Bintang
43 Bab. 43 Makhluk Panghisap Darah
44 Bab. 44 Pertarungan dengan Nagini
45 Bab. 45
46 Bab. 46 Pertarungan dengan Nagini ( part 3)
47 Bab. 47 Pertarungan Dengan Nagini (Part 4)
48 Bab. 48 Aku Bahagia Bersamamu
49 Bab. 49 Kehilangan
50 Bab. 50
51 Bab. 51 Trubuks
52 Bab. 52 Ifrit
53 Bab. 53 Godaan
54 Bab. 54 Kita bagai langit dan Bumi
55 Bab. 55 Kapal Pengangkut Jiwa
56 Bab 56
57 Bab. 52 Kapal Pengangkut Jiwa ( Part 3 )
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 bab. 62 Bluma...
63 Bab. 63 Bluma ( Part 2 )
64 Bab. 64 Bluma ( Part 4)
65 Bab. 65 Kembalinya Nagini
66 Bab. 66
67 Bab. 67 Pedang Mata Malaikat
68 Bab. 68 Kembali ke Alam Dunia.
69 Bab. 69 Pulang.....
70 Bab. 70 Pulang ( Part 2 )
71 Bab. 71 Batu Lima Bintang
72 Bab. 72 Batu Lima Bintang ( Part 2 )
73 Bab. 73 Pintu Ke alam Dunia.
74 Bab. 74 Pertemuan Kembali
75 Bab. 75 Permintaan Sang Ayah
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78 Waktu yang Terhenti
79 Bab. 79
80 Bab. 80 Penghuni Hutan Alas Roban
81 Bab. 81
82 Bab. 82 Tumbal Berdarah
83 Bab. 83
84 Bab. 84 Serangan Gelap
85 Bab. 85 Talak
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88 Kematian Ki Bawut
89 Bab. 89
90 Bab. 90 Nayyara
91 Bab. 91 Kuntilanak
92 Bab. 92 Kuntilanak (Part 2 )
93 Bab. 93 Hilangnya Kania
94 Bab. 94 Pencarian Kania
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97 Pertarungan Berdarah
98 Bab. 98 Pertarungan Berdarah ( part 2 )
99 Bab. 99 Pertarungan Berdarah
100 Bab. 100 Kematian Iblis Merah
101 Bab. 101 Pertarungan Besar ( Part 1)
102 Bab. 102 Pertarungan Besar ( Part 2 )
103 Bab. 103 Pertarungan Besar ( Part 3)
104 Bab. 104 Waktu Yang Terhenti
105 Bab. 105 Waktu Yang Terhenti ( Part 2 )
106 Bab. 106 Menemukan Cinta Yang Hilang.
107 Bab. 107 Menemukan Cinta Yang Hilang.
108 Bab. 108 Pertemuan Kembali
109 BAB. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111 Andai waktu bisa Kembali
112 Bab. 112
113 Bab. 113 GUNDERUWO
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116 Janji Pangeran Arkana
117 Bab. 117 Perjanjian Keramat
118 Bab. 118 Perjanjian Keramat ( Part 2 )
119 Bab. 119 Kerasukan
120 Bab. 120 Akhir Untuk Bahar
121 Bab. 121 Ajakan Kencan ( Edisi Pangeran Khalied)
122 Bab. 122
123 Bab. 123 Mencintai Pangeran Khalied
124 Bab. 124 Kisah Putri Humaira
125 Bab. 125 Kisah Putri Humaira ( Part 2)
126 Bab. 126 Kisah Balqis
127 Bab. 127 Kisah Balqis ( Part 2 )
128 Bab. 128 Kisah Balqis ( Part 3 )
129 Bab. 129 Cintai Aku, Zyftar
130 Bab. 130 Hukuman
131 Bab. 131 Pernikahan
132 Bab. 132 Keberatan Pangeran Sa'if
133 Bab. 133 Kisah Zyftar, Jin Bermata Merah.
134 Bab. 134 Pangeran Kuda Putih
135 Bab. 135 Keluarga Kecil
136 Bab. 136 Kisah Di Awal Pagi
137 Bab. 137 Bertemu Mei Fang di Dunia Nyata.
138 Bab. 138 Kecemburuan Zahra...
139 Bab. 139 Menikahlah Dengan ku Zahra..
140 Bab. 140 Permohonan Pangeran Khalied
141 Bab. 141
142 Bab. 142 Karma Yang Tertinggal
143 Bab. 143 Karma Yang Tertinggal
144 Bab. 144 Batu Giok Setan
145 Bab. 145 Melamar Zahra
146 Bab. 146 Acara Lamaran
147 Bab. 147 Pangeran Serigala
148 Bab. 148
149 Bab. 149 Tanda Bakti Pangeran Fatan
150 Bab. 150 Putri Meizh Vs Pangeran Fatan.
151 Bab. 151 Pangeran Serigala Vs Naga Lembu Amur
152 Bab. 152
153 Bab. 153 Prahara Bulan Berdarah
154 Bab. 154 Penyerbuan Kawanan Serigala
155 Bab. 155 Kedatangan Musuh Lama
156 Bab. 156 Kematian Rawing
157 Bab. 157 Jangan Mandi Senja
158 Bab. 158 Kerajaan Alas Amarta.
159 Bab. 159 Kerajaan Alas Amarta
160 Bab. 160 Ayo kita Pulang..!
161 Bab. 161 Menikah
162 Bab. 162 MP
163 Bab. 163 MP ( episode 2)
164 Bab. 164 Panggilan Pangeran Arkana
165 Bab. 165 Bangunlah dari Mimpi Burukmu
166 Bab. 166 Sate Padang
167 Bab.167 Pedang dan Cinta
Episodes

Updated 167 Episodes

1
Bab. 1 Pangeran Arkana
2
Bab. 2 Perjumpaan
3
Bab. 3 Penyerbuan Di Istana Bukit Malaikat
4
Bab. 4 Pandangan Mata Bathin Ki Anom
5
Bab. 5 Penglihatan Sang Pangeran
6
Bab. 6 Penglihatan Sang Pangeran ( Part 2 )
7
Bab. 7 Kisah Pedang Mata Malaikat
8
Bab. 8 Tumbal Darah Perawan ( Bagian 1 )
9
Bab. 9 Tumbal Darah Perawan ( Part 2 )
10
Bab. 10 Tumbal Darah perawan ( part 3 )
11
Bab. 11 Tumbal Darah Perawan (Part 4)
12
Bab. 12 Tumbal Darah Perawan ( Part 5)
13
Bab. 13 Tumbal Darah Perawan (Part 6)
14
Bab. 14 Tumbal Darah Perawan (Part 7)
15
Bab. 15 Tumbal Darah Perawan (Part 8)
16
Bab. 16 Tumbal Darah Perawan (Part 9)
17
Bab. 17 Dimensi ke Empat
18
Bab. 18 Nyi Ratu Blorong
19
Bab. 19 Zahra Menghilang
20
Bab. 20 Negeri di Negeri Tak Bertuan
21
Bab. 21 Negeri di Negeri tak Bertuan
22
Bab. 22 Dunia Cermin..
23
Bab. 23 Bertemu Zamura
24
Bab. 24 Makhluk Apakah Kamu..?
25
Bab. 25 Manusia Harimau
26
Bab. 26 Kutukan Lamma
27
Bab. 27 Ramalan Zaggart
28
Bab. 28 Buto Ijo (Part 1)
29
Bab. 29 Buto Ijo (Part 2)
30
Bab. 30 Buto Ijo ( Part 3 )
31
Bab. 31 Kejujuran Pangeran Khalied
32
Bab. 32 Roh Perawan Suci
33
Bab. 33 Roh Perawan Suci ( Part 2 )
34
Bab. 34 Roh Perawan Suci ( Part 3)
35
Bab. 35 Makhluk dari Neraka
36
Bab. 36 Kebinasaan Iblish pohon
37
Bab. 37 Cemburu...
38
Bab. 38 Gunung Hantu dan Gunung Siluman
39
Bab. 39 Perangkap Kalla
40
Bab. 40 Perangkap Kalla ( Part 2)
41
Bab. 41 Kristal Arwah
42
Bab. 42 Pertemuan Lima Bintang
43
Bab. 43 Makhluk Panghisap Darah
44
Bab. 44 Pertarungan dengan Nagini
45
Bab. 45
46
Bab. 46 Pertarungan dengan Nagini ( part 3)
47
Bab. 47 Pertarungan Dengan Nagini (Part 4)
48
Bab. 48 Aku Bahagia Bersamamu
49
Bab. 49 Kehilangan
50
Bab. 50
51
Bab. 51 Trubuks
52
Bab. 52 Ifrit
53
Bab. 53 Godaan
54
Bab. 54 Kita bagai langit dan Bumi
55
Bab. 55 Kapal Pengangkut Jiwa
56
Bab 56
57
Bab. 52 Kapal Pengangkut Jiwa ( Part 3 )
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
bab. 62 Bluma...
63
Bab. 63 Bluma ( Part 2 )
64
Bab. 64 Bluma ( Part 4)
65
Bab. 65 Kembalinya Nagini
66
Bab. 66
67
Bab. 67 Pedang Mata Malaikat
68
Bab. 68 Kembali ke Alam Dunia.
69
Bab. 69 Pulang.....
70
Bab. 70 Pulang ( Part 2 )
71
Bab. 71 Batu Lima Bintang
72
Bab. 72 Batu Lima Bintang ( Part 2 )
73
Bab. 73 Pintu Ke alam Dunia.
74
Bab. 74 Pertemuan Kembali
75
Bab. 75 Permintaan Sang Ayah
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78 Waktu yang Terhenti
79
Bab. 79
80
Bab. 80 Penghuni Hutan Alas Roban
81
Bab. 81
82
Bab. 82 Tumbal Berdarah
83
Bab. 83
84
Bab. 84 Serangan Gelap
85
Bab. 85 Talak
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88 Kematian Ki Bawut
89
Bab. 89
90
Bab. 90 Nayyara
91
Bab. 91 Kuntilanak
92
Bab. 92 Kuntilanak (Part 2 )
93
Bab. 93 Hilangnya Kania
94
Bab. 94 Pencarian Kania
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97 Pertarungan Berdarah
98
Bab. 98 Pertarungan Berdarah ( part 2 )
99
Bab. 99 Pertarungan Berdarah
100
Bab. 100 Kematian Iblis Merah
101
Bab. 101 Pertarungan Besar ( Part 1)
102
Bab. 102 Pertarungan Besar ( Part 2 )
103
Bab. 103 Pertarungan Besar ( Part 3)
104
Bab. 104 Waktu Yang Terhenti
105
Bab. 105 Waktu Yang Terhenti ( Part 2 )
106
Bab. 106 Menemukan Cinta Yang Hilang.
107
Bab. 107 Menemukan Cinta Yang Hilang.
108
Bab. 108 Pertemuan Kembali
109
BAB. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111 Andai waktu bisa Kembali
112
Bab. 112
113
Bab. 113 GUNDERUWO
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116 Janji Pangeran Arkana
117
Bab. 117 Perjanjian Keramat
118
Bab. 118 Perjanjian Keramat ( Part 2 )
119
Bab. 119 Kerasukan
120
Bab. 120 Akhir Untuk Bahar
121
Bab. 121 Ajakan Kencan ( Edisi Pangeran Khalied)
122
Bab. 122
123
Bab. 123 Mencintai Pangeran Khalied
124
Bab. 124 Kisah Putri Humaira
125
Bab. 125 Kisah Putri Humaira ( Part 2)
126
Bab. 126 Kisah Balqis
127
Bab. 127 Kisah Balqis ( Part 2 )
128
Bab. 128 Kisah Balqis ( Part 3 )
129
Bab. 129 Cintai Aku, Zyftar
130
Bab. 130 Hukuman
131
Bab. 131 Pernikahan
132
Bab. 132 Keberatan Pangeran Sa'if
133
Bab. 133 Kisah Zyftar, Jin Bermata Merah.
134
Bab. 134 Pangeran Kuda Putih
135
Bab. 135 Keluarga Kecil
136
Bab. 136 Kisah Di Awal Pagi
137
Bab. 137 Bertemu Mei Fang di Dunia Nyata.
138
Bab. 138 Kecemburuan Zahra...
139
Bab. 139 Menikahlah Dengan ku Zahra..
140
Bab. 140 Permohonan Pangeran Khalied
141
Bab. 141
142
Bab. 142 Karma Yang Tertinggal
143
Bab. 143 Karma Yang Tertinggal
144
Bab. 144 Batu Giok Setan
145
Bab. 145 Melamar Zahra
146
Bab. 146 Acara Lamaran
147
Bab. 147 Pangeran Serigala
148
Bab. 148
149
Bab. 149 Tanda Bakti Pangeran Fatan
150
Bab. 150 Putri Meizh Vs Pangeran Fatan.
151
Bab. 151 Pangeran Serigala Vs Naga Lembu Amur
152
Bab. 152
153
Bab. 153 Prahara Bulan Berdarah
154
Bab. 154 Penyerbuan Kawanan Serigala
155
Bab. 155 Kedatangan Musuh Lama
156
Bab. 156 Kematian Rawing
157
Bab. 157 Jangan Mandi Senja
158
Bab. 158 Kerajaan Alas Amarta.
159
Bab. 159 Kerajaan Alas Amarta
160
Bab. 160 Ayo kita Pulang..!
161
Bab. 161 Menikah
162
Bab. 162 MP
163
Bab. 163 MP ( episode 2)
164
Bab. 164 Panggilan Pangeran Arkana
165
Bab. 165 Bangunlah dari Mimpi Burukmu
166
Bab. 166 Sate Padang
167
Bab.167 Pedang dan Cinta

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!