"LEPASKAN GADIS ITU...!" seru sebuah suara.
Si Codet yang tengah berusaha untuk menggagahi Zahra tidak menghiraukan suara yang memperingatkan dirinya untuk melepaskan Zahra, gadis yang sedang berusaha dia gagahi. Dia terus saja berusaha memasukkan batang miliknya ke milik Zahra yang sempit.
"DASAR MANUSIA TERKUTUK..!! "bentak suara itu lagi.
BUG....
Tubuh telanjang Si Codet terlempar ke belakang dan jatuh membentur tembok.
Rupanya sebuah pukulan jarak jauh telah mengenai dirinya. Satu kesalahan yang dia buat. Karena nafsu iblis yang menguasai jiwanya hingga dirinya lengah. Akibatnya, dengan mudah dia di serang hingga tak mampu lagi mengelak dan membuatnya terlempar ke belakang. Lelaki bertubuh tegap dan berkulit sawo matang itu jatuh dengan sangat keras dan membentur tembok.
Si Codet bangun sambil menyeka darah yang mengalir dari sudut bibirnya. Seringai mengerikan terukir di ujung bibirnya yang kini sudah berwarna merah oleh darah yang keluar dari mulutnya.
"BEDEBAH...!! " umpatnya marah.
Dengan cepat Codet menyambar pakaian miliknya yang tergantung di dinding dan segera memakainya.
Kini lelaki itu bersiap - siap menghadapi lawannya yang sepertinya adalah sesuatu yang tidak terlihat oleh mata biasa.
"Cuih..., Hai kamu makhluk terkutuk..!Tampakkan dirimu kalau berani. Jangan bersembunyi seperti pengecut." ejek si Codet. Matanya liar mencari - cari ke setiap sudut ruangan. Makhluk seperti apa yang menyerang dirinya tadi.
Sepi....
Tak ada reaksi apa - apa. Codet seperti orang gila yang berbicara sendiri.
Merasa bahwa tak ada respon dari makhluk tak kasat mata yang ada di ruangan itu, akhirnya Si Codet pun duduk bersila dan meletakkan tangannya di depan dada. Memejamkan mata dan mencoba mengumpulkan konsentrasi dan tenaga inti cakranya untuk membuka mata bathin.
Dia sebenarnya sudah mengetahui makhluk seperti apa yang tadi menyerang dirinya. Namun, dia hanya ingin memastikan saja bahwa mahkluk itulah, yang kini sedang dia hadapi.
Nyali si Codet memanglah besar. Dia bukanlah preman yang bernyali pengecut seperti tikus got yang lari saat melihat kucing. Perkara makhluk astral ataupun sejenisnya, bukan lagi hal yang aneh dan seram. Codet sudah terlalu sering berhadapan dengan makhluk dari dunia ghaib yang beragam wujudnya. Bahkan yang paling seram seperti Banaspati sekalipun.
Benar saja, begitu mata batin lelaki itu terbuka, terlihatlah olehnya sesosok wujud makhluk tinggi besar yang mirip dengan gorila besar. Makhluk itu sedang menatap ke arah dirinya dengan pandangan marah.
Mata makhluk itu berwarna hitam pekat tanpa ada warna putih. Tampak sepasang taring panjang yang tajam menyembul di kiri kanan sudut bibirnya. Wajah makhluk itu benar-benar mengerikan.
"Begini ternyata wujud aslimu, hei kau makhluk terkutuk...!" seru Si Codet. Dia paham sekarang, ternyata dia berhadapan dengan sesosok jin.
"JANGAN GANGGU GADIS ITU..!" bentak makhluk di depannya dengan suara berat dan dalam.
" Rupanya kita berhadapan dengan makhluk jin yang ingin ikut campur urusan manusia."
Sekonyong-konyong Ki Boma, guru spiritual Si Codet muncul. Lelaki paruh baya itu langsung melancarkan ilmu Paku Bumi miliknya yang seketika membuat makhluk itu terkunci tak bisa lagi bergerak.
Ilmu Paku Bumi adalah ilmu tenaga dalam totok jarak jauh yang membuat orang atau sasaran yang di kenai tidak bisa bergerak atau berpindah tempat. Sasaran akan diam seperti di paku di tempatnya.
"Hahaha, sekarang makhluk itu tak bisa bergerak lagi. Ku akui, ide kamu untuk menjebak dan memancing makhluk itu untuk datang ke mari dengan cara menangkap gadis itu memang hebat, Codet. Sekali tepuk, dapat dua lalat." kata Ki Boma sambil tersenyum lebar.
"Sudah lama aku penasaran. Aku ingin tahu, seperti apa rasanya menaklukkan dan membunuh makhluk jin. Apakah makhluk seperti mereka bisa di bunuh..? " kata Ki Boma sambil melirik ke arah makhluk itu. Ki Boma lantas mengeluarkan keris Cakra Birawa miliknya dari balik bajunya.
"Mereka tidak abadi. Mereka memiliki kelemahan juga seperti kita.Dan satu lagi, Ki. Mereka juga doyan wanita cantik, hahahaha..." Keduanya tertawa terbahak-bahak mentertawakan makhluk itu.
Sementara itu, tanpa sepengetahuan Si Codet, diam - diam totokan di tubuh Zahra terbuka oleh suatu kekuatan yang tak terlihat. Zahra yang menyadari bahwa dia sudah bisa bergerak, langsung saja beringsut menjauh dari Si Codet yang dilihatnya sedang berbicara
Namun, baru saja gadis cantik berkulit putih mulus itu berniat ingin memungut pakaiannya yang tergeletak berserakan di lantai, Si Codet membuka mata dan melihatnya bergerak menjauh.
Si Codet langsung menyadari bahwa totokannya pada gadis itu sudah terlepas. Sontak saja, lelaki itu langsung bergerak cepat menyambar keris yang ada di dinding dan menarik tubuh Zahra ke dalam pelukannya. Lelaki itu kemudian menodongkan keris itu ke leher Zahra.
Zahra memekik ngeri ketika ujung keris itu kini sudah menyentuh kulit lehernya yang halus. Gadis cantik itu menangis menghiba dan minta untuk dilepaskan. Wajahnya pucat pasi saking takutnya.
Si Codet tersenyum licik seraya menarik rambut Zahra hingga kepala gadis cantik itu mendongak ke atas.
"Aku tahu, kamu menyukai wanita ini. Namun sayangnya, wanita ini sebentar lagi akan aku jadikan sebagai tumbal untuk ilmu kebal yang ku miliki. Darah perawan suci akan membuat kekuatanku semakin kuat. Ayo, bergerak kalau kamu bisa. Bebaskan wanita ini jika kamu mampu, hahaha.." Kata Si Codet sambil tersenyum mengejek ke arah Makhluk itu. Makhluk itu semakin menggeram marah.
Si Codet menekan ujung keris ke leher Zahra. Ujung keris itu masuk menembus kulit leher Zahra.
Wajah Zahra semakin pucat ketakutan ketika melihat darah yang menyembur keluar dari lehernya akibat luka tusukan keris.
Mata makhluk itu menatap nyalang ke arah Si Codet dan Ki Boma.
" Kalian akan menyesal telah melakukannya, manusia - manusia Jahanam...!!" bentak makhluk itu geram.
Darah yang keluar semakin banyak karena Si Codet menusukkan ujung keris ke leher Zahra semakin dalam dari sebelumnya.
Tubuh Zahra bergetar oleh rasa sakit yang teramat sangat di lehernya. Si Codet menusukkan keris tersebut tepat pada urat nadi di lehernya.
Srettt.... srettt...
Sekelebat cahaya putih berpendar dalam ruangan itu dan tiba-tiba sebelah tangan Ki Boma sudah terputus. Si Codet dan Ki Boma terperanjat tak menyangka kejadiannya akan secepat itu.
Terlebih Ki Boma. Lelaki itu menjerit hebat saat menyadari bahwa benda yang jatuh tergeletak di lantai itu adalah tangannya sendiri.
Belum lagi hilang rasa terkejut Ki Boma dan Si Codet, sesosok bayangan hitam muncul dari sudut ruangan. Bayangan itu semakin lama semakin membesar.
Ki Boma dan Si Codet terperangah. Sesosok pemuda yang sangat tampan berjalan menembus dinding rumah dan kemudian berdiri tepat di hadapan mereka. Tersenyum mengejek ke arah Si Codet dan Ki Boma yang menatap heran bercampur takjub pada pemuda itu. Siapa pemuda yang sangat tampan itu
" Katakan, bagaimana caranya kamu akan membunuhku?? Apakah dengan tangan ini...? " kata Pemuda itu seraya memungut potongan tangan Mi Boma tanpa menghilangkan guratan senyum di wajahnya. Lalu tiba-tiba, dia melemparkan potongan tangannya ke arah Makhluk itu.
Ajaib sekali, makhluk itu langsung bergerak dan menyambar potongan tangan tersebut lantas memakannya dengan rakus. "Makanlah, Zamura.. Sekali - sekali kamu harus merasakan bagaimana lezatnya makan tangan manusia pendosa seperti mereka... " kata Pemuda itu dingin.
"??
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 167 Episodes
Comments
Mr.VANO
mampus kau ki boma,,,ganggu cewek org sih,,,ya itu balasanny
2023-06-14
0
Mey herdi
novel sebagus ini sepi like
2023-03-22
0
Berdo'a saja
waah pengawal khalied
2023-02-01
0