Kemudian Pangeran Hasyeem mulai membaca seluruh pikiran Ki Anom dan dapat melihat dengan jelas seperti apa yang dilihat oleh Ki Anom.
Semuanya hancur dan binasa....
Dalam penglihatan Pangeran Hasyeem.......
Pasukan Iblis yang dipimpin oleh Raja Iblis Baal al Zubab akhirnya berhasil menerobos masuk ke istana Bukit Malaikat. Mereka berhasil membuka paksa pagar Ghaib yang menyelimuti istana Bukit Malaikat.
Mereka masuk melalui pintu gerbang istana. Pasukan itu terus bergerak maju dan melibas pasukan jin dan juga siluman yang berada dalam istana itu.
Terjadi pertempuran yang sengit antara pasukan pangeran Hasyeem dan pasukan Iblis yang di pimpin oleh Raja Iblis Baal.
"Allahu akbar...! Allahu akbar....!! Terdengar seruan jihad yang digemakan oleh sebagian tentara pasukan Pangeran Hasyeem yang beragama muslim. Mereka bergerak maju membendung musuh dengan bersenjata pedang perak dan juga tekad jihad yang kuat.
" Allah.... Allah.....! " Seru pasukan yang lainnya.
Meskipun pasukan Pangeran Hasyeem lebih sedikit, tapi mereka bukanlah pasukan biasa. Mereka pasukan terpilih dan memiliki banyak kesaktian. Maka pertarungan pun berjalan imbang.
Pedang Halilintar Pangeran Hasyeem dan Pedang Naga Jiwo milik Pangeran Alyan mengamuk dan membabat habis lawannya. Kedua Pedang yang haus darah itu karena lama tak digunakan, kini kembali meminum banyak darah korbannya. Meskipun kali ini yang diminum adalah darah Iblis yang berwarna hitam.
Raja Haizzar memimpin pasukan membendung musuh yang masuk dari gerbang Selatan. Raja jin yang meski pun sudah berumur ribuan tahun itu tetap gagah memimpin pertempuran.
" Dinda Aluna, awas...! " kata Pangeran Alyan ketika anak panah salah satu prajurit Iblis meluncur ke arah istrinya. Terlambat, sedetik kemudian anak panah itu telah menancap di bahu kanan Aluna.
Aluna mencabut anak panah yang menancap di bahunya. Darah berwarna biru ke luar dari bahunya. Hanya sekejap saja, kemudian darah berhenti mengalir bersamaan dengan luka di bahu Aluna yang lenyap tak meninggalkan jejak.
"Manusia abadi. Wanita itu meminum air keabadian..Hem, sangat menarik... " seru Raja Iblis Baal. " Aku mau wanita itu.. Tangkap wanita itu hidup - hidup..? " serunya kemudian.
Para prajurit Iblis kini bergerak mengepung Aluna. Wanita cantik yang selalu terlihat muda itu kini terkurung di tengah - tengah. Pangeran Haizzar dan Pangeran Arkana bergerak cepat menerobos kukungan itu untuk melindungi ibu mereka. Kini kedua pangeran dan ibunya berada di tengah - tengah kepungan para prajurit Iblis Raja Baal. Pertarungan pun tak terelakkan lagi. Seru dan sengit. Aluna dan kedua putranya, Pangeran Arkana dan Pangeran Haizzar bertempur dengan gagah berani.
Sementara itu, di sisi yang lain, tak ketinggalan Pangeran Azzura dan Istrinya. Mereka bahu membahu untuk mengalahkan musuh yang kian lama kian membuncah.
Mereka bertempur bersama ketiga pasang anak kembar mereka. Pangeran Arras dan Pangeran Hasbi, Pangeran Zatan dan Fatan. Yang terakhir adalah Si kembar Putri Malika dan Putri Zalika.
Mereka semua terlibat pertarungan yang sengit dengan Sammael, penguasa ketiga neraka ketujuh dan Pasukannya. Di samping itu, ada juga ki Anom. Guru Pangeran Hasyeem itu membantu Pangeran Azzura menghadapi Sammael yang merupakan Iblis yang sangat kuat dan bengis.
Pertarungan berlangsung sengit antara Sammael dan Pangeran Azzura serta istri dan anak-anak mereka yang di bantu oleh Ki Anom. Sampai pada suatu ketika, " Dinda Ambika, awas di belakangmu..!".teriak Pangeran Azzura pada sang istri. Namun sayangnya, Putri Ambika terlambat untuk mengelak serangan itu.
" Aghh.... Kanda....!! " Pedang Sammael, penguasa ke tiga neraka ketujuh menancap tepat di punggung putri Ambika dan menebus sampai dada. Putri perkasa itupun roboh bersimbah darah. Pangeran Arras dan Pangeran Hasbi langsung kalap saat melihat keadaan ibu mereka.
" Ibu... ! " Seru keduanya. Namun, mereka tak bisa mendekati sang Ibu karena mereka juga di kepung oleh pasukan Iblis.
Demikian juga halnya dengan Pangeran Zatan dan Fatan. Mereka sangat sedih melihat Ibu mereka tewas ditangan Sammael. Namun mereka tak berdaya, karena mereka pun kini sedang terdesak menghadapi pasukan Iblis yang menyerang mereka tanpa jeda.
" Aghh...! "
" Dinda Fatan...! " Seru Pangeran Zatan. Pangeran Zatan melihat adiknya itu sudah bermandikan darah karena terkena senjata prajurit Iblis dan pedang yang menembus tubuh sang Pangeran.
Pangeran Zatan mengamuk karena melihat sang adik yang tewas dengan tubuh penuh tusukan pedang. Dia tak bisa menerima kematian sang adik yang begitu mengenaskan.
Sementara itu, Putri Malika dan Putri Zalika yang mendengar berita kematian ibu mereka menjadi kehilangan fokus pada Pertempuran. Akibatnya putri Zalika dan Malika terluka akibat sabetan senjata tajam dari pihak lawan.
" Dinda.....!!! " Seru Pangeran Azzura. Tubuhnya bergetar melihat sang istri tersungkur dan kemudian diam tak bergerak.
Sammael tersenyum penuh kemenangan.
"Aku sudah membunuh wanita kesayanganmu dan anak lelakimu, Pangeran Azzura. Sekarang giliranmu.. "
Darah pangeran Azzura seketika mendidih melihat kematian anak dan istrinya. Kemarahan Pangeran itu seketika bangkit menyaksikan kematian sang istri dan anaknya di depan mata. Mata pangeran itu seketika berubah warna menjadi semerah darah. Pangeran Tampan itu langsung berubah wujud menjadi siluman Serigala Raksasa. Dia mengamuk dan membabat habis semua pasukan Iblis yang ada di dekatnya.
Sammael pun tak tinggal diam. Dia kembali mencabut pedangnya dan kini bergerak menghadang Pangeran Azzura yang kini telah berubah menjadi Siluman Serigala.
"Akan kuhabisi kau manusia serigala..." seringai Sammael sambil memamerkan giginya yang semuanya berbentuk taring tajam dan runcing.
Sementara Ki Anom, kini harus sibuk berhadapan dengan pasukan Iblis yang lain yang ingin menyerang ratu mereka, Ratu Asmi. Saat ini, Ratu Asmi dan putri Humaira sedang terdesak dan kerepotan menghadapi serangan prajurit Iblis yang menerobos memasuki istana.
" Tuanku, Ibu ratu dalam bahaya.. " kata Ki Anom pada Pangeran Hasyeem melalui ilmu telepati jarak jauh.
Pangeran Hasyeem cepat melesat terbang ke istana untuk melihat keadaan Asmi. Melihat Pangeran Hasyeem terbang melesat ke istana, maka Raja Iblis Baal pun ikut terbang mengejar Pangeran Hasyeem.
Di sisi lain, Andros dan Putri Aryyan bersama anak - anaknya yang masih remaja juga tengah bertempur mati-matian menghadapi keganasan pasukan Raja Iblis Baal yang tak mengenal ampun.
" Andros, kamu lindungi anak - anak. Aku ingin melihat keadaan ibuku.. "
" Pergilah, putri. Aku bisa mengatasi ini semua.. " kata Pangeran Andros.
Putri Arryan pun terbang mendekati istana yang kini sudah di penuhi oleh mayat-mayat prajurit baik prajurit musuh maupun prajurit mereka.
" Ibu Ratu, jumlah mereka semakin banyak..!" kata Putri Humaira. " Kita harus keluar dari istana ini. Ibu harus pergi sekarang juga meninggalkan tempat ini. Itu pesan ayah, Ibu Ratu.. "
"Tapi aku tak bisa meninggalkan Ayahmu, Humaira. Apapun yang terjadi, aku harus tetap bersama ayahmu. Aku tak peduli, jika harus mati, maka kami mati bersama.... " kata Asmi. Ditangannya masih mengenggam sebilah pedang yang kini sudah berlumuran darah musuh.
" Tapi, ibu Ratu.. " ucapan Putri Humaira terhenti saat dilihatnya Ayah melesat terbang ke arah mereka.
" Dinda Asmi, sayang, pergilah... aku mohon. Ini demi keselamatan kamu. Aku berjanji selesai perang ini aku akan menjemput kamu...! " Kata Pangeran Hasyeem kepada kekasih sekaligus istri tercintanya.
"Tapi, Pangeran... !" Asmi tak jadi meneruskan perkataannya karena kemunculan sosok mengerikan di hadapannya, Raja Iblis.
" Hem, lagi ada bangsa manusia. Aku mencium bau manusia pada wanita ini. Sama dengan wanita tadi. Wanita yang meminum air keabadian. Rupanya para wanita disini adalah wanita - wanita abadi. Aku menjadi sangat tertarik. Baru kali ini aku mengalami pertempuran yang didalamnya diikuti oleh wanita pemilik keabadian... " kata Raja Iblis sambil tertawa mengerikan.. Mulutnya terbuka lebar dan tampaklah semburan api dari mulut Raja Iblis. Hampir saja semburan api itu mengenai Asmi yang kini sudah berdiri di samping Pangeran Hasyeem. Putri Humaira yang berada di dekatnya seketika beringsut menjauhi kobaran api dari mulut Raja Iblis.
" Asmi sayang, pergilah sekarang juga. Biar aku yang menghadapi Iblis ini..?" seru Pangeran Hasyeem pada Asmi.
" Putri Humaira, cepat bawa ibu Ratu pergi dari sini. Selamatkan ibu Ratu sekarang juga....? "
" Baik, ayah.... "
" Tidak, Pangeran. Kau suamiku. Aku tidak bisa meninggalkan suamiku sementara dia berjuang mati - matian demi bangsa dan rakyatku. Biarlah... jika memang ajal sampai di sini, kita mati bersama, Pangeran.. " kata Asmi sambil berlinang air mata.
" Hahahaha.. sekarang aku tahu apa yang menjadi kelemahanmu, Pangeran Hasyeem...!" Kata Raja Iblis Baal.
?
?
?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 167 Episodes
Comments
Mr.VANO
ini la ujian cinta abadi,,,rela mati bersama pasanganny
2023-06-13
1
Feisya Caca
kirain perang beneran ternyata masih penglihatan Ki Anom
2023-04-02
0
Berdo'a saja
baru penglihatan belum perang beneran
2023-01-31
0