" Siapa yang bisa melaksanakan tugas tersebut? " tanya Ki Anom.
"Saya bersedia, Kakek... " Jawab Pangeran Arkana yang tiba-tiba sudah mengajukan diri.
Cucu dari pangeran Hasyeem itu mengajukan diri kepada Sang kakek untuk mencari dan menemukan pedang Mata Malaikat yang keberadaannya saja amat mustahil di temukan.
" Tidak, Pangeran Arkana, kau tidak bisa pergi kesana seorang diri. Kau perlu seseorang yang akan membantumu untuk mendapatkan pedang itu " kata Pangeran Hasyeem.
"Kalau begitu, Pangeran Arkana akan pergi dengan ananda saja, Ayahanda... " sahut Pangeran Khalied cepat.
Kemunculan Pangeran Khalied secara tiba-tiba membuat Pangeran Hasyeem menjadi gusar. Pangeran berwajah tampan berambut hitam seperti warna rambut ibunya itu sukses membuat sang ayah naik pitam.
" Pangeran Khalied, dari mana saja kau ini? Keadaan negeri kita dalam situasi yang genting, tapi kerjamu hanya bermain - main dan bersenang-senang saja.." tegur Pangeran Hasyeem.
Dia nyaris saja melupakan bahwa dia memiliki seorang putra lagi selain Pangeran Alyan dan Pangeran Azzura, yaitu Pangeran Khalied.
Pangeran Hasyeem sangat kesal sekali dengan putranya yang satu ini. Dia sangat berbeda dengan saudara - saudaranya yang lain. Sifatnya amat bertolak belakang dengan Pangeran Alyan dan Pangeran Azzura. Pangeran Khalied sangat keras kepala dan sulit diatur. Itu yang sering membuat Pangeran Hasyeem kerap kali naik darah.
" Maafkan saya ayahanda, tadi ananda pergi ke rumah kanda Pangeran Alyan dan bermain - main sebentar dengan Pangeran Arkana. Saat dalam perjalanan pulang, ananda melihat bala tentara Raja Iblis dari Neraka ke tujuh datang menyerang istana bukit Malaikat. Jadi Ananda tak bisa memasuki istana dari arah pintu gerbang. Ananda terpaksa memutari istana dari sisi timur, karena di sana ada pintu masuk rahasia untuk menuju ke tempat ini... "
" Pintu masuk rahasia, katamu..?! "
Pangeran Hasyeem terperanjat mendengar penuturan putranya. Bagaimana mungkin putranya itu bisa mengetahui bahwa ada jalan rahasia menuju istana Bukit Malaikat. Padahal hanya dia yang tahu..
"Bagaimana caranya kau bisa mengetahui akan adanya pintu rahasia itu, Pangeran Khalied..? " tanya ayahnya, Pangeran Hasyeem.
" Ananda secara tak sengaja menemukan jalan masuk rahasia ke istana ini ketika ananda masih kecil dulu." jawab Pangeran Khalied.
Dia ingat, saat itu dirinya sedang bermain di ruang bawah tanah. Pangeran Khalied saat itu melihat ada seekor burung kecil yang terbang mengitari ruangan bawah tanah. Ternyata burung itu keluar masuk melalui sebuah lubang yang ternyata hanya sebesar biji kelereng. Namun saat disentuh, lubang itu bisa menjadi seukuran tubuh orang yang menyentuhnya.
Pangeran Khalied kecil sangat takjub melihat itu semua. Sejak itulah, dia selalu melewati pintu itu jika menyelinap keluar masuk istana tanpa sepengetahuan sang ayah, Pangeran Hasyeem.
" Bagaimana, apakah ayahanda mengizinkan Ananda dan Pangeran Arkana untuk pergi mencari pedang itu." tanya Pangeran Khalied.
Pangeran Hasyeem memandang wajah putranya itu sejenak. Berpikir apakah Pangeran Khalied mampu untuk mengemban tugas dan tanggung jawab seberat itu. Meskipun lebih muda, namun dalam pola pikir, Pangeran Arkana jauh lebih dewasa dari pada Pangeran Khalied yang selama ini dinilainya kurang bertanggung jawab dan suka bertindak sesuka hati.
...----------------...
"Jika kamu sakti seperti yang disebut oleh orang - orang, temui aku di air terjun tilas tirta. Aku tantang kamu duel dan adu ilmu kesaktian"
*tertanda,
Gagak Ireng*
Lelaki berusia sekitar tiga puluh lima tahun menatap lekat surat tantangan yang tergenggam dalam kepalan tangannya.
Wajahnya yang mengerikan karena ada guratan luka yang panjang di pipi kirinya semakin nampak mengerikan karena kini wajah itu dipenuhi dengan bias amarah yang membakar hatinya.
"Gagak Ireng, aku terima tantanganmu!" desisnya dengan wajah dingin. Dengan geram, dia cabik - cabik surat tantangan itu hingga menjadi serpihan - serpihan kecil yang berserakan di lantai.
"Kau harus memperkuat kesaktian yang kamu miliki agar bisa mengalahkan si Gagak Ireng. Aku dengar - dengar, dia juga sakti dan kebal senjata seperti dirimu.. kata Ki Boma, orang kepercayaan sekaligus guru spiritual si Codet.
"Aku sudah sakti, apa masih perlu aku berguru lagi untuk menambah ilmu kesaktianku..?" tanya si Codet dengan pongahnya.
" Tidak perlu berguru lagi, kamu hanya perlu mencari tumbal untuk memperkuat ilmu yang sudah kamu kuasai.. " kata Ki Boma lagi.
" Tumbal...? " kening Codet berkerut saat gurunya menyebutkan kata tumbal.
" Iya, tumbal anak perawan yang masih suci untuk menambah kesaktian dan ilmu kebalmu. Jika hal itu kamu lakukan, kamu akan menjadi preman yang paling kuat dan tentu saja, Gagak Ireng bukanlah lawan yang berat untukmu... " kata Ki Boma.
...----------------...
Malam sudah sangat larut ketika Zahra pulang dari berjualan kue bulan di terminal. Sejak siang hari tadi dia menjajakan kue bulan di sekitar terminal. Zahra baru pulang saat penumpang di terminal itu sudah tak ada lagi.
Terminal pun sudah lama sepi. Hanya ada beberapa gelandangan yang numpang tidur di terminal dan pemulung yang mengais sampah untuk sekedar mencari botol minum bekas.
Malam ini, kue bulan yang dijualnya masih bersisa banyak. Hujan yang mengguyur tadi sore hingga menjelang malam hari, membuat orang enggan untuk keluar rumah atau bepergian. Maka dari itu, pembeli yang membeli kue bulan juga sedikit.
Biasanya kalau terminal lagi ramai oleh penumpang yang hendak bepergian keluar kota, banyak diantara penumpang itu yang membeli kue dagangan Zahra.
Zahra berjalan menyusuri jalan setapak yang menuju rumahnya. Sambil berjalan, Zahra mengingat - ingat lagi kejadian yang dialaminya beberapa hari yang lalu.
Dalam hatinya dia berharap dapat bertemu kembali dengan Khalied, cowok yang telah menolongnya sewaktu diganggu oleh anak buah si Codet.
Entah mengapa, walau merasa takut terhadap sosok cowok itu namun jauh di lubuk hatinya dia sebenarnya ingin bertemu kembali dengan cowok yang bernama Khalied itu. Dia merindukan sosok itu diam - diam.
"Zahra...! "
Zahra menoleh ke arah datangnya suara. Tampak olehnya, pemuda yang menolongnya beberapa hari yang lalu kini telah berdiri beberapa meter jaraknya di belakang tubuhnya.
" Khalied...?! "
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 167 Episodes
Comments
Mr.VANO
apa zarah jodohny khalied
2023-06-13
0
Feisya Caca
makin penasaran sama pangeran Khalid dan kisah cintanya sama zahra
2023-04-03
0
Berdo'a saja
yang dirindukan juga merasakan
2023-02-01
0