Bab. 9 Tumbal Darah Perawan ( Part 2 )

Zahra menoleh ke arah datangnya suara. Tampak olehnya, pemuda yang menolongnya beberapa hari yang lalu kini telah berdiri beberapa meter jaraknya di belakang tubuhnya.

" Khalied...?! "

"Eh, maksudnya tuan Khalied... "

Pangeran Khalied menghampiri Zahra yang masih berdiri terpaku menatapnya.

"Sedang memikirkan aku..? " tanya Pangeran Khalied. Tatapan matanya menghujam langsung ke manik mata Zahra.

Zahra menjadi gugup dan salah tingkah. Jantungnya berdegup kencang. "Oh Tuhan... bagaimana mungkin cowok ini bisa tahu, kalau aku sedang memikirkan dirinya? " tanya Zahra dalam hati.

" Tak usah kau pikirkan bagaimana aku bisa tahu bahwa kamu sedang memikirkan diriku. Yang ingin ku tanyakan, ada apa? " tanya Pangeran Khalied lagi.

Ada kegusaran dalam diri pangeran muda itu karena tak bisa menebak isi hati wanita di depannya.

Padahal seperti halnya ayah dan neneknya, Pangeran Khalied selalu bisa membaca isi hati dan pikiran lawan bicaranya. Namun, dengan Zahra adalah pengecualian.

Tadi, dia hanya kebetulan saja menebak isi hati gadis di depannya itu karena melihat Zahra yang sebentar - sebentar menoleh ke belakang.

Dan ternyata, meskipun gadis itu tidak menjawabnya, namun dari sikap dan sorot matanya, dia bisa melihat bahwa gadis itu sedang memikirkan keberadaan dirinya.

Zahra semakin gugup. Kepalang basah dirinya ketahuan sedang memikirkan pemuda di depannya, akhirnya gadis cantik berwajah sendu itu akhirnya menjawab.

" Tidak ada, aku hanya ingin berterima kasih kepadamu, tuan... "

"Jangan panggil aku dengan sebutan itu...! " potong Pangeran Khalied cepat dengan intonasi suara yang sedikit meninggi. Dia menjadi semakin gusar. Yang terjadi kemudian adalah mata pemuda itu menyala merah dan taringnya menjadi semakin panjang.

Tenggorokan Zahra seperti tercekik. Untuk sesaat nyali Zahra menjadi ciut. Benar dugaannya, bahwa pemuda ini bukanlah pemuda biasa. Bisa jadi, dia juga bukan manusia biasa. Kakinya seakan di selimuti balok es, membeku.

Tapi kemudian, sebuah keyakinan dalam dirinya timbul, bahwa apapun wujud pemuda itu, dia tak akan mungkin melukai Zahra apalagi membunuhnya.

Karena andai saja dia berniat untuk melukai Zahra, maka sudah sejak beberapa hari yang lalu hal itu dia lakukan. Karena amatlah mudah bagi pemuda itu mengalahkan anak buah si Codet, maka hal yang sama berlaku juga untuk dirinya.

"Maafkan, aku. Aku tak bisa mengontrol diriku. Tak perlu memanggilku tuan, cukup Khalied saja.." suara Pangeran Khalied berubah menjadi lunak saat Pangeran muda itu menyadari akan perubahan raut wajah Zahra. 'Pasti dia sangat ketakutan saat melihatku tadi...!' kata Pangeran Khalied dalam hati.

Zahra terdiam, lalu kemudian berucap. "Aku mau mengucapkan terima kasih padamu, Kak. Berkat pil yang kakak berikan untuk ibuku, kini keadaan ibuku sudah kembali sehat seperti sedia kala."

Pangeran Khalied tercengang. Panggilan 'kakak' yang ditujukan Gadis itu untuk dirinya, membuat Pangeran Khalied merasa berbeda. Ada bunga - bunga di hatinya. Seketika, matanya yang berwarna merah berubah warna menjadi kuning.

Kini mata pangeran tampan itu makin bersinar-bersinar di tengah-tengah kegelapan malam.

" Ah, itu. Hal kecil seperti itu tidak usah terlalu dibuat besar. Alhamdulillah, kalau Ibumu sudah kembali sehat. Aku ikut senang... " kata Pangeran Khalied sambil tersipu malu. Baru kali ini ada seorang anak manusia yang mengucapkan terima kasih kepadanya.

Zahra ikut tersenyum seraya menatap Pangeran Khalied.

"Kak, matamu bisa berubah warna menjadi kuning. Ajaib sekali...! Baru kali ini aku melihat orang yang matanya bisa berganti warna." tunjuk Zahra pada Pangeran Khalied.

"Itu karena hatiku sedang senang atau pun bahagia." jawabnya.

Pangeran Khalied dan Zahra lalu berjalan beriringan menyusuri jalan menuju ke rumah Zahra.

"Lucu sekali, kakak ini. Warna matanya dipengaruhi oleh suasana hatinya. Apa kak Khalied itu sejenis mutan...?" tanya Zahra.

Dia teringat cerita di film yang pernah dia lihat tentang mutan. Makhluk yang memiliki kekuatan melebihi manusia biasa. Salah satu pemeran mutan wanitanya memiliki mata yang bisa berubah menjadi bermacam warna sesuai di warna tubuhnya.

"Jadi kalau warna mata kakak hitam. Artinya apa, Kak? " tanya Zahra.

" Itu adalah kematian bagi yang melihatnya." kata Pangeran Khalied. Zahra bergidik mendengarnya.

"Mata bangsa kami umumnya berwarna seperti mata kucing dengan bintik terang di tengah. Namun jika warna mata kami berubah hitam semua, itu artinya kami berada pada puncaknya amarah, sehingga amatlah berbahaya bagi kalian untuk mendekat."

"Bangsa kami...? Apakah maksudnya.. bangsa kakak dan bangsaku berbeda? Apakah kakak berasal dari negara lain?" tanya Zahra dengan polosnya.

Pangeran Khalied tersenyum mendengar pertanyaan Zahra.

"Bukan itu yang kumaksud, bangsa kami adalah bangsa... "

"Zahra.....! "

Zahra menoleh dan mendapati ibunya sudah berdiri di depannya. Ternyata dia sudah sampai di depan rumahnya. Saat Zahra menoleh ke samping, Pangeran Khalied sudah tak ada lagi di sebelahnya.

"Kamu bicara dengan siapa tadi..?" tanya Ibu Suri, ibunya Zahra.

"Ibu kok tahu, aku sedang berbicara dengan seseorang...? "

" Ibu mendengar suara kamu yang sedang bercakap-cakap dengan seseorang. Ibu pikir ada tamu, jadi Ibu keluar untuk melihat. Tapi.. ibu lihat kamu sendiri saja. Apa tamunya sudah pulang...? " tanya ibunya lagi.

" Iya, tamunya sudah pulang... " jawab Zahra. 'Aneh, kak Khalied cepat sekali jalannya. Aku sampai tak lihat dia pergi.. ' kata Zahra dalam hati.

 

Sementara itu, di markas si Codet. Beberapa orang anak buah si Codet terlihat sedang berkumpul di sana. Termasuk kelima pemuda yang beberapa hari yang lalu berniat hendak memperkosa Zahra. Mereka sedang menunggu kedatangan bos mereka. Siapa lagi kalau bukan si Codet.

"Gila, gue masih kebayang sama kejadian beberapa hari yang lalu. Sampai detik ini, gue jadi takut kalo pergi keluar rumah sendirian, apalagi pada malam hari. Ngeeri gue.. " kata seseorang yang di wajahnya terdapat bekas luka pada temannya yang berambut gondrong.

"Muke lo aja yang seram, Bon. Tapi hatimu hello kitty. Masa, begitu saja takut.. " celetuk temannya yang lain pada orang yang dipanggil Bono itu.

"Aah, Bang Jun. Abang kagak ngalamin yang kite - kite alamin. Coba kalo abang yang di sana. Abang juga bakalan mati berdiri... " tukas Bono. Keempat temannya yang lain mengangguk mengiyakan.

"Alaah, cemen. Bilang aja lo semua takut... " ejek lelaki yang dipanggil Bang Jun itu.

"Serah, Abang, dah. Yang jelas, kite - kite semua sudah ngalamin, melihat dengan mata kepala sendiri. Ada manusia yang bisa berubah menjadi makhluk yang menyeramkan. Dia bisa terbang dan memiliki taring yang panjang. Seperti vampir - vampir yang ada di film itu.. " jelas pemuda yang berambut gondrong.

"Ah, elo pade kebanyakan nonton film hantu. Mana ada zaman sekarang makhluk seperti itu. Yang begitu cuma ada di film - film saja. Jangan - jangan lo semua pada ngarang cerite.." kata Bang Jun lagi.

" Kita kagak ngarang, Bang. Ini nyata. Kalo abang masih tak percaya juga, kita semua ini yang jadi saksinya.. " kata Agus. Pemuda yang berbadan kurus ceking.

" Saksi apa.....? " tanya seseorang tiba-tiba.

Serentak semuanya menoleh dan langsung terdiam..

" BOS.. "

Terpopuler

Comments

Feisya Caca

Feisya Caca

ketagihan banget ceritanya kak 💓

2023-05-08

0

Berdo'a saja

Berdo'a saja

mau komen apa yaa

2023-02-01

0

nor hidayah

nor hidayah

Hahahahah...comel sekali bidalan..hati hello kitty..

2022-12-28

1

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1 Pangeran Arkana
2 Bab. 2 Perjumpaan
3 Bab. 3 Penyerbuan Di Istana Bukit Malaikat
4 Bab. 4 Pandangan Mata Bathin Ki Anom
5 Bab. 5 Penglihatan Sang Pangeran
6 Bab. 6 Penglihatan Sang Pangeran ( Part 2 )
7 Bab. 7 Kisah Pedang Mata Malaikat
8 Bab. 8 Tumbal Darah Perawan ( Bagian 1 )
9 Bab. 9 Tumbal Darah Perawan ( Part 2 )
10 Bab. 10 Tumbal Darah perawan ( part 3 )
11 Bab. 11 Tumbal Darah Perawan (Part 4)
12 Bab. 12 Tumbal Darah Perawan ( Part 5)
13 Bab. 13 Tumbal Darah Perawan (Part 6)
14 Bab. 14 Tumbal Darah Perawan (Part 7)
15 Bab. 15 Tumbal Darah Perawan (Part 8)
16 Bab. 16 Tumbal Darah Perawan (Part 9)
17 Bab. 17 Dimensi ke Empat
18 Bab. 18 Nyi Ratu Blorong
19 Bab. 19 Zahra Menghilang
20 Bab. 20 Negeri di Negeri Tak Bertuan
21 Bab. 21 Negeri di Negeri tak Bertuan
22 Bab. 22 Dunia Cermin..
23 Bab. 23 Bertemu Zamura
24 Bab. 24 Makhluk Apakah Kamu..?
25 Bab. 25 Manusia Harimau
26 Bab. 26 Kutukan Lamma
27 Bab. 27 Ramalan Zaggart
28 Bab. 28 Buto Ijo (Part 1)
29 Bab. 29 Buto Ijo (Part 2)
30 Bab. 30 Buto Ijo ( Part 3 )
31 Bab. 31 Kejujuran Pangeran Khalied
32 Bab. 32 Roh Perawan Suci
33 Bab. 33 Roh Perawan Suci ( Part 2 )
34 Bab. 34 Roh Perawan Suci ( Part 3)
35 Bab. 35 Makhluk dari Neraka
36 Bab. 36 Kebinasaan Iblish pohon
37 Bab. 37 Cemburu...
38 Bab. 38 Gunung Hantu dan Gunung Siluman
39 Bab. 39 Perangkap Kalla
40 Bab. 40 Perangkap Kalla ( Part 2)
41 Bab. 41 Kristal Arwah
42 Bab. 42 Pertemuan Lima Bintang
43 Bab. 43 Makhluk Panghisap Darah
44 Bab. 44 Pertarungan dengan Nagini
45 Bab. 45
46 Bab. 46 Pertarungan dengan Nagini ( part 3)
47 Bab. 47 Pertarungan Dengan Nagini (Part 4)
48 Bab. 48 Aku Bahagia Bersamamu
49 Bab. 49 Kehilangan
50 Bab. 50
51 Bab. 51 Trubuks
52 Bab. 52 Ifrit
53 Bab. 53 Godaan
54 Bab. 54 Kita bagai langit dan Bumi
55 Bab. 55 Kapal Pengangkut Jiwa
56 Bab 56
57 Bab. 52 Kapal Pengangkut Jiwa ( Part 3 )
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 bab. 62 Bluma...
63 Bab. 63 Bluma ( Part 2 )
64 Bab. 64 Bluma ( Part 4)
65 Bab. 65 Kembalinya Nagini
66 Bab. 66
67 Bab. 67 Pedang Mata Malaikat
68 Bab. 68 Kembali ke Alam Dunia.
69 Bab. 69 Pulang.....
70 Bab. 70 Pulang ( Part 2 )
71 Bab. 71 Batu Lima Bintang
72 Bab. 72 Batu Lima Bintang ( Part 2 )
73 Bab. 73 Pintu Ke alam Dunia.
74 Bab. 74 Pertemuan Kembali
75 Bab. 75 Permintaan Sang Ayah
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78 Waktu yang Terhenti
79 Bab. 79
80 Bab. 80 Penghuni Hutan Alas Roban
81 Bab. 81
82 Bab. 82 Tumbal Berdarah
83 Bab. 83
84 Bab. 84 Serangan Gelap
85 Bab. 85 Talak
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88 Kematian Ki Bawut
89 Bab. 89
90 Bab. 90 Nayyara
91 Bab. 91 Kuntilanak
92 Bab. 92 Kuntilanak (Part 2 )
93 Bab. 93 Hilangnya Kania
94 Bab. 94 Pencarian Kania
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97 Pertarungan Berdarah
98 Bab. 98 Pertarungan Berdarah ( part 2 )
99 Bab. 99 Pertarungan Berdarah
100 Bab. 100 Kematian Iblis Merah
101 Bab. 101 Pertarungan Besar ( Part 1)
102 Bab. 102 Pertarungan Besar ( Part 2 )
103 Bab. 103 Pertarungan Besar ( Part 3)
104 Bab. 104 Waktu Yang Terhenti
105 Bab. 105 Waktu Yang Terhenti ( Part 2 )
106 Bab. 106 Menemukan Cinta Yang Hilang.
107 Bab. 107 Menemukan Cinta Yang Hilang.
108 Bab. 108 Pertemuan Kembali
109 BAB. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111 Andai waktu bisa Kembali
112 Bab. 112
113 Bab. 113 GUNDERUWO
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116 Janji Pangeran Arkana
117 Bab. 117 Perjanjian Keramat
118 Bab. 118 Perjanjian Keramat ( Part 2 )
119 Bab. 119 Kerasukan
120 Bab. 120 Akhir Untuk Bahar
121 Bab. 121 Ajakan Kencan ( Edisi Pangeran Khalied)
122 Bab. 122
123 Bab. 123 Mencintai Pangeran Khalied
124 Bab. 124 Kisah Putri Humaira
125 Bab. 125 Kisah Putri Humaira ( Part 2)
126 Bab. 126 Kisah Balqis
127 Bab. 127 Kisah Balqis ( Part 2 )
128 Bab. 128 Kisah Balqis ( Part 3 )
129 Bab. 129 Cintai Aku, Zyftar
130 Bab. 130 Hukuman
131 Bab. 131 Pernikahan
132 Bab. 132 Keberatan Pangeran Sa'if
133 Bab. 133 Kisah Zyftar, Jin Bermata Merah.
134 Bab. 134 Pangeran Kuda Putih
135 Bab. 135 Keluarga Kecil
136 Bab. 136 Kisah Di Awal Pagi
137 Bab. 137 Bertemu Mei Fang di Dunia Nyata.
138 Bab. 138 Kecemburuan Zahra...
139 Bab. 139 Menikahlah Dengan ku Zahra..
140 Bab. 140 Permohonan Pangeran Khalied
141 Bab. 141
142 Bab. 142 Karma Yang Tertinggal
143 Bab. 143 Karma Yang Tertinggal
144 Bab. 144 Batu Giok Setan
145 Bab. 145 Melamar Zahra
146 Bab. 146 Acara Lamaran
147 Bab. 147 Pangeran Serigala
148 Bab. 148
149 Bab. 149 Tanda Bakti Pangeran Fatan
150 Bab. 150 Putri Meizh Vs Pangeran Fatan.
151 Bab. 151 Pangeran Serigala Vs Naga Lembu Amur
152 Bab. 152
153 Bab. 153 Prahara Bulan Berdarah
154 Bab. 154 Penyerbuan Kawanan Serigala
155 Bab. 155 Kedatangan Musuh Lama
156 Bab. 156 Kematian Rawing
157 Bab. 157 Jangan Mandi Senja
158 Bab. 158 Kerajaan Alas Amarta.
159 Bab. 159 Kerajaan Alas Amarta
160 Bab. 160 Ayo kita Pulang..!
161 Bab. 161 Menikah
162 Bab. 162 MP
163 Bab. 163 MP ( episode 2)
164 Bab. 164 Panggilan Pangeran Arkana
165 Bab. 165 Bangunlah dari Mimpi Burukmu
166 Bab. 166 Sate Padang
167 Bab.167 Pedang dan Cinta
Episodes

Updated 167 Episodes

1
Bab. 1 Pangeran Arkana
2
Bab. 2 Perjumpaan
3
Bab. 3 Penyerbuan Di Istana Bukit Malaikat
4
Bab. 4 Pandangan Mata Bathin Ki Anom
5
Bab. 5 Penglihatan Sang Pangeran
6
Bab. 6 Penglihatan Sang Pangeran ( Part 2 )
7
Bab. 7 Kisah Pedang Mata Malaikat
8
Bab. 8 Tumbal Darah Perawan ( Bagian 1 )
9
Bab. 9 Tumbal Darah Perawan ( Part 2 )
10
Bab. 10 Tumbal Darah perawan ( part 3 )
11
Bab. 11 Tumbal Darah Perawan (Part 4)
12
Bab. 12 Tumbal Darah Perawan ( Part 5)
13
Bab. 13 Tumbal Darah Perawan (Part 6)
14
Bab. 14 Tumbal Darah Perawan (Part 7)
15
Bab. 15 Tumbal Darah Perawan (Part 8)
16
Bab. 16 Tumbal Darah Perawan (Part 9)
17
Bab. 17 Dimensi ke Empat
18
Bab. 18 Nyi Ratu Blorong
19
Bab. 19 Zahra Menghilang
20
Bab. 20 Negeri di Negeri Tak Bertuan
21
Bab. 21 Negeri di Negeri tak Bertuan
22
Bab. 22 Dunia Cermin..
23
Bab. 23 Bertemu Zamura
24
Bab. 24 Makhluk Apakah Kamu..?
25
Bab. 25 Manusia Harimau
26
Bab. 26 Kutukan Lamma
27
Bab. 27 Ramalan Zaggart
28
Bab. 28 Buto Ijo (Part 1)
29
Bab. 29 Buto Ijo (Part 2)
30
Bab. 30 Buto Ijo ( Part 3 )
31
Bab. 31 Kejujuran Pangeran Khalied
32
Bab. 32 Roh Perawan Suci
33
Bab. 33 Roh Perawan Suci ( Part 2 )
34
Bab. 34 Roh Perawan Suci ( Part 3)
35
Bab. 35 Makhluk dari Neraka
36
Bab. 36 Kebinasaan Iblish pohon
37
Bab. 37 Cemburu...
38
Bab. 38 Gunung Hantu dan Gunung Siluman
39
Bab. 39 Perangkap Kalla
40
Bab. 40 Perangkap Kalla ( Part 2)
41
Bab. 41 Kristal Arwah
42
Bab. 42 Pertemuan Lima Bintang
43
Bab. 43 Makhluk Panghisap Darah
44
Bab. 44 Pertarungan dengan Nagini
45
Bab. 45
46
Bab. 46 Pertarungan dengan Nagini ( part 3)
47
Bab. 47 Pertarungan Dengan Nagini (Part 4)
48
Bab. 48 Aku Bahagia Bersamamu
49
Bab. 49 Kehilangan
50
Bab. 50
51
Bab. 51 Trubuks
52
Bab. 52 Ifrit
53
Bab. 53 Godaan
54
Bab. 54 Kita bagai langit dan Bumi
55
Bab. 55 Kapal Pengangkut Jiwa
56
Bab 56
57
Bab. 52 Kapal Pengangkut Jiwa ( Part 3 )
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
bab. 62 Bluma...
63
Bab. 63 Bluma ( Part 2 )
64
Bab. 64 Bluma ( Part 4)
65
Bab. 65 Kembalinya Nagini
66
Bab. 66
67
Bab. 67 Pedang Mata Malaikat
68
Bab. 68 Kembali ke Alam Dunia.
69
Bab. 69 Pulang.....
70
Bab. 70 Pulang ( Part 2 )
71
Bab. 71 Batu Lima Bintang
72
Bab. 72 Batu Lima Bintang ( Part 2 )
73
Bab. 73 Pintu Ke alam Dunia.
74
Bab. 74 Pertemuan Kembali
75
Bab. 75 Permintaan Sang Ayah
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78 Waktu yang Terhenti
79
Bab. 79
80
Bab. 80 Penghuni Hutan Alas Roban
81
Bab. 81
82
Bab. 82 Tumbal Berdarah
83
Bab. 83
84
Bab. 84 Serangan Gelap
85
Bab. 85 Talak
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88 Kematian Ki Bawut
89
Bab. 89
90
Bab. 90 Nayyara
91
Bab. 91 Kuntilanak
92
Bab. 92 Kuntilanak (Part 2 )
93
Bab. 93 Hilangnya Kania
94
Bab. 94 Pencarian Kania
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97 Pertarungan Berdarah
98
Bab. 98 Pertarungan Berdarah ( part 2 )
99
Bab. 99 Pertarungan Berdarah
100
Bab. 100 Kematian Iblis Merah
101
Bab. 101 Pertarungan Besar ( Part 1)
102
Bab. 102 Pertarungan Besar ( Part 2 )
103
Bab. 103 Pertarungan Besar ( Part 3)
104
Bab. 104 Waktu Yang Terhenti
105
Bab. 105 Waktu Yang Terhenti ( Part 2 )
106
Bab. 106 Menemukan Cinta Yang Hilang.
107
Bab. 107 Menemukan Cinta Yang Hilang.
108
Bab. 108 Pertemuan Kembali
109
BAB. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111 Andai waktu bisa Kembali
112
Bab. 112
113
Bab. 113 GUNDERUWO
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116 Janji Pangeran Arkana
117
Bab. 117 Perjanjian Keramat
118
Bab. 118 Perjanjian Keramat ( Part 2 )
119
Bab. 119 Kerasukan
120
Bab. 120 Akhir Untuk Bahar
121
Bab. 121 Ajakan Kencan ( Edisi Pangeran Khalied)
122
Bab. 122
123
Bab. 123 Mencintai Pangeran Khalied
124
Bab. 124 Kisah Putri Humaira
125
Bab. 125 Kisah Putri Humaira ( Part 2)
126
Bab. 126 Kisah Balqis
127
Bab. 127 Kisah Balqis ( Part 2 )
128
Bab. 128 Kisah Balqis ( Part 3 )
129
Bab. 129 Cintai Aku, Zyftar
130
Bab. 130 Hukuman
131
Bab. 131 Pernikahan
132
Bab. 132 Keberatan Pangeran Sa'if
133
Bab. 133 Kisah Zyftar, Jin Bermata Merah.
134
Bab. 134 Pangeran Kuda Putih
135
Bab. 135 Keluarga Kecil
136
Bab. 136 Kisah Di Awal Pagi
137
Bab. 137 Bertemu Mei Fang di Dunia Nyata.
138
Bab. 138 Kecemburuan Zahra...
139
Bab. 139 Menikahlah Dengan ku Zahra..
140
Bab. 140 Permohonan Pangeran Khalied
141
Bab. 141
142
Bab. 142 Karma Yang Tertinggal
143
Bab. 143 Karma Yang Tertinggal
144
Bab. 144 Batu Giok Setan
145
Bab. 145 Melamar Zahra
146
Bab. 146 Acara Lamaran
147
Bab. 147 Pangeran Serigala
148
Bab. 148
149
Bab. 149 Tanda Bakti Pangeran Fatan
150
Bab. 150 Putri Meizh Vs Pangeran Fatan.
151
Bab. 151 Pangeran Serigala Vs Naga Lembu Amur
152
Bab. 152
153
Bab. 153 Prahara Bulan Berdarah
154
Bab. 154 Penyerbuan Kawanan Serigala
155
Bab. 155 Kedatangan Musuh Lama
156
Bab. 156 Kematian Rawing
157
Bab. 157 Jangan Mandi Senja
158
Bab. 158 Kerajaan Alas Amarta.
159
Bab. 159 Kerajaan Alas Amarta
160
Bab. 160 Ayo kita Pulang..!
161
Bab. 161 Menikah
162
Bab. 162 MP
163
Bab. 163 MP ( episode 2)
164
Bab. 164 Panggilan Pangeran Arkana
165
Bab. 165 Bangunlah dari Mimpi Burukmu
166
Bab. 166 Sate Padang
167
Bab.167 Pedang dan Cinta

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!