Bab. 14 Tumbal Darah Perawan (Part 7)

"LEPASKAN GADIS ITU...!" seru sebuah suara.

Si Codet yang tengah berusaha untuk menggagahi Zahra tidak menghiraukan suara yang memperingatkan dirinya untuk melepaskan Zahra, gadis yang sedang berusaha dia gagahi. Dia terus saja berusaha memasukkan batang miliknya ke milik Zahra yang sempit.

"DASAR MANUSIA TERKUTUK..!! "bentak suara itu lagi.

BUG....

Tubuh telanjang Si Codet terlempar ke belakang dan jatuh membentur tembok.

Rupanya sebuah pukulan jarak jauh telah mengenai dirinya. Satu kesalahan yang dia buat. Karena nafsu iblis yang menguasai jiwanya hingga dirinya lengah. Akibatnya, dengan mudah dia di serang hingga tak mampu lagi mengelak dan membuatnya terlempar ke belakang. Lelaki bertubuh tegap dan berkulit sawo matang itu jatuh dengan sangat keras dan membentur tembok.

Si Codet bangun sambil menyeka darah yang mengalir dari sudut bibirnya. Seringai mengerikan terukir di ujung bibirnya yang kini sudah berwarna merah oleh darah yang keluar dari mulutnya.

"BEDEBAH...!! " umpatnya marah.

Dengan cepat Codet menyambar pakaian miliknya yang tergantung di dinding dan segera memakainya.

Kini lelaki itu bersiap - siap menghadapi lawannya yang sepertinya adalah sesuatu yang tidak terlihat oleh mata biasa.

"Cuih..., Hai kamu makhluk terkutuk..!Tampakkan dirimu kalau berani. Jangan bersembunyi seperti pengecut." ejek si Codet. Matanya liar mencari - cari ke setiap sudut ruangan. Makhluk seperti apa yang menyerang dirinya tadi.

Sepi....

Tak ada reaksi apa - apa. Codet seperti orang gila yang berbicara sendiri.

Merasa bahwa tak ada respon dari makhluk tak kasat mata yang ada di ruangan itu, akhirnya Si Codet pun duduk bersila dan meletakkan tangannya di depan dada. Memejamkan mata dan mencoba mengumpulkan konsentrasi dan tenaga inti cakranya untuk membuka mata bathin.

Dia sebenarnya sudah mengetahui makhluk seperti apa yang tadi menyerang dirinya. Namun, dia hanya ingin memastikan saja bahwa mahkluk itulah, yang kini sedang dia hadapi.

Nyali si Codet memanglah besar. Dia bukanlah preman yang bernyali pengecut seperti tikus got yang lari saat melihat kucing. Perkara makhluk astral ataupun sejenisnya, bukan lagi hal yang aneh dan seram. Codet sudah terlalu sering berhadapan dengan makhluk dari dunia ghaib yang beragam wujudnya. Bahkan yang paling seram seperti Banaspati sekalipun.

Benar saja, begitu mata batin lelaki itu terbuka, terlihatlah olehnya sesosok wujud makhluk tinggi besar yang mirip dengan gorila besar. Makhluk itu sedang menatap ke arah dirinya dengan pandangan marah.

Mata makhluk itu berwarna hitam pekat tanpa ada warna putih. Tampak sepasang taring panjang yang tajam menyembul di kiri kanan sudut bibirnya. Wajah makhluk itu benar-benar mengerikan.

"Begini ternyata wujud aslimu, hei kau makhluk terkutuk...!" seru Si Codet. Dia paham sekarang, ternyata dia berhadapan dengan sesosok jin.

"JANGAN GANGGU GADIS ITU..!" bentak makhluk di depannya dengan suara berat dan dalam.

" Rupanya kita berhadapan dengan makhluk jin yang ingin ikut campur urusan manusia."

Sekonyong-konyong Ki Boma, guru spiritual Si Codet muncul. Lelaki paruh baya itu langsung melancarkan ilmu Paku Bumi miliknya yang seketika membuat makhluk itu terkunci tak bisa lagi bergerak.

Ilmu Paku Bumi adalah ilmu tenaga dalam totok jarak jauh yang membuat orang atau sasaran yang di kenai tidak bisa bergerak atau berpindah tempat. Sasaran akan diam seperti di paku di tempatnya.

"Hahaha, sekarang makhluk itu tak bisa bergerak lagi. Ku akui, ide kamu untuk menjebak dan memancing makhluk itu untuk datang ke mari dengan cara menangkap gadis itu memang hebat, Codet. Sekali tepuk, dapat dua lalat." kata Ki Boma sambil tersenyum lebar.

"Sudah lama aku penasaran. Aku ingin tahu, seperti apa rasanya menaklukkan dan membunuh makhluk jin. Apakah makhluk seperti mereka bisa di bunuh..? " kata Ki Boma sambil melirik ke arah makhluk itu. Ki Boma lantas mengeluarkan keris Cakra Birawa miliknya dari balik bajunya.

"Mereka tidak abadi. Mereka memiliki kelemahan juga seperti kita.Dan satu lagi, Ki. Mereka juga doyan wanita cantik, hahahaha..." Keduanya tertawa terbahak-bahak mentertawakan makhluk itu.

Sementara itu, tanpa sepengetahuan Si Codet, diam - diam totokan di tubuh Zahra terbuka oleh suatu kekuatan yang tak terlihat. Zahra yang menyadari bahwa dia sudah bisa bergerak, langsung saja beringsut menjauh dari Si Codet yang dilihatnya sedang berbicara

Namun, baru saja gadis cantik berkulit putih mulus itu berniat ingin memungut pakaiannya yang tergeletak berserakan di lantai, Si Codet membuka mata dan melihatnya bergerak menjauh.

Si Codet langsung menyadari bahwa totokannya pada gadis itu sudah terlepas. Sontak saja, lelaki itu langsung bergerak cepat menyambar keris yang ada di dinding dan menarik tubuh Zahra ke dalam pelukannya. Lelaki itu kemudian menodongkan keris itu ke leher Zahra.

Zahra memekik ngeri ketika ujung keris itu kini sudah menyentuh kulit lehernya yang halus. Gadis cantik itu menangis menghiba dan minta untuk dilepaskan. Wajahnya pucat pasi saking takutnya.

Si Codet tersenyum licik seraya menarik rambut Zahra hingga kepala gadis cantik itu mendongak ke atas.

"Aku tahu, kamu menyukai wanita ini. Namun sayangnya, wanita ini sebentar lagi akan aku jadikan sebagai tumbal untuk ilmu kebal yang ku miliki. Darah perawan suci akan membuat kekuatanku semakin kuat. Ayo, bergerak kalau kamu bisa. Bebaskan wanita ini jika kamu mampu, hahaha.." Kata Si Codet sambil tersenyum mengejek ke arah Makhluk itu. Makhluk itu semakin menggeram marah.

Si Codet menekan ujung keris ke leher Zahra. Ujung keris itu masuk menembus kulit leher Zahra.

Wajah Zahra semakin pucat ketakutan ketika melihat darah yang menyembur keluar dari lehernya akibat luka tusukan keris.

Mata makhluk itu menatap nyalang ke arah Si Codet dan Ki Boma.

" Kalian akan menyesal telah melakukannya, manusia - manusia Jahanam...!!" bentak makhluk itu geram.

Darah yang keluar semakin banyak karena Si Codet menusukkan ujung keris ke leher Zahra semakin dalam dari sebelumnya.

Tubuh Zahra bergetar oleh rasa sakit yang teramat sangat di lehernya. Si Codet menusukkan keris tersebut tepat pada urat nadi di lehernya.

Srettt.... srettt...

Sekelebat cahaya putih berpendar dalam ruangan itu dan tiba-tiba sebelah tangan Ki Boma sudah terputus. Si Codet dan Ki Boma terperanjat tak menyangka kejadiannya akan secepat itu.

Terlebih Ki Boma. Lelaki itu menjerit hebat saat menyadari bahwa benda yang jatuh tergeletak di lantai itu adalah tangannya sendiri.

Belum lagi hilang rasa terkejut Ki Boma dan Si Codet, sesosok bayangan hitam muncul dari sudut ruangan. Bayangan itu semakin lama semakin membesar.

Ki Boma dan Si Codet terperangah. Sesosok pemuda yang sangat tampan berjalan menembus dinding rumah dan kemudian berdiri tepat di hadapan mereka. Tersenyum mengejek ke arah Si Codet dan Ki Boma yang menatap heran bercampur takjub pada pemuda itu. Siapa pemuda yang sangat tampan itu

" Katakan, bagaimana caranya kamu akan membunuhku?? Apakah dengan tangan ini...? " kata Pemuda itu seraya memungut potongan tangan Mi Boma tanpa menghilangkan guratan senyum di wajahnya. Lalu tiba-tiba, dia melemparkan potongan tangannya ke arah Makhluk itu.

Ajaib sekali, makhluk itu langsung bergerak dan menyambar potongan tangan tersebut lantas memakannya dengan rakus. "Makanlah, Zamura.. Sekali - sekali kamu harus merasakan bagaimana lezatnya makan tangan manusia pendosa seperti mereka... " kata Pemuda itu dingin.

"??

Terpopuler

Comments

Mr.VANO

Mr.VANO

mampus kau ki boma,,,ganggu cewek org sih,,,ya itu balasanny

2023-06-14

0

Mey herdi

Mey herdi

novel sebagus ini sepi like

2023-03-22

0

Berdo'a saja

Berdo'a saja

waah pengawal khalied

2023-02-01

0

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1 Pangeran Arkana
2 Bab. 2 Perjumpaan
3 Bab. 3 Penyerbuan Di Istana Bukit Malaikat
4 Bab. 4 Pandangan Mata Bathin Ki Anom
5 Bab. 5 Penglihatan Sang Pangeran
6 Bab. 6 Penglihatan Sang Pangeran ( Part 2 )
7 Bab. 7 Kisah Pedang Mata Malaikat
8 Bab. 8 Tumbal Darah Perawan ( Bagian 1 )
9 Bab. 9 Tumbal Darah Perawan ( Part 2 )
10 Bab. 10 Tumbal Darah perawan ( part 3 )
11 Bab. 11 Tumbal Darah Perawan (Part 4)
12 Bab. 12 Tumbal Darah Perawan ( Part 5)
13 Bab. 13 Tumbal Darah Perawan (Part 6)
14 Bab. 14 Tumbal Darah Perawan (Part 7)
15 Bab. 15 Tumbal Darah Perawan (Part 8)
16 Bab. 16 Tumbal Darah Perawan (Part 9)
17 Bab. 17 Dimensi ke Empat
18 Bab. 18 Nyi Ratu Blorong
19 Bab. 19 Zahra Menghilang
20 Bab. 20 Negeri di Negeri Tak Bertuan
21 Bab. 21 Negeri di Negeri tak Bertuan
22 Bab. 22 Dunia Cermin..
23 Bab. 23 Bertemu Zamura
24 Bab. 24 Makhluk Apakah Kamu..?
25 Bab. 25 Manusia Harimau
26 Bab. 26 Kutukan Lamma
27 Bab. 27 Ramalan Zaggart
28 Bab. 28 Buto Ijo (Part 1)
29 Bab. 29 Buto Ijo (Part 2)
30 Bab. 30 Buto Ijo ( Part 3 )
31 Bab. 31 Kejujuran Pangeran Khalied
32 Bab. 32 Roh Perawan Suci
33 Bab. 33 Roh Perawan Suci ( Part 2 )
34 Bab. 34 Roh Perawan Suci ( Part 3)
35 Bab. 35 Makhluk dari Neraka
36 Bab. 36 Kebinasaan Iblish pohon
37 Bab. 37 Cemburu...
38 Bab. 38 Gunung Hantu dan Gunung Siluman
39 Bab. 39 Perangkap Kalla
40 Bab. 40 Perangkap Kalla ( Part 2)
41 Bab. 41 Kristal Arwah
42 Bab. 42 Pertemuan Lima Bintang
43 Bab. 43 Makhluk Panghisap Darah
44 Bab. 44 Pertarungan dengan Nagini
45 Bab. 45
46 Bab. 46 Pertarungan dengan Nagini ( part 3)
47 Bab. 47 Pertarungan Dengan Nagini (Part 4)
48 Bab. 48 Aku Bahagia Bersamamu
49 Bab. 49 Kehilangan
50 Bab. 50
51 Bab. 51 Trubuks
52 Bab. 52 Ifrit
53 Bab. 53 Godaan
54 Bab. 54 Kita bagai langit dan Bumi
55 Bab. 55 Kapal Pengangkut Jiwa
56 Bab 56
57 Bab. 52 Kapal Pengangkut Jiwa ( Part 3 )
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 bab. 62 Bluma...
63 Bab. 63 Bluma ( Part 2 )
64 Bab. 64 Bluma ( Part 4)
65 Bab. 65 Kembalinya Nagini
66 Bab. 66
67 Bab. 67 Pedang Mata Malaikat
68 Bab. 68 Kembali ke Alam Dunia.
69 Bab. 69 Pulang.....
70 Bab. 70 Pulang ( Part 2 )
71 Bab. 71 Batu Lima Bintang
72 Bab. 72 Batu Lima Bintang ( Part 2 )
73 Bab. 73 Pintu Ke alam Dunia.
74 Bab. 74 Pertemuan Kembali
75 Bab. 75 Permintaan Sang Ayah
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78 Waktu yang Terhenti
79 Bab. 79
80 Bab. 80 Penghuni Hutan Alas Roban
81 Bab. 81
82 Bab. 82 Tumbal Berdarah
83 Bab. 83
84 Bab. 84 Serangan Gelap
85 Bab. 85 Talak
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88 Kematian Ki Bawut
89 Bab. 89
90 Bab. 90 Nayyara
91 Bab. 91 Kuntilanak
92 Bab. 92 Kuntilanak (Part 2 )
93 Bab. 93 Hilangnya Kania
94 Bab. 94 Pencarian Kania
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97 Pertarungan Berdarah
98 Bab. 98 Pertarungan Berdarah ( part 2 )
99 Bab. 99 Pertarungan Berdarah
100 Bab. 100 Kematian Iblis Merah
101 Bab. 101 Pertarungan Besar ( Part 1)
102 Bab. 102 Pertarungan Besar ( Part 2 )
103 Bab. 103 Pertarungan Besar ( Part 3)
104 Bab. 104 Waktu Yang Terhenti
105 Bab. 105 Waktu Yang Terhenti ( Part 2 )
106 Bab. 106 Menemukan Cinta Yang Hilang.
107 Bab. 107 Menemukan Cinta Yang Hilang.
108 Bab. 108 Pertemuan Kembali
109 BAB. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111 Andai waktu bisa Kembali
112 Bab. 112
113 Bab. 113 GUNDERUWO
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116 Janji Pangeran Arkana
117 Bab. 117 Perjanjian Keramat
118 Bab. 118 Perjanjian Keramat ( Part 2 )
119 Bab. 119 Kerasukan
120 Bab. 120 Akhir Untuk Bahar
121 Bab. 121 Ajakan Kencan ( Edisi Pangeran Khalied)
122 Bab. 122
123 Bab. 123 Mencintai Pangeran Khalied
124 Bab. 124 Kisah Putri Humaira
125 Bab. 125 Kisah Putri Humaira ( Part 2)
126 Bab. 126 Kisah Balqis
127 Bab. 127 Kisah Balqis ( Part 2 )
128 Bab. 128 Kisah Balqis ( Part 3 )
129 Bab. 129 Cintai Aku, Zyftar
130 Bab. 130 Hukuman
131 Bab. 131 Pernikahan
132 Bab. 132 Keberatan Pangeran Sa'if
133 Bab. 133 Kisah Zyftar, Jin Bermata Merah.
134 Bab. 134 Pangeran Kuda Putih
135 Bab. 135 Keluarga Kecil
136 Bab. 136 Kisah Di Awal Pagi
137 Bab. 137 Bertemu Mei Fang di Dunia Nyata.
138 Bab. 138 Kecemburuan Zahra...
139 Bab. 139 Menikahlah Dengan ku Zahra..
140 Bab. 140 Permohonan Pangeran Khalied
141 Bab. 141
142 Bab. 142 Karma Yang Tertinggal
143 Bab. 143 Karma Yang Tertinggal
144 Bab. 144 Batu Giok Setan
145 Bab. 145 Melamar Zahra
146 Bab. 146 Acara Lamaran
147 Bab. 147 Pangeran Serigala
148 Bab. 148
149 Bab. 149 Tanda Bakti Pangeran Fatan
150 Bab. 150 Putri Meizh Vs Pangeran Fatan.
151 Bab. 151 Pangeran Serigala Vs Naga Lembu Amur
152 Bab. 152
153 Bab. 153 Prahara Bulan Berdarah
154 Bab. 154 Penyerbuan Kawanan Serigala
155 Bab. 155 Kedatangan Musuh Lama
156 Bab. 156 Kematian Rawing
157 Bab. 157 Jangan Mandi Senja
158 Bab. 158 Kerajaan Alas Amarta.
159 Bab. 159 Kerajaan Alas Amarta
160 Bab. 160 Ayo kita Pulang..!
161 Bab. 161 Menikah
162 Bab. 162 MP
163 Bab. 163 MP ( episode 2)
164 Bab. 164 Panggilan Pangeran Arkana
165 Bab. 165 Bangunlah dari Mimpi Burukmu
166 Bab. 166 Sate Padang
167 Bab.167 Pedang dan Cinta
Episodes

Updated 167 Episodes

1
Bab. 1 Pangeran Arkana
2
Bab. 2 Perjumpaan
3
Bab. 3 Penyerbuan Di Istana Bukit Malaikat
4
Bab. 4 Pandangan Mata Bathin Ki Anom
5
Bab. 5 Penglihatan Sang Pangeran
6
Bab. 6 Penglihatan Sang Pangeran ( Part 2 )
7
Bab. 7 Kisah Pedang Mata Malaikat
8
Bab. 8 Tumbal Darah Perawan ( Bagian 1 )
9
Bab. 9 Tumbal Darah Perawan ( Part 2 )
10
Bab. 10 Tumbal Darah perawan ( part 3 )
11
Bab. 11 Tumbal Darah Perawan (Part 4)
12
Bab. 12 Tumbal Darah Perawan ( Part 5)
13
Bab. 13 Tumbal Darah Perawan (Part 6)
14
Bab. 14 Tumbal Darah Perawan (Part 7)
15
Bab. 15 Tumbal Darah Perawan (Part 8)
16
Bab. 16 Tumbal Darah Perawan (Part 9)
17
Bab. 17 Dimensi ke Empat
18
Bab. 18 Nyi Ratu Blorong
19
Bab. 19 Zahra Menghilang
20
Bab. 20 Negeri di Negeri Tak Bertuan
21
Bab. 21 Negeri di Negeri tak Bertuan
22
Bab. 22 Dunia Cermin..
23
Bab. 23 Bertemu Zamura
24
Bab. 24 Makhluk Apakah Kamu..?
25
Bab. 25 Manusia Harimau
26
Bab. 26 Kutukan Lamma
27
Bab. 27 Ramalan Zaggart
28
Bab. 28 Buto Ijo (Part 1)
29
Bab. 29 Buto Ijo (Part 2)
30
Bab. 30 Buto Ijo ( Part 3 )
31
Bab. 31 Kejujuran Pangeran Khalied
32
Bab. 32 Roh Perawan Suci
33
Bab. 33 Roh Perawan Suci ( Part 2 )
34
Bab. 34 Roh Perawan Suci ( Part 3)
35
Bab. 35 Makhluk dari Neraka
36
Bab. 36 Kebinasaan Iblish pohon
37
Bab. 37 Cemburu...
38
Bab. 38 Gunung Hantu dan Gunung Siluman
39
Bab. 39 Perangkap Kalla
40
Bab. 40 Perangkap Kalla ( Part 2)
41
Bab. 41 Kristal Arwah
42
Bab. 42 Pertemuan Lima Bintang
43
Bab. 43 Makhluk Panghisap Darah
44
Bab. 44 Pertarungan dengan Nagini
45
Bab. 45
46
Bab. 46 Pertarungan dengan Nagini ( part 3)
47
Bab. 47 Pertarungan Dengan Nagini (Part 4)
48
Bab. 48 Aku Bahagia Bersamamu
49
Bab. 49 Kehilangan
50
Bab. 50
51
Bab. 51 Trubuks
52
Bab. 52 Ifrit
53
Bab. 53 Godaan
54
Bab. 54 Kita bagai langit dan Bumi
55
Bab. 55 Kapal Pengangkut Jiwa
56
Bab 56
57
Bab. 52 Kapal Pengangkut Jiwa ( Part 3 )
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
bab. 62 Bluma...
63
Bab. 63 Bluma ( Part 2 )
64
Bab. 64 Bluma ( Part 4)
65
Bab. 65 Kembalinya Nagini
66
Bab. 66
67
Bab. 67 Pedang Mata Malaikat
68
Bab. 68 Kembali ke Alam Dunia.
69
Bab. 69 Pulang.....
70
Bab. 70 Pulang ( Part 2 )
71
Bab. 71 Batu Lima Bintang
72
Bab. 72 Batu Lima Bintang ( Part 2 )
73
Bab. 73 Pintu Ke alam Dunia.
74
Bab. 74 Pertemuan Kembali
75
Bab. 75 Permintaan Sang Ayah
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78 Waktu yang Terhenti
79
Bab. 79
80
Bab. 80 Penghuni Hutan Alas Roban
81
Bab. 81
82
Bab. 82 Tumbal Berdarah
83
Bab. 83
84
Bab. 84 Serangan Gelap
85
Bab. 85 Talak
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88 Kematian Ki Bawut
89
Bab. 89
90
Bab. 90 Nayyara
91
Bab. 91 Kuntilanak
92
Bab. 92 Kuntilanak (Part 2 )
93
Bab. 93 Hilangnya Kania
94
Bab. 94 Pencarian Kania
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97 Pertarungan Berdarah
98
Bab. 98 Pertarungan Berdarah ( part 2 )
99
Bab. 99 Pertarungan Berdarah
100
Bab. 100 Kematian Iblis Merah
101
Bab. 101 Pertarungan Besar ( Part 1)
102
Bab. 102 Pertarungan Besar ( Part 2 )
103
Bab. 103 Pertarungan Besar ( Part 3)
104
Bab. 104 Waktu Yang Terhenti
105
Bab. 105 Waktu Yang Terhenti ( Part 2 )
106
Bab. 106 Menemukan Cinta Yang Hilang.
107
Bab. 107 Menemukan Cinta Yang Hilang.
108
Bab. 108 Pertemuan Kembali
109
BAB. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111 Andai waktu bisa Kembali
112
Bab. 112
113
Bab. 113 GUNDERUWO
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116 Janji Pangeran Arkana
117
Bab. 117 Perjanjian Keramat
118
Bab. 118 Perjanjian Keramat ( Part 2 )
119
Bab. 119 Kerasukan
120
Bab. 120 Akhir Untuk Bahar
121
Bab. 121 Ajakan Kencan ( Edisi Pangeran Khalied)
122
Bab. 122
123
Bab. 123 Mencintai Pangeran Khalied
124
Bab. 124 Kisah Putri Humaira
125
Bab. 125 Kisah Putri Humaira ( Part 2)
126
Bab. 126 Kisah Balqis
127
Bab. 127 Kisah Balqis ( Part 2 )
128
Bab. 128 Kisah Balqis ( Part 3 )
129
Bab. 129 Cintai Aku, Zyftar
130
Bab. 130 Hukuman
131
Bab. 131 Pernikahan
132
Bab. 132 Keberatan Pangeran Sa'if
133
Bab. 133 Kisah Zyftar, Jin Bermata Merah.
134
Bab. 134 Pangeran Kuda Putih
135
Bab. 135 Keluarga Kecil
136
Bab. 136 Kisah Di Awal Pagi
137
Bab. 137 Bertemu Mei Fang di Dunia Nyata.
138
Bab. 138 Kecemburuan Zahra...
139
Bab. 139 Menikahlah Dengan ku Zahra..
140
Bab. 140 Permohonan Pangeran Khalied
141
Bab. 141
142
Bab. 142 Karma Yang Tertinggal
143
Bab. 143 Karma Yang Tertinggal
144
Bab. 144 Batu Giok Setan
145
Bab. 145 Melamar Zahra
146
Bab. 146 Acara Lamaran
147
Bab. 147 Pangeran Serigala
148
Bab. 148
149
Bab. 149 Tanda Bakti Pangeran Fatan
150
Bab. 150 Putri Meizh Vs Pangeran Fatan.
151
Bab. 151 Pangeran Serigala Vs Naga Lembu Amur
152
Bab. 152
153
Bab. 153 Prahara Bulan Berdarah
154
Bab. 154 Penyerbuan Kawanan Serigala
155
Bab. 155 Kedatangan Musuh Lama
156
Bab. 156 Kematian Rawing
157
Bab. 157 Jangan Mandi Senja
158
Bab. 158 Kerajaan Alas Amarta.
159
Bab. 159 Kerajaan Alas Amarta
160
Bab. 160 Ayo kita Pulang..!
161
Bab. 161 Menikah
162
Bab. 162 MP
163
Bab. 163 MP ( episode 2)
164
Bab. 164 Panggilan Pangeran Arkana
165
Bab. 165 Bangunlah dari Mimpi Burukmu
166
Bab. 166 Sate Padang
167
Bab.167 Pedang dan Cinta

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!