Bab. 5 Penglihatan Sang Pangeran

Kemudian Pangeran Hasyeem mulai membaca seluruh pikiran Ki Anom dan dapat melihat dengan jelas seperti apa yang dilihat oleh Ki Anom.

Semuanya hancur dan binasa....

Dalam penglihatan Pangeran Hasyeem.......

Pasukan Iblis yang dipimpin oleh Raja Iblis Baal al Zubab akhirnya berhasil menerobos masuk ke istana Bukit Malaikat. Mereka berhasil membuka paksa pagar Ghaib yang menyelimuti istana Bukit Malaikat.

Mereka masuk melalui pintu gerbang istana. Pasukan itu terus bergerak maju dan melibas pasukan jin dan juga siluman yang berada dalam istana itu.

Terjadi pertempuran yang sengit antara pasukan pangeran Hasyeem dan pasukan Iblis yang di pimpin oleh Raja Iblis Baal.

"Allahu akbar...! Allahu akbar....!! Terdengar seruan jihad yang digemakan oleh sebagian tentara pasukan Pangeran Hasyeem yang beragama muslim. Mereka bergerak maju membendung musuh dengan bersenjata pedang perak dan juga tekad jihad yang kuat.

" Allah.... Allah.....! " Seru pasukan yang lainnya.

Meskipun pasukan Pangeran Hasyeem lebih sedikit, tapi mereka bukanlah pasukan biasa. Mereka pasukan terpilih dan memiliki banyak kesaktian. Maka pertarungan pun berjalan imbang.

Pedang Halilintar Pangeran Hasyeem dan Pedang Naga Jiwo milik Pangeran Alyan mengamuk dan membabat habis lawannya. Kedua Pedang yang haus darah itu karena lama tak digunakan, kini kembali meminum banyak darah korbannya. Meskipun kali ini yang diminum adalah darah Iblis yang berwarna hitam.

Raja Haizzar memimpin pasukan membendung musuh yang masuk dari gerbang Selatan. Raja jin yang meski pun sudah berumur ribuan tahun itu tetap gagah memimpin pertempuran.

" Dinda Aluna, awas...! " kata Pangeran Alyan ketika anak panah salah satu prajurit Iblis meluncur ke arah istrinya. Terlambat, sedetik kemudian anak panah itu telah menancap di bahu kanan Aluna.

Aluna mencabut anak panah yang menancap di bahunya. Darah berwarna biru ke luar dari bahunya. Hanya sekejap saja, kemudian darah berhenti mengalir bersamaan dengan luka di bahu Aluna yang lenyap tak meninggalkan jejak.

"Manusia abadi. Wanita itu meminum air keabadian..Hem, sangat menarik... " seru Raja Iblis Baal. " Aku mau wanita itu.. Tangkap wanita itu hidup - hidup..? " serunya kemudian.

Para prajurit Iblis kini bergerak mengepung Aluna. Wanita cantik yang selalu terlihat muda itu kini terkurung di tengah - tengah. Pangeran Haizzar dan Pangeran Arkana bergerak cepat menerobos kukungan itu untuk melindungi ibu mereka. Kini kedua pangeran dan ibunya berada di tengah - tengah kepungan para prajurit Iblis Raja Baal. Pertarungan pun tak terelakkan lagi. Seru dan sengit. Aluna dan kedua putranya, Pangeran Arkana dan Pangeran Haizzar bertempur dengan gagah berani.

Sementara itu, di sisi yang lain, tak ketinggalan Pangeran Azzura dan Istrinya. Mereka bahu membahu untuk mengalahkan musuh yang kian lama kian membuncah.

Mereka bertempur bersama ketiga pasang anak kembar mereka. Pangeran Arras dan Pangeran Hasbi, Pangeran Zatan dan Fatan. Yang terakhir adalah Si kembar Putri Malika dan Putri Zalika.

Mereka semua terlibat pertarungan yang sengit dengan Sammael, penguasa ketiga neraka ketujuh dan Pasukannya. Di samping itu, ada juga ki Anom. Guru Pangeran Hasyeem itu membantu Pangeran Azzura menghadapi Sammael yang merupakan Iblis yang sangat kuat dan bengis.

Pertarungan berlangsung sengit antara Sammael dan Pangeran Azzura serta istri dan anak-anak mereka yang di bantu oleh Ki Anom. Sampai pada suatu ketika, " Dinda Ambika, awas di belakangmu..!".teriak Pangeran Azzura pada sang istri. Namun sayangnya, Putri Ambika terlambat untuk mengelak serangan itu.

" Aghh.... Kanda....!! " Pedang Sammael, penguasa ke tiga neraka ketujuh menancap tepat di punggung putri Ambika dan menebus sampai dada. Putri perkasa itupun roboh bersimbah darah. Pangeran Arras dan Pangeran Hasbi langsung kalap saat melihat keadaan ibu mereka.

" Ibu... ! " Seru keduanya. Namun, mereka tak bisa mendekati sang Ibu karena mereka juga di kepung oleh pasukan Iblis.

Demikian juga halnya dengan Pangeran Zatan dan Fatan. Mereka sangat sedih melihat Ibu mereka tewas ditangan Sammael. Namun mereka tak berdaya, karena mereka pun kini sedang terdesak menghadapi pasukan Iblis yang menyerang mereka tanpa jeda.

" Aghh...! "

" Dinda Fatan...! " Seru Pangeran Zatan. Pangeran Zatan melihat adiknya itu sudah bermandikan darah karena terkena senjata prajurit Iblis dan pedang yang menembus tubuh sang Pangeran.

Pangeran Zatan mengamuk karena melihat sang adik yang tewas dengan tubuh penuh tusukan pedang. Dia tak bisa menerima kematian sang adik yang begitu mengenaskan.

Sementara itu, Putri Malika dan Putri Zalika yang mendengar berita kematian ibu mereka menjadi kehilangan fokus pada Pertempuran. Akibatnya putri Zalika dan Malika terluka akibat sabetan senjata tajam dari pihak lawan.

" Dinda.....!!! " Seru Pangeran Azzura. Tubuhnya bergetar melihat sang istri tersungkur dan kemudian diam tak bergerak.

Sammael tersenyum penuh kemenangan.

"Aku sudah membunuh wanita kesayanganmu dan anak lelakimu, Pangeran Azzura. Sekarang giliranmu.. "

Darah pangeran Azzura seketika mendidih melihat kematian anak dan istrinya. Kemarahan Pangeran itu seketika bangkit menyaksikan kematian sang istri dan anaknya di depan mata. Mata pangeran itu seketika berubah warna menjadi semerah darah. Pangeran Tampan itu langsung berubah wujud menjadi siluman Serigala Raksasa. Dia mengamuk dan membabat habis semua pasukan Iblis yang ada di dekatnya.

Sammael pun tak tinggal diam. Dia kembali mencabut pedangnya dan kini bergerak menghadang Pangeran Azzura yang kini telah berubah menjadi Siluman Serigala.

"Akan kuhabisi kau manusia serigala..." seringai Sammael sambil memamerkan giginya yang semuanya berbentuk taring tajam dan runcing.

Sementara Ki Anom, kini harus sibuk berhadapan dengan pasukan Iblis yang lain yang ingin menyerang ratu mereka, Ratu Asmi. Saat ini, Ratu Asmi dan putri Humaira sedang terdesak dan kerepotan menghadapi serangan prajurit Iblis yang menerobos memasuki istana.

" Tuanku, Ibu ratu dalam bahaya.. " kata Ki Anom pada Pangeran Hasyeem melalui ilmu telepati jarak jauh.

Pangeran Hasyeem cepat melesat terbang ke istana untuk melihat keadaan Asmi. Melihat Pangeran Hasyeem terbang melesat ke istana, maka Raja Iblis Baal pun ikut terbang mengejar Pangeran Hasyeem.

Di sisi lain, Andros dan Putri Aryyan bersama anak - anaknya yang masih remaja juga tengah bertempur mati-matian menghadapi keganasan pasukan Raja Iblis Baal yang tak mengenal ampun.

" Andros, kamu lindungi anak - anak. Aku ingin melihat keadaan ibuku.. "

" Pergilah, putri. Aku bisa mengatasi ini semua.. " kata Pangeran Andros.

Putri Arryan pun terbang mendekati istana yang kini sudah di penuhi oleh mayat-mayat prajurit baik prajurit musuh maupun prajurit mereka.

" Ibu Ratu, jumlah mereka semakin banyak..!" kata Putri Humaira. " Kita harus keluar dari istana ini. Ibu harus pergi sekarang juga meninggalkan tempat ini. Itu pesan ayah, Ibu Ratu.. "

"Tapi aku tak bisa meninggalkan Ayahmu, Humaira. Apapun yang terjadi, aku harus tetap bersama ayahmu. Aku tak peduli, jika harus mati, maka kami mati bersama.... " kata Asmi. Ditangannya masih mengenggam sebilah pedang yang kini sudah berlumuran darah musuh.

" Tapi, ibu Ratu.. " ucapan Putri Humaira terhenti saat dilihatnya Ayah melesat terbang ke arah mereka.

" Dinda Asmi, sayang, pergilah... aku mohon. Ini demi keselamatan kamu. Aku berjanji selesai perang ini aku akan menjemput kamu...! " Kata Pangeran Hasyeem kepada kekasih sekaligus istri tercintanya.

"Tapi, Pangeran... !" Asmi tak jadi meneruskan perkataannya karena kemunculan sosok mengerikan di hadapannya, Raja Iblis.

" Hem, lagi ada bangsa manusia. Aku mencium bau manusia pada wanita ini. Sama dengan wanita tadi. Wanita yang meminum air keabadian. Rupanya para wanita disini adalah wanita - wanita abadi. Aku menjadi sangat tertarik. Baru kali ini aku mengalami pertempuran yang didalamnya diikuti oleh wanita pemilik keabadian... " kata Raja Iblis sambil tertawa mengerikan.. Mulutnya terbuka lebar dan tampaklah semburan api dari mulut Raja Iblis. Hampir saja semburan api itu mengenai Asmi yang kini sudah berdiri di samping Pangeran Hasyeem. Putri Humaira yang berada di dekatnya seketika beringsut menjauhi kobaran api dari mulut Raja Iblis.

" Asmi sayang, pergilah sekarang juga. Biar aku yang menghadapi Iblis ini..?" seru Pangeran Hasyeem pada Asmi.

" Putri Humaira, cepat bawa ibu Ratu pergi dari sini. Selamatkan ibu Ratu sekarang juga....? "

" Baik, ayah.... "

" Tidak, Pangeran. Kau suamiku. Aku tidak bisa meninggalkan suamiku sementara dia berjuang mati - matian demi bangsa dan rakyatku. Biarlah... jika memang ajal sampai di sini, kita mati bersama, Pangeran.. " kata Asmi sambil berlinang air mata.

" Hahahaha.. sekarang aku tahu apa yang menjadi kelemahanmu, Pangeran Hasyeem...!" Kata Raja Iblis Baal.

?

?

?

Terpopuler

Comments

Mr.VANO

Mr.VANO

ini la ujian cinta abadi,,,rela mati bersama pasanganny

2023-06-13

1

Feisya Caca

Feisya Caca

kirain perang beneran ternyata masih penglihatan Ki Anom

2023-04-02

0

Berdo'a saja

Berdo'a saja

baru penglihatan belum perang beneran

2023-01-31

0

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1 Pangeran Arkana
2 Bab. 2 Perjumpaan
3 Bab. 3 Penyerbuan Di Istana Bukit Malaikat
4 Bab. 4 Pandangan Mata Bathin Ki Anom
5 Bab. 5 Penglihatan Sang Pangeran
6 Bab. 6 Penglihatan Sang Pangeran ( Part 2 )
7 Bab. 7 Kisah Pedang Mata Malaikat
8 Bab. 8 Tumbal Darah Perawan ( Bagian 1 )
9 Bab. 9 Tumbal Darah Perawan ( Part 2 )
10 Bab. 10 Tumbal Darah perawan ( part 3 )
11 Bab. 11 Tumbal Darah Perawan (Part 4)
12 Bab. 12 Tumbal Darah Perawan ( Part 5)
13 Bab. 13 Tumbal Darah Perawan (Part 6)
14 Bab. 14 Tumbal Darah Perawan (Part 7)
15 Bab. 15 Tumbal Darah Perawan (Part 8)
16 Bab. 16 Tumbal Darah Perawan (Part 9)
17 Bab. 17 Dimensi ke Empat
18 Bab. 18 Nyi Ratu Blorong
19 Bab. 19 Zahra Menghilang
20 Bab. 20 Negeri di Negeri Tak Bertuan
21 Bab. 21 Negeri di Negeri tak Bertuan
22 Bab. 22 Dunia Cermin..
23 Bab. 23 Bertemu Zamura
24 Bab. 24 Makhluk Apakah Kamu..?
25 Bab. 25 Manusia Harimau
26 Bab. 26 Kutukan Lamma
27 Bab. 27 Ramalan Zaggart
28 Bab. 28 Buto Ijo (Part 1)
29 Bab. 29 Buto Ijo (Part 2)
30 Bab. 30 Buto Ijo ( Part 3 )
31 Bab. 31 Kejujuran Pangeran Khalied
32 Bab. 32 Roh Perawan Suci
33 Bab. 33 Roh Perawan Suci ( Part 2 )
34 Bab. 34 Roh Perawan Suci ( Part 3)
35 Bab. 35 Makhluk dari Neraka
36 Bab. 36 Kebinasaan Iblish pohon
37 Bab. 37 Cemburu...
38 Bab. 38 Gunung Hantu dan Gunung Siluman
39 Bab. 39 Perangkap Kalla
40 Bab. 40 Perangkap Kalla ( Part 2)
41 Bab. 41 Kristal Arwah
42 Bab. 42 Pertemuan Lima Bintang
43 Bab. 43 Makhluk Panghisap Darah
44 Bab. 44 Pertarungan dengan Nagini
45 Bab. 45
46 Bab. 46 Pertarungan dengan Nagini ( part 3)
47 Bab. 47 Pertarungan Dengan Nagini (Part 4)
48 Bab. 48 Aku Bahagia Bersamamu
49 Bab. 49 Kehilangan
50 Bab. 50
51 Bab. 51 Trubuks
52 Bab. 52 Ifrit
53 Bab. 53 Godaan
54 Bab. 54 Kita bagai langit dan Bumi
55 Bab. 55 Kapal Pengangkut Jiwa
56 Bab 56
57 Bab. 52 Kapal Pengangkut Jiwa ( Part 3 )
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 bab. 62 Bluma...
63 Bab. 63 Bluma ( Part 2 )
64 Bab. 64 Bluma ( Part 4)
65 Bab. 65 Kembalinya Nagini
66 Bab. 66
67 Bab. 67 Pedang Mata Malaikat
68 Bab. 68 Kembali ke Alam Dunia.
69 Bab. 69 Pulang.....
70 Bab. 70 Pulang ( Part 2 )
71 Bab. 71 Batu Lima Bintang
72 Bab. 72 Batu Lima Bintang ( Part 2 )
73 Bab. 73 Pintu Ke alam Dunia.
74 Bab. 74 Pertemuan Kembali
75 Bab. 75 Permintaan Sang Ayah
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78 Waktu yang Terhenti
79 Bab. 79
80 Bab. 80 Penghuni Hutan Alas Roban
81 Bab. 81
82 Bab. 82 Tumbal Berdarah
83 Bab. 83
84 Bab. 84 Serangan Gelap
85 Bab. 85 Talak
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88 Kematian Ki Bawut
89 Bab. 89
90 Bab. 90 Nayyara
91 Bab. 91 Kuntilanak
92 Bab. 92 Kuntilanak (Part 2 )
93 Bab. 93 Hilangnya Kania
94 Bab. 94 Pencarian Kania
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97 Pertarungan Berdarah
98 Bab. 98 Pertarungan Berdarah ( part 2 )
99 Bab. 99 Pertarungan Berdarah
100 Bab. 100 Kematian Iblis Merah
101 Bab. 101 Pertarungan Besar ( Part 1)
102 Bab. 102 Pertarungan Besar ( Part 2 )
103 Bab. 103 Pertarungan Besar ( Part 3)
104 Bab. 104 Waktu Yang Terhenti
105 Bab. 105 Waktu Yang Terhenti ( Part 2 )
106 Bab. 106 Menemukan Cinta Yang Hilang.
107 Bab. 107 Menemukan Cinta Yang Hilang.
108 Bab. 108 Pertemuan Kembali
109 BAB. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111 Andai waktu bisa Kembali
112 Bab. 112
113 Bab. 113 GUNDERUWO
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116 Janji Pangeran Arkana
117 Bab. 117 Perjanjian Keramat
118 Bab. 118 Perjanjian Keramat ( Part 2 )
119 Bab. 119 Kerasukan
120 Bab. 120 Akhir Untuk Bahar
121 Bab. 121 Ajakan Kencan ( Edisi Pangeran Khalied)
122 Bab. 122
123 Bab. 123 Mencintai Pangeran Khalied
124 Bab. 124 Kisah Putri Humaira
125 Bab. 125 Kisah Putri Humaira ( Part 2)
126 Bab. 126 Kisah Balqis
127 Bab. 127 Kisah Balqis ( Part 2 )
128 Bab. 128 Kisah Balqis ( Part 3 )
129 Bab. 129 Cintai Aku, Zyftar
130 Bab. 130 Hukuman
131 Bab. 131 Pernikahan
132 Bab. 132 Keberatan Pangeran Sa'if
133 Bab. 133 Kisah Zyftar, Jin Bermata Merah.
134 Bab. 134 Pangeran Kuda Putih
135 Bab. 135 Keluarga Kecil
136 Bab. 136 Kisah Di Awal Pagi
137 Bab. 137 Bertemu Mei Fang di Dunia Nyata.
138 Bab. 138 Kecemburuan Zahra...
139 Bab. 139 Menikahlah Dengan ku Zahra..
140 Bab. 140 Permohonan Pangeran Khalied
141 Bab. 141
142 Bab. 142 Karma Yang Tertinggal
143 Bab. 143 Karma Yang Tertinggal
144 Bab. 144 Batu Giok Setan
145 Bab. 145 Melamar Zahra
146 Bab. 146 Acara Lamaran
147 Bab. 147 Pangeran Serigala
148 Bab. 148
149 Bab. 149 Tanda Bakti Pangeran Fatan
150 Bab. 150 Putri Meizh Vs Pangeran Fatan.
151 Bab. 151 Pangeran Serigala Vs Naga Lembu Amur
152 Bab. 152
153 Bab. 153 Prahara Bulan Berdarah
154 Bab. 154 Penyerbuan Kawanan Serigala
155 Bab. 155 Kedatangan Musuh Lama
156 Bab. 156 Kematian Rawing
157 Bab. 157 Jangan Mandi Senja
158 Bab. 158 Kerajaan Alas Amarta.
159 Bab. 159 Kerajaan Alas Amarta
160 Bab. 160 Ayo kita Pulang..!
161 Bab. 161 Menikah
162 Bab. 162 MP
163 Bab. 163 MP ( episode 2)
164 Bab. 164 Panggilan Pangeran Arkana
165 Bab. 165 Bangunlah dari Mimpi Burukmu
166 Bab. 166 Sate Padang
167 Bab.167 Pedang dan Cinta
Episodes

Updated 167 Episodes

1
Bab. 1 Pangeran Arkana
2
Bab. 2 Perjumpaan
3
Bab. 3 Penyerbuan Di Istana Bukit Malaikat
4
Bab. 4 Pandangan Mata Bathin Ki Anom
5
Bab. 5 Penglihatan Sang Pangeran
6
Bab. 6 Penglihatan Sang Pangeran ( Part 2 )
7
Bab. 7 Kisah Pedang Mata Malaikat
8
Bab. 8 Tumbal Darah Perawan ( Bagian 1 )
9
Bab. 9 Tumbal Darah Perawan ( Part 2 )
10
Bab. 10 Tumbal Darah perawan ( part 3 )
11
Bab. 11 Tumbal Darah Perawan (Part 4)
12
Bab. 12 Tumbal Darah Perawan ( Part 5)
13
Bab. 13 Tumbal Darah Perawan (Part 6)
14
Bab. 14 Tumbal Darah Perawan (Part 7)
15
Bab. 15 Tumbal Darah Perawan (Part 8)
16
Bab. 16 Tumbal Darah Perawan (Part 9)
17
Bab. 17 Dimensi ke Empat
18
Bab. 18 Nyi Ratu Blorong
19
Bab. 19 Zahra Menghilang
20
Bab. 20 Negeri di Negeri Tak Bertuan
21
Bab. 21 Negeri di Negeri tak Bertuan
22
Bab. 22 Dunia Cermin..
23
Bab. 23 Bertemu Zamura
24
Bab. 24 Makhluk Apakah Kamu..?
25
Bab. 25 Manusia Harimau
26
Bab. 26 Kutukan Lamma
27
Bab. 27 Ramalan Zaggart
28
Bab. 28 Buto Ijo (Part 1)
29
Bab. 29 Buto Ijo (Part 2)
30
Bab. 30 Buto Ijo ( Part 3 )
31
Bab. 31 Kejujuran Pangeran Khalied
32
Bab. 32 Roh Perawan Suci
33
Bab. 33 Roh Perawan Suci ( Part 2 )
34
Bab. 34 Roh Perawan Suci ( Part 3)
35
Bab. 35 Makhluk dari Neraka
36
Bab. 36 Kebinasaan Iblish pohon
37
Bab. 37 Cemburu...
38
Bab. 38 Gunung Hantu dan Gunung Siluman
39
Bab. 39 Perangkap Kalla
40
Bab. 40 Perangkap Kalla ( Part 2)
41
Bab. 41 Kristal Arwah
42
Bab. 42 Pertemuan Lima Bintang
43
Bab. 43 Makhluk Panghisap Darah
44
Bab. 44 Pertarungan dengan Nagini
45
Bab. 45
46
Bab. 46 Pertarungan dengan Nagini ( part 3)
47
Bab. 47 Pertarungan Dengan Nagini (Part 4)
48
Bab. 48 Aku Bahagia Bersamamu
49
Bab. 49 Kehilangan
50
Bab. 50
51
Bab. 51 Trubuks
52
Bab. 52 Ifrit
53
Bab. 53 Godaan
54
Bab. 54 Kita bagai langit dan Bumi
55
Bab. 55 Kapal Pengangkut Jiwa
56
Bab 56
57
Bab. 52 Kapal Pengangkut Jiwa ( Part 3 )
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
bab. 62 Bluma...
63
Bab. 63 Bluma ( Part 2 )
64
Bab. 64 Bluma ( Part 4)
65
Bab. 65 Kembalinya Nagini
66
Bab. 66
67
Bab. 67 Pedang Mata Malaikat
68
Bab. 68 Kembali ke Alam Dunia.
69
Bab. 69 Pulang.....
70
Bab. 70 Pulang ( Part 2 )
71
Bab. 71 Batu Lima Bintang
72
Bab. 72 Batu Lima Bintang ( Part 2 )
73
Bab. 73 Pintu Ke alam Dunia.
74
Bab. 74 Pertemuan Kembali
75
Bab. 75 Permintaan Sang Ayah
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78 Waktu yang Terhenti
79
Bab. 79
80
Bab. 80 Penghuni Hutan Alas Roban
81
Bab. 81
82
Bab. 82 Tumbal Berdarah
83
Bab. 83
84
Bab. 84 Serangan Gelap
85
Bab. 85 Talak
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88 Kematian Ki Bawut
89
Bab. 89
90
Bab. 90 Nayyara
91
Bab. 91 Kuntilanak
92
Bab. 92 Kuntilanak (Part 2 )
93
Bab. 93 Hilangnya Kania
94
Bab. 94 Pencarian Kania
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97 Pertarungan Berdarah
98
Bab. 98 Pertarungan Berdarah ( part 2 )
99
Bab. 99 Pertarungan Berdarah
100
Bab. 100 Kematian Iblis Merah
101
Bab. 101 Pertarungan Besar ( Part 1)
102
Bab. 102 Pertarungan Besar ( Part 2 )
103
Bab. 103 Pertarungan Besar ( Part 3)
104
Bab. 104 Waktu Yang Terhenti
105
Bab. 105 Waktu Yang Terhenti ( Part 2 )
106
Bab. 106 Menemukan Cinta Yang Hilang.
107
Bab. 107 Menemukan Cinta Yang Hilang.
108
Bab. 108 Pertemuan Kembali
109
BAB. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111 Andai waktu bisa Kembali
112
Bab. 112
113
Bab. 113 GUNDERUWO
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116 Janji Pangeran Arkana
117
Bab. 117 Perjanjian Keramat
118
Bab. 118 Perjanjian Keramat ( Part 2 )
119
Bab. 119 Kerasukan
120
Bab. 120 Akhir Untuk Bahar
121
Bab. 121 Ajakan Kencan ( Edisi Pangeran Khalied)
122
Bab. 122
123
Bab. 123 Mencintai Pangeran Khalied
124
Bab. 124 Kisah Putri Humaira
125
Bab. 125 Kisah Putri Humaira ( Part 2)
126
Bab. 126 Kisah Balqis
127
Bab. 127 Kisah Balqis ( Part 2 )
128
Bab. 128 Kisah Balqis ( Part 3 )
129
Bab. 129 Cintai Aku, Zyftar
130
Bab. 130 Hukuman
131
Bab. 131 Pernikahan
132
Bab. 132 Keberatan Pangeran Sa'if
133
Bab. 133 Kisah Zyftar, Jin Bermata Merah.
134
Bab. 134 Pangeran Kuda Putih
135
Bab. 135 Keluarga Kecil
136
Bab. 136 Kisah Di Awal Pagi
137
Bab. 137 Bertemu Mei Fang di Dunia Nyata.
138
Bab. 138 Kecemburuan Zahra...
139
Bab. 139 Menikahlah Dengan ku Zahra..
140
Bab. 140 Permohonan Pangeran Khalied
141
Bab. 141
142
Bab. 142 Karma Yang Tertinggal
143
Bab. 143 Karma Yang Tertinggal
144
Bab. 144 Batu Giok Setan
145
Bab. 145 Melamar Zahra
146
Bab. 146 Acara Lamaran
147
Bab. 147 Pangeran Serigala
148
Bab. 148
149
Bab. 149 Tanda Bakti Pangeran Fatan
150
Bab. 150 Putri Meizh Vs Pangeran Fatan.
151
Bab. 151 Pangeran Serigala Vs Naga Lembu Amur
152
Bab. 152
153
Bab. 153 Prahara Bulan Berdarah
154
Bab. 154 Penyerbuan Kawanan Serigala
155
Bab. 155 Kedatangan Musuh Lama
156
Bab. 156 Kematian Rawing
157
Bab. 157 Jangan Mandi Senja
158
Bab. 158 Kerajaan Alas Amarta.
159
Bab. 159 Kerajaan Alas Amarta
160
Bab. 160 Ayo kita Pulang..!
161
Bab. 161 Menikah
162
Bab. 162 MP
163
Bab. 163 MP ( episode 2)
164
Bab. 164 Panggilan Pangeran Arkana
165
Bab. 165 Bangunlah dari Mimpi Burukmu
166
Bab. 166 Sate Padang
167
Bab.167 Pedang dan Cinta

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!